Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

ANAK DENGAN LEUKIMIA


MYELOID AKUT (AML)
By :
Kelompok 13
F 2016

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


Anggota Kelompok :

Annisa Fitriana NIM 162310101212

Syamsiah Nur Azizah Abdullah NIM 162310101202

Ririkh Farikhatul Ummah NIM 162310101283


Pengertian
Dikutip dari jurnal tesis Chandrayani Simanjorang bahwasannya L
eukemia adalah penyakit keganasan sel darah yang berasal dari s
umsum tulang, ditandai dengan proliferasi sel-sel darah putih de
ngan manifestasi adanya sel-sel abnormal dalam darah tepi. Pada
leukemia ada gangguan dalam pengaturan sel leukosit. Sel leukos
it dalam darah berproliferasi secara tidak terkendali dan fungsiny
apun menjadi tidak normal. Oleh karena proses tersebut, fungsi-f
ungsi lain dari sel darah normal juga menjadi terganggu hingga
menimbulkan gejala leukemia. (Permono, 2005)
Leukemia mielositik akut ditandai dengan tr
anformasi keganasan dari myeloid stem cell
s pada sumsum tulang, dimana terdapat ke
tidaknormalan pada diferensiasi dan matura
si sel yang disebut sebagai sel blast. Ketida
kmampuan sel untuk berdiferensiasi bisa te
rjadi pada eritrosit, granulosit, monosit, dan
megakariotik. (Mughal, 2006)
Etiologi
Sampai saat ini belum diketahui apa yang menjadi penyebab terj
adinya leukemia pada manusia, namun ada beberapa faktor risik
o yang berhubungan dengan kejadian leukemia. Belson et al (20
07) menguraikan beberapa faktor risiko leukemia yang didapatka
n dari berbagai penelitian yang ada. Faktor risiko tersebut adalah
faktor lingkungan seperti radiasi ionisasi, hydrocarbon, zat-zat ki
mia,pestisida, alkohol, rokok. Faktor lain adalah faktor genetik yai
tu riwayat keluarga, ketidaknormalan gen, dan translokasi kromo
som. Leukemia juga dipengaruhi Human T-cell Leukemia Virus-1
(HTLV-1), etnis, jenis kelamin, umur, dan variabel lain seperti riwa
yat reproduksi ibu (umur ibu saat melahirkan), serta karakteristik
kelahiran (berat lahir, urutan lahir). Selain faktor-faktor tersebut a
da beberapa faktor lain yang mempengaruhi leukemia yaitu med
an magnet, vitamin K, marijuana, Diet. (Ross et al, 1994; Belson e
t al, 2007)
Populasi sel leukemik LLA dan banyak LMA diakibatkan proliferas
i klonal dengan pembelahan berturut-turut dari sel blas tunggal
yang abnormal. Sel-sel ini gagal berdiferensiasi normal tetapi san
ggup membelah lebih lanjut. Penimbunannya mengakibatkan per
tukaran sel prekursor hemopoietik normal pada sumsum tulang,
dan akhirnya mengakibatkan kegagalan sumsum tulang. Keadaa
n klinis pasien dapat berkaitan dengan jumlah total sel leukemik
abnormal di dalam tubuh. Gambaran klinis dan mortalitas pada l
eukemia akut berasal terutama dari neutropenia, trombositopeni
a, dan anemia karena kegagalan sumsum tulang.
Con’t
Blokade maturitas pada LMA menyebabkan terhentinya difere
nsiasi sel- sel mieloid pada sel muda (blast) dengan akibat ter
jadi akumulasi blast di sumsum tulang. Akumulasi blast di dal
am sumsum tulang akan mengakibatkan gangguan hematopo
iesis normal dan pada gilirannya akan mengakibatkan sindro
m kegagalan sumsum tulang (bone marrow failure syndrome)
yang ditandai dengan adanya sitopenia (anemia, leukopenia,
dan trombositopenia). Selain itu, infiltrasi sel-sel blast akan m
enyebabkan tanda/gejala yang bervariasi tergantung organ ya
ng diinfiltrasi, misalnya kulit, tulang, gusi, dan menings (Kurni
anda, 2007).
Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala yang terjadi ketika anak menderita Le
ukimia Meiloid Akut menurut National Cancer Institut:
•Demam dengan atau tanpa infeksi.
•keringat malam.
•Sesak napas. Kelemahan atau
•merasa lelah. mudah memar atau
•perdarahan.
•Petechiae (datar, menentukan titik-titik di bawah kulit
yang disebabkan oleh perdarahan).
•Nyeri pada tulang atau sendi.
•Rasa nyeri atau rasa kenyang di bawah tulang rusuk.
•Benjolan menyakitkan di leher, ketiak, perut, pangkal paha, atau
bagian lain dari tubuh. Dalam AML masa kecil, benjolan ini, diseb
ut leukemia kutis, mungkin biru atau ungu.
•Benjolan menyakitkan yang kadang-kadang di sekitar mata. Benj
olan ini, disebut chloromas, kadang-kadang terlihat di AML masa
kanak-kanak dan mungkin biru-hijau. Sebuah eksim -seperti ruam
kulit
Pemeriksaan Penunjang

Subyek
Kriteria inklusi: Orang tunawisma memenuhi syarat jika mereka berusia antara
18 dan 65 dan dilaporkan sendiri sebagai tunawisma; bersedia diuji untuk HAV,
HBV, HCV, dan antibodi HIV; dan sebelumnya belum menyelesaikan seri vaksin
asi HBV. Tes HIV dimasukkan karena rute yang dibagi dalamdan potensi perkem
bangan penyakit hati yang lebih cepat.
Kriteria eksklusi: Tidak memenuhi syarat untuk menjalani tes HAV, HBV, HCV,
dan HIV karena riwayat sindrom Guillain-Barré atau alergi terhadap telur di man
a vaksin didasarkan, dan empat menolak pengujian. Sebuah tambahan 1.171 oran
g dikeluarkan karena positifitas HBV atau vaksinasi HBV sebelumnya, kegagalan
untuk kembali untuk hasil tes, dan ketidakmampuan untuk ditempatkan selama k
unjungan tindak lanjut 6 bulan.
•Pemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count)
•Studi Kimia Darah
•Sinar X-ray Dada
•Biopsi
•Biopsi Tumor : Biopsi dari suatu chloroma..
•Immun ophenotyping
•Analisis Sitogenik
•Pengujian Molekuler
•Pungsi Lumbal
P
A
T
H
W
A
Y
Data Abnormal
Didiagnosa Leukemia Myeloid Akut sejak 1 tahun yang lalu
Pucat sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit
Panas badan naik turun mulai 4 minggu sebelum masuk RS
Teraba pembesaran hepar
Hb 4,6 g/dL
Trombosit 23.000 /L
Data Objektif
•Pasien berusia 7 tahun
•TD 100/60 mmHg
•N 106x/menit
•RR 25x/menit
•S : 372 C0.
•Teraba pembesaran hepar
•lien tidak teraba pembesaran
•turgor baik
•Hb 4,6 g/dL,
•Leuksoit 6.000 /L,
•Trombosit 23.000 /L.
•Terapi tablet Methotrexate 12 mg,
•Merkaptopurine 62,5 mg
•Oradexon 8 mg
•Vit.B kompleks dan C 3x1 table
•Vit.E 1x1 tablet
•diet TKTP 1500 Kcal + 40 gr protein 3 x / hari
Data Subjektif
•Ibu menceritakan kalau anaknya pucat sejak 5 hari sebel
um masuk rumah sakit.
•Ibu mengatakan panas badan anaknya naik turun mulai
4 minggu sebelum Rumah Sakit.
•Nyeri akut b.d agens cedera biologis d.d. teraba pembesar

an hepar

•Resiko Infeksi b.d penyakit kronis

•Resiko pendarahan b.d gangguan fungsi hati

•Kerusakan integritas kulit b.d pemberian agens farmaseutik

a d.d Terapi tablet Methotrexate 12 mg, Merkaptopurine 62,

5 mg, dan Oradexon 8 mg