Anda di halaman 1dari 13

Disusun oleh:

Fajri Eka Tyassari 1610711110


Suci Tarmira 1610711111
Yustika Damayanti 1610711119
Terapi relaksasi otot progresf
atau progressive muscle
relaxation (PMR) merupakan
Pengertian suatu terapi relaksasi yang
diberikan kepada klien dengan
menegangkan otot-otot tertentu
kemudian relaksasi.

1. Menurunkan ketegangan otot, kecemasan, nyeri leher dan


Tujuan punggung, tekanan darah tinggi, frekuensi jantung, laju metabolic.
2. Mengurangi disritmia jantung, kebutuhan oksigen
3. Meningkatkan gelombang alfa otak yang terjadi ketika klien
sadar dan tidak memfokuskan perhatian serta relaks
4. Meningkatkan rasa kebugaran, konsentrasi
5. Memperbaiki kemampuan untuk mengatasi stress
6. Mengatasi insomnia, depresi, kelelahan, iritabilitas, spasme otot,
fobia ringan, gagap ringan
7. Membangun emosi positif dari emosi negative
Manfaat

Latihan ini dapat


dapat meredakan baik untuk
membantu
kecemasan dan penderita
meredakan stress
phobia, hipertensi,
dan depresi

baik untuk
dapat meredakan dapat mencegah
kesehatan otot
gangguan kram dan
tubuh agar tidak
psikosomatis, nkesemutan,
menjadi kaku

mencegah memnghilangkan
melenturkan otot
insomnia dan pegal dan juga
dan persendian,
gangguan tidur, sakit pada leher.
Klien lansia yang Klien lansia yang
mengalami gangguan sering mengalami
tidur (insomnia). stress.

Indikasi
Klien lansia yang
Klien lansia yang
mengalami
mengalami depresi.
kecemasan.
Kontra
indikasi
Klien lansia yang
mengalami keterbatasan
gerak, misalnya tidak bisa
menggerakkan badannya.
Klien lansia yang
menjalani perawatan
tirah baring (bed rest).
Langkah-Langkah
1. Persiapan

Persiapan alat dan lingkungan: kursi, bantal, serta


lingkungan yang tenang dan sunyi
a. Pahami tujuan, manfaat, prosedur
b. Posisikan tubuh secara nyaman yaitu berbaring dengan
mata tertutup menggunakan bantal dibawah kepala dan
lutut atau duduk dikursi dengan dengan kepala ditopang,
hindari posisi berdiri.
c. Lepaskan asesoris yang digunakan seperti kacamata,
jam dan sepatu
d. Longgarkan ikatan dasi, ikat pinggang, atau hal lain
yang sifatnya mengikat
2. Prosedur

a. Gerakan 1: ditunjukan untuk melatih otot tangan


1) Genggam tangan kiri sambil membuat suatu kepalan
2) Buat kepala semakin kuat sambil merasakan sensasi
ketegangan yang terjadi
3) Pada saat kepalan dilepaskan, rasakan relaksasi selama 10 detik
4) Gerakan pada tangan kiri ini dilakukan dua kali sehingga dapat
membedakan perbedaan antara ketegangan otot dan keadaan
rileks yang dialami
5) Lakukan gerakan yang sama pada tangan kanan
b. Gerakan 2: ditunjukan untuk
melatih otot tangan bagian belakang
1) Tekuk kedua lengan kebelakang
pada pergelangan tangan sehingga
otot ditangan bagian belakang dan
lengan bawah menegang
2) Jari-jari menghadap ke langit-
langit
c. Gerakan 3: ditunjukan untuk
melatih otot bisep (otot besar pada
bagian atas pangkal lengan)
1) Genggam kedua tangan
sehingga menjadi kepalan
2) Kemudian membawa kedua
kepalan ke pundak sehingga otot
bisep akan menjadi tegang
d. Gerakan 4: ditunjukan untuk melatih otot
bahu supaya mengendur
1) Angkat kedua bahu setinggi-tingginya
seakan-akan hungga menyentuh kedua
telinga
2) Fokuskan perhatian gerakan pada kontras
ketegangan yang terjadi di bahu punggung
atas, dan leher

e. Gerakan 5, 6,7, dan 8: ditunjukan untuk melemaskan otot-otot wajah


(seperti dahi, mata, rahang dan mulut)
1) Gerakan untuk dahi dengan cara mengerutkan dahi dan alis sampai
otot-ototnya terasa dan kulitnya keriput.
2) Tutup keras-keras mata sehingga dapat dirasakan ketegangan disekitar
mata dan otot-otot yang mengendalikan gerakan mata
3) Gerakan untuk mengendurkan ketegangan yang dialami oleh otot
rahang. Katupkan rahang, diikuti dengan menggigit gigi sehingga terjadi
ketegangan disekitar otot rahang
4) Gerakan untuk mengendurkan otot-otot disekitar mulut. Bibir
dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakan ketegangan
disekitar mulut
f. Gerakan 9 dan 10: ditunjukan untuk
merilekskan otot leher bagian depan
maupun belakang
1) Gerakan diawali dengan otot leher
bagian belakang baru kemudian leher
bagian belakang
2) Letakkan kedua tangan di
belakang kepala, kemudian dorong
kepala ke belakang sambil tangan
menahan dorongan kepala.
3) Gerakan untuk melatih otot leher
bagian depan. Dengan cara
membawa kepala ke muka,
kemudian klien diminta untuk
membenamkan dagu ke dadanya,
sehingga dapat merasakan ketegangan
di daerah leher bagian muka
g. Gerakan 11: ditunjukan untuk
melemaskan otot punggung
1) Angkat tubuh dari sandaran kursi
2) Punggung dilengkungkan
3) Busungkan dada, tahan kondisi
tegang selama 10 detik, kemudian rileks
4) Saat rileks, letakan tubuh kembali ke
kursi sambil membiarkan otot menjadi
lurus
h. Gerakan 12: ditunjukan untuk melemaskan
otot dada
1) Tarik nafas panjang untuk mengisi paru-paru
dengan udara sebanyak-banyaknya
2) Ditahan selama beberapa saat, sambil
merasakan ketegangan dibagian dada samapi
turun ke perut, kemudian dilepas
3) Saat tegangan dilepas, lakukan nafas normal
dengan lega
4) Ulangi sekali lagi sehingga dapat dirasakan
perbedaan antara kondisi tegang dan rileks
i. Gearakan 13: ditujukan untuk melatih
otot perut
1) Tarik dengan kuat perut kedalam
2) Tahan sampai menjadi kencang dan
keras selama 10 detik, lalu dilepaskan
bebas
3) Ulangi kembali seperti gerakan awal
untuk perut
j. Gerakan 14 dan 15: ditujukan untuk
melatih otot-otot kaki (seperti paha dan
betis)
1) Luruskan kedua telapak kaki
sehingga otot paha terasa tegang
2) Lanjutkan dengan mengunci lutut
sedemikian rupa sehingga ketegangan
pindah ke otot betis
3) Tahan psosisi tegang selama 10 detik,
lalu dilepas
Ulangi setiap gerakan masing-masing dua kali dengan setiap gerakan dilakukan
selama 10 detik.