Anda di halaman 1dari 27

KEBIJAKAN KEMENTERIAN KESEHATAN

TENTANG
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP
PEREMPUAN DAN ANAK (KtP/A), TERMASUK TINDAK
PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TPPO)

drg. Wara Pertiwi Osing, MA

Orientasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak dan


Perempuan (KtA/P)
SISTEMATIKA PENYAJIAN
Definisi Kekerasan Terhadap Perempuan dan
Anak (KtP/A)

Kekerasan terhadap Anak


Kekerasan terhadap (KTA) adalah semua bentuk
Perempuan (KtP) adalah segala tindakan/perlakuan menyakitkan
bentuk tindak kekerasan berbasis gender secraa fisik ataupun emosional,
yang berakibat, atau mungkin berakibat, penyalahgunaan seksual, trafiking,
menyakiti secara fisik, seksual, mental penelantaran,
atau penderitaan terhadap perempuan eksploitasi seksual komersial anak
termasuk ancaman dari tindakan tersebut, (ESKA) yang mengakibatkan
pemaksaan atau perampasan semena- cidera/kerugian nyata ataupun
mena kebebasan, baik yang terjadi di potensial terhadap kesehatan anak,
lingkungan masyarakat maupun dalam kelangsungan hidup anak, tumbuh
kehidupan pribadi kembang anak atau martabat anak,
yang dilakukan dalam konteks
hubungan tanggung jawab,
kepercayaan atau kekuasaan
Analisa Situasi
Kekerasan Perempuan

Masalah Kekerasan terhadap Perempuan (KtP) merupakan masalah global yang terkait dengan kesehatan dan
hak asasi manusia. Ibu hamil yang mendapat kekerasan secara fisik dan psikis baik dari suami maupun orang-
orang terdekatnya dapat mempengaruhi kehamilan dan perkembangan janin.
(Latar Belakang Lampiran Permenkes 97 th 2014)
Situasi Kekerasan Terhadap Anak Di Indonesia
Fakta lain terkait kekerasan anak...
Pemberitaan media menunjukkan isu KtP/A yang terus meningkat

Media VOA,2016

CNN Indonesia, 2018 Tribun,2017

Tempo, 2013

Tempo, 2015

Detik, 2014
2016
•Permenkes No.3 th 2016 ttg
Peraturan
Peraturan yang
yang terkait
terkait dengan
dengan PP
PP KtP/A
KtP/A pelatihan&penyelenggaraan
pelayanan aborsi atas indikasi
kedaruratan medis dan kehamilan
akibat perkosaan
•Perpu No.1 ttg perubahan kedua atas
UU No.23 th 2002 ttg Perlindungan
anak
•UU No 17 tahun 2016 Tentang
Penetapan Peraturan Pemerintah
2013 Pengganti Undang-undang Nomor 1
Permenkes No.68 ttg Tahun 2016
2010 Kewajiban Pemberi
• Permen PPPA No.01 ttg Layanan Kesehatan Untuk
SPM Bidang layanan Memberikan Informasi
Terpadu Bagi Perempuan atas adanya Dugaan KtA
& Anak Korban
Kekerasan.
• Permen PPPA No.02 ttg
RAN PP KtA

2014
• PP No.61 ttg Kespro
•Permenkes No.6 ttg Pencabutan
2012 Permenkes No.1636/2010 ttg Sunat
Keputusan Dirjen Perempuan
BUK •Permenkes No. 25 ttg Upaya Kes. Anak
No.HK03.05/VI/ •Permenkes No. 71 Tahun 2014 ttg Tata
1400/2012 Ttg Cara Pengenaan Sanksi Administrasi Bagi
Tim Pelaksana Nakes & Penyelenggara Fasyankes dlm
2004 2007 Tindakan Aborsi & Yankespro dg Bantuan
Sub Gugus Tugas
UU ttg • UU No.21 ttg PP KtPA dan atau Kehamilan di Luar Cara Alamiah.
Penghapusan Pemberantasan TPPO •Permenkes No. 97 Tahun 2014 ttg
KDRT Yankes Kes. Masa Sebelum Hamil, Hamil,
Tindak Pidana
Persalinan, Masa Sesudah Melahirkan,
Perdagangan Orang Penyelenggaraan Yan. Kontrasepsi, serta
Yankes Seksual.
•Instruksi Presiden No 5 tahun 2014
terkait GN-AKSA
Urgensi pelibatan sektor kesehatan dalam
pelayanan tatalaksana kasus KtPA
Kasus KtP/A

• 2057 Puskesmampu PP KtA


• 1563 Puskesmas mampu PP KtP
• 324 RS mampu penaganan KtP/A
Kebijakan Global dan Nasional
dalam PP-KtP/A, termasuk TPPO
Kebijakan Global KtP/A
Sustainable Development Goals (SDGs)

 SDG’s meliputi 17 Goals, 169 target, 304 indikator


yang akan dicapai hingga tahun 2030, salahsatunya

adalah menjamin kesetaraan gender serta


memberdayakan seluruh wanita dan perempuan
(Goal 5)

 Dampak yang diharapkan melalui SDGs :


• Pengurangan kemiskinan
• Akses merata kepada pelayanan dan jaminan
sosial
• Keberlanjutan lingkungan dan mempertinggi
ketahanan terhadap bencana
• Pemerintahan yang ditingkatkan kualitasnya dan
akses merata kepada keadilan bagi semua orang

SDGs memiliki 5 pondasi yaitu manusia, planet,


kesejahteraan, perdamaian, dan kemitraan
SDGs Goal 5: Gender Equality
Kebijakan Nasional KtP/A
Kebijakan dan Strategi Sektor
Kesehatan Terkait PP-KtP/A
Termasuk TPPO
Kebijakan Pelayanan Kesehatan KtP/A
Arah Kebijakan KtP/A:
 Menyediakan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi korban KtP/A
 Menjalin kemitraan antar program dan sektor untuk penanganan KtP/A yang komprehensif
dan sinergis
 Terpenuhinya hak-hak perempuan dan hak anak untuk tumbuh kembang secara optimal
 Meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak

Strategi :
 Meningkatkan kapasitas petugas kesehatan pemberi layanan di puskesmas dan rumah sakit
dalam upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative
 Meningkatkan manajemen program penanggulangan KtP/A dan TPPO di tingkat Dinas
Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota
 Meningkatkan kerja sama LP, LS, LSM dan Organisasi profesi terkait
 Meningkatkan sistem informasi dan monitoring kesehatan dalam penanggulangan KtP/A dan
TPPO
 Menggerakkan dan memberdayakan keluarga/masyarakat agar ikut berperan dalam upaya
promotif dan preventif tentang KtP/A dan TPPO
 Meningkatkan pembiayaan pelayanan kesehatan melalui JKN
Ruang Lingkup Program Pelayanan
Kesehatan bagi Korban KtP/A
Peraturan yang Mendukung Pelaksanaan PPKtP/A
di Kementerian Kesehatan

Pelayanan kesehatan bagi korban KtA


diselenggarakan
Permenkes di2014
Nomor. 25 tahun fasilitas pelayanan
tentang Upaya Kesehatankesehatan
Anak
(Pasal 36)

dan fasilitas/institusi lain.


Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 97 Tahun 2014 tentang
Pelayanan kesehatan bagi korban KtA dilakukan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan,
dan Masa, Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan
melalui : • Pelayanan
Kontrasepsi, Kesehatan
Serta Pelayanan Seksual
Kesehatan diberikan
Seksual (Pasal 26) agar
a. penyuluhan dampak kekerasan terhadap setiap perempuan menjalani kehidupan seksual
tumbuh kembang anak; dengan pasangan yang sah yang memungkinkan
pasangan dapat menikmati hubungan seksual
b. penanganan kasus darurat medis;
secara sehat, aman, tanpa paksaan dan
c. konseling dan kesehatan jiwa; diskriminasi, terbebas dari kekerasan, rasa takut,
d. pemeriksaan fisik dan status mental ; malu dan rasa bersalah.
e. pemeriksaan penunjang meliputi laboratorium Kesehatan seksual sebagaimana dimaksud pada ayat
darah dan urine, rontgen; (1) meliputi kehidupan seksual yang:
f. rekam medis; a. terbebas dari infeksi menular seksual;
g. kunjungan rumah; b. terbebas dari disfungsi dan gangguan orientasi
h. pencatatan dan pelaporan; seksual;
i. pembuatan Visum et Repertum; c. terbebas dari kekerasan fisik dan mental;
j. pemberian rujukan medis; di FKTP dan FKTRL d. mampu mengatur kehamilan; dan
bila diperlukan; dan • e. sesuai dengan etika dan moralitas.
k. rujukan untuk bantuan hukum dan psikososial.
Latar belakang PERMENKES NO. 68 TAHUN 2013

Kekerasan terhadap Anak (KtA) Permenkes nomor


merupakan tindak pidana berat 68 Tahun 2013
sesuai
Pasal 108 KUHAP ayat 2
Wajib
Setiap Tenaga Kesehatan
Memberikan
dalam rangka
melaksanakan tugasnya
DISUSUN Informasi bagi
yang mengetahui Layanan
tentang terjadinya Kesehatan pada
peristiwa tindak pidana dugaan Kekerasan
wajib segera melaporkan terhadap Anak
kepada penyelidikan atau
penyidik
(KtA)

DIHARAPKAN DENGAN PERMENKES INI, TENAGA KESEHATAN DI LAPANGAN DAPAT


BEKERJA SECARA PROFESIONAL DAN TERLINDUNGI SECARA HUKUM
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 68 Tahun 2013 tentang
Kewajiban Pemberi Layanan Kesehatan

Setiap tenaga kesehatan wajib:


•Memberitahukan orang tua/pendamping
bila menemukan adanya dugaan kekerasan
terhadap anak disertai anjuran untuk
melaporkan kepada kepolisian
•Jika orang tua/pendamping menolak
melaporkan, nakes wajib memberikan
informasi kepada kepolisian.
•Tenaga kesehatan dalam hal ini
berkedudukan sebagai pemberi informasi,
bukan saksi pelapor
TUGAS DAN PERAN SEKTOR
KESEHATAN DALAM PP KtP/A
TERMASUK TPPO
Sektor kesehatan dalam PP KtP/A berperan
dalam menyediakan:
 Puskesmas Mampu Tata Laksana KtP/A dengan target
minimal 4 (empat) Puskemas pada setiap Kabupaten/Kota
 Tersedianya Pusat Pelayanan Terpadu (PPT)/Pusat Krisis
Terpadu (PKT) di RS pada setiap Kabupaten/Kota
 Petugas kesehatan terlatih dalam menangani pasien
korban KtP/A dan TPPO di RS
 Petugas kesehatan terlatih dalam menangani pasien
korban KtP/A dan TPPO di Puskesmas
Peran Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk KtP/A

Manajemen pengembangan untuk menjadi Puskesmas mampu tata laksana


kasus KtP/A dengan :
 Melakukan perencanaan dengan didahului oleh mengumpulkan data dan
informasi, melakukan analisis dan pemetaan, menyusun rencana kerja,
melaksanakan sosialisasi, menyiapkan tenaga pelaksanaan, menyiapkan
petugas konselling dan wawancara, menyiapkan sarana dan prasarana.
 Melaksanakan pelayanan dengan pemeriksaan kesehatan, tindakan medis,
wawancara dan konseling, penyulhan, kunjungan rumah dan pencatatan,
 Melaksanakan pengawasan dan pengendalian dengan melakukan monitoring
dan evaluasi dan pertanggung jawaban anggaran
Peran Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk KtP/A

Pelaksanaan pelayanan kasus KtP/A di RS dilakukan di unit


pelayanan terpadu dan tujuan pelayanan ini:

 Menyediakan pelayanan medis dan dukungan untuk mengurangi dampak


dan mencegah cedera lebih lanjut, penderitaan dan ancaman bahaya.
 Meningkatkan cakupan korban kekerasan yang mendapatkan pelayanan
kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih di Pusat Pelayanan Terpadu (PPT)
RS.
Penutup................
Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtP/A), termasuk
Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan
masalah global yang terkait Hak Asasi Manusia (HAM)
dan ketimpangan gender.

Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk mengatasi


permasalahan KtP/A termasuk TPPO melalui berbagai
dukungan kebijakan terkait permasalahan tersebut, dan
sektor kesehatan memegang peranan penting dalam
upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan
terhadap perempuan dan anak.
SALAM SEHAT

TERIMA KASIH