100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
566 tayangan65 halaman

Fire Risk Assessment-000

Diunggah oleh

muhammad raffi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
566 tayangan65 halaman

Fire Risk Assessment-000

Diunggah oleh

muhammad raffi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Fire Risk Assessment

• Konsep/metoda yang sistematis


secara tehnikal maupun menejerial
untuk meng-identifikasi secara dini
dan menilai tingkat resiko bahaya
kebakaran
Fire Risk Assessment

ASTM E05.91:
• Kombinasi dari probabilitas produk,
tingkat kekerapan kejadian, tingkat
paparan dan potensi kerugian

• Resiko = kekerapan kejadian x


tingkat paparan x potensi kerusakan
PENGENDALIAN RESIKO

Resiko Pengendalian

PROBABILITAS • PERANCANGAN ELIMINASI HAZARD


• Substitusi
SEVERERITY • PERALATAN SAFETY
• PERALATAN PERINGATAN
• PENGENDALIAN ADMISTRATIF
• PROSEDUR
• PELATIHAN
• ispeksi & audit & assessment dll
Severity (Keparahan)

Akibat dari suatu kecelakaan yang menimpa


manusia, harta benda dan lingkungan

Likelihood (kecenderungan)

Seberapa kerap terjadinya kecelakaan

Frekwensi dan kemungkinan terjadinya ke-


celakaan

Slide 16
Sistimatika Risk Assessment
Daniel A. Crowl/Jouseph A Louvar

1. Apakah ada potensi bahayanya ?


2. Seberapa besar potensi tersebut ?
3. Bagaimana kemungkinannya ?
4. Apa akibatnya ?
Konsep model risk assessment minimum harus
mempunyai elemen-elemen
(Harold E. Roland/Brian Moriarty)

Kejadian Tahapan Dampak


Kerugian Biaya
kegagalan kejadian Kejadian
PEMAHAMAN SISTEM
 Data bahan mudah terbakar yaitu bahan
padat, cair atau gas.
 Untuk bahan kimia dapat dilihat dari MSDS
 Untuk data bahan padat seperti kayu textil dll
dapat dilihat dari NFPA fire protection
handbook seperti
PEMAHAMAN SISTEM
 Untuk kegaiatanpada industri
 Kondisi operasi proses
 Sarana/peralatan yang digunakan,
 Kondisi lingkungan (ambient temperatur,
kecepatan dan arah angin dll.)
 Kondisi ruangan untuk gedung yang
meliputi jumlah fire load yaitu beban
panas yang dilepas ketika terbakar
persatuan kwatt.
IDENTIFIKASI POTENSI
Metoda secara teknis dan analitis untuk mengetahui
potensi bahaya yang terkandung dalam suatu kegiatan.
 Metoda reaktif::
 menunggu terjadinya kegagalan yang
menimbulkan kecelakaan atau bahkan korban
jiwa dan kerugian aset,
 investigasi untuk mempelajari sebab-sebab
terjadinya kecelakaan,
 rekomendasi cara-cara/ metoda, prosedur atau
modifikasi untuk mencegah terjadinya
kecelakaan dan cara penaggulangan.
 Metoda preventif: mempelajari/atau meprediksi
kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi
atau pengumpulan data dari pengalaman
kecelakaan yang terdahulu pada kegiatan yang
sama.
      
METODA IDENTIFIKASI HAZARD
Metoda preventif
1. Daftar Periksa Hazard (Chek List) & Code
2. Survey Hazard
3. Fire Safety Evaluation System (FSES),
NFPA101 A, Alternative Approach to Life
Safety
4. Dow Fire and Explosion Index
5. HAZOPS
6. What if analysis
7. Fault Tree & Event Tree Analysis
8. Failure Mode Effect Analysis
Daftar Periksa Hazard

NFPA Code, NFPA 704, Standard System for


Identification of the Fire Hazards of
Materials, telah melengkapi pedoman
untuk mengidentifikasi material berdasarkan
klasifikasi tingkat hazard:
Fire Hazard
 Health Hazard 0-4
Health

 Flammability Hazard
Hazard 0-4
0-4 Reactivity

 Reactivity Hazard
OX = Oxidator
W = Jangan gunakan

air
= radiasi
Ra Potensi bahaya
ting KESEHATAN KEBAKARAN REAKTIF

4 Bahan yang dapat menyebabkan Bahan yang segera Bahan yang dengan mudah
kematian pada paparan jangka menguap dalam dapat diledak-kan atau
pendek atau yang dapat udara normal dan meledak pada suhu dan
menimbulkan luka fatal dapat terbakar tekanan biasa atau sensitif
meskipun ada pertolongan dengan cepat. terhadap pengaruh mekanik
segera. atau panas setempat.

3 Baban yang dapat menimbulkan Bahan cair atau Bahan yang mudah meledak,
akibat serius pada paparan padat. yang dapat tetapi memerlukan sumber
jangka pendek, mes-kipun ada dinyala-kan pada penyebab yang kuat, seperti
pertolongan segera. suhu biasa. suhu tinggi atau tumbukan

2 Bahan yang pada papaan Bahan yang perlu Bahan yang tidak stabil dan
intensif atau terus mene-rus sedikit dipanaskan menghasilkan reaksi hebat,
dapat menimbulkan luka, dahulu sebelum tetapi tidak meledak
kecuali ada pertolongan segera dapat dibakar.

1 Bahan yang menye-babkan Bahan yang perlu Bahan yang stabil pada
iritasi atau sedikit luka dipanas-kan sebelum keadaan normal, tetapi tidak
meskipun tidak ada pertolongan dapat terbakar. stabil pada suhu tinggi.
segera.
Fire Safety Evaluation System
(FSES)
NFPA101 A,
Alternative Approach to Life Safety
HAZOPS

Tujuan & sasaran


Mengidentifikasi bahaya yang
disebabkan oleh kegagalan operasi
karena kesalahan fungsi dari perangkat
keras atau peralatan dan
memperkirakan potensi dampaknya
terhadap sistem secara keseluruhan.
 Parameter Hazops  

     
Aliran  Konsentrasi Waktu

Tekanan  Reaksi Pengadukan

Temperatur PH Komposisi

Level Viscositas Phase

Volume Warna Komponen


 
HAZOPS DEVIATION MATRIX
(Matrik PENYIMPANGAN HAZOPS)
GUIDE WORDS
Jenis
Operasi DESIGN
(Batch/ PARAMETER AS
Continuous) MORE LESS NONE REVERSE PART WELL OTHER
OF AS THAN

HIGH LOW NO BACK - LOSS OF


C FLOW - CONTAINMENT
FLOW FLOW FLOW FLOW

PRESSURE -
C HIGH LOW PARTIAL -
VACUUM -
PRESSURE PRESSURE PRESSURE

HIGH LOW - - -
C TEMP. CRYOGENIC -
TEMPERATURE TEMPERATURE

HIGH LOW NO - - - LOSS OF


C LEVEL
LEVEL LEVEL LEVEL CONTAINMENT

LOSS OF - CHANGE OF WRONG


B&C COMPOSITION ADDITIONAL
STATE
CONTAMI- WRONG
PHASE PHASE CONCENTRATION NANTS MATERIAL
OR STATE
HIGH LOW NO REVERSE SIDE WRONG
INCOMPLETE
B&C REACTION REACTION REACTION REACTION REACTION REACTION MATERIAL
REACTION
RATE RATE
TOO TOO - - - WRONG
B TIME -
LONG SHORT TIME

STEP STEP STEP STEP PART OF EXTRA WRONG


B SEQUENCE TOO TOO LEFT BACKWARDS STEP LEFT ACTION ACTION
LATE EARLY OUT OUT INCLUDED TAKEN
Keberhasilan Study HAZOP
 kecermatan dalam pengumpulan data–data operasi,
berupa gambar engineering dan data kondisi operasi
serta data pendukung lainnya, yang akan digunakan
sebagai landasan dalam study
 kemampuan dan kedalaman pengetahuan tehnik
dari tim
 kemampuan tim dalam memprediksi kemungkinan
penyimpangan, sebab dan akibatnya
 kemampuan tim dalam menaksir besarnya bahaya
yang diidentifikasi
QUEST
Contoh : Kertas Kerja Analisa “What- If”

What-If Analysis Worksheet Date : 10/3/2002


Page : Page 1
Process and Location : VCM Plant
Topic Investigated : Potential Hazards
Team : Mr. Safety (Coordinator), Mr.Product.,Mr. Technic , Mr. Machine
Equipment/Intentions : Direct Chlorination Reactor Feeds

Consequence/ Responsible Initial &


What If …? Recommendation
Hazard Person Due Date
1. Ethylene feed 1. Tipikal kontaminasi 1.a Verify availability 1.a Ethylene expert
terkontaminasi pada Ethylene adalah of high-purity
oil. Oil ethylene and
will react energetically reliability of supply
with chlorine.
However, the amount1.b Determine the 1.b Chemist
oil in ethylene is usually reaction kinetics for
small, and the large oil/chlorine reactions.
quantity of ethylene di- Examine the reaction
chloride (EDC) in the kinetics for chlorine/
reactor should quench water reactions
any oil/chlorine
reaction.
Water is also a trace
contaminant

Slide 44
Skenario identifikasi
Skenario kebakaran di bangunan
Untuk skenario kebakaran pada ruang
tertutup atau compartment fire seperti
bangunan gedung (perkantoran, industri dll)
maka tipikal kebakaran mengikuti kurva
Contoh skenario bangunan
Pembuatan skenario
Contoh skenario yang mungkin terjadi pada peralatan proses atau
tanki/vessel penampung gas adalah terjadi kebocoran
– Skenario 1, jika gas yang bocor adalah gas beracun maka gas
akan bercampur dengan udara dan tertarik angin, jika manusia
menghirup atau terpapar gas beracun akan berdampak pada
kesehatan.
Jika berat jenis gas lebih ringan atau sama dengan udara
maka penyebaran gas

penyebaran gas ringan atau sama dengan udara


(plume bouyant gas dispersion)
Jika berat jenis gas lebih berat dari
udara maka penyebaran gas
skenario

penyebaran gas berat (plume heavy gas dispersion)

Estimasi dampak bahaya: prediksi arah dan


kecepatan penyebaran campuran gas &
udara serta konsentrasinya,
Skenario 2, jika gas bocor mudah
terbakar
Flame jet fire, jika bocor langsung terbakar

•Flash fire, jika kebocoran gas secara terus menerus akan terbentuk awan uap dan
bergerak sesuai dengan arah angin, campuran bahan mudah terbakar dan udara jika
bertemu dengan sumber energi akan terbakar dan terjadilah flash fire

Vapor Cloud Explosion, jika flash fire kemudian diikuti dengan ledakan akan dapat
diperoleh besaran ledakan yang dapat menimbulkan dampak pada pekerja dan aset
BERBAGAI SKENARIO KEADAAN DARURAT

Parameter 
No. Skenario Estimasi Dampak kejadian
berbahaya
Penyebaran gas Tingkat keracunan Area Paparan gas terhadap
1
beracun (konsentrasi gas) manusia
2. Pool Fire Radiasi Panas Tinggi flame & Radius aman

3. Flame Jet Fire Radiasi panas Tinggi flame & radius aman

Tinggi, radius dan durasi fire ball


4. BLEVE Radiasi panas
Fatality & injury zone

Campuran
gas/udara Area yang dapat menimbulkan
5. Flash Fire
konsentrasi antara kebakaran
LFL & UFL
Area yang terkena dampak
Vapor cloud
6. Besaran Blast wave ledakan ( fatality zone dan
explosions
structure damage zone)
Tipikal darurat dan potensinya

Potensi kerugian
Tipe Kejadian Potensi fatality
ekonomi

Pelapasan bahan
Tinggi Rendah
kimia beracun

Kebakaran Rendah Menengah

Ledakan Menengah Tinggi


Analisa Akibat
Pembuatan Fire Model :
- Industri dengan menggunakan
software fire model Archie atau ALOHA
- Gedung dengan menggunakan Cfast,
FDS atau Evacnet
Studi kasus :

Gas LPG banyak digunakan di indsutri maupun di


perumahan untuk keperluan berbagai kegiatan.
Jika terjadi kebakaran disekitar botol LPG, atau
botol LPG terkena paparan panas,
bagaimana dampaknya?
SKENARIO TABUNG GAS LPG
Tabung gas lpg

Tabung/selang Tabung/selang BLEVE


bocor terpapar panas ESTIMASI DAMPAK

JET FIRE LANGSUNG


ESTIMASI TERBAKAR TIDAK LANGSUNG TERBENTUK
DAMPAK TERBAKAR AWAN UAP

ESTIMASI
DAMPAK TIDAK TERBAKAR TERBAKAR
GAS
BERACUN

FLASH FIRE TERBAKAR PADA TERBAKAR PADA VAPOR CLOUD


Estimasi dampak AREA TERBUKA AREA TERTUTUP EXPLOSION
TERTUTUP PARTIAL
SKENARIO
KEBAKARAN & LEDAKAN GAS LPG
KARAKTERSIK LPG
tidak berwarna dan diberi bau-bauan untuk mendeteksi
kebocoran gas
disimpan dalam bentuk cair, jika bocor/lepas akan
berbentuk gas dengan berat jenis lebih berat dari udara
jika tempat penyimpanan terpapar oleh panas/api akan
menimbulkan ledakan
sifat fisik: Lower Exp Limit: 2.1% (NIOSH, 1997),
Upper Exp Limit: 9.5% (NIOSH, 1997), Molecular
Weight: 42-58 (NIOSH, 1997), IDLH: 2000 ppm
(NIOSH, 1997) TLV TWA: 2500 ppm (©ACGIH, 2001)
Water Solubility: 0.01% (NIOSH, 1997
Parameter yang digunakan untuk mengukur besaran
potensi bahaya adalah :
– Diameter dan tingginya bola api
– Durasi atau lamanya kebakaran/terjadinya bola api
– Jarak yang dapat menimbulkan fatality dan injury

Estimasi dampak ledakan LPG mengunakan Software


ARCHIE (Automated Resource for Chemical Hazard
Incident Evaluation) dengan skenario kebakaran &
ledakan gas LPG adalah BLEVE.
══════════════════════════════════════════════════
                        CURRENT PARAMETER VALUES FOR FIREBALL
                            RADIATION ESTIMATION METHOD
══════════════════════════════════════════════════
            TANK CONTENTS DURING FIREBALL  =  15  lbs
              MODEL RESULTS:
                        Maximum fireball diameter =   40    feet
                        Maximum fireball height   =   65    feet
                        Fireball duration         =   3.6   seconds
                        Fatality zone radius      =   20    feet
                        Injury zone radius        =   20    feet
           WARNING: Boiling Liquid Expanding Vapor Explosions (BLEVEs)          
           may cause high velocity  tank fragments  to travel considerable  
distances.   Some tanks,  especially horizontal  cylindrical  types,  may  
rocket while spewing forth flames.
BERBAGAI SKENARIO BLEVE
Skenario Material  Maximum  Maximum  Fireball  Fatality  Injury 
LPG fireball  fireball  duration zone  zone 
(kg) diameter height (detik) radius radius
(meter) (meter) (meter) (meter)

I 5 11 17 3.3 5 5

II 7 12 20 3.6 6 6

III 10 13 22 3.7 7 7

IV 50 23 37 4.9 12 15

V 100 29 47 5.5 72 142


PROBABILITAS KEJADIAN &
ANALISA KEKERAPAN
KEGAGALAN

 Data kekerapan kejadian dan kegagalan


dari catatan historis kejadian
 Model Probabilitas
Model Probabilitas

 Fault Tree Analysis


 Even Tree Analysis ( Decision Tree)
 Failure Mode & Effect Analysis
 Markov Chain
Data rekaman historis
kejadiankebakaran

 Guidelines for Process Equipment


Reliability Dwith Data Table, CCPS,
AIChE, USA
 Industrial Accident Data, OSHA, USA
 Industrial Accident Data, NIOSH, USA
 Fire Incident Data, NFPA
Penilaian Resiko

• Resiko Individu
• Resiko Masyarakat
• Resiko Perusahaan
KRITERIA PENILAIAN RESIKO

Pengukuran Kualitas Kemungkinan (Likehood)


Level A : Hampir pasti (Almost certain).Kejadian diperkirakan terjadi
pada hampir semua keadaan.
Level B : Mungkin (Likely).Kejadian mungkin akan terjadi pada hampir
semua keadaan.
Level C : Sedang (Moderate).Kejadian akan terjadi pada suatu waktu.
Level D : Kadang-kadang (Unlikely).Kejadian dapat terjadi pada suatu
waktu.
Level E : Jarang (Rare).Kejadian mungkin terjadi hanya pada waktu
yang tidak dapat diperkirakan.
KRITERIA PENILAIAN RESIKO

Pengukuran Kualitas Konsekuensi atau Dampak


Level 1 : Tidak penting (Insignificant).Tidak ada cidera, kerugian biaya
rendah
Level 2 : Ringan (Minor). Cedera ringan dengan bantuan pertolongan
pertama, tindakan dapat segera dilakukan di lokasi, kerugian
biaya sedang.
Level 3 : Sedang (Moderate). Perawatan medis diperlukan, tindakan selain
oleh petugas di lokasi
dibantu oleh petugas dari luar, kerugian biaya besar
Level 4 : Berat (Major). Cidera berat, ketidakmampu unit berproduksi,
kerugian biaya besar.
Level 5 : Bencana (Catastrophic).Kematian, kerugian biaya sangat besar
KRITERIA PENILAIAN RESIKO

Pengukuran Kualitas Konsekuensi atau Dampak


Level 1 : Tidak penting (Insignificant).Tidak ada cidera, kerugian biaya
rendah
Level 2 : Ringan (Minor). Cedera ringan dengan bantuan pertolongan
pertama, tindakan dapat segera dilakukan di lokasi, kerugian
biaya sedang.
Level 3 : Sedang (Moderate). Perawatan medis diperlukan, tindakan
selain oleh petugas di lokasi ibantu oleh petugas dari luar,
kerugian biaya besar
Level 4 : Berat (Major). Cidera berat, ketidakmampu unit berproduksi,
kerugian biaya besar.
Level 5 : Bencana (Catastrophic).Kematian, kerugian biaya sangat besar
Lingkup & Uraian Sistem
KONSEKUENSI 
L  Tidak Penting  Ringan  Sedang  Berat  Bencana   
1  2  3  4  5  K 
A (hampir  E 
S  S  H  H  H 
Pasti)  M 

B (mungkin)  M  S  S  H  H 


C (sedang)  L  M  S  H  H 

D (kadang-  I 
L  L  M  S  H 
kadang)  N 

E (jarang)  L  L  M  S  S 

High Risk Significant


Risk (Resiko Moderate Risk
Low Risk (Resiko
(Resiko Tinggi) yang (Resiko Rendah)
Signifikan) Sedang)
Kriteria Dapat Diterima

Resiko Tinggi (Hih Risk)


Daerah beresiko tinggi menunjukkan bahwa resiko tidak dapat diterima, bahwa operasional atau
kegiatan harus dihentikan, pengaturan kembali dan resiko harus dikurangi. Penelitian secara rinci dan
perencanaan manajemen diperlukan pada tingkat manajemen.

Resiko yang Signifikan (Significant Risk)


Daerah yang signifikan, menunjukkan pengaruh resiko yang signifikan, diperlukan perhatian pada
tingkat manajemen.

Resiko Sedang (Moderate Risk)


Daerah resiko sedang, menunjukkan bahwa masih ada kemungkinan resiko di dalamnya. Perhatian
tingkat manajemen diperlukan.Resiko ini jika memungkinkan dikurangi.
Prosedur dan standar, termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri/ APD (sebagai penolong terakhir) akan
dilakukan untuk meminimalkan resiko ke tingkat yang masih dapat diterima .

Resiko Rendah (Low Risk)


Daerah resiko rendah, tidak diwarnai pada tabel 3.1 di atas, menunjukkan bahwa resiko dapat diterima,
akan tetapi tidak menghalangi seseorang dari mempertimbangkan, dan mengurangi resiko lebih jauh.
Resiko rendah harus diatur oleh prosedur yang rutin.
Pelaporan dan Tindakan Lanjutan

Pelaporan
Sebelum mengakhiri analisa sumber bahaya, suatu laporan tertulis harus
dilakukan.
Laporan ini harus memiliki daftar isi berikut ini:
I. Pendahuluan (standar )
– Lingkup
– Tujuan
– Tanggung jawab
– Definisi
– Tinjauan pustaka
II. Penilaian
– Metode yang digunakan
– Kriteria yang dapat diterima
– Anggota & ketua tim
– Tanggung jawab dan batasan

III. Rekomendasi
– Rekomendasi (termasuk pekerja yang bertanggung jawab dan
batasan)
Lampiran
Formulir yang digunakan
PENUTUP

• Untuk menaksir resiko bahaya kebakaran diperlukan


suatu metoda yang sistematis secara tehnikal dalam
bentuk studi untuk meng-identifikasi potensi kebakaran,
mengevaluasi tingkat probabilitas dan tingkat
keparahan serta metoda untuk menganalisanya.

• Secara tehnis, berbagai metoda untuk mengidentifikasi


potensi bahaya kebakaran, menganalisa kemungkinan
dan tingkat keparahan potensi kebakaran dan ledakan,
untuk itu diperlukan pemilihan metoda yang tepat dan
pembuatan scenario kebakaran dan ledakan yang
sesuai dengan karakteristik proses di Industri maupun
Gedung agar sasaran studi risk assessment dapat
tercapai.
QUEST

Risk Ranking
Contoh : Severity Ranking
Semi-quantitative Ranking dari konsekuensi terburuk
dengan beberapa penyebab yang berpotensi
1. Very High :  Fatal Accident, memusnahkan harta
benda (>Rp. 1 Milyar), waktu untuk
perbaikan (>2 hari)
2. High :  Lost Time Accident, kerusakan pada
harta benda (>Rp.500 jt), waktu
untuk perbaikan (1 – 2 hari)

Slide 50
QUEST

Risk Ranking
Contoh : Severity Ranking (lanjutan)
3. Moderate :  First Aid Accident, kerusakan harta
benda (>Rp100 jt),wkatu perbaikan
(4-24 jam), mengakibatkan material
off-spec
4. Low :  Kerusakan kecil pada harta benda
(>Rp.50 jt), waktu untuk perbaikan
(<4 jam), kualitas produk menurun,
tidak diperlukan re-work
5. Very Low :  Masalah pada mesin/peralatan dan
dapat diperbaiki segera
Slide 51
QUEST

Risk Ranking- Contoh : Likelihood Ranking


Semi-quantitative Ranking dari kemungkinan ter-
jadinya bahaya, dapat menimbulkan konsekuensi
berdasarkan tingkatan safeguard yang ada
1. Very High :  Kemungkinan kerap terjadi (sekali
dalam sebulan)
2. High :  Kemungkinan terjadi (sekali dalam
setahun)
3. Medium :  Kemungkinan jarang terjadi (sekali
dalam 5 tahun)
4. Low :  Mungkin terjadi setelah umur pabrik
cukup tua (sekali dalam 30 tahun)
5. Very Low :  Dapat terjadi tapi kemungkinannya
kecil (sekali dalam 100 thaun) Slide 52
QUEST

LIKELIHOOD (Kecenderungan)

A - Sering terjadi
B - Pernah terjadi
C - Dapat terjadi (beberapa referensi)
D - Kecil kemungkinan terjadi
E - Tidak mungkin terjadi

Slide 54
QUEST

SEVERITY (Keparahan)
1 - Fatal/Cacat, biaya perbaikan > Rp. 1 M,
Down time > 2 hari
2 - Lost Time Accident, biaya perbaikan
> Rp. 500 jt, Down time 1 – 2 hari
3 - First Aid Accident, biaya perbaikan
> Rp. 100jt, Down time max. 24 jam
4 - Tidak ada cidera, off spec, perbaikan
Dapat dilakukan seketika
5 - Gangguan pada produksi
Slide 55
QUEST

Risk Ranking Category


1~5 - Very High

6 ~ 10 - High

11 ~ 15 - Moderate

16 ~ 20 - Low

21 ~ 25 - Very Low
Slide 56
QUEST

RISK ASSESSMENT

Consequences Severity Likelihood RR Recommendations

Gas chlorin lepas 1 B 2


ke udara, mencemari
udara dan berbahaya
bagi manusia

Slide 57
Tahapan Fault Tree

Tahap 1, Uraian Sistem, P&ID


Tahap 2, identifikasi bahaya dengan
metoda HAZOP
Tahap 3, tentukan qualitative ranking untuk
menentukan penyebab kemungkinan yang
paling besar
Tahap 4, Evaluasi kalkulasi dari setiap gate
untuk estimasi probabilitas puncak kejadian

Anda mungkin juga menyukai