Anda di halaman 1dari 13

PRINSIP DAN

METODE
MENATA DAN
FUNGSI

RAHMADANTI ADMAJA |
142018009
PRINSIP DAN METODE MENATA
DEFINISI

 Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh
seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. (Wikipedia)

 Metode adalah cara yang sebelumnya sudah di fikirkan secara matang dan di kerjakan berdasarkan langkah
yang sudah di atur agar mencapai suatu tujuan tertentu. ( Drs. Agus M. Hardjana)

 Menata adalah mengatur. Menata juga berarti menyusun. Menata juga berarti membenahi. (Lecture)
ELEMEN-ELEMEN DALAM PENATAAN
PELAKSANAAN PRINSIP DAN METODE MENATA
• Unsur
Unsur merupakan bagian terkecil dari suatu benda. Unsur haruslah diatur, ditata, atau di organisasikan agar
memancarkan kesan kesatupaduan, irama, dan keseimbangan. Menurut Vitruvius dalam bukunya yang berjudul De
Architectura unsur terbagi menjadi 3

 Keindahan/Estetika, Merupakan
sebuah keadaan yang enak dipandang  Kekuatan, Kekokohan dalam
mata, cantik, atau elok. Dalam arsitektur berhubungan erat dengan
struktur bangunan itu sendiri dan
arsitektur, unsur keindahan / estetika
bagaimana bangunan tersebut  Fungsi, merupakan kegunaan,
ini memiliki 2 prinsip di dalamnya dapat berdiri nantinya, di dalamnya selain itu fungsi juga memiliki
yakni keindahan wujud dan keindahan berhubungan dengan kekuatan fisik makna sebagai suatu cara untuk
ekspresi. struktural dan persepsi struktural. memenuhi keinginan.
• Kualitas
Kualitas adalah dasar untuk mengatur unsur. Kualitas harus cukup khas sehingga perbedaanya dapat dikenali untuk
dasar pengatur. Dan dalam bangunan ada kualitas yang paling penting untuk diperhatikan yaitu bahan dan material
yang digunakan serta bagaimana proses atau pengerjaan bangunan. Secara umum kualitas bangunan/konstruksi dapat
ditentukan berdasarkan 3 (tiga) komponen, yaitu:

Komponen Pelengkap, adalah komponen


Komponen Struktur, adalah pelengkap komponen arsitektur dan struktur
Komponen Arsitektur, adalah komponen yang berfungsi menerima,
agar bangunan lebih nyaman, aman, dst.
komponen pembentuk ruang memikul, dan menyalurkan beban
(space) dan elemen estetika agar komponen arsitektur (Mekanikal: plumbing, sistem air bersih, sistem
bangunan. (dinding, kusen pintu (bangunan) kuat dan stabil. (pondasi, air kotor, dst. Elektrikal: listrik, telepon, LAN,
& jendela, penutup lantai, dst.) kolom, balok, pelat, kuda-kuda, dst dst.)
•Kriteria
Kriteria merupakan ukuran yang menjadi suatu dasar dalam penilaian atau penetapan sesuatu. Kriteria dapat mementukan cara
pengaturan unsur. Kriteria menyatakan pertalian antara unsur berdasarkan kedudukan unsur yang satu terhadap yang lain. Kriteria
berdasarkan kedudukan dibagi menjadi ;

Berdasarkan Ruang Berdasarkan Waktu Berdasarkan Nilai

ELEMEN-ELEMEN DALAM PENATAAN


Unsur, kualitas dan kriteria yang sudah ditentukan kemudian digabungkan menjadi sebuah rancangan bangunan. Berdasarkan
masalah yang ada, perancang harus menentukan tata atur menurut pentingnya. Menentapkan masalah mana yang lebih mendesak serta
memilih unsur, kualitas dan kriteria yang pokok akan menghasilkan pengutamaan satu (atau lebih) tata atur. Keseluruhan proses ini
disebut mensintesis bangunan.
FUNGSI
Fungsi dalam pengertian sederhana adalah kegunaan. Fungsi timbul sebagai akibat adanya kebutuhan manusia
dalam mempertahankan dan mengembangkan hidup.
UNSUR
Unsur merupakan bagian terkecil dari suatu benda. Unsur dalam arsitektur terbagi menjadi ;

•Tekstur, Kualitas visual dan terutama


•Garis, merupakan elemen penting dalam •Ruang, Sebuah bidang yang indera sentuhan yang diberikan pada
seluruh formasi konstruksi visual. Sebuah garis diperpanjang ke arah selain arah suatu permukaan melalui ukuran,
memiliki panjang dan arah, namun tidak hakikatnya akan menjadi sebuah ruang bentuk dasar, tatanan dan proporsi
memiliki lebar dan kedalaman. (volume). bagian-bagiannya.

Bentuk, segala hal yang memiliki diameter •Bidang, Sebuah garis jika diperpanjang ke •Warna, merupakan atribut terjelas
tinggi dan lebar.Bentuk menurut kamus adalah arah selain arah hakikatnya, maka ia akan dalam membedakan sebuah bentuk
lengkung , keluk , lentur , wujud atau rupa. menjadi sebuah bidang. dari lingkungannya.
KUALITAS

Kualitas merupakan faktor-faktor yang terdapat dalam suatu barang atau hasil yang menyebabkan barang atau hasil
tersebut sesuai dengan tujuan untuk apa barang atau hasil dimaksudkan atau dibutuhkan. Kualitas dalam arsitektur,
khususnya pada sebuah bangunan dapat dilihat dengan :

Hal yang mempengaruhi kekuatan konstruksi suatu bangunan Mekanisme untuk uji kelayakan suatu bangunan
• Mutu bahan atau material. dari segi kekuatan dan keamanan serta
• Cara pelaksanaan konstruksi. kenyamanan
• Operasional dan pemeliharaan.
Apabila suatu konstruksi bangunan pelaksanaan
Cara menilai suatu konstruksi bangunan dapat dikatakan baik atau pekerjaan telah sesuai dengan yang telah
buruk. direncanakan, dimana telah memenuhi standar-
Kalau desainnya sudah memenuhi ketentuan yang sudah berlaku standar yang telah ditetapkan, termasuk
atau peraturan-peraturan yang berlaku, maka selanjutnya perlu pemilihan bahan dan metode pelaksanaannya
dilihat mutu bahan atau materialnya. bangunan tersebut akan kuat dalam memikul
beban rencana, dan aman serta nyaman untuk
Standar- standar yang dapat diterapkan dalam menilai kualitas
konstruksi suatu bangunan.
dihuni atau dipakai untuk kegiatan lain sesuai
Standar desain- dimana Lembaga berwenang telah mengeluarkan rencana fungsi bangunan.
beberapa standar desain seperti peraturan kayu, standar tata cara
perhitungan struktur beton untuk bangunan Gedung, dll.
KRITERIA
Human Issue
• Function (Fungsi) : Mewadahi tujuan dan kegunaan untuk aktivitas manusia.
• Social (Sosial) : Hubungan social untuk mencapai tujuan penghuni secara efektif.
• Physical (Fisik) : Bagaimana bentuk bangunan yang sesuai dengan karakteristik fisik
penghuni.
• Physiological (Psikolgi) : Pemahaman karakteristik sifat penghuni.

Environmental Issues
• Site : Struktur permukaan bumi yang akan ditempati suatu bangunan.
• Climate (Iklim) : Iklim dan cuaca yang memengaruhi suatu bangunan.
• Context (Konteks) : Situasi lingkungan yang berhubungan dengan situasi kejadian.
• Resources (Sumber) :Ketersediaan sumber daya alam sekitar.
• Waste (Limbah) : Tempat pembuangan limbah tak berguna dari suatu bangunan.

Cultural Issues
• Historical (Sejarah) :Latar belakang suatu daerah.
• Institutional (Kelembagaan) :Hubungan kegiatan klien yang berterusan.
• Political (Politik) :Pembuatan bangunan yang harus dengan proses politik.
• Legal (Hukum) :Peraturan-peraturan yang berlaku saat proses pembuatan bangunan.
Technological Issues
• Material : Bahan-bahan yang akan digunakan pada konstruksi bangunan.
• Sistem : Sistem mekanik, pipa, elektrik pada konstruksi suatu bangunan.
• Proses : Cara atau proses yang dijalani dalam merancang atau membangun suatu
konstruksi bangunan.

Aesthetic Issues
• Form (Bentuk) :Penyesuaian bentuk-bentuk bangunan sesuai dengan preferensi bangunan.
• Space (Ruang) :Penataan perlengkapan dalam menciptakan rasa ruang.
• Meaning (Pemaknaan) :Preferensi klien mengkomunikasikan bentuk bangunan kepada orang lain.
TERIMAKASIH