0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
94 tayangan67 halaman

Hiv Aids Dan PMS

Dokumen tersebut membahas tentang epidemiologi penyakit menular HIV/AIDS dan PMS (penyakit menular seksual). Dokumen menjelaskan tentang HIV, AIDS, cara penularan HIV, gejala dan tahapan infeksi HIV, pengobatan HIV, serta berbagai jenis penyakit menular seksual seperti sifilis, gonore, dan klamidia beserta gejala-gejalanya."

Diunggah oleh

ditaerviana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
94 tayangan67 halaman

Hiv Aids Dan PMS

Dokumen tersebut membahas tentang epidemiologi penyakit menular HIV/AIDS dan PMS (penyakit menular seksual). Dokumen menjelaskan tentang HIV, AIDS, cara penularan HIV, gejala dan tahapan infeksi HIV, pengobatan HIV, serta berbagai jenis penyakit menular seksual seperti sifilis, gonore, dan klamidia beserta gejala-gejalanya."

Diunggah oleh

ditaerviana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT

MENULAR HIV AIDS DAN PMS


Dita Erviana (6411417085/Rombel 3)
Rizky Agustina (6411417087/Rombel 3)
Yusfina Rachma Dayu Safitri (6411417088/Rombel 3)
Grace Karina Rim Br Ginting (6411417089/Rombel 3)
APA ITU HIV ?
• HIV menyerang sel darah putih

• Sel darah putih adalah seperti tentara yaitu


melawan infeksi

• Namun, setelah HIV memasuki sel darah putih


untuk perkembangbiakannya,
HIV merusak sel tersebut, akhirnya membunuhnya
• Akibatnya, sistem kekebalan tubuh semakin
menurun, yang menyebabkan tubuh menjadi
rentan terhadap segala serangan penyakit
-----AIDS
APA ITU AIDS ?
Acquired = didapat
Immune = kekebalan tubuh
Deficiency = menurun/berkurang
Syndrome = kumpulan gejala penyakit

AIDS adalah kumpulan gejala penyakit yang


timbul akibat menurunnya kekebalan tubuh
yang didapat
VIRUS HIV ADA DIMANA ?

Virus HIV terdapat dalam sel darah putih


yang berada di:
– Cairan Darah
– Air Mani (semen)
– Cairan vagina
– Air susu ibu
BAGAIMANA KITA DAPAT TERINFEKSI HIV ?
- Melakukan kegiatan yang menyebabkan terjadinya pertukaran
cairan tubuh yang mengandung virus HIV dari orang yang sudah
terinfeksi HIV ke orang lain

Prinsipnya seperti ini : (dikenal sebagai prinsip


ESSE)

• Exit : Keluar dari tubuh manusia


• Survive : HIV harus kondisi hidup
• Sufficient : Jumlahnya (konsentrasi) cukup
• Enter : HIV masuk ke tubuh manusia
Cara penularan HIV

• Lewat cairan darah


– Transfusi darah
– Pemakaian jarum suntik yang tidak steril dan dipakai
bersama-sama
– Pemakaian alat tusuk yang menembus kulit (yang tidak
steril dan dipakai bersama-sama)
Cara Penularan HIV
Cara Penularan HIV
• Penularan melalui cairan kelamin
Melalui hubungan seksual tanpa kondom.
• Vaginal Seks
• Oral Seks
• Anal Seks
Penularan melalui ibu yang HIV+ kepada
anaknya
Penularan dapat
terjadi selama:
• Proses kehamilan
• Proses persalinan
• Menyusui
Resiko terhadap penularan HIV menjadi lebih tinggi bila ada perilaku :

• Suka berganti-ganti pasangan


• Tidak menggunakan kondom
• Penggunaan jarum suntik yang tidak
steril dan menggunakannya bersama-
sama (sharing)
BAGAIMANA CARA MENCEGAH HIV ?
EPIDEMIOLOGI
APAKAH SAYA
TERINFEKSI HIV ?
Caranya…
• Melalui tes darah untuk melihat ada tidaknya
antibodi HIV
• Proses VCT = voluntary counseling and testing
Rahasia, sukarela dan jelas tujuannya
• Test HIV tidak boleh dipaksakan
Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI no 38 tahun
2004 menyatakan” Tidak boleh mewajibkan adanya tes HIV secara
mandatory atau tes HIV secara wajib bagi pekerja/buruh dalam
proses rekruitmen”
TAHAPAN INFEKSI
A. INFEKSI
• Biasanya 3-6 bulan, tapi bisa lebih
• Orang bisa menularkan tetapi hasil tes negatif dalam masa
jendela ini

B. MASA LATEN
• Masa laten bisa berkisar antara 4 bulan sampai lebih dari 10
tahun

C. AIDS
• Gangguan saraf krn HIV seperti pikun, mati rasa,terdapat
Infeksi Oportunistik (IO)
• Penyakit yg berkaitan dgn HIV: Berat badan menurun,
demam, diare
• Orang yang sudah terinfeksi HIV akan nampak sehat
dan dapat beraktifitas seperti biasa

• Window Period/Periode Jendela


Masa dimana virus HIV sudah masuk ke dalam tubuh
manusia namun sistem kekebalan tubuh belum
membuat antibodi HIV.

• Infeksi Opportunistik (IO)


Infeksi yang mengambil kesempatan untuk muncul
disaat kekebalan tubuh manusia sangat lemah
Contoh Infeksi opportunistik

• PCP : Herpes Simpleks :


Sesak napas, batuk kering
Pengobatan HIV
• Sampai saat ini belum ada obat yang
dapat menyembuhkan HIV
• Obat yang sekarang ada yaitu ARV (Anti
Retroviral ) yang digunakan sebagai terapi
untuk menghambat berkembangbiaknya
virus dalam tubuh
• Terapi ARV memberi kesempatan pada
ODHA untuk hidup lebih produktif
PERKEMBANGAN DARI HIV MENJADI AIDS :
Pengertian (PMS)
Penyakit Menular Seksual (PMS) disebut juga
Infeksi menular seksual, adalah suatu
penyakit yang ditularkan melalui hubungan
seksual. Infeksi Menular Seksual akan lebih
beresiko bila melakukan hubungan seksual
dengan berganti-ganti pasangan baik melalui
vagina, oral, maupun anal
(Menurut DEPKES RI 2017)
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)

Selain itu, penyebaran tanpa hubungan


seksual juga bisa terjadi , seperti :
1. Penularan seorang ibu kepada bayinya, baik
saatmengandung atau ketika melahirkan.
2. Pemakaian jarumsuntik secara berulang atau
bergantian di antarabeberapa orang juga
berisiko menularkan infeksi.
Tanda dan Gejala PMS
Pada laki-laki gejala-gejala infeksi PMS antara lain:
1. Bintil-bintil berisi cairan, lecet atau borok pada penis/alat
kelamin.
2. Luka tidak sakit, keras dan berwarna merah pada alat kelamin.
3. Adanya kutil atau tumbuh daging seperti jengger ayam.
4. Rasa gatal yang hebat sepanjang alat kelamin.
5. Rasa sakit yang hebat pada saat kencing.
6. Kencing nanah atau darah yang berbau busuk.
7. Bengkak panas dan nyeri pada pangkal paha yang kemudian
berubah menjadi borok.
8. Kehilangan berat badan yang drastis, disertai mencret terus
menerus, dan sering demam serta berkeringat malam.
Tanda dan Gejala PMS
Pada perempuan gejala-gejala PMS antara lain:
1. Rasa sakit atau nyeri pada saat kencing atau berhubungan
seksual.
2. Rasa nyeri pada perut bagian bawah.
3. Pengeluaran lendir pada vagina/alat kelamin.
4. Keputihan berwarna putih susu, bergumpal dan disertai rasa
gatal dan kemerahan pada alat kelamin atau sekitarnya.
5. Keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gatal.
6. Timbul bercak-bercak darah setelah berhubungan seks.
7. Bintil-bintil berisi cairan, lecet atau borok pada alat kelamin.
JENIS – JENIS PENYAKIT MENULAR
SEKSUAL
PMS yg disebabkan oleh Bakteri :
1. Sifilis atau raja singa adalah penyakit seksua yang disebabkan
oleh infeksi bakteri Treponema pallidum.
GEJALA KLINIS :
• PADA LAKI-LAKI
• Keluhan berupa rasa gatal, panas didaerah URETHRA
(saluran kemih)
• Keluar duh tubuh (nanah) dari ujung URETHRA yang
kadang disertai darah dan nyeri waktu ereksi
• Demam, timbul benjolan yang rasanya nyeri dan panas
pada daerah perinaum ( sekitar kemaluanatau
selangkanan)
• Terjadi pembengkakan pada daerah frenulum dan nyeri
bila ditekan
• Sering kencing dan terasa nyeri
LANJUTAN…
• PADA PEREMPUAN
• Keluar duh tubuh (nanah ) dari vagina
dengan volume lebih banyak
• Rasanya nyeri pada punggung bawah
perut bagian bawah
• Daerah labium mayor nampak kemerahan,
bengkak dan nyeri bila ditekan
• Rasa nyeri saat berjalan dan sukar duduk
• Menstruasi tidak teratur
JENIS SIFILIS
Gejala klinis
• Sifilis sukar dikenal pada awal diderita karena menyerupai
penyakit kulit lainnya.Gejala awal bisa hilang tanpa diobati,
tetapi jika tidak diobati kumannya dapat menetap selama 2- 6
minggu (laten)
A.Pada Siflis kongeital
1. stadium dini (usia anak kurang dari 2 tahun)
• Gejalanya
 Lepuh-lepuh pada tangan dan kaki
 Wajah seperti orang tua
 Kelainan pada tulang
 Kelinan pada selaput lendir hidung
 Kelainan hepar dan limpa yang dapat mengakibatkan
kematian
A. Pada Siflis kongeital

• Stadium lanjut (anak diatas usia 2


tahun atau 7-9 tahun
• GEJALANYA :
• Kelainan pada mata yang dapat
mengakibatkan kebutaan
• Kelainan gigi, yang mempunyai bentuk
yang khas obeng
• Gangguan pendengaran atau tuli
B. PADA SIFILIS AKUISITA

1.Stadium Awal
• Gejala
 Timbul-luka-luka kecil berbentuk bulat pada alat kelamin,
tidak nyeri dan kenyal
 Pembesaran kelenjer getah bening dan tidak sakit
2. Stadium lanjut (2-3 tahun setelah
stadium awal)
• Gejalanya
 Barok yang merusak sampai ketulang
 Kerusaka pada jantung dan susunan syaraf pusat
 Kelumpuhan dan kemunduran cara berfikir
Diagnosis Pembantu Sifilis
A. Pemeriksaan T.pallidum
Serum dr lesi diperiksa dg:
• Mikroskop lap.gelap
• Pewarnaan Burri
B. TSS (test serologi sifilis)
2 macam:
• Non treponemal (kardiolipin)
• Treponemal
TREPONEMA PALLIDIUM
1. Non treponemal
a. Fiksasi komplemen: WR
b. Flokulasi: VDRL, RPR
interpretasi: VDRL (+) → Sifilis / lues
→ BFP
2. Test treponema
pakai antigen Treponema
a. TPI → paling spesifik, mahal
b. Tes Imunofluoresen (FT Abs)
→ sensitif (90%)
c. TPHA → dianjurkan
murah, mudah, spesifik dan sensitif
ada titer: mulai 1/80-1/160-1/320
• AKIBAT :
• Sulit kencing
• Penyempitansaluran telur pada perempuan
dan saluran sperma pada laki-laki
• Mandul
2. Gonore atau kencing nanah
Gonore atau kencing nanah adalah penyakit menular seksual
yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Beberapa penderita penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa
pun, sehingga bisa tidak diketahui sama sekali jika dirinya
terinfeksi. Bila menimbulkan gejala, pada penderita gonore
dapat ditemukan:
Gejala gonore pada pria:
- Pada ujung penis keluar cairan berwarna putih, kuning, atau hijau.
- Rasa sakit atau perih saat buang air kecil
- Peradangan pada ujung penis
- Terkadang ditemukan rasa sakit di sekitar buah zakar.
Gejala gonore pada wanita:
– Cairan vagina yang encer dan berwarna kuning atau hijau.
– Sering buang air kecil.
– Perih atau rasa sakit saat buang air kecil.
– Rasa sakit pada perut bagian bawah pada saat berhubungan
seks atau setelahnya.
– Perdarahan pada saat berhubungan seks atau setelahnya,
atau perdarahan berlebihan ketika mengalami menstruasi.
– Gatal di sekitar kelamin.
Infeksi gonore juga bisa berdampak pada bagian tubuh lain
bila terjadi kontak dengan sperma atau cairan vagina. Bagian
tubuh lain yang beresiko terkena gonore adalah rektum, mata,
dan tenggorokan.
3. Chlamydia
Chlamydia adalah jenis penyakit seksual yang
disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

Gejala chlamydia pada wanita:


- Cairan vagina tidak seperti biasanya.
- Perih atau rasa sakit saat buang air kecil.
- Menstruasi yang banyak.
- Perdarahan diluar siklus haid.
- Sakit saat melakukan hubungan seksual.
- Nyeri di perut bagian bawah
Gejala chlamydia pada pria:
- Pada ujung penis keluar cairan berwarna
jernih atau putih
- Sakit pada saat buang air kecil
- Rasa gatal atau panas sekitar lubang penis
- Rasa sakit dan pembengkakan di sekitar buah
zakar
4. Chancroid
Penyakit menular seksual ini disebabkan oleh
bakteri Haemophilus ducreyl. Bisul kecil di alat
kelamin akan muncul setelah 1-14 hari seseorang
terinfeksi chancroid. Sehari setelahnya, benjolan
akan berubah menjadi luka. Selain kemunculan
luka, sebagian orang yang terinfeksi chancroid akan
mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di
bagian selangkangan. Pada sebagian orang,
pembengkakan ini bisa berkembang menjadi abses.
5. Lymphogranuloma Venereum
Penyakit yang juga dikenal dengan nama LGV
atau penyakit Durand-Nicholas-Favre ini
disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia
trachomatis. Infeksi bakteri ini biasanya
terjadi pada sistem limfatik.
Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan
oleh Virus
1. Herpes Genital
Herpes genital adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh virus
herpes simpleks atau sering disebut HSV. Gejala herpes genital akan
muncul beberapa hari setelah terinfeksi HSV. Luka melepuh berwarna
kemerahan serta rasa sakit pada wilayah genital menjadi awal gejala
herpes yang muncul. Mungkin juga akan disertai gatal atau sakit saat
membuang air kecil.
Virus ini dapat bersifat dorman atau tidak aktif dan bersembunyi di dalam
tubuh tanpa menyebabkan gejala. Tapi virus ini bisa kembali aktif dan luka
akan muncul kembali. Meskipun begitu luka yang terjadi biasanya lebih kecil
dan tidak terlalu sakit dibandingkan dengan infeksi pertama. Hal ini terjadi
karena tubuh telah menghasilkan antibodi terhadap virus ini setelah pertama
kali terinfeksi. Antibodi yang sudah ada akan melawan kemunculan kembali
virus ini.
2. KONDILOMA AKUMINATA
• Definisi
Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh
Virus Papiloma Humanus (VPH) tipe tertentu dg
kel. berupa fibroepitelioma pd kulit dan mukosa
• Etiologi
Virus Papiloma Humanus (VPH)
Epiteliotropik (menginfeksi epitel)
Low risk : VPH tipe 6, 11
High risk : VPH tipe 16, 18 → Karsinoma
Gejala klinis LKANDILOMA
AKUMINATA
• M I : 1 – 8 bln ( ŕ 2 – 3 bln)
• VPH → mikrolesi
• Daerah yang mudah trauma saat hub.
seks
– ♂ : gland penis, sulkus coronarius,
batang penis, frenulum
– ♀ : fourchette posterior,
vestibulum
• 3 bentuk :
– Akuminata :
• Daerah lipatan dan lembab
• Vegetasi betangkai, permukaan berjonjot spt jari
– Papul :
• Daerah dg keratinisasi sempurna
• Papul, permukaan halus dan licin, multipel, diskret
– Datar :
• Makula /tidak tampak dengan mata telanjang

• 2 bentuk yang berhubungan dengan keganasan


– Giant condyloma Buschke-Lowenstein
– Papulosis Bowenoid
KANDILOMA AKUMINATA
Pengobatan
• Bergantung pada besar, lokasi, jenis, jumlah
lesi, keterampilan dokter
• Kemoterapi
– Tinktur podofilin 15-25% 4-6 jam:2x/ mgg
≤ 0,5 cc
– Podofilotoksin 0,5% : 2 x sehari, 3 hari
– Asam triclorasetat 50% : 1 x seminggu
– Krim 5-fluorourasil 1-5% : setiap hari (tdk miksi 2
jam)
– Imiquimod
• Bedah
– B. skalpel
– B. listrik
– B. beku
– B. laser
• Interferon
– IF α,β, IM
• Immunoterapi
3. Molluscum contagiosum
Ini adalah infeksi kulit akibat virus yang menyebabkan
munculnya benjolan kecil berwarna seperti daging segar.
Benjolan ini bisa muncul terpisah atau berkelompok.
Molluscum contagiosum menular melalui kontak fisik
dengan penderitanya, termasuk hubungan seksual.
Umumnya, benjolan Molluscum contagiosum muncul di
sekitar alat kelamin, badan, wajah, atau kelopak mata.
Benjolan ini juga bisa meradang dan berubah warna
menjadi kemerahan ketika tubuh penderita melawan
virusnya.
4. Hepatitis B
Disebabkan oleh virus dengan nama yang sama,
hepatitis B ternyata lebih mudah ditularkan
melalui hubungan seksual daripada HIV. Virus
ini bisa ditemukan pada darah, cairan vagina, air
liur, dan sperma. Seks oral, dan khususnya seks
anal, adalah cara yang bisa menularkan virus
Hepatitis B. Transplantasi organ dan penggunaan
jarum suntik secara bergantian juga berisiko
menjadi cara penularan virus penyakit ini.
5. Hepatitis D
Hepatitis D adalah infeksi virus yang hanya bisa
dialami oleh seseorang yang mengidap infeksi
hepatitis B aktif. Cara penularannya mirip dengan
hepatitis B, namun lebih sering terjadi pada
pengguna jarum suntik yang bergantian dibandingkan
hubungan seksual.
Seperti halnya hepatitis B, penderita hepatitis D bisa
mengalami gejala parah secara tiba-tiba. Secara
umum,infeksi hepatitis D akan memperberat kerusakan
dan gejala yang muncul setelah terkena hepatitis B.
Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan
oleh Parasit
1. Kudis atau scabies
Kudis adalah infeksi kulit yang disebabkan
oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau yang
sulit terlihat oleh mata ini menggali dan hidup
di dalam kulit. Parasit ini bisa ditularkan
melalui kontak tubuh secara langsung, melalui
baju, peralatan tidur, atau handuk yang
terinfeksi.
2. Kutu pada rambut kemaluan
Kutu pada rambut kemaluan adalah serangga parasit
kecil yang hidup di antara rambut tubuh, misalnya
rambut kemaluan, bulu ketiak, rambut tubuh,
jenggot, alis, dan bulu mata. Kutu ini memangsa
darah manusia untuk bertahan hidup. Di kulit, kutu
ini merangkak dari rambut ke rambut dan tidak bisa
melompat dari satu orang ke orang lainnya.
Penularan hanya terjadi dengan kontak tubuh
langsung dan seringkali terjadi saat hubungan
seksual.
Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan
oleh Protozoa
1. Trikomoniasis
Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang
disebabkan oleh parasit sangat kecil
bernama Trichomonas vaginalis. Kondisi ini mudah
sekali ditularkan melalui hubungan seksual.
Kebanyakan penderita pria tidak menyadari infeksi
ini karena tidak mengalami gejala apa pun, sampai
ketika pasangan wanitanya mengalami gejala dan
didiagnosis menderita penyakit ini.
2. Infeksi Candida
Infeksi jamur Candida albicans, biasanya menjadi
penyebab umum iritasi pada vagina. Namun pada pria,
khususnya yang tidak sunat, juga bisa mengalaminya. Selain di
alat kelamin, jamur ini juga dapat ditemukan di bibir, kuku,
sekitar anus, dan bahkan saluran pencernaan.
Pada infeksi di vagina, penderita wanita biasanya akan
merasakan rasa gatal luar biasa di sekitar vagina, kulit di
sekitar vagina akan memerah dan terasa perih, serta
keputihan yang menggumpal seperti keju. Sedangkan pada
penderita pria akan muncul ruam kemerahan pada penis,
gatal dan sensasi rasa perih pada ujung penis, serta bau tidak
sedap
PENCEGAHAN PMS
1. Bagi kamu yang belum menikah, cara yang paling
ampuh adalah tidak melakukan hubungan seksual.
2. Saling setia bagi pasangan yang sudah menikah.
3. Hindari hubungan seks yang tidak aman atau
beresiko.
4. Selalu menggunakan kondom untuk mencegah
penularan PMS.
5. Selalu menjaga kebersihan alat kelamin.
Pengobatan PMS
PMS dapat diobati. Satu-satunya cara adalah
berobat ke dokter atau tenaga kesehatan. Jika kita
terkena PMS, pasangan kita juga harus diperiksa
dan diobati. Jangan mengobati diri sendiri. Patuhi
cara pengobatan sesuai petunjuk yang diberikan oleh
dokter atau tenaga kesehatan untuk memastikan
kesembuhan. Hindari hubungan seksual selama masih
ada keluhan/gejala. Bila kamu hamil, beritahukan dokter
atau tenaga kesehatan.
HIV/AIDS
AIDS adalah singkatan dari Aquired Immune
Deficiency Syndrome. Penyakit ini adalah
kumpulan gejala akibat menurunnya sistem
kekebalan tubuh yang terjadi karena seseorang
terinfeksi virus HIV.
HIV sendiri adalah singkatan dari Human Immuno
Virus. Orang yang terinfeksi oleh virus ini tidak
dapat mengatasi serbuan infeksi penyakit lain
karena sistem kekebalan tubuhnya menurun terus
secara drastis.
Penularan HIV
HIV terdapat pada seluruh cairan tubuh manusia, tetapi
yang bisa menularkan hanya yang terdapat pada sperma (air
mani), darah dan cairan vagina. Dengan demikian cara-cara
penularannya adalah sebagai berikut :
1. Berganti-ganti pasangan seksual, atau berhubungan dengan
orang yang positif terinfeksi virusHIV.
2. Pemakai jarum suntik bekas orang yang terinfeksi virus HIV.
3. Menerima tranfusi darah yang tercemar HIV.
4. Ibu hamil yang terinfeksi virus HIV akan menularkannya ke
bayi dalam kandungannya.
Gejala
Sesudah terjadi infeksi virus HIV, awalnya tidak
memperlihatkan gejala-gejala khusus. Baru beberapa
minggu sesudah itu orang yang terinfeksi sering kali
menderita penyakit ringan sehari-hari seperti flu atau
diare. Penderita sering kali merasa sehat dan dari luar
memang tampak sehat. Sering kali 3-4 tahun penderita
tidak memperlihatkan gejala yang khas. Sesudahnya,
tahun ke 5 atau 6 mulai timbul diare berulang, penurunan
berat badan secara mendadak, sering sariawan di mulut,
dan terjadi pembengkakan di daerah kelenjar getah
bening.
Pencegahan HIV/AIDS
Caranya adalah sebagai berikut:
1. Tidak berganti-ganti pasangan tetap dan
menghindari hubungan seksual di luar nikah.
2. Menggunakan kondom, terutama kelompok
resiko tinggi seperti pekerja seks komersial.
3. Sedapat mungkin menghindari transfusi darah
yang tak jelas asalnya.
4. Menggunakan alat-alat medis dan non-medis
yang terjamin steril.
Pengobatan HIV/AIDS
Sampai sekarang, belum ditemukan
cara pengobatan yang tuntas, saat ini
yang ada hanyalah menolong penderita
untuk mempertahankan tingkat
kesehatan tubuhnya.
Mendeteksi HIV/AIDS
Dengan melakukan tes-tes darah sesuai
tahapan perkembangan penyakitnya. Untuk
mendeteksi adanya antibodi terhadap virus
HIV, yang berarti ada virus HIV dalam tubuh,
dilakukan tes darah dengan cara Elisa
sebanyak 2 kali. Kemudian bila hasilnya
positif, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
dengan cara Western Blot atau
Immunofluoresensi.

Anda mungkin juga menyukai