MAKALAH SEXUALLY TRANSMITTED
DISEASES (STDS)
UNTUK MATA PELAJARAN PENJASORKES
Disusun Oleh:
Jesica Anisa Gunawan (16)
Kelas:
XII MIA D
SMA NEGERI 58 JAKARTA
2018
I. PENGERTIAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
Infeksi menular seksual adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus,
parasit, atau jamur, yang penularannya terutama melalui hubungan seksual dari
seseorang yang terinfeksi kepada mitra seksualnya.
Infeksi menular seksual adalah penyakit yang menyerang manusia dan binatang
melalui transmisi hubungan seksual, seks oral dan seks anal. Penyakit menular
seksual juga dapat ditularkan melalui jarum suntik dan juga kelahiran dan
menyusui. Infeksi penyakit menular seksual telah diketahui selama ratusan tahun.
Penyakit menular seksual, atau PMS adalah berbagai infeksi yang dapat menular
dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual.
Penyakit Menular Seksual (PMS) disebut juga venereal (dari kata venus, yaitu
Dewi Cinta dari Romawi kuno), didefinisikan sebagai salah satu akibat yang
ditimbulkan karena aktivitas seksual yang tidak sehat sehingga menyebabkan
munculnya penyakit menular, bahkan pada beberapa kasus PMS membahayakan.
Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah : Suatu gangguan/ penyakit-penyakit
yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan
seksual. Pertama sekali penyakit ini sering disebut 'Penyakit Kelamin' atau
Veneral Disease, tetapi sekarang sebutan yang paling tepat adalah Penyakit
Hubungan Seksual/ Seksually Transmitted Disease atau secara umum disebut
Penyakit Menular Seksual (PMS).
II. PENYEBARAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
Terdapat beebrapa cara penyebaran penyakit menular seksual, antara lain adalah;
a) Seks tanpa pelindung
b) Berganti-ganti pasangan
c) Penggunaan jarum suntik bersama-sama
d) Penggunaan alkohol
e) Penyalahgunaan obat-obatan
III. GEJALA PENDERITA PENYAKIT SEKSUAL MENULAR
a) Keluar Cairan/keputihan yang tidak normal dari vagina atau penis. Pada
wanita, terjadi peningkatan keputihan. Warnanya bisa menjadi lebih putih,
kekuningan, kehijauan, atau kemerah mudaan. Keputihan bisa memiliki bau
yang tidak sedap dan berlendir.
b) Pada pria, rasa panas seperti terbakar atau sakit selama atau setelah kencing,
biasanya disebabkan oleh PMS. Pada wanita, beberapa gejala dapat
disebabkan oleh PMS tapi juga disebabkan oleh infeksi kandung kencing
yang tidak ditularkan melalui hubungan seksual.
c) Luka terbuka dan atau luka basah disekitar alat kelamin atau mulut. Luka
tersebut dapat terasa sakit atau tidak.
d) Tonjolan kecil-kecil (papules), atau lecet disekitar alat kelamin.
e) Kemerahan di sekitar alat kelamin.
f) Pada pria, rasa sakit atau kemerahan terjadi pada kantung zakar.
g) Rasa sakit diperut bagian bawah yang muncul dan hilang, dan tidak
berhubungan dengan menstruasi.
h) Bercak darah setelah hubungan seksual.
i) Anus gatal atau iritasi.
j) Pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan.
k) Nyeri di paha atau perut lebih rendah.
l) Pendarahan pada vagina .
m) Nyeri atau pembengkakan testis.
n) Pembengkakan atau kemerahan dari vagina.
o) Nyeri seks.
p) Pendarahan dari vagina selain selama periode bulanan.
q) Buang air kecil lebih sering dari biasanya.
r) Demam, lemah, kulit menguning dan rasa nyeri sekujur tubuh.
s) Kehilangan berat badan, diare dan keringat malam hari.
t) Pada wanita keluar darah di luar masa menstruasi, dll.
IV. JENIS PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
a) Jenis PMS disebabkan oleh Bakteri
1) Gonore (Kencing Nanah)
Gonorrhea atau GO juga dikenal dengan kencing nanah, dapat terjadi
pada laki-laki maupun perempuan. Penyakit ini disebabkan karena
infeksi bakteri Neissiria gonorrohoae.
2) Klamidia
Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini
biasanya kronis, karena sebanyak 70% perempuan pada awalnya tidak
merasakan gejala apapun sehingga tidak memeriksakan diri.
3) Sifilis
Siffilis adalah penyakit menular seksual yang sangat berbahaya. Hal ini,
dikarenakan sifillis dapat mengganggu otak dan fungsi organ lainnya,
disebabkan oleh Treponema pallidium, penularannya terjadi lewat
hubungan seksual yang tidak sehat.
4) Chrancoid
Ulkus Mole (Chancroid) disebabkan oleh bakteri Hemophilus ducreyi.
Berikut adalah tanda dan gejalanya;
- Luka lebih dari diameter 2 cm
- Cekung, pinggirnya tidak teratur
- Keluar nanah dan rasa nyeri
- Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin
b) Jenis PMS disebabkan oleh Virus
1) Herpes
Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan herpes genitalis (herpes
kelamin) penyebab herpes ini adalah virus herpes simplex (HSV) dan
ditularkan melalui hubungan seksual dan pakaian.
2) Hepatitis B dan C
Hepatitis diindikasi sebagai salah satu penyakit akibat infeksi virus DNA
(hepatitis B) atau RNA (hepatitis C) yang terjadi pada (organ) hati, yang
menyebabkan perasangan pada sel hati dengan segala akibatnya.
Terdeteksi adanya hepatitis virus ABCDEF, namun yang berkaitan
dengan PMS adalah B dan C. Vaksin pencegahan penyakit ini sudah ada,
tapi sekali terkena penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan dapat
menyebabkan kanker hati
3) Kutil Kelamin
Kutil Kelamin disebabkan oleh Human Papiloma Virus.
Berikut adalah tanda dan gejalanya;
- Tonjolan kulit seperti kutil besar disekitar alat kelamin (seperti
jengger ayam).
4) HIV (Human Immunodeficiency Virus)
Cara Penularan: Hubungan seks vaginal, oral dan khususnya anal;
darah atau produk darah yang terinfeksi; memakai jarum suntik
bergantian pada pengguna narkoba; dan dari ibu yang terinfeksi
kepada janin dalam kandungannya, saat persalinan, atau saat
menyusui.
Gejala-gejala: Beberapa orang tidak mengalami gejala saat
terinfeksi pertama kali. Sementara yang lainnya mengalami gejala-
gejala seperti flu, termasuk demam, kehilangan nafsu makan, berat
badan turun, lemah dan pembengkakan saluran getah bening.
Gejala-gejala tersebut biasanya menghilang dalam seminggu sampai
sebulan, dan virus tetap ada dalam kondisi tidak aktif (dormant)
selama beberapa tahun. Namun, virus tersebut secara terus menerus
melemahkan sistem kekebalan, menyebabkan orang yang terinfeksi
semakin tidak dapat bertahan terhadap infeksi-infeksi oportunistik.
Pengobatan: Belum ada pengobatan untuk infeksi ini. Obat-obat
anti retroviral digunakan untuk memperpanjang hidup dan kesehatan
orang yang terinfeksi. Obat-obat lain digunakan untuk melawan
infeksi oportunistik yang juga diderita.
Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Orang yang
Terinfeksi: Hampir semua orang yang terinfeksi HIV akhirnya akan
menjadi AIDS dan meninggal karena komplikasi-komplikasi yang
berhubungan dengan AIDS.
Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Janin dan Bayi: 20-
30% dari bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV akan terinfeksi
HIV juga dan gejala-gejala dari AIDS akan muncul dalam satu tahun
pertama kelahiran. 20% dari bayi-bayi yang terinfeksi tersebut akan
meninggal pada saat berusia 18 bulan. Obat antiretroviral yang
diberikan pada saat hamil dapat menurunkan risiko janin untuk
terinfeksi HIV dalam proporsi yang cukup besar.
Pencegahan: Tidak melakukan hubungan seksual dengan orang
yang terinfeksi, khususnya hubungan seks anal, di mana cairan
tubuh, darah, air mani atau secret vagina paling mungkin
dipertukarkan, adalah satu-satunya cara yang 100% efektif untuk
mencegah penularan HIV melalui hubungan seks. Kondom dapat
menurunkan risiko penularan tetapi tidak menghilangkan sama
sekali kemungkinan penularan. Hindari pemakaian narkoba suntik
dan saling berbagi jarum suntik. Diskusikan dengan petugas
kesehatan tindakan kewaspadaan yang harus dilakukan untuk
mencegah penularan HIV, terutama saat harus menerima transfusi
darah maupun produk darah.
V. CARA MENCEGAH PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
Cara yang paling efektif untuk mencegah penularan IMS adalah untuk
menghindari kontak dari bagian tubuh atau cairan yang dapat menyebabkan untuk
mentransfer dengan pasangan yang terinfeksi. Ada kontak meminimalkan risiko.
Tidak semua aktivitas seksual melibatkan kontak: cybersex, phonesex atau
masturbasi dari kejauhan metode untuk menghindari kontak. Penggunaan yang
tepat dari kondom mengurangi kontak dan risiko.
Idealnya, kedua pasangan sebaiknya dites IMS sebelum memulai kontak seksual,
atau sebelum melanjutkan kontak jika pasangan terlibat dalam kontak dengan
orang lain. Banyak infeksi yang tidak terdeteksi segera setelah terkena, sehingga
cukup waktu harus diperbolehkan antara eksposur mungkin dan pengujian untuk
tes yang akan akurat. IMS tertentu, virus persisten khususnya tertentu seperti
HPV, mungkin mustahil untuk mendeteksi dengan prosedur medis saat ini.
Banyak penyakit yang membangun infeksi permanen sehingga dapat menempati
sistem kekebalan bahwa penyakit lain menjadi lebih mudah menular. Sistem
kekebalan tubuh bawaan yang dipimpin oleh defensin melawan HIV dapat
mencegah penularan HIV ketika jumlah virus yang sangat rendah, namun jika
sibuk dengan virus lain atau kewalahan, HIV dapat membangun dirinya. IMS
virus tertentu juga sangat meningkatkan risiko kematian bagi pasien terinfeksi
HIV.
a) Vaksin
Vaksin yang tersedia yang melindungi terhadap beberapa IMS virus,
seperti Hepatitis B dan beberapa jenis HPV. Vaksinasi sebelum memulai
kontak seksual disarankan untuk menjamin perlindungan maksimal.
b) Kondom
Kondom hanya memberikan perlindungan bila digunakan dengan benar
sebagai penghalang, dan hanya ke dan dari daerah yang mencakup.
''Terbongkar daerah masih rentan terhadap PMS''banyak. Dalam kasus
HIV, rute penularan HIV secara seksual hampir selalu melibatkan penis,
karena HIV tidak dapat menyebar melalui kulit tak terputus,
sehingga''benar melindungi penis insertif dengan kondom benar dipakai
dari vagina dan anus efektif berhenti penularan HIV''. Sebuah cairan yang
terinfeksi untuk kulit rusak ditanggung penularan HIV langsung tidak
akan dianggap "menular seksual", tapi masih bisa secara teoritis terjadi
selama kontak seksual, hal ini dapat dihindari hanya dengan tidak terlibat
dalam hubungan seksual saat mengalami luka pendarahan terbuka. PMS
lain, bahkan infeksi virus, dapat dicegah dengan penggunaan kondom
lateks sebagai penghalang. Beberapa mikroorganisme dan virus cukup
kecil untuk melewati pori-pori dalam kondom kulit alami, tetapi masih
terlalu besar untuk melewati kondom lateks.
Kondom dibuat, diuji, dan diproduksi untuk tidak pernah gagal jika
digunakan dengan benar. Belum ada satu kasus didokumentasikan dari
penularan HIV karena adanya kondom benar diproduksi. Penggunaan
yang tepat mencakup:
- Tidak menempatkan kondom pada terlalu ketat di akhir, dan
meninggalkan 1,5 cm (3 / 4 inci) kamar di ujung untuk ejakulasi.
Menempatkan kondom pada nyaman dapat dan sering
mengakibatkan kegagalan.
- Memakai kondom terlalu longgar bisa mengalahkan penghalang.
- Menghindari pembalik, menumpahkan kondom sekali dipakai,
apakah itu telah ejakulasi di dalamnya atau tidak, bahkan untuk
satu detik.
- Menghindari kondom terbuat dari bahan lateks atau selain
polyurethane, karena mereka tidak melindungi terhadap HIV.
- Menghindari penggunaan pelumas berbasis minyak (atau apapun
dengan minyak di dalamnya) dengan kondom lateks, minyak bisa
makan lubang ke dalamnya.
- Menggunakan kondom rasa untuk seks oral saja, sebagai gula
dalam penyedap dapat menyebabkan infeksi ragi jika digunakan
untuk menembus.
Dalam rangka untuk terbaik melindungi diri sendiri dan pasangan dari IMS,
kondom tua dan isinya harus dianggap masih menular. Oleh karena itu kondom
lama harus dibuang dengan benar. Sebuah kondom baru harus digunakan untuk
setiap melakukan hubungan, seperti penggunaan beberapa meningkatkan
kemungkinan kerusakan, mengalahkan tujuan utama sebagai penghalang.
VI. PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan dalam mencegah penyakit
menular seksual di berbagai lingkungan;
a) Lingkungan Keluarga
Keluarga adalah salah satu kelompok tempat paling efektif dalam
penanggulangan PMS. Memberikan pemahaman akan dampak yang
diakibatkan ileh PMS di dalam keluarga memberikan pengertian pengaruh
yang sangat besar. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah;
- Pencegahan non seksual dapat dilakukan dengan mengadakan
pemeriksaan donor darah sehingga darah akan terbebas dari HIV/AIDS.
- Penyuluhan yang intensif tentang bahaya penyakit HIV/AIDS, PMS
sangat penting. Hindari seks bebas dan narkoba yang akan merusak
generasi muda bangsa.
-
b) Lingkungan Masyarakat
Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan;
- Penyuluhan yang intensif tentang bahaya penyakit PMS sangat penting.
Hindari seks bebas dan narkoba yang akan merusak generasi muda
bangsa.
- Memberikan penyuluhan akan bahayanya penyakit menular seksual untuk
itu mereka harus mengerti akan arti pentingnya pencegahan penyakit
menular seskual.
- Memberitahu bagaimana cara-cara dalam pencegahan penyakit menular
seksual.
- Memberitahukan akan arti pentingnya pencegahan penyakit menular
seksual.
- Memberikan kesadaran akan arti pentingnya sikap setia.
- Memberikan kesadaran akan akibat bila sering berganti pasangan seks.
- Memberikan kesadaran akan akibat apabila kita tidak menjaga kebersihan
organ intim dengan baik.
VII. MEMAHAMI PERILAKU DAN HAL TERKAIT KEHAMILAN
a) Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah masa dimana wanita membawa embrio dalam tubuhnya
yang idawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang
kemudianbertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel
yang akan tumbuh dan membuat proses konsepsi dan fertilisasi sampai
akhirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9
bulan), dihitung dari pertama haid terakhir.
b) Kehamilan yang Sehat
Berikut ialah 8 tanda bahwa perempuan memiliki kehamilan yang sehat;
- Kehamilan yang sah
- Tekanan darah dan kadar gula darah normal
- Kondisi rahim dan plasenta
- Pertumbuhan janin
- Berat badan
VIII. RESIKO TINGGI KEHAMILAN DI USIA MUDA
Kehamilan usia dini (kurang ari 18 tahun) cenderung memiliki resiko yang lebih
tinggi, karena didukung oleh berbagai faktor seperti berikut ini;
a) Dinding rahim atau endometrium yang belum kuat
b) Bahaya anemia
c) Kehamilan yang tidak disadari
d) Risiko kanker leher Rahim dan penyakit kelamin
e) Mudah terjadi infeksi
f) Keracunan kehamilan (gestosis)
g) Kematian ibu yang tinggi
h) Mengalami pendarahan
i) Persalinan yang lama dan sulit
j) Kelahiran prematur (kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan)
k) Kematian pada bayi