0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan12 halaman

Karakteristik dan Penggunaan Logam Mulia dalam Kedokteran Gigi

Logam mulia yang digunakan dalam kedokteran gigi antara lain emas, platinum, palladium, iridium, ruthenium dan rhodium. Logam-logam ini memiliki sifat yang baik seperti permukaan yang halus, tahan terhadap udara kering, oksidasi dan korosi. Emas digunakan untuk membuat foil karena mudah ditempa meskipun kekuatannya rendah, sementara platinum dan palladium digunakan untuk alloy karena kekerasannya. Iridium dan ruthen

Diunggah oleh

Elsis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan12 halaman

Karakteristik dan Penggunaan Logam Mulia dalam Kedokteran Gigi

Logam mulia yang digunakan dalam kedokteran gigi antara lain emas, platinum, palladium, iridium, ruthenium dan rhodium. Logam-logam ini memiliki sifat yang baik seperti permukaan yang halus, tahan terhadap udara kering, oksidasi dan korosi. Emas digunakan untuk membuat foil karena mudah ditempa meskipun kekuatannya rendah, sementara platinum dan palladium digunakan untuk alloy karena kekerasannya. Iridium dan ruthen

Diunggah oleh

Elsis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Logam mulia

Logam mulia terdiri dari :

• Gold (Au)
• Platinum (Pt)
• Palladium (Pd)
• Iridium (Lr), Ruthenium (Ru), Rhodium
(Rh)
• Osmium (Os)

Craig’s, Restorative Dental Material, ed. 12


Logam mulia

• Mempunyai permukaan yang baik, tahan


terhadap udara kering
• Mudah bereaksi dengan sulfur untuk
membentuk, sulfid,namun tahan terhadap
oksidasi tarnish,dan korosi selama masa
pemanasan, casting dan dalam mulut

Craig’s, Restorative Dental Material, ed. 12


Gold (Au)
• Halus, dapat ditempa, metal ductile
warna kuningdan berkilau
• Meski sifat pure gold yang paling ductile
dan mudah ditempa dibandingkan dengan
metal lainnya , paling rendah
kekuatannya
• Dalam konsentrasi < 0,2 %, emas menjadi
sangat brittle
Craig’s, Restorative Dental Material, ed. 12
Udara / air pada suhu apapun tidak
mempengaruhi/tarnish emas
Emas juga tidak larut pada sulfuric, nitric
atau asam hidrokloric, membentuk
trichloride pada emas (AuCl3)

Craig’s, Restorative Dental Material, ed. 12


Karena sifatnya yang lunak, jika dicampur
dengan copper, silver, platinum dan metal
lain yang dapat meningkatkan kekerasan,
ketahanan,elastisitasnya.
Gold foil, dibentuk dengan proses gold
beating.
High-purity gold, di proses sampai
berbentuk pitaa dengan ketebalan 0.0025
mm- ketebalan tissue
Craig’s, Restorative Dental Material, ed. 12
Platinum (Pt)
• Metal yang berwarna putih kebiruan
• Keras, ductile, malleable, dapatberbentuk
foil atau fine- wire.
• Kekerasannya hampir sama dengan copper
• Banyak digunakan dibidang kedokteran
gigi karena high fusing point dan tahan
terhadap kondisi serta temperature
dalam rongga mulut.

Craig’s, Restorative Dental Material, ed. 12


• Dalam bentuk foil titik leburnya lebih
tinggi lebih tinggi dari porcelain dan
koefisien ekspansinya mendekati
porcelain, sehingga mencegah
tertekuknya metal / fraktur porcelain.
• Platinum merupakan komponen utama
pada alloy sebagai precisin attachment
pada crown dan bridge, sehingga sifat
wear yang baik dan tingginya titik lebur
Craig’s, Restorative Dental Material, ed. 12
Palladium (Pd)
Merupakan metal berwarna putih namun
lebih gelap dari platinum
Palladium digunakan tidak daalam bentuk
pure namun bersamaan dengan logam
lainnya

Craig’s, Restorative Dental Material, ed. 12


Iridium (Ir), Ruthenium (Ru), dan
Rhodium (Rh)
• Ir dan Ru , dipakai dalam jumlah sedikit
sebagai grain refiner untuk menjaga
ukuran grain yang kecil
• Ukuran grain yang kecil, digunakan untuk
meningkatkan sifat mekanik
keseragaman dengan alloy
• 0.005% (50 ppm) iridium dan ruthenium ,
efektif untuk menurunkan ukuran grain.
Craig’s, Restorative Dental Material, ed. 12
• Iridium lebur pada suhu 2420 derajat celcius
dan ruthenium 2310 derajat celcius, namun
tidak meleleh saat casting alloy, sehingga
membentuk nucleating center saat dingin yang
menghasilkan fine-grained alloy
• Rhodium melebur pada suhu 1966 derajat
celcius,
Yang digunakan bersama platinum , membentuk
wire untuk thermocuple yang membantu
mengukur suhu pada pembakaran porcelain

Craig’s, Restorative Dental Material, ed. 12


Osmium (Os)
Karena biay dan titik lebur yang tinggi ,
maka osmium tidak digunakan sebagai
dental casting alloy.

Craig’s, Restorative Dental Material, ed. 12

Anda mungkin juga menyukai