Anda di halaman 1dari 19

DENTAL MATERIAL LOGAM

Logam merupakan substansi kimia opak mengkilap yang merupakan penghantar (konduktor)
panas atau listrik yang baik serta bila dipoles, merupakan pemantul atau reflektor sinar yang
baik. Semua logam dan logam campur yang digunakan dalam kedokteran gigi adalah bahan
padat seperti kristal, kecuali gallium dan merkuri yang berwujud cairan pada temperatur tubuh.

Karakteristik Logam:
1. Konduktifitas termal dan elektrik tinggi.
2, Ductility dapat dibengkokan tanpa patah .
3. Opacity tdk dpt ditembus cahaya . 
4. Luster permukaan yg kuat. memantulkan cahaya. terang, berkilau (bright &
shiny).
5. Jika logam tersebut dilarutkan/dicairkan menghasilkan atom dgn energi positif.
6. 80% dari periodic table logam . 
7. Warna: putih, gray. kec: emas (kekuningan), tembaga (kemerahan) . 
8. Pada suhu kamar berwujud padat kecuali raksa (berwujud cair).  
9. High strength (kuat) and stabil and mudah dibentuk/cast.  
10. Alloy mencampurkan logam dgn logam lain atau dengan non logam .
Syarat logam dalam kedokteran gigi
A. Syarat kimia :
Tahan terhadap korosi, tidak larut dalam cairan rongga mulut atau dalam cairan yang
dikonsumsi, tidak luntur dan tidak korosi.
B. Syarat biologi :
Tidak beracun terhadap pasien, dokter gigi, perawat maupun tekniker, tidak mengiritasi rongga
mulut dan jaringan pendukungnya, tidak menghilangkan reaksi alergi dan tidak bersifat mutagen
maupun karsinogen.
C. Biokompatibilitas :
Tidak mengandung subtansi toksik yang dapat larut dalam saliva sehingga tidak membahayakan
system tubuh, tidak membahayakan pulpa dan jaringan lunak, bebas dari bahan yang berpotensi
dalam menimbulkan sensitifitas atau respon alergi dan tidak memiliki potensi karsinogen.
D. Syarat mekanis :
Harus mampu menerima beban yang tinggi.
E. Syarat estetik :
Sesuai dengan perkembangan jaman dan memberi penampilan yang natural pada gigi.
F. Syarat fisik :
Konduktivitas thermal dan kuat
G. Tahan suhu panas dan dingin
H. Mudah disolder dan dipoles
I. Titik leleh tinggi
Y. Pertahanan terhadap abrasi baik
Jenis-Jenis logam
A. Klasifikasi logam berdasarkan fungsi:
• Tipe I (lunak) untuk restorasi yang hanya terkena sedikit tekanan.
Contoh: inlay kecil
• Tipe II (sedang) untuk restorasi yang terkena tekanan sedang. Contoh:
mahkota ¾, abutment, pontik, dan mahkota penuh.
• Tipe III (keras) untuk restorasi dengan tekanan besar. Contoh: mahkota
¾ yang tipis, abutment, pontik, mahkota penuh, basis gigi tiruan, gigi
tiruan sebagian cekat yang pendek.
• Tipe IV (ekstra keras) untuk keadaan dengan tekanan yang sangat
besar. Contoh: inlay yang terkena tekanan yang sangat besar, termasuk
lempeng basis dan cengkeram gigi tiruan, gigi tiruan sebagian rangka
logam, dan gigi tiruan sebagian cekat yang panjang.
• Alloy untuk mahkota dan jembatan, cocok digunakan untuk restorasi
vinir dengan dental porselen, coping, gigi tiruan cekat dengan span
pendek.
• Alloy untuk gigi tiruan sebagian lepasan.
B. Klasifikasi logam berdasarkan tingkat kekerasan:
• Tipe I (lunak) angka kekerasan Vickers (VHN) 50-90
• Tipe II (sedang) angka kekerasan Vickers (VHN) 90-120
• Tipe III (keras) angka kekerasan Vickers (VHN) 120-150
• Tipe IV (ekstra keras) angka kekerasan Vickers (VHN) >150
C. Klasifikasi alloy berdasarkan ADA
• High noble Alloy (HN) atau logam sangat mulia ≥60% wt
dan kandungan emas ≥40% Au-Pt alloy: untuk Full Casting,
Porcelain Fuse to Metal Au-Cu-Ag alloy: Full Casting
• Noble Alloy (N) atau logam mulia dengan komposisi logam
mulia ≥25%Ag-Au-Cu alloy: Full Casting
Sifat-sifat logam.
A. Sifat fisik logam
• Logam akan memantulkan sinar yang datang dengan panjang gelombang dan frekuensi
yang sama sehingga logam terlihat lebih mengkilap. Permukaan logam yang bersih
mempunyai kilap yang sulit diperoleh pada bahan padat jenis lain.
• Logam dapat menghantarkan panas ketika dikenai sinar matahari, sehingga logam akan
sangat panas.
• Logam juga mampu menghantarkan listrik karena elektronnya terdelokalisasi bebas
bergerak di seluruh bagian struktur atom.
• Meabilitas, yaitu kemampuan logam untuk ditempa atau diubah menjadi bentuk
lembaran. Kebanyakan logam lebih lentur dan dapat ditempa dibandingkan nonlogam,
yang umumnya lebih rapuh.
• Duktilitas yaitu kemampuan logam dirubah menjadi kawat dengan sifatnya yang
mudah meregang jika ditarik.
• Semua logam merupakan padatan pada suhu kamar dengan pengecualian raksa atau
merkuri (Hg) yang berupa cairan pada suhu kamar.
• Semua logam bersifat keras, kecuali natrium (Na) dan kalium (Ca) yang lunak dan dapat
dipotong dengan pisau,
• Logam dapat ditarik magnet, sehingga logam disebut diamagnetik. Sebagian logam
(besi, nikel, dan kobalt) dapat dibuat bersifat magnetik namun dapat juga dibuat
menjadi non-magnet.
B. Sifat kimia logam
– Logam umunya tahan terhadap serangan kimia, tetapi
beberapa logam memerlukan unsur campuran untuk
menahan karat dan korosi dalam lingkungan mulut.
– Logam memiliki 1 sampai 3 elektron dalam kulit
terluar dari atomnya.
– Umunya logam memiliki titik leleh dan titik didih yang
tinggi karena kekuatan ikatan logam.
– Logam memiliki energi ionisasi yang rendah, oleh
karena itu logam cenderung melepaskan elektronnya
dengan mudah.
Manipulasi logam
• Penuangan
Penuangan ini meliputi pekerjaan mencairkan logam dan membentuknya didalam
cetakan. Misal: besi, kuningan, alumunium dll dapat dituang ke dalam cetakanyang
terbuat dari pasir dan tanah liat. Cetakan dari tanah liat dan pasir ini rusak setiapkali
setelah pemakaian. Die casring menggunakan cetakan permanen dari logam.
• Pekerjaan Dingin
Pada umumnya logam dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik atau digulung.
Logamdapat ditarik melalui suatu die untuk mendapatkan bentuk kawat.
• Serbuk Metalurgi
Suatu bentuk logam dapat dipres dibawah tekanan tinggi untuk mendapatkan
bahandegan bentuk yang dikehendaki. Hasil ini tidak kuat karena hasil adhesi. Dengan
melakukan sintering kekuatan dapat ditingkatkan, dimana pemresan dipanaskan dalam
atmosfir yang tidak teroksidasi di bawah titk cair dan menggumpalkan partikel.
• Electroforming
Suatu logam dapat dilapiskan pada permukaan yang bersifat penghantar dengan
proseselektrolisa.
Kelebihan dan kekurangan logam
Kelebihan logam antara lain:
• Penghantar suhu
Logam merupakan penghantar suhu yang baik, sehingga setiap perubahan suhu yang
terjadi akan langsung disalurkan ke jaringan di bawahnya. Rangsang seperti ini akan
menstimulasi dan mempertahankan kesehatan jaringan.

• Ketepatan dimensi
Basis yang terbuat dari aloi emas maupun krom kobalt tidak hanya lebih tepat, tetapi juga
mampu mempertahankan bentuk tanpa terjadi perubahan selama pemakaian dalam
mulut.

• Kebersihan
Logam adalah bahan yang tahan abrasi, sehingga permukaannya tetap licin dan mengkilat
serta tidak menyerap saliva. Sifat ini membuat deposit makanan dan kalkulus sulit melekat.

• Kekuatan maksimal dengan ketebalan minimal


Basis logam dapat dibuat lebih tipis daripada resin, tetapi cukup kuat dan kaku, sehingga
ruang gerak bagi lidah relatif lebih luas. Di samping beberapa keuntungan di atas, logam
juga memiliki beberapa.
Kekurangan Logam Antara lain:
• Basis logam tidak mungkin dilapis atau dicekatkan
kembali
• Warna basis logam tidak harmonis dengan warna
jaringan sekitarnya, sehingga bila dipakai di bagian
anterior akan mengganggu estetik .
• Relatif lebih berat, terutama aloi emas untuk rahang
atas
• Perluasan basis logam hingga lipatan bukal serta
pengembalian kontur pipi dan bibir sulit dilakukan
dengan basis logam
• Teknik pembuatannya lebih rumit dan mahal.
Wrought Alloys
Alloy yang dibuat untuk diadaptasikan dalam bentuk
prefabricated sebagai bahan restorasi .

Contoh : precision attachment, backing, wire dengan


berbagai potongan melintang.

Komposisi :
-Pt-Au-Pd
-Au-Pt-Cu-Ag
-Au-Ag-Cu-Pd
-PD-Ag-Cu
 Wrought Stainless Steel Alloys:
- Merupakan alloy dari iron dan karbon yang mengandung
chromium, nickel, dan metal lain untuk meningkatkan
kekuatannya.
- Biasanya pada alat ortodontik dan instrumen endodontik .

 Wrought Nickel-Titanium Alloy :


Digunakan sebagai wire dalam alat ortodontik High resiliency,
limited formability, dan thermal memory Terdiri dari 55% nikel
dan 45% titanium Shape-memory alloy
Macam-macam Cast & Wrought Base Metal Alloy

1. Cobalt-chromium-nickel
2. Nickel-chromium-iron
3. Pure Titanium
4. Titanium-aluminium-vanadium
5. Stainless steel
6. Nickel titanium
7. Titanium-molybdenum (beta-titanium)
Material Warna –Sifat Tarnished Combined

Gold (Au) Kuning; lunak, _ Harus dicampur


mudah ditempa, dengan copper,
elastik silver, platinum, dan
logam lainnya untuk
meningkatkan
kekerasannya,
durabilitas, dan
elastisitasnya
Planitum (Pt) Bluish-White; Kuat, _ Gold-based
elastis, lunak. Mengeraskan,
Warna lebih
Terang.
Palladium (Pd) White; Menyerap _ Gold-based
hydrogen, ½ Warna lebih terang.
kekerasan platinum
Irrisidum (Ir) & Mengurangi ukuran _ Digunakan
Ruthenium (Ru) grain, bersamaan
meningkatkan sifa dengan planitum
mekanikal
Rhodium (Rh) Melting point _ Digunakan
1996°C. bersamaan dengan
planitum
Material Warna –Sifat Tarnished Combined

Silver (Ag) White; lunak, elastis, Makanan Gold-based


konduktor panas dan mengandung sulfur  Menetralkan warna
listrik terbaik, merah, menambah
Melting point kekuatan
961,9°C. Palladium based
Memberi warna
putih
Copper ( Cu) Redish; Lunak, elastis, _ Gold-based
konduktor panas dan Memberi warna
listrik yang baik. merah, mengeraskan
Palladium based
menurunan melting
point, memperkuat.
Zinc (Zn) Blue-white; lunak, Kondisi lembab Alloy
rapuh, kekuatan Scarvenger Oksigen
rendah, deoxidizing
agent.
Material Warna –Sifat Tarnished Combined
Indium (In) Gray-white; lunak, _ Palladium-based
melting point memberi warna
156.6°C kuning.
TIN (Sn) White; lunak Tidak pada udara Kombinasi dengan
normal. platinum dan
Palladium
Menambah kekerasan
Gallium (Ga) Grey; Melting point Udara lembab Ceramic alloys
29.8°C Bonding ceramic-
metal
Nickel (Ni) Terbatas _ Gold-based
Memutihkan alloy,
meningkatkan
kekuatan dan
kekerasan
HARDNESS ALLOYS :
 indikator kemampuan suatu alloy (campuran) untuk menahan deformasi permanen
lokal terhadap beban oklusal.
 Hardness berhubungan dengan yield strenght.
 Alloy dengan yield strenght yang tinggi sulit di poles.
 Untuk Ag-Pd  155 kg/mm2, untuk Pd-Cu-Ga  425 kg/mm2.
 Rata-rata logam campuran 200 kg/mm2.
 Ag-Pd alloy rendah konsentrasi silver tinggi soft metal.
 Pd-Cu-Ga tinggi konsentrasi Pd tinggi hard metal
ELONGATION
 Adalah pengukuran duktilitas dari alloy 
 Duktilitas kemampuan suatu struktur untuk menahan respon inelastik.
 Elongasi mengindikasikan apakah alloy dapat di mengkilapkan atau tidak.
 Alloy dengan elongasi tinggi  dapat di buat mengkilap tanpa menimbulkan fraktur
 Soft condition elongasi noble dental casting alloy 8%-30% lebih duktil
daripada base metal alloy dengan nilai elongasi 1-2% .

BIOCOMPATIBILITY
 Adalah elemen yang terkandung dalam nobel alloy yang dapat menimbulkan reaksi
untuk rongga mulut misalnya: alergi, toxic, atau respon biologis lainnya.
 Multipel-phase alloys >  jumlah elemen yang dilepaskan daripada yang single phase
alloy .
 Copper, zinc, silver, cadmium, dan nickel > dilepaskan daripada gold, paladium,
platinum, dan indium.
 Alloys yang kandungan high nobel metal tinggi < elemen yang dilepaskan daripada
alloy yang kandungan high nobel metalnya sedikit atau tidak ada.