Anda di halaman 1dari 55

Mashita Dyah Chaerani

160110130076

Logam Campur/ Logam Paduan/


Alloy

1. Logam

Definisi
Material yang merupakan konduktor listrik dan panas yang
baik dan akan memantulkan cahaya apabila dipoles, bersifat
opak.

Klasifikasi
Logam Mulia
(Noble)

Logam Tidak Mulia


(Non Noble/Base
Metal)

Tahan terhadap oksidasi, tarnish


dan
Korosi selama pemanasan
(pengecoran dan penyolderan) dan
di mulut
Contoh : Au, Pt, Pd, Ru, Rh, Ir, Os

Memiliki sifat berlawanan dengan


noble
Contoh : Ag, Cu, Zn, Co, Ni dan C

Logam Berharga
(Precious)

Contohnya semua logam


mulia, dan perak (Ag)

Logam Tidak
Berharga (Nonprecious)

Contohnya semua logam non


noble, kecuali perak(Ag)

Fungsi Elemen-elemen/Logam
yang Sering Digunakan dalam
Logam Paduan

Au

meningkatkan ketahanan korosi


meningkatkan elongasi

Cr

meningkatkan ketahanan terhadap


korosi

Ni

meningkatkan ketahanan terhadap


korosi, kekuatan
menyebabkan alergi

Cu

meningkatkan kekuatan,
kekerasan, suhu lebur
ketahanan terhadap tarnish

Pt

meningkatkan kekuatan dan


suhu lebur

Pd

membuat alloy menjadi putih

Zn

bertindak sebagai
deoxidizing agent

Be

meningkatkan kemampuan
tuang(castability)

Ag

meningkatkan kekuatan
dan kekerasan

2. LOGAM PADUAN/ALLOY

Definisi

Alloy: campuran 2
logam atau lebih

Biner: tdd 2
elemen

Terner: tdd 3
elemen

Kuartener:
tdd 4 elemen

Klasifikasi Alloy
Logam mulia emas, platinum, palladium, rhodium,
ruthenium, iridium, osmium
Hampir semua noble alloy menggunakan emas atau
paladium sebagai logam mulia utama (% persentase berat)
Tahun 1984 ADA mengusulkan klasifikasi sederhana:
High-noble (HN)
Noble (N)
Predominantly base metal (PB)

Klasifikasi

Klasifikasi
Klasifikasi berguna untuk:
Mempermudah komunikasi antara dokter gigi dan
dental laboratory technologist
Menentukan biaya treatment crown dan bridge
Memperkirakan biaya relatif alloy biaya tergantung
pada kandungan logam mulia serta pada kepadatan
alloy
Identifikasi biling code (untuk penggantian asuransi)

Klasifikasi
ISO 1562 Standard (2002)
untuk casting gold
alloys empat jenis
berdasarkan yield
strength dan
menetapkan persyaratan
minimal proof stress dan
persentase elongasi
untuk setiap jenis alloy

Klasifikasi
Type 1: low strength
Untuk casting yang
mengalami stress sangat ringan
(contoh: inlays), minimum yield
strength (0.2% offset): 80 MPa,
minimum percent elongation: 18%
Type 2: medium strength
Untuk casting yang
mengalami stress sedang (contoh:
inlays, onlays, dan full crowns),
minimum yield strength (0.2% offset):
180 MPa, minimum percent elongation:
10%

Type 3: high strength


Untuk casting yang mengalami
stress tinggi (contoh: onlays, thin copings,
pontics, crowns, and saddles), minimum yield
strength (0.2% offset): 270 MPa, minimum
percent elongation: 5%
Type 4: extra-high strength
Untuk casting yang mengalami
stress sangat tinggi (contoh: saddles, bars,
clasps, thimbles, certain single units, and
partial denture frameworks), minimum yield
strength (0.2% offset): 360 MPa, minimum
percent elongation: 3%

Klasifikasi

Tujuan Pembuatan
Untuk mendapatkan sifat-sifat yang diinginkan sebab
bila logam tak dicampur banyak kekurangannya
Logam campur emas putih
Menggantikan logam campur emas kandungan tinggi
Alumunium Bronze = Orden
Sebagai restorasi yang tahan terhadap korosi
Stainless Steel (Baja tahan karat)
Penggunaan instrumen dan kawat orto
Logam campur CoCr
Merupakan bahan yang sangat keras dan sebagai
penanganan akhir khusus

Sifat-sifat yang Diinginkan


1. Sifat Fisik
Melting temperature
Kebanyakan meleleh pada suhu 1150-1500oC
Melting temperature penting dalam pemilihan peralatan
cetakan, investment, dan kontrol dari teknik pencetakan
density
Rata-rata kepadatannya adalah 7 dan 8 g/cm
Berat jenis penting dalam penggunaan maksila yang
besar sekali, dimana gaya gravitasi menyebabkan berat
relative dari cetakan untuk menaruh gaya tambahan pada
gigi pendukung

2. Sifat Mekanis

Yield
Strengt
h

Dental alloys sebaiknya memiliki yield strength paling tidak 415 MPa
untuk mempertahankan deformasi permanent saat digunakan
sebagai partial denture clasps

Tensile
strengt
h

UTS dari cast base-metal alloy dental lebih besar dari 800MPa

Elong
asi

penting sebagai indikasi dari brittleness atau duktiliti


Elongasi dari kobalt-kromium adalah 4%

Elastic
Modulus

modulus elastis base metal alloys kurang lebih dua kali lipat
modulus dari cast dental gold alloys Type IV
Elastic modulus (E) 250 GN/m2 (cf. type I V gold 1 00 GN/m2)

Hardness

cast base metal alloys mempunyai hardness sekitar 1/3 lebih


besar dari gold alloys
Semakin tinggi hardness Cast base metal alloys memerlukan
penggunaan pemolesan peralatan yang berbeda dan compound
Hardness (max) 370 BHN

Fatique

penting digunakan untuk gigi tiruan sebagian ketika memasang


dan melepasnya
Perbedaan antara cobalt-kromium, titanium, dan logam paduan
emas memperlihatkan bahwa cobalt-kromium memiliki resistensi
fati q ue tertinggi

LOGAM PADUAN EMAS


Dasar-dasar Metalurgi

Welding
Yaitu penyambungan dua buah logam tanpa menggunakan alloy perantara
membutuhkan adhesi antara kedua logam
Emas mempunyai keistimewaan dapat welded pada suhu kamar untuk
menghasilkan suatu restorasi

Pekerjaan pengerasan
Kondensasi yang dilakukan untuk mendapat efek welding pada suhu kamar
menyebabkan logam mengalami pekerjaan pengerasan memperbaiki
kekerasan dan kekuatan serta mengurangi ductility

Bahan-bahan

Gold foil
sheet

Mat gold

Non-cohesive
gold

Powdered
gold

Direct gold
alloy

Gold foil
sheet
Mat
gold

Diproduksi dengan cara menggulung dan


menempapekerjaan pengerasan
Tersedia dalam lembaran,ukuran:1 0 1 , 6 mm2
Biasanya dibentuk menjadi silinder atau pellet emas

Diproduksi dengan cara elektrolisa,kemudian dilakukan


compression dan sintering
Tersedia dalam bentuk strip emas tipis
Dimanipulasi dengan cara seperti gold foil

Powdered
gold

Diproduksi dengan cara atomisasi logam emas


cair atau dengan presipitasi
Tersedia dalam bentuk pellet,kadang-kadang
dibungkus gold foil

Noncohesive
gold

Mengandung gas seperti amonia yang


terabsorpsi pada permukaannya
Kadang digunakan untuk lining kavitetmudah
beradaptasi dengan dinding dan dasar kavitet

Direct
gold
alloy

Mengandung sejumlah kecil


kalsium, platinum, dan silver
(0,1-5 % satuan berat) diduga
dapat meningkatkan kekerasan
dan kekuatan tanpa memberi
pengaruh negatif terhadap daya
tahan korosi

Manipulasi

Sebelum pemasangan gold foil ke dalam kavitet, lakukan


pemanasan (annealing).
Gunanya untuk menghilangkan gas yang terabsorpsi
Degassing meningkatkan kemampuan welding

Pemadatan

Emas dimasukkan ke dalam kavitet sedikit demi sedikit


diikuti dengan kondensasi atau pemadatan

Sifat-sifat

Density

Emas murni : 1 9 ,3 2 g/cm3


Gold foil : 1 6 g/cm3
Perbedaan akibat adanya porositas pada gold foil

Sifat-sifat
mekanis

Gold foil yang dikondensasi dengan benar


kekerasannya hampir sama dengan inlay emas tipe I
Foil yang dilaminasi platinum menghasilkan restorasi
yang lebih keras

Sifat-sifat
lain

Menyebabkan iritasi gingiva paling kecil


Daya tahan korosi sangat baik
Sangat sedikit terjadi kebocoran marginal di sekeliling
tambalan gold foil

Logam paduan emas


Ditentukan dengan karat (% emas)
Contoh :
Emas murni 24 karat = 100%
18 karat = 18/24 X 100% = 75 %

Sifat logam campur emas


Komposisi

Tipe 1 = soft
Tipe 2 = medium
Tipe 3 = hard
Tipe 4 = ekstra harf

-Kandungan Cu dan Zn menurun


-Kandungan Au meningkat
- Kekerasan dan sifat mekanis menurun

Perlakuan mekanis
Rolling atau hammering

Perlakuan panas
Perlunakan
Pengerasan

White Alloy
Digunakan sebagai pengganti alloy yang mengandung
lebih banyak emas (kandungan emas tinggi) karena
harganya lebih murah
Alloy ini sangat cepat mengalami pengerasan (work
harden)

Komposisi
Au

Ag

Pd

Cu

Zn

30%

35 66%

10 35%

6 25%

Dalam % rendah
(1%)

NiCr
Nickel-chromium alloy dapat di bagi menjadi 2 yaitu yang
mengandung berillium dan tidak mengandung berillium.
Berilium berpengaruh terhadap ductility dan juga terhadap
corrosion resistance.
Nickel meningkatkan strength, corrosion resistance dan
fleksibilitas
Komposisi : 60%-80% nickel, 10%-27% chromium, and 2%-14%
molybdenum, 1.6% -2.0% beryllium
Sedikit mengandung
aluminum, carbon, cobalt, copper, cerium, gallium,
manganese, niobium, silicon, tin, titanium, and zirconium.

Kebaikan :
- Daya tahan terhadap korosi baik
- Creep selama pembakaran porselen hanya sedikit
- Memiliki modulus elastisitas tinggi
- Yield strength tinggi
Kekurangan :
- Nikel dapat menimbulkan alergi
- Berilium dapat bersifat toksik
- Kemungkinan sukar dituang, karena densitas yang rendah
dan besarnya pengerutan selama pendinginan
- Sukar diasah dan dihaluskan
- Dapat terjadi kegagalan adhesive bonding dengan porselen

ORDEN (Campuran Nu dan Zn)

Komposisi :

Cu
Al

Mn

81 88%
7 11%
Ni
2 4%
Fe
1 4%
% rendah

Digunakan sebagai restorasi dan tahan


terhadap korosi
34

Stainless steel
Digunakan pada :
a. Endodontic instruments
b. Orthodontic wires and brackets
c. Preformed crowns

Tahan karat (Fe + C + Cr + Ni)


Komposisi : 18 % Chromium, 8% Nickel, 0,08%-0,20% Carbon,
titanium, manganese, silicon, molybdenum, niobium, and
tantalum

Komposisi :
1. Co 35-65%
2. Cr 20-35%
3. Ni 0-30%

CoCr

Modulus elastisitas : 2,5x logam campuran emas


Elongasi : 4%
Density : 0,5x emas
Rigid / kaku : thin / tipis untuk frame dan implant dental

Manipulasi logam paduan CoCr


Suhu leleh tinggi ( 1250-1450 derajat celcius )

Investment : tahan panas tinggi


Alat untuk memanaskan :
1. oksi asetilen : O2

2. Induksi elektrik
Logam campur CoCr : sangat keras ( penanganan akhir khusus
)

Logam paduan untuk porselen


Yaitu logam campur yang digunakan dalam pembuatan
restorasi porselen
Restorasi logam porselen :
- Logam campur kekuatan
- Porselen
estetik
Persyaratan logam campur :
Tidak mengandung tembaga dan silver hijau
pada porselen
Suhu leleh lebih tinggi dari porselen
Harus kuat, keras dan kaku. Bila fleksibel
porselen akan retak

PERSYARATAN CERAMIC-METAL
SYSTEM
Temperatur penggabungan tinggi dari alloy. Harus
lebih tinggi (>100 C) dari temperatur pemanasan
dari keramik.

Temperatur penggabungan rendah dari keramik.


Agar tidak ada distorsi saat pembuatan

Keramik harus membasahi alloy ketika digunakan


agar mencegah kekosongan di permukaan gabungan.
Sudut kontak sebaiknya 60 derajat atau kurang.

SIFAT IKATAN LOGAM PORSELEN


I. Antara porselen dengan logam campur emas
(nobel)
1. Ikatan mekanis
Porselen mengisi kekasaran permukaan
logam
mechanical interlocking
2. Ikatan kimia
Logam campur yang mengandung Sn dan
Indium
oksida pada pemanasan
akan berikatan dengan oksida dari porselen

3. Ikatan kompresi
Porselen berkontraksi lebih besar dari logam
(thermal expansi porselen sedikit lebih
rendah dari logam campur)
saat
porselen membeku akan menekan logam
ikatan lebih kuat

II. Antara porselen dengan logam campur non noble


(base metal)
Untuk mendapatkan ikatan yang kuat :

Degassing
oksidasi pada permukaan

Bebas dari kontaminan

Sandblasiting
permukaan kasar
Ikatan mekanis

PENGUJIAN KEKUATAN IKATAN

1. Antara porselen dengan logam campur emas


(nobel)
Retak terjadi pada porselen
ikatan
sangat kuat
2. Antara porselen dengan logam campur non noble
(base metal)
NiCr
Retak pada interface / pertemuan antara
porselen dengan NiCr
kurang kuat

GAMBAR KEKUATAN IKATAN LOGAM


CAMPUR DAN PORSELEN

3. INVESTMENT

DEFINISI
Material keramik yang digunakan untuk
membentuk rongga cetak (mold) cor
Suatu bahan pendam yang sering dipergunakan
untuk mendapatkan mold sewaktu pengecoran
logam dalam pembuatan inlay, onlay, crown dan
bridge

KOMPOSISI
Substansi tahan panas (refractory substance)
60-65%
Bahan yang menyebabkan investment tahan
terhadap panas

Substansi pengikat (binder) 30-35%


Zat-zat lain (sifat yang diinginkan) 5%
Contoh : sodium klorida, asam borat, potasium
sulfat, grafit dll.

PERSYARATAN
Mudah dimanipulasi
Kuat pada suhu ruangan dan pada suhu tinggi
Saat dipanaskan pada suhu tinggi tidak mengalami
dekomposisi
Mempunyai ekspansi yang cukup untuk mengkompensasi
penciutan lilin dan logam / alloy
Berporus agar udara / gas dapat keluar dari rongga cetak
saat pengecoran
Dapat menghasilkan permukaan halus dan dapat
mengahasilkan daerah yang detail maupun daerah margin
Mudah dipisahkan dari logam bila selesai pengecoran
Tidak mahal

KLASIFIKASI
Menurut ADA No.2, dibagi 3 jenis berdasarkan
bahan yang akan dibuat cekat atau lepasan:
Tipe 1: (thermal ekspansion)
Tipe 2: (hygro ekspansion)
Tipe 3 :Digunakan untuk pembuatan gigi tiruan
sebagian dengan logam campur emas

Klasifikasi
Tipe 1
Digunakan pada teknik suhu
tinggi
Digunakan untuk pengecoran
inlai atau mahkota

Tipe I dan II mengandung matrix


gipsum degan silika yang tahan
panas dan modifier kimia tertentu

Tipe 2
Digunakan pada teknik suhu
rendah
Digunakan untuk pengecoran
inlai atau mahkota, tetapi cara
kompensasi utamanya adalah
dengan ekspansi higroskopis
dari bahan pendam

Silika. Silika (Sio2) ditambahkan untuk memberikan sifat refraktori


selama pemanasan dari bahan pendam dan untuk mengatur ekspansi
termal
Silika sebagai substansi pengeras mempunyai bentuk susunan kristal
yang bermacam-macam. Ada tiga bentuk yang biasanya dipergunakan
dalam dental investment yaitu bentuk quartz, tridimit, dan kristobalit.1
Modifier. Selain silika, ada bahan pemodifikasi tertentu, bahan pewarna,
dan bahan reduksi seperti karbon dan bubuk tembaga. Bahan reduksi
digunakan pada beberapa bahan pendam untuk memberikan atmosfer
non-oksidasi pada mold jika dilakukan pengecoran logam campuran
emas

Ekspansi Pengerasan Higroskopis


Teori ekspansi pengerasan higroskopis mula-mula diuraikan
dalam kaitannya dengan pengerasan plaster dan stone gigi.
Ekspansi pengerasan higroskopis berbeda dengan ekspansi
pengerasan normal yang terjadi bila produk gypsum
dibiarkan mengeras di dalam atau berkontak dengan air,
ekspansi ini lebih besar dari pada ekspansi pengerasan
normal
Spesifikasi ADA No. 2 untuk bahan pendam Tipe II
mengharuskan ekspansi pengerasan minimal dalam air
sebesar 1,2%; ekspansi maksimal yang diperbolehkan adalah
2,2%

MACAM-MACAM

Gipsum bonded

Fosfat bonded

Brazing/soldering
investment

Silika bonded

All ceramic
investment

Gypsum Bonded
Binder: hemihidrat
Refraktori: silikon dioksida quartz, tridimit, atau
kristobalit lain: sodium klorida, asam borat, pottasium sulfat,
grafit, dll
Contoh: klorida menambah thermal ekspansion
Sediaan : Berupa bubuk dengan bahan pengaduk air
W/P ratio pabrik.
Pemanasan 7000 C (dekomposisi jika kepanasan)
Penggunaan: untuk logam campur emas atau base metal
dengan suhu lebih rendah

Phospat Bonded
Binder: MgO (Basa) dan Monoammonium Fosfat
(NH4H2PO4) (asam)
Refraktori: silika (kuarta ataukristobalit)
Reaksi: asam-basa sistem binding binding
media dengan filler tertanam dalam matriks
Penggunaan: logam/campur dengan suhu leleh
tinggi dan logam keramik
Liquid: air atau khusus (sol. Silika)
Macam lain: silika bonded, brazing, restorasi all
ceramic.

Anda mungkin juga menyukai