Anda di halaman 1dari 4

BAB 2

PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI LOGAM CAMPUR EMAS 2.1. Pengertian Logam Campur Emas

Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lunak, mengkilap, kuning, berat, "malleable", dan "ductile". Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya kecuali oleh klorin dan fluorin. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.4,5,6.

Emas murni atau pure gold adalah suatu logam yang mengandung 99.5 % atau lebih Au (Aurum) di dalamnya. Logam campur emas adalah logam mulia yang dicampur dengan logam yang kurang mulia. Logam yang dipakai disini adalah emas (Au) 24 karat dan logam lainnya seperti perak (Ag), tembaga (Cu), platina (Pt), palladium (Pd) dan seng (Zn).2,3,4.

Logam campur emas (gold alloy) yang digunakan dalam kedokteran gigi paling sedikit mengandung 2 macam logam maksimum 7-8 logam yang dicampur. Banyak sedikitnya logam emas yang dipergunakan akan menunjukkan tinggi rendahnya karat logam campur mulia tersebut. Misalnya makin banyak tembaga (Cu) yang dicampur makin rendah nilai karat logam campur emas tersebut dan logam campur emas 14 karat dapat menjadi lebih tinggi nilai karatnya dengan menambah sejumlah logam campur emas 22 karat.6,7.

Emas murni tidak dipergunakan untuk restorasi tuangan maupun untuk peralatan dikedokteran gigi karena bersifat lunak dan kenyal, serta harganya sangat

Universitas Sumatera Utara

mahal. Untuk mengatasi hal ini gold dapat dialloykan dengan elemen-elemen tertentu yang dapat memberikan sifat-sifat mekanis yang lebih baik.6.

Logam mulia digunakan untuk inlay, mahkota dan jembatan karena daya tahannya terhadap karat dan korosi. Dari tujuh logam mulia yang dianggap mulia menurut standar kegunaannya di bidang kedokteran gigi, hanya emas, palladium dan platinum yang sekarang masih banyak digunakan didalam kedokteran gigi.6,7,8.

2.2 Klasifikasi Logam Campur Emas

Ada beberapa jenis logam campur untuk dipergunakan di kedokteran gigi yang sekarang ini tersedia dipasaran dunia. Sebagian logam campur ini dirancang untuk keperluan mahkota logam penuh, jembatan, onlay dan inlay.2.

Menurut American Dental Association (ADA) Specification No. 5 logam emas diklasifikasikan berdasarkan kekuatan dan kandungan emasnya ke dalam 4 tipe seperti ditunjukan ditabel 1:

2.2.1 Tipe I (Lunak)

Dental casting logam emas tipe I ini merupakan logam campur emas dengan 79-92.5 % emas. Komposisi dari logam ini terbatas dari emas, perak, tembaga, dan seng ditambah platinum. Titik cair logam emas tipe I ini relatif tinggi berkisar 940 0C (12250 F). Logam emas tipe I memiliki kekerasan antara 40-75 Brinell Hard Number (BHN). Logam ini pada umumnya sedikit sedikit ductil, menunjukan proportional limit yang rendah, dengan nilai elongasi yang berkisar 25% - 30%. Yield strength dari logam emas ini berkisar antara 100-110 Mpa, yang menunjukan bahwa aloi tipe ini dapat langsung dibentuk dengan tekanan dari instrument kedokteran gigi.7,8,9.

Universitas Sumatera Utara

2.2.2 Tipe II (Sedang)

Dental casting logam tipe II merupakan logam campur emas dengan kandungan emas 75-78% emas. Pada aloi ini mempunyai komposisi tembaga lebih banyak dari tipe I dengan titik cair yang berkisar antara 9000 C (16500F). Logam emas tipe II memiliki kekerasan berkisar antara 90 -140 BHN. Logam ini memiliki nilai elongasi hampir sama

dengan alloy tipe I, yang menunjukan bahwa logam ini mempunyai ductility yang cukup baik. Logam emas ini mempunyai yield strength yang lebih tinggi dari logam emas tipe I. Kemampuan dari aloi tipe II ini untuk dibentuk dan dimanipulasikan langsung dengan instrument kedokteran gigi tidak semudah tipe I.7,8,9.

2.2.3 Tipe III (Keras)

Dental casting logam emas tipe III merupakan logam campur emas dengan kandungan 62-78% emas. Komposisi dari logam emas ini memiliki persentasi yang tinggi dari elemen pengeras seperti platinum dan palladium, karena logam ini memerlukan kekuatan yang besar. Logam emas tipe III ini lebih keras dari kedua tipe di atas, sehingga dapat menggantikan penggunaan logam emas tipe I dan tipe II. Logam emas tipe III memiliki kekerasan 90-140 BHN. Logam emas ini memiliki titik lebur sama dengan tipe II yaitu berkisar antara 9000C (16500F). Dengan proportional limit sebesar 290 Mpa.7,8,9.

2.2.4 Tipe IV

Dental casting logam emas tipe IV ini merupakan logam campur emas dengan kandungan 60 -71.5%. emas. Komposisi dari tipe IV ini mengandung jumlah logam

Universitas Sumatera Utara

murni sedikit sekali. Logam campur emas ini mempunyai sifat yang sangat keras sekali dengan kekerasan diatas 130 BHN. Titik cair dari tipe IV ini dibawah dari tipe tipe lainnya 8700 C (16500F).7,8,9

Tabel 1 Klasifikasi Dental Gold Alloy, ADA specification No.5

Type

Logam Emas (%) Min.

BHN Max. 75 100 140 -

I (Soft) II(Medium) III(Hard) IV(Extra Hard)

83 78 78 75

40 70 90 130

Klasifikasi Dental Gold Alloy diatas pada umunnya

kekerasannya akan

bertambah tinggi dari type 1 hingga type 1V. Brinell Hardness Number (BHN) dari alloy-alloy ini berhubungan langsung dengan tensile strength. Pada umumnya gold alloy dengan BHN kurang dari 40 tidak boleh dipergunakan didalam mulut. Alloy tersebut sangat lunak, dan akan rusak oleh tekanan pengunyahan.

Universitas Sumatera Utara