Anda di halaman 1dari 2

Akibat Maloklusi

a. Gangguan pengunyahan
Dapat berupa rasa tidak nyaman pada saat mengunyah, nyeri pada TMJ
dan mengakibatkan nyeri pada kepala dan leher. Tanggalnya gigi bisa
mengakibatkan perubahan pola pengunyahan, misalnya mengunyah pada satu sisi,
hal ini juga bisa mengakibatkan nyeri pada TMJ.
b. Gangguan pembersihan
Pada gigi yang crowded (berjejal) dapat mengakibatkan kesulitan pada
saat pembersihan dan hal ini mengakibatkan gigi jadi lebih mudah terserang
karies.
c. Gangguan bicara
Maloklusi mengakibatkan ketidakjelasan bicara seseorang. Apabila ciri
maloklusinya adalah distoklusi maka susah mengucapkan huruf p dan b. Apabila
ciri maloklusinya berupa mesioklusi maka akan kesulitan mengucapkan huruf s, z,
t dan n.

Menurut Bruggeman,anomali dental yang mengakibatkan gangguan bicara
adalah :
1. Ruang antar gigi (spaces) yaitu terjadi kelainan bunyi saat
mengucapkan semua huruf terutama s, sh, z, zh kecuali huruf n dan y.
2. Lebar lengkung yaitu terjadi kelainan saat mengucapkan huruf s, z, th.
3. Open bite yaitu terjadi kelainan bunyi saat mengucapkan huruf s, sh, z,
zh, th, dan kadang-kadang pada huruf t dan d.
4. Derajat protrusi yaitu terjadi kelainan bunyi saat mengucapkan huruf s,
sh,z, zh.
5. Pada gigi yang rotasi kelainan bunyi yang terjadi sama dengan
kelainan pada ruang antar gigi.

d. Gangguan estetis
Gigi yang tidak rapi bisa mengurangi nilai estetis dari seseorang dan
penampilan wajah yang menjadi kurang menarik sehingga mempunyai dampak
yang tidak menguntungkan pada perkembangan psikologis seseorang, apalagi
pada saat usia masa remaja. Dibiase menyatakan beberapa kasus maloklusi pada
anak remaja sangat berpengaruh terhadap psikologis dan perkembangan sosial
yang disebabkan oleh penindasan yang berupa ejekan atau hinaan dari teman
sekolahnya. Pengalaman psikis yang tidak menguntungkan dapat sangat
menyakitkan hati sehingga remaja korban penindasan tersebut akan menjadi
sangat depresi.
(http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18207/4/Chapter%20II.pdf)