Anda di halaman 1dari 42

BAB 5

Persamaan
Gelombang
Schrodinger
• Suatu teori fisika kuantum yang lebih komprehensif tampil di tahun 1925 ketika
Schrodinger merumuskan mekanika gelombanganya untuk menyatakan suatu
sistem fisika.

• Teori kuantum baru itu ternyata dapat meliput berbagai hipotesa dan teori ad hoc
teori kuantum lama berupa :
• Teori kuantum cahaya (Einstein)
• Dualisme partikel-gelombang (de Broglie)
• Prinsip ketakpastian Heisenberg
• Postulat Bohr tentang atom hydrogen

• Prinsip ketak-pastian Heisenberg sesungguhnya mengandung pula makna bahwa


dalam fisika sub-atom dan atom kita tidak dapat berbicara tentang lintasan, tetapi
harus menggunakan pengertian kebolehjadian.

• Artinya :
• besarnya kebolehjadian bahwa suatu partikel pada suatu saat tertentu berada
pada kedudukan tertentu.
•• Schrodinger
  menyatakan bahwa suatu partikel bermassa yang bergerak dalam
potensial memenuhi persamaan gelombang sebagai berikut :

• Dengan x adalah koordinat ruang, t adalah variabel waktu, dan adalah fungsi
gelombang

• Berdasarkan konsep dasar teori Schrodinger, maka fungsi gelombang


merepresentasikan keadaan gerak partikel ; dan dari fungsi gelombang itulah
semua informasi tentang besaran – besaran yang berkaitan dengan gerak partikel
itu dapat diperoleh.

• Dengan kata lain, secara sepenuhnya menyatakan gerak sistem itu, atau
membataskan sistem tersebut.

• Hal seperti ini tidak dikenal dalam fisika klasik, karena dalam fisika klasik, besaran
fisik yang menentukan sistem seperti kecepatan, energi, momentum linier dsb,
secara langsung dinyatakan sebagai fungsi dari waktu dan atau kedudukan.
•• Apabila
  kita berhadapan dengan partikel bermassa , yang bergerak dalam
potensial , maka persamaan Schrodinger tersebut dapat ditulis sebagai :

• Atau dalam notasi singkat :

• Dengan :
•• Sesungguhnya
  persamaan Schrodinger itu adalah suatu postulat, sehingga tak
diturunkan dari hokum-hokum dasar atau prinsip-prinsip dasar yang lain.

• Persamaan Schrodinger setara dengan postulat-postulat dan hipotesa mekanika


kuantum lama.

• Berikut ditampilkan suatu contoh yang dapat menjelaskan apa yang terkandung
dalam persamaan Schrodinger, dan bagaimana bangun konsep yang
melandasinya.

• Fungsi gelombang yang menyatakan gerak suatu partikel dalam 1D adalah :

• Dalam ungkapan di atas, , sesuai dengan hipotesa de Broglie.

• Sedangkan energi partikel adalah :


•• Oki,
  fungsi yang merepresentasikan gerak partikel dapat juga ditulis sebagai :

• Menurut Schrodinger, maka kita dapat memperoleh informasi dari fungsi


gelombang ; informasi dan harus dapat diperoleh dari .

• Untuk contoh kita, hal itu jelas. Momentum linier p dapat diperoleh dengan
memberlakukan operasi pada , yaitu :

• Karena sifatnya yang dapat menghasilkan besaran p dari fungsi gelombang ,


maka :

• Operator matematika dinamakan operator momentum linier, , yaitu :


•• Demikian
  pula halnya dengan energi . Dari besaran dapat diperoleh dengan
menjalankan operator matematika terhadap fungsi

• Juga karena sifatnya dapat menghasilkan besaran dari fungsi gelombang , maka :

• Operator matematika dinamakan operator energi :


•• Perhatikanlah
  , maka :

• ditulis juga sebagai , maka :

• Lalu, bagaimanakah ?

• Ini berarti bahwa bekerja dua kali pada :


•• Darimana
  diperoleh bahwa :

• Atau

• Perhatikanlah persamaan Schrodinger untuk satu dimensi :

• Untuk , hal di atas menjadi :

• Atau
•• Yang sama dengan :
 

• Jadi :

• Ini tidak lain adalah hukum kekekalan energi.

• Hal yang sudah kita lakukan adalah suatu ilustrasi saja, dan bukan merupakan penurunan atau
pembenaran terhadap persaman Schrodinger.

• Yang dipergunakan tadi adalah suatu fungsi khusus, yaitu , , yang merupakan gelombang
berjalan.

• Dan interpretasi tentang makna k dan dikaitkan dengan :


• Teori kuantum Einstein,
• Hipotesa de Broglie,
• Sekurang-kurangnya diperoleh keterangan tentang kerangka pikir persamaan schrodinger ini
Gerak Gelombang
dan
Fungsi Gelombang
•• Dari
  fisika dasar diketahui bahwa gerak gelombang dalam satu dimensi (x),
memnuhi persamaan diferensial berikut :

• Dengan x adalah koordinat kedudukan, t adalah variabel waktu dan adalah


simpangan dari keadaan setimbang.

• Untuk getaran transversal pada tali, maka adalah simpangan tali karena getaran
tali.

• Untuk perambatan suara, adalah perubahan tekanan gas dimana suara itu
merambat.

• Untuk gelombang EM, adalah perubahan medan E atau medan H dalam ruang.

• Dapat dibuktikan bahwa setiap fungsi dari merupakan solusi persamaan


gelombang tersebut.
• 
• Ambillah umpamanya :

• Maka :

• Apabila diambil variabel

• Kemudian

• Karena

• Jadi kedua ungkapan itu memberikan bahwa :

• Atau
•• Jadi memang setiap fungsi dari memenuhi persamaan gelombang itu, seperti .
 
• Suatu kelompok khusus, yaitu yang berbentuk harmonik, adalah umpamanya :

• Jadi solusi persamaan gelombang klasik yang memiliki bentuk harmonik adalah yang
diterakan di atas.

• Bentuk yang lebih umum diantara ketiga itu adalah :

• Dengan adalah sudut fasa. Sudut fasa ini sering disamakan dengan nol.

• Ini adalah representasi gelombang berjalan, ke arah x positif apabila tandanya + ; ke arah x
negatif apabila tandanya (-)
•• Dalam
  mekanika kuantum atau fisika kuantum maka digunakan untuk
menyatakan gerak suatu partikel.

• Bentuk , umpamanya mewakili partikel yang bergerak dalam satu dimensi,


dengan momentum linier dan energi sebesar

• Dalam representasi di atas, TIDAK lagi menyatakan simpangan dari keadaan


semula seperti halnya dalam mekanika klasik.

• Pada fisika kuantum dituntut bahwa mengungkapkan seluruh keadaan gerak


partikel.

• Salah satunya adalah bahwa amplitudo partikel berkaitan dengan kebolehjadian


bahwa partikel itu pada saat t ada di kedudukan x.

• Tepatnya bahwa kebolehjadian bahwa pada saat t partikel ada dalam selang
kedudukan antara x dan adalah :
••   karena kebolehjadian menemukan partikel dalam seluruh interval adalah 100%
atau 1, maka :

• Ini adalah syarat yang dipaksakan kepada fungsi gelombang dalam fisika kuantum.

• Fungsi gelombang yang memenuhi syarat itu dinamakan “fungsi gelombang yang
terlah dinormalisasikan / fungsi gelombang ternormalisasi”

• Selain normalisasi yang telah disebutkan, fungsi gelombang masih harus


memenuhi beberapa syarat lain agar dapat menjadi solusi persamaan Schrodinger.

• Syarat-syarat ini dibahas dalam pembahasan tentang harga ekspektasi.


Persamaan Gelombang
Schrodinger Bebas waktu
•• Persoalan
  fisika tingkat atom dan sub-atom sebagian besar menyangkut fungsi
potensial yang tak bergantung waktu, artinya medan potensial yang tak berubah
dengan waktu.

• Apakah untuk hal yang demikian, yaitu , akan terjadi suatu penyederhanaan
dalam menyelesaikan persamaan gelombang Schrodinger ?

• Persamaan Schrodinger untuk potensial bebas waktu adalah :

• Karena dimensi tidak akan mempengaruhi sifat penyelesaiannya, maka untuk


pengkajian selanjutnya kita menelaah hal ini untuk satu dimensi :

• Persamaan Schrodinger di atas menjadi :


•• Andaikan
  bahwa solusi persamaan di atas dapat dipisahkan menjadi :

• Subtitusi (5.2) ke dalam (5.1) memberikan :

• Kalikan seluruhnya dengan , maka :

• Ruas kiri hanya memuat variabel x, sedangkan ruas kanan hanya memuat variabel
t.

• Hubungan (5.3b) berlaku untuk setiap saat t dan disetiap kedudukan x, jika dan
hanya jika kedua ruas itu masing-masing berharga tetap dan sama. Katakanlah G.
•• Dengan
  demikian P. Schrodinger menjadi dua perangkat persamaan yang dikaitkan
dengan tetapan G :

• Persamaan (5.3d) mempunyai solusi :

• Apabila memang operator energi seperti yang dinyatakan sebelumnya maka :

• Atau
•• Tetapi
  dari pers. (5.3):

• Subtitusi (5.3d) ke (5.5) :

• Pers. (5.4) = (5.6)

• Oleh karena itu G adalah energi yang dapat dipunyai oleh partikel.

• Kita gunakan notasi E untuk menggantikan


•• Dengan demikian, maka pers. (5.3d’) menjadi:
 

• Dan pers. Diferensial yang menyangkut variabel x menjadi :

• Dan solusi seluruhnya adalah :

• Kesimpulannya adalah bahwa apabila potensial tidak merupakan fungsi waktu, , maka pers.
Gelombang Schrodinger (5.1) menjadi (5.7) dengan solusi totalnya yaitu pada pers. (5.8)

• Dalam (5.7) dan (5.8), E adalah energi total sistem fisika, yaitu energi kinetik dan energi
potensialnya.

• Pers. (5.7) dinamakan “pers. Gel. Schrodinger bebas-waktu “


•• Tinjau
  kasus sederhana :

• Suatu partikel dengan massa m0 yang bergerak dalam ruang bebas, artinya . Gerak
terjadi dalam 1D dengan energi total E.

• Pers. Schrodinger bebas-waktunya menjadi :

5.9)

• Solusi umum pers. Diferensial di atas adalah :

• dengan adalah panjang ruang


•• Subtitusi
  (5.10) ke dalam (5.9) menghasilkan :

• Ini harus berlaku untuk semua harga x, oleh karena itu :

• Atau

• Sehingga solusinya (masukkan 5.12b ke 5.9b):


• 
• Apabila momentum linier partikel adalah p, maka energi kinetiknya adalah :

• Dan karena potensialnya untuk seluruh interval, maka energi totalnya :

• Jadi

• Oki, maka menurut de Broglie :

• Atau :

• Solusi pada pers. (5.13) dapat ditulis menjadi :


•• Dengan
  demikian fungsi gelombang total adalah :

• Dengan :

• Terlihat lagi bahwa gerak partikel dalam 1D itu dinyatakan sebagai gerak
gelombang.

• Ini adalah gelombang zat nya de Broglie

• Apabila gelombang tersebut bergerak dalam arah x positif, maka

• Gerak dalam arah x negatif diperoleh dengan mengambil


Harga Ekspektasi dan
Syarat untuk Fungsi
Gelombang
•• Sudah
 keadaandinyatakan sebelumnya bahwa dalam gagasan tentang pers. Gel. Schrodinger,
gerak sistem fisika sepenuhnya dibataskan oleh fungsi gelombang .

• Informasi tentang kebolehjadian menemukan pada suatu saat tertentu, partikel di


kedudukan x dinyatakan oleh :

• Apabila demikian, maka harga yang diharapkan untuk rata-rata kedudukan x adalah :

• Atau

• Harga dinamakan harga ekspektasi x.


•• Variabel
  x tersebut merupakan variabel dinamik menurut kerangka mekanika
klasik.

• Schrodinger mengangkat sebagai postulat ungkapan mengenai harga ekspektasi


ini.

• Dalam ungkapan :

• harus dianggap sebagai operator untuk variabel dinamik x.

• Kebetulan untuk koordinat x, y, atau z, operator mekanika kuantumnya juga x, y,


dan z.

• Hal tersebut berlainan dengan momentum linier ; operator yang bertaut dengan
variabel dinamik ini adalah :
•• Jadi
  menurut postulat Schrodinger tentang harga ekspektasi, maka harga
ekspektasi momentum linier adalah :

• Demikian postulat ini menetapkan bahwa harga ekspektasi energi E sistem


adalah :

• Syarat yang harus dipenuhi oleh fungsi gelombang kedudukan dapat dilihat
secara umum dari persamaan Schrodinger bebas waktu dan harga ekspektasi
•   Pers. Schrodinger bebas waktu 1D adalah :
a.

Jadi syarat pertama yang harus dipenuhi oleh adalah bahwa fungsi itu diferensiabel
sekurang-kurangnya sampai turunan kedua

b. Kebolehjadian yang harus dimainkan sesuai dengan postulat Schrodinger menuntut bahwa
:

Atau

Ini berarti bahwa harus berharga berhingga diseluruh interval x ; dan juga bahwa
berharga tunggal
• 
c. Perhatikan ungkapan untuk harga ekspektasi momentum linier :

Harga momentum linier senantiasa harus berhingga dan juga berharga tunggal ;

sudah berhingga dan berharga tunggal, oleh karena itu juga harus berharga tunggal dan berhingga.

d. Apabila berharga tunggal diseluruh interval x, maka ini berarti bahwa sinambung diseluruh
interval x.

e. Perhatikanlah ungkapan

Yang dapat ditulis sebagai :

dan E senantiasa berhargadan pula berhingga, sehingga demikian pula berharga tunggal dan
berhingga, oleh karena itu sinambung
•• Jadi
  dengan demikian fungsi gelombang harus memenuhi syarat-syarat berikut :
• diferensiabel sampai turunan kedua
• dan berhingga, berharga tunggal, dan sinambung untuk seluruh interval x

• Fungsi yang demikian dinamakan fungsi yang “berperilaku baik” atau “well-
behaved function”
Partikel dalam Kotak
Potensial dengan Dinding
Tak-Berhingga
•• Andaikanlah
  suatu sistem fisika yang terdiri dari satu partikel dan bergerak dalam
suatu kotak potensial

𝑉
  ( 𝑥 ) =∞ 𝑉
  ( 𝑥 ) =0 𝑉
  ( 𝑥 ) =∞

 𝑥=− 𝑎  𝑥=𝑎

• Dianggap sebagai suatu sistem fisika kuantum.

• Apakah sifat-sifat dari sistem tersebut ?

• Kita terapkan persamaan gel. Schrodinger untuk kasus ini, mula-mula di daerah :

• Untuk daerah , harga . Karena tak mungkin bagi energi sistem berharga ,
maka kebolehjadian bahwa partikel ada dalam daerah atau adalah nol.

• Oki, untuk daerah ini,


• 
• Untuk daerah :
• Untuk daerah ini, pers. Schrodinger bebas waktu adalah :

• Salah satu bentuk solusi pers. Diferensial di atas adalah :

• Sehingga :

• Sehingga diperoleh :

• Darimana diperoleh bahwa :


•• Sehingga
  solusinya berbentuk :

• Pada , maka kesinambungan menuntut bahwa :

• Ini benar apabila :

• Darimana diperoleh bahwa :

• Dengan dan n = 1, 2, 3, 4,…


•• Disini terlihat bahwa energi partikel bermassa terkuantisasi,
 

• Dengan demikian maka fungsi gelombangnya adalah :

• Normalisasi akan memberikan , sbb :

• Darimana diperoleh :

• Dan pers. Gelombangnya menjadi :


•• Ada
  beberapa hal yang dapat dihitung, misalnya dan

• Untuk solusi di atas diperoleh bahwa :

• Sedangkan diketahui bahwa

• Dari hubungan ini diperoleh bahwa :

• Momentum linier paling rendah adalah :


•• Katakanlah
  bahwa harga itu adalah ketakpastian dalam harga p, maka :

• Sedangkan ketakpastian dalam kedudukan partikel adalah interval , atau :

• Jika kita kalikan, maka :

• Hasil di atas sangat sesuai dengan ketakpastian Heisenberg


• Gambaran solusi nya :

  𝜓 n En √  𝑎𝜓 𝑛 ( 𝑥 )
4 16 E1
  4𝜋 𝑥
sin
𝑎 ( )
3 9 E1   3𝜋 𝑥
2 4 E1
sin
𝑎( )
  2𝜋 𝑥
1 E1
sin
𝑎( )𝜋𝑥
 𝑥=0
 
sin ( )𝑎

 𝑥=− 𝑎  𝑥=𝑎

  h2
𝐸 1= 𝟐
𝟖 𝒎𝒐 𝒂
• Yang telah dilakukan sesungguhnya hanya menerapkan metoda persamaan gelombang
schrodinger pada suatu sistem fisika yang terdiri dari suatu partikel dalam potensial kotak dengan
dinding tak berhingga.

• Ini bukan bukti mengenai kebenaran metoda Schrodinger, hanya mencobakan gagasan itu pada
suatu sistem fisika yang dibayangkan, bukan suatu situasi riil.

• Meskipun demikian penerapan metoda Schrodinger ini menghasilkan kuantisasi energi.

• Kuantisasi seperti ini tidak diperoleh melalui mekanika klasik

• Jadi setidak-tidaknya metoda Schrodinger memberikan kuantisasi, dalam hal ini baik energi
maupun momentum linier.

• Contoh penerapan yang telah dibuat sampai tahap ini adalah untuk sistem fisika yang hipotetik
dengan hasil-hasil yang tidak dapat diverifikasikan

• Oki, sampai tahap ini belum terbukti bahwa pers. Gel. Schrodinger memang didukung oleh
pengamatan tentang sistem fisika yang nyata

• Bukti bahwa pers. Schrodinger memang mempunyai dasar kebenaran adalah penerapannya pada
atom hydrogen.