Anda di halaman 1dari 23

PENYAKIT PARU

OBSTRUKTIF KRONIK

Oleh
FAIRUZ NAJLA, S.KED
HANINA IZNI MUTHMAINA, S.KED
ZAHRATUL SHAVITRI, S.KED
 
Pembimbing :
dr. SITI NOORCAHYATI, Sp. P
DEFINISI PPOK
(Penyakit Paru Obstruksi Kronik)

Penyakit paru yang dapat dicegah dan diobati,


ditandai oleh hambatan aliran udara yang tidak
sepenuhnya reversibel, bersifat progresif dan
berhubungan dengan respons inflamasi paru
terhadap partikel atau gas beracun/ berbahaya,
disertai efek ekstraparu yang berkontribusi
terhadap derajat berat penyakit
BRONKHITIS KRONIK EMFISEMA

Kelainan saluran napas yang


Suatu kelainan anatomis
ditandai oleh batuk kronik
paru yang ditandai oleh
berdahak minimal 3 bulan
pelebaran rongga udara
dalam setahun, sekurang-
distal bronkiolus terminal,
kurangnya dua tahun
disertai kerusakan dinding
berturut - turut, tidak
alveoli
disebabkan penyakit lainnya
PPOK
EPIDEMIOLOGI PPOK

 Berdasarkan hasil penelitian prevalensi PPOK meningkat dari


tahun ke tahun
 Di Amerika Serikat prevalensi berkisar 5-9% pada usia > 45
tahun
 Di Asia Pasifik rata-rata 6,3%
 Di Indonsesia diperkirakan terdapat 4,8 juta pasien dengan
prevalensi 5,6%
 Angka ini bisa meningkat dengan semakin banyaknyanya jumlah
perokok karena 90% pasien PPOK adalah perokok atau mantan
perokok
 PPOK sebanyak 54,5 % terjadi pada penduduk laki-laki, dan 1,2%
pada penduduk perempuan
ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO PPOK

Asap rokok

Polusi udara Jenis kelamin dah faktor pekerjaan

Infeksi saluran nafas Asma

Faktor genetik Stress oksidatif

Status sosio ekonomi dan Faktor pertumnuhan dan


status nutrisi perkembangan paru
Derajat berat merokok dengan Indeks Brinkman
(IB), yaitu perkalian jumlah rata-rata batang
rokok dihisap sehari dikalikan lama merokok
dalam tahun

Ringan : 0-200
Sedang : 200-600
Berat : >600
KLASIFIKASI PPOK

Derajat Klinis Faal Paru


Derajat I: PPOK Ringan Gejala batuk kronik dan -VEP1 /KVP < 70%
produksi sputum adatapi -VEP1 ≥80% prediksi
tidak sering. dengan atau tanpa gejala

Derajat II: PPOK Sedang Gejala sesak mulai -VEP1/KVP ≤70%


dirasakan saat aktivitas -50% < VEP1 < 80%
dan kadang ditemukan prediksi dengan atau
gejala batuk dan produksi tanpa gejala
sputum.

Derajat III: PPOK Berat Gejala sesak lebih berat, -VEP1/KVP ≤ 70%


penurunan aktivitas,rasa - 30% < VEP1≤ 50%
lelah dan serangan prediksi dengan atau
eksaserbasi makinsering tanpa gejala

Derajat IV: PPOK  Sangat Gejala di atas ditambah - VEP1/KVP < 70%
Berat tanda-tanda gagal napas - VEP1 < 30% prediksi
atau gagal jantung kanan gagal nafas atau gaga;
dan ketergantungan jantung
oksigen.
PATOFISIOLOGI PPOK
Lanjutan…
GEJALA KLINIS

Batuk Produksi
Kronik Sputum

Aktivitas Sesak
Terbatas nafas

Ronkhi Wheezing
DIAGNOSIS PPOK

 
 Riwayat perokok atau bekas perokok dengan
atau tanpa gejala pernapasan.
Riwayat terpajan zat iritan yang bermakna di
tempat kerja.
Riwayat penyakit emfisema pada keluarga.
Anamnesis Terdapat faktor predisposisi pada masa
bayi/anak, mis berat badan lahir rendah (BBLR),
infeksi.
 Saluran napas berulang, lingkungan asap rokok
dan polusi udara.
Batuk berulang dengan atau tanpa dahak.
Sesak dengan atau tanpa bunyi mengi.
Lanjutan… -I

 Inspeksi : bentuk dada barrel chest, terdapat cara


bernapas purse lip breathing, terlihat penggunaan dan
hipertrofi otot bantu nafas, pembesaran sela iga.

Pemeriksaan  Palpasi : Fremitus melemah, sela iga melebar


Fisik
 Perkusi : Hipersonor, batas jantung mengecil, letak
diafragma rendah, hepar terdorong kebawah

 Auskultasi : Suara nafas vesikuler melemah atau


normal, ekspirasi memanjang mengi (pada saat
eksarsebasi) dan ronki
Lanjutan…
Rutin
1. Faal paru
o Spirometri
o Uji bronkodilator
2. Darah rutin
3. Radiologi (foto toraks)
Pemeriksaan
Penunjang Pemeriksaan Khusus (tidak rutin)
o Uji latih kardiopulmoner
o Elektrokardiografi
o Ekokardiografi
o Analisis gas darah
Lanjutan
DIAGNOSIS BANDING PPOK
Diagnosis Gambaran Klinis
Asma o Onset usia dini
o Gejala bervariasi dari hari ke hari
o Gejala pada waktu malam/dini hari lebih menonjol
o Ditemukan riwayat alergi, rinitis atau eczema
o Ada riwayat asma dalam keluarga
o Hambatan aliran udara umumnya reversibel
Gagal Jantung o Adanya riwayat Hipertensi
Kongestif o Ditemukan ronki basah pada basal paru
o Gambaran foto thoraks berupa pembesaran jantung dan
edema paru
o Pemeriksaan faal paru restriksi, bukan obstruksi
Beonkiektasis o Sputum purulen dalam jumlah yang banyak
o Sering berhubungan dengan infeksi bakteri
o Ronki basah kasar
o Gambaran foto thoraks tampak honeycomb appearance
dengan penebalan dinding bronkus
Lanjutan…
Lanjutan…

Perbedaan asma, PPOK dan SOPT

Asma PPOK SOPT

Timbul pada usia muda ++ - +

Riwayat merokok +/- - -

Riwayat atopi ++ +++ -

Sesak dan mengi berulang +++ + -

+ +

Batuk kronik berdahak + ++ +

Hipereaktiviti bronkus +++ + +/-

Reversibiliti obstruksi ++ - -

Variabiliti harian ++ + -

Eosinofil sputum + - ?

Neutrofil sputum - + ?

Makrofag sputum + - ?
PENATALAKSANAAN PPOK

Edukasi
Farmakologi
Lainnya
• Berhenti Merokok REGULER :
• Pengetahuan Dasar PPOK Bronkodilator
• Obat- Obatan • Antikolinergik
• Terapi Oksigen
•Pencegahan Perburukan • Agonis Beta2
•Xantin • Ventilasi Mekanik
Penyakit
• Menghindari Pencetus •Kombinasi SABA + LABA • Nutrisi
• Penyesuaian Aktivitas • Kombinasi LABA + Steroid • Rehabilitasi
BILA PERLU : • Intervensi Bedah
• Ekspektoran
•Mukolitik
•Antioksidan
•Vaksin
Algoritme penanganan PPOK
KOMPLIKASI PPOK

Gagal Napas

Infeksi Berulang

Kor Pulmonal
PROGNOSIS PPOK

Tergantung pada:
1.      Beratnya obstruksi
2.      Adanya kor pulmonale
3.      Kegagalan jantung kongestif 4.     
Derajat gangguan analisa gas darah
TERIMA
KASIH