0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan22 halaman

Panduan Ekstraksi Vakum dan Forceps

Dokumen tersebut membahas tentang ekstraksi vakum dan forceps pada persalinan. Ekstraksi vakum dan forceps digunakan untuk mempercepat persalinan dengan menarik kepala janin menggunakan alat. Dokumen menjelaskan prosedur, indikasi, kontraindikasi, komplikasi, dan keuntungan serta kerugian dari kedua metode tersebut.

Diunggah oleh

GIOVANI 102015078
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan22 halaman

Panduan Ekstraksi Vakum dan Forceps

Dokumen tersebut membahas tentang ekstraksi vakum dan forceps pada persalinan. Ekstraksi vakum dan forceps digunakan untuk mempercepat persalinan dengan menarik kepala janin menggunakan alat. Dokumen menjelaskan prosedur, indikasi, kontraindikasi, komplikasi, dan keuntungan serta kerugian dari kedua metode tersebut.

Diunggah oleh

GIOVANI 102015078
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EKSTRAKSI VAKUM FORCEPS

Pembimbing : dr. Yanto Kusnawara, Sp.OG(K)


Disusun oleh:
1. Mutiara Fitri (112019066)
2. Giovani Nando Erico diantama (112019123)
3. Nur Fatihah Binti Abd Rahman (112019181)
KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOJA, JAKARTA UTARA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

PERIODE 23 NOVEMBER 2020 – 26 DESEMBER 2020


PENDAHULUAN

• Persalinan  proses yang dilalui oleh ibu hamil pada akhir trimester kehamilan 
pengeluaran janin melalui jalan lahir sampai dengan bayi dan ibu dapat melangsungkan
kehidupannya secara terpisah dengan atau tanpa penyulit persalinan.

• Berbagai penyebab dan faktor risiko yang membahayakan baik bagi ibu dan bayinya 
partus lama  persalinan dengan bantuan alat vakum dan forsep.
EKSTRAKSI VAKUM

• Ekstraksi vakum merupakan tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala
pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi dengan
menggunakan alat yang dinamakan ekstraktor vakum atau ventouse, ekstrator atau alat
Malmstrom.
BENTUK DAN BAGIAN EKSTRAKTOR VAKUM

• Mangkuk atau kap


• Botol
• Karet penghubung
• Rantai penghubung antara antara mangkuk
dan pemegang
• Pemegang
• Pompa penghisap
INDIKASI, KONTRA INDIKASI DAN SYARAT
KHUSUS
Indikasi Kontra indikasi
•Ibu
• Untuk memperpendek kala II, misalnya
-Ruptur uteri membakat
karena:
-Pada penyakit- penyakit di mana ibu secara mutlak
- Penyakit jantung kompensata tidak boleh mengejan misalnya payah jantung,
- Penyakit paru- paru fibrotik preeklampsia berat.
-Panggul sempit (disproporsi kepala-panggul)
• Kala II lama dengan presentasi kepala dan
•Janin
pemantauan partograph. Biasanya kepala -Malpresentasi (dahi, puncak kepala, muka, bokong)
tidak lahir karena adanya lilitan tali pusat, -Makrosomia
inersia uteri dan malposisi. -Koagulopati pada janin
• Gawat janin ( masih kontroversi) -Janin preterm
Syarat Khusus
• Pembukaan serviks lengkap
• Presentasi belakang kepala
• Cukup bulan ( aterm)
• Tidak ada kesempitan panggul
• Janin hidup
• Penurunan kepala janin di level 2 atau tak lebih dari 1/5 di atas simfisis
• Kontraksi baik dan ada tenaga untuk meneran
• Ketuban sudah pecah atau dipecahkan
• Alat ekstraktor vakum berfungsi baik
PROSEDUR
• Litotomi

• Anestesia infiltrasi atau pudendal nerve block

• Pilih mangkuk yang akan dipaka

• Dilakukan penghisapan dengan pompa penghisap bertekanan – 0,2 kg/cm


dengan interval 2 menit. Tenaga vakum yang diperlukan ialah: - 0,7 sampai-
0,8 kg/cm. Ini membutuhkan waktu kurang lebih 6-8 menit. Dengan adanya
negatif ini, maka dalam mangkok akan terbentuk kaput suksedaneum
artifisialis.

• Sebelum mulai melakukan traksi, dilakukan periksa dalam ulang untuk


memastikan apakah ada bagian- bagian jalan lahir yang ikut terjepit.

• Bersamaan dengan timbulnya his, ibu disuruh mengejan dan mangkuk ditarik
searah dengan arah sumbu panggul. Pada waktu melakukan tarikan ini harus
ada koordinasi yang baik antara tangan kiri dan tangan kanan penolong.
• Ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri menahan mangkuk, sedangkan tangan kanan melakukan tarikan dengan
memegang pada pemegang. Maksud tangan kiri menahan mangkuk ialah agar mangkuk selalu dalam posisi yang
benar dan bila sewaktu- waktu mangkok lepas, maka mangkok tidak akan meloncat ke arah muka penolong.

• Traksi dilakukan terus menurus selama ada his

• Kepala janin dilahirkan dengan menarik mangkuk ke arah atas, sehingga kepala janin melakukan Gerakan
defleksi dengan suboksiput sebagai hipomokhlion dan berturut- turut lahir bagian- bagian kepala.

• Episiotomi.
KEGAGALAN EKSTRAKSI VAKUM

• ekstraksi vakum dianggap gagal bila ditemukan penyebab kegagalan pada ekstraksi vakum yaitu:
kondisi seperti berikut ini, yaitu: kepala tidak • Tenaga vakum terlalu rendah
turun pada tarikan, jika tarikan sudah tiga kali
• Tenaga negative dibuat terlalu cepat
dan kepala bayi belum turun, atau tarikan
• Selaput ketuban melekat
sudah 30 menit dan mengkok lepas pada tarikan
• Bagian jalan lahir terjepit
dengan tekanan maksimum.
• Koordinasi tangan kurang baik

• Traksi terlalu kuat

• Cacat alat

• Disproporsi sefalo-pelvik yang sebelumnya tidak

diketahui.
KOMPLIKASI

Ibu • Perdarahan subkonjungtiva

• Perdarahan • Fraktur klavikula


• Trauma jalan lahir • Distosia bahu
• Infeksi • Trauma pada kranialis 6 dan 7
Janin • Erb’s paralisis
• Ekskoriasi kulit kepala
• Perdarahan retina
• Sefalhematoma
• Nekrosis kulit kepala
• Subgaleal hematoma
• Kematian Janin
KEUNTUNGAN EKSTRAKSI VAKUM

• Pemasangan mudah ( mengurangi bahaya trauma dan infeksi)

• Tidak diperlukan narcosis umum

• Mangkuk tidak menambah besar ukuran kepala janin yang harus melalui jalan lahir

• Ekstraksi vakum dapat dipakai pada posisi kepala janin yang masih tinggi dan pembukaan

serviks belum lengkap

• Trauma pada kepala janin lebih ringan


KERUGIAN EKSTRAKSI VAKUM

• Persalinan janin memerlukan waktu yang lebih lama

• Pemeliharaannya lebih sukar, karena bagian- bagiannnya banhyak terbuat dari karet harus
selalu kedap udara
EKSTRAKSI FORCEP

• Ektraksi forceps atau ekstraksi cunam adalah tindakan obstetrik yang bertujuan untuk
mempercepat kala pengeluaran dengan jalan menarik bagian terbawah janin (kepala)
dengan alat cunam

• Tindakan ini dilakukan karena ibu tidak dapat mengedan efektif untuk melahirkan janin.
Walaupun Sebagian besar proses pengeluaran dihasilkan dari ekstraksi forcep, tetapi
bukan berarti kekuatan menjadi tumpuan keberhasilan.
SYARAT KHUSUS

1. Pembukaan lengkap
2. Selaput ketuban pecah atau dipecahkan
3. Presentasi kepala dan ukuran kepala cakap cunam
4. Tidak ada kesempitan panggul
5. Janin hidup
6. Penurunan H III + atau H III-IV
7. Kontraksi Rahim baik
8. Ibu tidak gelisah/kooperatif
BAGIAN MEMBENTUK FORCEPS

• Daun forceps
• Bagian yang di pakai untuk mencengkam kepala janin

• Tangkai forceps (shank)


• Bagian antara dua daun dan kunci cunam
• Ada jenis terbuka dan tertutup

• Kunci forceps
• handle
PROSEDUR

• Ulangi manuver yang sama pada sisi lain


dari kepala janin untuk memasang
sendok kanan dan tangan kiri menjadi
alur masuk sendok tersebut
• Turunkan gagang cunam dan kemudian
lakukan penguncian
• Kesulitan dalam melakukan penguncian
dapat menjadi indikasi pemasangan yang
kurang tepat
• Setelah dilakukan penguncian, lakukan tarikan ke arah
bawah pada gagang cunam dan kemudian lakukan
tarikan ke arah bawah dan distal terhadap jalan lahir ,
sehingga kepala dapat ditarik keluar dari jalan lahir.
• Sebelum bayi dilahirkan, lakukan pemeriksaan denyut
jantung janin untuk memastikan kondisi janin tetap baik.
• Jika perineum dan lingkar introitus seperti bentuk
mahkota maka lakukan episiotomi
• Setelah 2-3 kali penarikan, kepala bayi sebaiknya dapat
dilahirkan
KEGAGALAN

• Kepala janin tidak turun walaupun telah dilakukan penarikan dengan benar
• Bayi tidak lahir setelah 3 kali tarikan atau setelah 30 menit cunam terpasang
• Setiap pemasangan dan penarikan cunam, seharusnya di artikan sebagai cunam percobaan
dan jangan melakukan paksaan jika pada saat melakukan penarikan ternyata kepala tidak
turun
• Jika terjadi kegagalan ekstraksi cunam maka lakukan Tindakan seksio sesarea
• Simfisiotomi bukan pilihan pada gagal cunam
KOMPLIKASI

Bayi
• Trauma nervus fasialis
• Laserasi kulit muka dan kepala
• Fraktura pada tulang pipi atau muka
Ibu
• Robekan jalan lahir
• Simfisiolisis
• Trauma kandung kemih
• Ruptura uteri
KESIMPULAN

• Untuk dapat melakukan ekstraksi vakum dan forcep harus memenuhi syarat dan indikasi
medik serta tidak adanya kontra indikasi yang membahayakan bagi ibu dan anak.

• Keuntungan penggunaan ekstraktor vakum adalah efek traumatik yang ditimbulkan lebih
ringan dari pada penggunaan forceps.

• Kerugiannya adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan ekstraksi vakum relatif
lebih lama sehingga tidak dapat digunakan pada kasus gawat janin, biaya cukup mahal.

Anda mungkin juga menyukai