LOGIKA
MATEMATIKA
Logika
Matematika
A. Pernyataan, Nilai
Kebenaran, Dan
Kalimat Terbuka.
B. Ingkaran,
Disjungsi, Konjungsi,
Implikasi, Dan
Biimplikasi.
C. Pernyataan
Majemuk, Tautologi,
Pernyatan Majemuk
Yang Ekivalen
PERNYATAAN, NILAI KEBENARAN,
DAN KALIMAT TERBUKA.
Pernyataan
Pernyataan adalah kalimat yang hanya bernilai benar saja
atau salah saja, tetapi tidak dapat sekaligus benar atau salah.
Contoh:
1. SMK merupakan sekolah kejuruan.
2. Semua segitiga jumlah sudutnya adalah 90º.
3. Jakarta adalah ibu kota negara indonesia.
4. Ada 6 hari dalam 1 minggu.
5. Semua bilangan prima adalah ganjil.
Lambang Dan Nilai Kebenaran Suatu
Pernyataan
Satu pernyataan biasanya dilambangkan dengan memaikai huruf
kecil, seperti a,b,c,d, …. Dan seterusnya.
Benar atau salah suatu pernyataan dapat ditentukan memakai:
1. Dasar Empiris, yaitu menyatakan benar atau salah sebuah
pernyataan berdasarkan fakta yang ada atau dijumpai dalam
kehidupan sehari-hari.
Contoh:
a. Ibukota Jawa Timur adalah Surabaya
b. Air adalah benda padat
2. Dasar Tak-empiris, yaitu menentukan benar atau salah dari
sebuah pernyataan dengan memakai bukti atau perhitungan
matematika.
Contoh:
a. Akar persamaan dari adalah 2
Pernyataan yang benar dikatakan mempunyai nilai
kebenaran B (benar), sedangkan untuk pernyataan yang
salah dikatakan mempunyai nilai kebenaran S (salah). Kata
nilai kebenaran dilambangkan dengan memakai huruf Yunani
Contoh:
1. = B
2. q : 10 kurang dari 5, merupakan pernyataan yang salah.
Kalimat Terbuka Dan Tertutup
Kalimat tertutup adalah suatu kalimat yang hanya memiliki
niali Benar saja atau nilai Salah saja.
Kalimat terbuka adalah kalimat yang memuat peubah atau
variable, sehingga belum diketahui nilai kebenaran, yaitu
bisa Benar (B) atau Salah (S) dan tidak bisa kedua-duanya.
Kalimat terbuka tersebut dapat diubah menjadi bentuk
pernyataan, jika variablenya diganti dengan suatu konstanta.
Contoh
1. Jakarta adalah ibu kota indonesia
2. Hukum pytagoras berlaku untuk semua segitiga
3.
INGKARAN, DISJUNGSI, KONJUNGSI,
IMPLIKASI, DAN BIIMPLIKASI.
INGKARAN/NEGASI
Jika p adalah pernyataan yang diketahui maka ingkaran atau negasi p dapat
ditulis dengan memakai lambang ~p
Jika satu pernyataan p benar, maka negasinya ~p salah, sebaliknya jika
pernyataan p salah, maka negasi ~p benar.
Tabel kebenaran untuk negasi
p ~p
B S
S B
Contoh:
Tentukan negasi dari pernyataan dibawah ini:
1. Papan tulis itu warnanya hitam.
2. 2x5=10
3. 7 adalah bilangan prima.
4. 3 adalah faktor dari 13.
5. adalah bilangan bulat.
DISJUNGSI
Dari pernyataan p dan pernyataan
q, dapat dibuat pernyataan
baru dengan cara menggabungkan kedua pernyataan tersebut
memakai kata penghubung “atau”, berbentuk “p atau q”. “p
atau q” dilambangkan “”.
Pernyataan “” benar , jika salah satu diantara p dan q benar
atau p dan q dua-duanya benar.
Pernyataan “” salah, jika p dan q dua-duanya salah.
Tabel kebenaran disjungsi “”
p q pq
B B B
B S B
S B B
S S S
Contoh 1:
a. Jakarta ada di pulau jawa atau 3×5=15
b. Jakarta ada di pulau jawa atau 3×5=8
c. Jakarta ada di pulau bali atau 3×5=15
d. Jakarta ada di pulau bali atau 3×5=8
Contoh 2:
a. Tentukan x agar pernyataan “ atau bukan bilangan real” bernilai
salah!
KONJUNGSI
Dari pernyataan p dan pernyataan q, dapat dibuat pernyataan baru
dengan cara menggabungkan kedua pernyataan tersebut memakai
kata penghubung “dan”, berbentuk “p dan q”. “p dan q”
dilambangkan “”.
Pernyataan “” benar, jika p dan q benar.
Pernyataan “” salah, jika p atau q salah atau p salah dan q salah.
Tabel kebenaran konjungsi “”
p q pq
B B B
B S S
S B S
S S S
Contoh 1:
a. 4+2=6 dan 8 adalah bilangan genap
b. 4+2=6 dan 8 adalah bilangan ganjil
c. 4+2=5 dan 9 adalah bilangan genap
d. 4+2=5 dan 9 adalah bilangan ganjil
Contoh 2:
a. Tentukan nilai x agar pernyataan “ 2x-5=7 dan 13 bilangan
prima” bernilai benar!
IMPLIKASI
Implikasi disebut juga kondisional.
Dari dua pernyataan p dan q
dapat dibentuk pernyataan baru dengan menggunakan kata
penghubung “jika…maka…” atau “jika p maka q”. “jika p maka
q”dilambangkan . p disebut hipotesa/sebab dan q disebut
konklusi/akibat.
Nilai kebenaran implikasi dapat ditentukan dengan menggunakan
definisi berikut:
dinyatakan salah, jika p benar dan q salah. Dalam kemungkinan yang
lainnya dinyatakan benar.
Tabel kebenaran
p imlikasi
q
B B B
B S S
S
S B
B B
B
S
S S
S B
B
Contoh 1:
a. 5 adalah bilangan prima, maka 6:2=3
b. 4 adalah bilangan prima, maka 6:2=3
c. 5 adalah bilangan prima, maka 6:2=4
d. 4 adalah bilangan prima, maka 6:2=4
Contoh 2:
e. Tentukan agar nilai x implikasi “jika 2x-4=8 maka 9 adalah
bilangan prima” merupakan pernyataan yang benar!
f. Diketahui proposisi-proposisi berikut:
p: Ali rajin belajar, q: Ali naik kelas. Tentukan pq nya?
BIIMPLIKASI
Biimplikasi disebut juga bikondisional.
Dari dua pernyataan p
dan q dapat dibentuk pernyataan baru “p jika dan hanya jika q”.
“jika p maka q”dilambangkan .
Pernyataan dinyatakan benar, jika
Pernyataan dinyatakan salah, jika .
Tabel kebenaran biimpliksai
p q
B B B
B S S
S B S
S S B
Contoh 1:
a. 4×5=20 jika dan hanya jika 20:4=5
b. 4×5=20 jika dan hanya jika 20:4=8
c. 4×5=9 jika dan hanya jika 20:4=5
d. 4×5=9 jika dan hanya jika 20:4=8
Contoh 2:
a. Tentukan harga x agar biimplikasi “ jika dan hanya jika ”
bernilai benar!
PERNYATAAN MAJEMUK, TAUTOLOGI,
PERNYATAN MAJEMUK YANG EKIVALEN
Pernyataan Majemuk Dan Nilai Kebenarannya
Pernyataan majemuk adalah pernyataan yang terbentuk dari
beberapa tunggal (komponen) yang dirangkai dengan
menggunakan kata hubung logika.
Contoh
1. Tentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk ~()
2. Tentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk (
Penyelesaian:
1. ~()
p q ~q () ~()
B B S B S
B S B B S
S B S S B
S S B B S
2. (
p q ~p ( (
B B S S B
B S S S B
S B B B S
S S B S B
TAUTOLOGI
Tautologi adalah sebuah pernyataan majemuk yang selalu benar untuk
semua kemungkinan nilai kabenaran dari pernyataan-pernyataan
komponennya.
Implikasi logis adalah sebuah tautologi yang memuat pernyataan implikasi.
Contoh
1. Tunjukan bahwa pernyataan majemuk [ adalah sebuah tautologi
Penyelesaian:
p q [
B B B B B
B S S S B
S B B S B
S S B S B
DUA BUAH PERNYATAAN MAJEMUK
YANG EKUIVALEN
Tautologi yang berbentuk dinamakan ekuivalen logis dan dituliskan dengan
lambang
Dua buah pernyataan majemuk dikatakan ekuivalen, jika kedua pernyataan
majemuk itu mempunyai nilai kebenaran yang sama untuk semua
kemungkinan nilai kebenran pernyataan-pernyataan komponennya.
Contoh:
1. Tunjukan bahwa
Penyelesaian:
p q ~p ~q
B B S S B S S
B S S B B S S
S B B S B S S
S S B B S B B