TRAUMA HEALING
Magelang, 29 Juli 2023
Siapa saja yang bisa
mengalami trauma ?
Trauma bukanlah hal yang hanya dialami oleh orang
dewasa. Anak-anak juga bisa mengalami trauma akibat
berbagai faktor seperti kekerasan, kehilangan orangtua,
atau bahkan perceraian orangtua. Selain itu, anak-anak
yang tinggal di daerah konflik atau bencana alam juga
rentan mengalami trauma.
Apa saja
masalah
anak?
setuju/
tidak
setuju
Anak yang mogok sekolah adalah anak
nakal
setuju/
tidak
setuju
Kenakalan anak terjadi karena pengaruh
lingkungan
BEDAKAN DENGAN:
- kenakalan anak yg wajar sebagai bagian perkembangan
-sikap kritis, independen, memberontak, mempertanyakan aturan,
yg merupakan kekuatan anak/remaja di jangka panjang
Apakah Trauma Healing?
• Trauma healing adalah suatu
Tindakan yang dilakukan untuk
membantu orang lain untuk
mengurangi bahkan menghilangkan
gangguan psikologis yang sedang
dialami yang diakibatkan syok atau
trauma.
Manfaat:
• Menghilangkan beban di pikiran
• Membuat Bahagia
• Menjadi pribadi yang lebih ikhlas
• Menjadi semangat Kembali
• Membuat hati tenang dan tentram
• Lebih peka untuk menyikapi keadaan yang ada
Faktor penyebab anak mengalami trauma
• menjadi korban perundungan (bullying), cekcok orangtua,
mengalami kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual,
bencana alam, kematian orang terdekat, kecelakaan, dan lain-
lain.
Gejala anak mengalami trauma
1. Perubahan Perilaku
• Biasanya perubahan emosi anak yang sedang mengalami trauma juga dibarengi dengan perubahan
perilaku. Selain jadi lebih manja, anak yang tadinya sudah tidak mengompol jadi kembali mengompol
karena cemas. Atau anak yang tadinya tidak rewel jadi kembali rewel karena ketakutan. Dan yang
paling parah, anak bisa menolak untuk makan sehingga menimbulkan masalah kesehatan lainnya.
2.Perubahan Emosi
Perubahan emosi merupakan gejala yang paling mungkin terlihat ketika anak mengalami trauma. Anak yang
mengalami trauma biasanya menjadi lebih sering ketakutan, bahkan pada sesuatu yang seharusnya tidak perlu
ia takuti. Selain itu, anak juga sering merasa sedih dan menangis tanpa sebab. Bahkan, tak jarang ia suka
menyalahkan dirinya sendiri.
3. Menjadi Pendiam
• Kita patut curiga kalau biasanya sifat anak periang dan terbuka dengan orang tuanya,
lalu mendadak ia jadi pendiam dan tertutup, Apalagi kalau anak sampai menjauh.
Cobalah tanyakan apa yang sedang mereka pikirkan atau seputar perubahan
perilakunya tersebut. Jika pendekatan yang kamu lakukan berhasil, biasanya sedikit
demi sedikit anak akan bercerita.
4.Menjadi Manja
Oleh karena ingin memperoleh perhatian yang lebih, biasanya anak akan menjadi lebih manja.
Sebagai orangtua, jangan langsung memarahi anak. Kita bisa tanyakan kepada anak apa yang
membuatnya seperti itu.
Beberapa hal yang bisa orangtua lakukan di rumah untuk membantu anak keluar dari trauma yang dialaminya::
1. Berikan Rasa Tenang
Rasa tenang yang diperoleh anak akan meningkatkan rasa percaya diri anak. Agar anak merasa tenang, Jelaskan bahwa trauma dapat dialami oleh siapa saja. Selain itu, sampaikan juga bahwa rasa cemas merupakan hal yang wajar.
2. Latih Keberanian Anak
Jangan biarkan anak tenggelam pada trauma yang dialaminya karena dapat menyebabkan anak semakin merasa cemas dan takut. Dalam melatih keberanian anak, pastikan oranngtua melakukannya secara bertahap. Misalnya, dimulai dengan mengenalkan anak pada sumber
trauma atau melatihnya untuk lebih bersikap bijak menyikapi suatu kejadian.
3. Bimbing Anak dengan Sabar
Anak-anak mudah mengatasi stres psikologis terhadap trauma. Oleh karena itu, orangtua harus sabar dan berperan aktif saat anak berusaha melewati masa-masa penuh kecemasannya
Hal yang dilakukan orang tua saat anak trauma
agar anak tidak mengalami PTSD?
• 1. Orang tua dapat menanyakan apa anak pikirkan, apa yang ia lihat, dan apa yang mereka rasakan
setelah melihat peristiwa traumatis tersebut.
• 2. Orang tua bisa membiarkan anak untuk mengungkapkan perasaan mereka sembari didengarkan
baik-baik. Bila anak sulit mengungkapkan dengan cerita langsung, Anda dapat mengetahui
perasaannya lewat cara lain.
• 3. Anak yang khususnya usia di bawah 6 tahun, biasanya lebih mudah mengungkapkan
perasaannya dengan ada simbol-simbol dari apa yang mereka gambar dan boneka yang mereka
mainkan
• 4. Orang tua juga dapat bantu menciptakan rasa aman pada diri mereka. Misalnya dengan
mengatakan “ Tenang ya adik, di sini ada Ayah dan Ibu yang menjaga kamu, kamu aman sekarang
PENGGOLONGAN TRAUMA HEALLING
• Trauma Ringan
Trauma ringan adalah trauma akibat suatu kejadian yang mengganggu
kejiwaan seseorang yang mudah disembuhkan.
Trauma ini biasanya akibat beberapa kejadian:
Misalnya
Kecelakaan kendaraan bermotor yang menyebabkan luka ringan
Akibat ucapan atau perbuatan seseorang berupa penghinaan
Trauma Sedang
• Adalah trauma akibat suatu kejadian yang mengganggu kejiwaan
seseorang yang dapat mengubah perilaku seseorang dalam jangka
waktu tertentu.
• Penyebab Trauma ini antara lain :
• Musibah atau kecelakaan yang merenggut nyawa orang-orang terdekat
korban.
• Perbuatan seseorang yang menghilangkan nyawa anggota keluarga
Trauma Berat
• Adalah Trauma akibat suatu kejadian yang menggangu kejiwaan
seseorang yang terjadi berkepanjangan. Biasanya trauma ini sulit
disembuhkan dan memakan waktu yang cukup panjang untuk
penyembuhannya.
PenyebabTrauma ini antara lain :
Musibah atau kecelakaan yang merenggut nyawaorang yang
sangatdi cintai.
Intimidasi yang terstruktur dan berkepanjangan
Merasa bersalah yang berlebihan
Pelaksanaan Trauma Healing
KEGIATAN TRAUMA HEALING
TERAPI BERMAIN
Bermain merupakan suatu aktifitas yang
dilakukan dengan sukarela atas dasar rasa senang
dan menumbuhkan aktifitas yang dilakukan
secara spontan
Terapi bermain merupakan salah satu kegiatan
yang dapat dilakukan dimana saja, kapansaja , dan
dengan siapa saja, karena dari anak kecil sampai
dewasa suka dengan yang namanya bermain
Terapi Aktifitas Kelompok
• Adalah suatu terapi modalitas yang dilakukan oleh
terapis kepada sekelompok klien yang mempunyai
masalah yang sama.
• Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang
saling tergantung, saling membutuhkan, dan menjadi
laboratorium berlatih perilaku adaptif untuk
memperbaiki perilaku yang mal adaptif
SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)
• Teknik ini mengkombinasikan
Teknik relaksasi-meditative dan
akunpuntur. Kegiatan SEFT ini
dilakukan sekitar 3-5 menit
Terapi Memasak
• Terapi memasak ini dilakukan oleh
masyarakat dengan cara memasak
secara bersama-sama sehingga ada
interaksi antar individu,dan
masing-masing individu tidak
berlarut-larut dalam kesedihan
mereka masing-masing
TEKNIK RELAKSASI
• Relaksasi ini dapat dilakukan dengan
tujuan untuk menenangkan diri,
menyelaraskan apa yang ada pada
diri individu, dan menghilangkan
beban yang ada, sehingga lebih
rilaks dan merasa nyaman
PENANGANAN TRAUMA HEALING
• TRAUMA RINGAN
a.Mengajaknya ngobrol dan mendengarkan keluh kesahnya
b.Jangan mengungkit kejadian penyebab trauma
c.Memberikan pengertian dan motivasi bahwa musibah itu adalah
ujian untuk meningkatkan derajat seseorang
d.Mengajaknya bermain permainan yang disukai korban.
e.Jika gejala berlanjut bawa ke psikiater
PENANGANAN TRAUMA HEALING
• TRAUMA SEDANG
a.Intensifkan mendengarkan, hindari kesan menasehati, biarkan korban
merasa nyaman dengan keberadaan anda.
b.Janganmengungkit kejadian penyebab trauma karena akan mengingatkan
Kembali kejiadian penyebab trauma.
c.Gali informasi mengenai karakter korban, apa yang disukai atau tidak
disukai.
d.Berikan motivasi, jadikan diri sikorban menjadi penting dan dibutuhkan
orang sekitarnya
.e.Ajak bermain dengan permainan mendidik yang disukai korban
PENANGANAN TRAUMA HEALING
TRAUMA BERAT
• Penanganan trauma berat sebaiknya diserahkan kepada
dokter kejiwaan atau psikiater. Psikiater sudah punya trik-trik jitu
untuk menangani trauma jenis ini. Yang perludi waspadai pada
trauma berat:
a.Kejiwaan yang sangat tidak stabil
b.Sering melakukan perbuatan tidak rasional
c.Mudah tersinggung
sili en
Re
yg mampu mengatasi stres
sehari- sehari ( a good
k problem solver) percaya diri
a
An
dan meningkatkan kompetensi
ketika dihadapkan pada
tantangan
pulih dari pengalaman traumatis
didukung oleh kepribadian anak,
dukungan sosial, dan
ketersediaan sumber daya yang
cukup.
Pencegahan oleh orang tua:
pengasuhan otoritatif
TERIMAKASIH….