Anda di halaman 1dari 29

Oleh : Alexander Kam Dicko K Pratama Hary Romeo I

Preseptor: Dr. Kemala Sayuti, Sp. M(K) Dr. Fitratul Ilahi, Sp. M

Kulit tipis di depan

- Palpebra
Konjungtiva tarsal di belakang Kelenjar : Kelenjar Moll Kelenjar Zeis

Kelenjar Meibom
Kelenjar sebasea Otot : M. Orbicularis Okuli

M. Levator Palpebra

Perdarahan

A. Palpebra

KRONIS

Etiologi Masih belum diketahui Predisposisi a. sering pada anak-anak dan dewasa muda b. terbiasa untuk menggaruk kelopak mata c. chronic blepharitis d. diabetes mellitus

Kalazion terjadi pada semua umur Pada umur yang ekstrim sangat jarang terjadi Kasus pediatrik mungkin dapat dijumpai. Pengaruh hormonal terhadap sekresi sebaseus dan visikositas mungkin menjelaskan terjadinya penumpukan pada masa pubertas dan selama kehamilan.

Kronik

Benjolan pada kelopak mata, tidak hiperemis dan tidak nyeri tekan Pseudoptosis Kelenjar preaurikuler tidak membesar. Kadang-kadang mengakibatkan perubahan bentuk bola mata akibat tekanannya sehingga terjadi kelainan refraksi pada mata tersebut. Pada anak muda dapat terabsorbsi spontan.

ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata

Kadang-kadang kalazion sembuh atau hilang dengan sendirinya akibat diabsorbsi (diserap) setelah beberapa bulan atau beberapa tahun.

Kompres hangat 10-20 menit 4 kali sehari Antibiotik topikal dan steroid disertai kompres panas dan bila tidak berhasil dalam waktu 2 minggu maka dilakukan pembedahan. Bila kecil dapat disuntik steroid dan yang besar dapat dilakukan pengeluaran isinya. Bila terdapat sisa dapat dilakukan kompres panas

Untuk mengurangi gejala : Dilakukan ekskokleasi isi abses dari dalamnya atau dilakukan ekstirpasi kaalazion tersebut. Insisi dilakukan seperti insisi hordeolum interna Bila terjadi kalazion yang berulang beberapa kali sebaiknya dilakukan pemeriksaan histopatologik untuk menghindarkan kesalahan diagnosis dengan kemungkinan adanya suatu keganasan.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Tetesi mata dengan pantokain Jepit kalazion dengan klem kalazion Klem dibalik -> konjungtiva tarsal dan kalazion terlihat Insisi tegak lurus margo palpebra Isi kuret dikeluarkan Klem dilepas dan diberi salap mata

Klik untuk melihat video !!!

Penyembuhan spontan yang komplit jarang terjadi. Kalazion besar dapat menimbulkan astigmat. Bila terjadi infeksi sekunder, dapat menimbulkan hordeolum interna. Bisa terbentuk kalsifikasi, namun jarang terjadi Perubahan kearah keganasan pada kelenjar Meibom biasanya pada pasien berumur lanjut

Perawatan baik ->hasil baik. Sering timbul lesi baru, dan rekuren pada lokasi yang sama akibat drainase yang kurang baik. Kalazion yang tidak memperoleh perawatan dapat mengering dengan sendirinya, namun sering terjadi peradangan akut intermiten

Seorang pasien perempuan berumur 46 tahun datang ke poli mata RSUP. Dr. M. Djamil Padang dengan:

Keluhan Utama : Bengkak pada kelopak mata kiri dirasakan semakin membesar sejak 3 bulan yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang : Bengkak pada kelopak mata kiri dirasakan semakin membesar sejak 3 bulan yang lalu. Bengkak dirasakan muncul sejak 3 tahun yang lalu.

Awalnya pasien merasakan gatal pada kelopak mata kirinya, pasien terbiasa untuk menggaruknya, lalu kelopak mata mulai membengkak dan semakin membesar. Pasien merasa tidak nyaman pada mata kirinya dan merasakan adanya gangguan penglihatan sejak 1 tahun yang lalu. Pasien sudah berobat 3 bulan terakhir, tapi bengkak tidak berkurang, obat tidak tahu. Nyeri pada kelopak mata kiri tidak ada.

Riwayat Penyakit Dahulu : - Pasien tidak penah merasakan keluhan yang sama sebelumnya. - Pasien tidak pernah menderita penyakit mata lain sebelumnya. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluarga pasien yang menderita penyakit yang sama.

Pemeriksaan Fisik : Keadan Umum : baik Kesadaran : CMC Tekanan Darah : 120/80 mmHg Frekuensi Nadi : 84 x/menit Frekuensi Napas : 16x/menit

Status Generalisata : dalam batas normal

SO Visus tanpa koreksi Visus dengan koreksi Refleks fundus Silia/supersilia Palpebra superior Palpebra inferior

OD 5/5 f Tidak dilakukan + normal

OS 5/5 f Tidak dilakukan + normal

madarosis (-), trikhiasis (-) madarosis (-), trikhiasis () Udem (-) Udem (-) Teraba massa ukuran 1cm x 1 cm Udem (-)

Margo palpebra
Aparat lakrimalis

Sekret (-)
Lakrimasi N

Sekret (-)
Lakrimasi N

Konjungtiva tarsalis Konjungtiva fornicis Konjungtiva bulbi Sklera

Hiperemis (-), folikel (-), papil (-) putih

Hiperemis (+)

Putih

Kornea

Jernih

Jernih

Kamera Okuli Anterior


Iris Pupil

Cukup dalam
Coklat, rugae (+) Bulat, Reflek cahaya (+)

Cukup dalam
Coklat, rugae (+) Bulat, Reflek cahaya (+)

Lensa
Korpus Vitreus Fundus Papila N. Optikus Retina Makula aa/vv Retina Tekanan bulbus okuli Gerakan bulbus okuli Posisi bulbus okuli

bening
jernih

Bening
jernih

Dalam batas normal

Dalam batas normal

Palpasi N Bebas kesegala arah ortho

Palpasi N Bebas kesegala arah ortho

Diagnosis Kerja : Kalazion OS Anjuran Terapi : Insisi Kalazion dan kuretase


Medikamentosa : Cendomycetin salf

Seorang pasien perempuan berumur 46 tahun datang ke poli mata RSUP. Dr. M. Djamil Padang dengan keluhan utama bengkak pada kelopak mata kiri dirasakan semakin membesar sejak 3 bulan yang lalu. Bengkak dirasakan muncul sejak 3 tahun yang lalu. Awalnya pasien merasakan gatal pada kelopak mata kirinya, pasien terbiasa untuk menggaruknya, lalu kelopak mata mulai membengkak dan semakin membesar. Pasien merasa tidak nyaman pada mata kirinya dan merasakan adanya gangguan penglihatan sejak 1 tahun yang lalu. Pasien sudah berobat 3 bulan terakhir, tapi bengkak tidak berkurang, obat tidak tahu. Nyeri pada kelopak mata kiri tidak ada. Bengkak pada kelopak mata pasien dapat hilang timbul7, namun pada pasien bengkak pada kelopak mata kiri menetap atau tidak hilang timbul.

Dari pemeriksaan fisik ditemukan VOD 5/5 f, VOS 5/5 f, pada palpebra OS superior teraba massa ukuran 1cm x 1cm dan hiperemis pada konjungtiva tarsal OS, dan ketika kelopak di eversikan, tampak massa berwarna kemerahan. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, dapat ditegakkan diagnosis kerjakalazion OS. Terapi pada kalazion secara konservatif berupa menjaga kebersihan dari kelopak mata, kompres hangat, dan me-massage kelopak mata secara gentle bisa menyembuhkan 80% kasus. Antibiotik topikal broad-spectrum juga direkomendasikan untuik beberapa kasus yang sulit. Eksisi didindikasikan untuk kalazia besar yang tidak membaik dengan terapi konservatif. Steroid intralesi diberikan pada kalazia rekuren, kalazia pada margo palpebra, atau dekat dengan punctum lakrimalis, dan pada anakanak. Komplikasi steroid intralesi adalah depigmentasi kulit, atrofi dermis dan lemak, hipertensi okular, dan reaktivasi keratitis herpetik.

Pada kalazion dengan sitologi granuloma supuratif dengan gejala lebih dari 8 bulan, memberikan respon yang baik terhadap pembadahan dari pada injeksi steroid. Oleh karena itu, anjuran terapi pada pasien ini adalah pembedahan berupa insisi dilanjutkan dengan kuretase untuk mengeluarkan isi secara total. Setelah insisi ini, pada OS dioleskan cendomycetin salf.