0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan30 halaman

Dasperlintan & Opt - MG2

Dokumen ini membahas hubungan antara hama dan tanaman inang, menggolongkan hama berdasarkan jenis makanannya (monofag, oligofag, polifag) dan tipe alat mulutnya (pengunyah dan penghisap). Selain itu, dijelaskan tentang gejala serangan hama, populasi, migrasi, fluktuasi populasi, serta metode sampling untuk pengukuran kerusakan. Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat meningkatkan populasi hama, dan daya biotik serangga seperti persepsi, despersi, kompensasi, reproduksi, dan adaptasi juga dibahas.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan30 halaman

Dasperlintan & Opt - MG2

Dokumen ini membahas hubungan antara hama dan tanaman inang, menggolongkan hama berdasarkan jenis makanannya (monofag, oligofag, polifag) dan tipe alat mulutnya (pengunyah dan penghisap). Selain itu, dijelaskan tentang gejala serangan hama, populasi, migrasi, fluktuasi populasi, serta metode sampling untuk pengukuran kerusakan. Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat meningkatkan populasi hama, dan daya biotik serangga seperti persepsi, despersi, kompensasi, reproduksi, dan adaptasi juga dibahas.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hubungan antara hama dengan tanaman

inang tidak dapat dipisahkan (makan dan


tinggal)
Berdasarkan tanaman inang dapat digolongkan :
1. Monofag : memakan 1 jenis tanaman dari 1
famili tanaman (punya 1 macam inang spesifik)
2. Oligofag : memakan 2/beberapa jenis tanaman
dari famili tanaman yang sama (beberapa
macam inang)
3. Polifag : memakan semua jenis tanaman
(punya banyak macam inang)
Fitofag : pemakan tanaman
Dua type dasar mulutnya :
1. Pengunyah/mandibulata
2. Penghisap/Haustelata >> Prolosis : yaitu alat
mulut untuk menghisap

Gejala Serangan : Sangat berhubungan dengan


tipe alat mulut

Mandibulata : Daun sobek, daun berlubang,


lubang gerekan pada batang dan buah, korokan
pada daun

Haustelata : Bekas tusukan, pucuk menjadi


keriting, daun mengkerut, terjadi puru (Gall)
Alat Mulut Tipe Menggigit-mengunyah

labium
klipeus

labrum
mandibel
1. Labrum
2. Mandibel
palpus labium
maksila 3. Maksila
palpus maksila
4. Labium
Alat Mulut Tipe Menusuk-menghisap
Alat Mulut Tipe Menusuk-menghisap

A. Labrum
B. Stilet mandibel
C. Stilet Maksila
D. Labium (rostrum)
Alat Mulut Tipe Meraut-menghisap

cl = klipeus mxplp = palpus maksila


lm = labrum ms = sklerit maksila
lmd = mandibel kiri lb = labium
mx = maksila lbplp = palpus labium
Alat Mulut Tipe Mengait-menghisap

Kepala larva lalat buah


Lalat
Ngengat
dan Kupu-
kupu
Lebah
Madu
Prognath
Menurut cara merusaknya terdiri
dari :
1. Hama puru/bengkak ( puru
terbentuk akibat sekresi yang
dikeluarkan pada waktu
menghisap/merusak jaringan
dan sekresi mengalami
pertumbuhan yang luar biasa

Puru pada daun tanaman jambu


Berbagai jenis puru pada daun bol oleh Megatrioza sp.
dan batang
2. Hama Pemakan
Biasanya yang bertype
menggigit-pengunyah :
Contoh : Leucopolis
rorida, Agrotis, Epilachna

3. Hama penggerek
Hama ini merusak dengan
jalan mengebor bagian
tanaman dan
menghabiskan sebagian
besar hidupnya di dalam
jaringan.
Gerekan pada batang jagung oleh Ostrinia sp.
4. Hama Penghisap
Serangga ini menusuk lapisan epidermis daun dan
menghisap cairan selnya. Bekas tusukan terlihat
berupa bercak-bercak tetapi sel-sel di dalamnya sudah
mengalami kematian.

Bintik-bintik pada bulir padi oleh walang


sangit
POPULASI
Kelompok individu yang mempunyai potensi untuk saling
kawin pada suatu tempat tertentu dan menghasilkan
keturunan. Komunitas yang berinteraksi dengan faktor
abiotik membentuk ekosistem.

Keseimbangan populasi dalam ekosistem mempunyai ciri-


ciri masing-masing serangga:
1. Padat populasi/kerapatan populasi
2. Struktur populasi (Kontinue dan Diskontinue)
3. Pertumbuhan populasi
Pertumbuhan populasi pada suatu waktu ditandai :
• Adanya kelahiran
• Laju kematian
• Migrasi
MIGRASI

1. Annual Migrasi (Berpindahnya populasi


serangga/hama dari suatu daerah ke daerah lain,
karena adanya perubahan musim)
2. Diurnal migrasi (migrasi yang berlangsung
harian, misalnya : larva nyamuk pada siang hari
berada di dasar air dan malam hari berada di
permukaan air)
3. Matemorfek migrasi (terjadi akibat adanya
proses metamorfosa)
Berdasarkan habitatnya, dapat dibedakan :
• Imigrasi : populasi hama dari luar, masuk ke suatu daerah
• Emigrasi : populasi hama dari dalam, keluar daerah
tersebut
FLUKTUASI POPULASI

1. Perubahan musim/cuaca
2. Perubahan populasi musuh alami
3. Perubahan makanan yang tersedia

Kadangkala suatu faktor merupakan penyebab utama


adanya fluktuasi populasi disebut faktor kunci, yaitu faktor
penentu dalam fluktuasi populasi.
SAMPLING DAN PENGUKURAN
POPULASI/KERUSAKAN
1. Sampling yang bertujuan untuk menentukan keputusan,
apakah keadaan di lapang telah melewati ambang
ekonomi/EA (biasanya digunakan untuk program
operasional)
2. Sampling untuk menduga parameter populasi (biasanya
digunakan untuk perencanaan/operasional program
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan
pengelolaan hama)
sampling :
1. Sifat dan keterampilan pengamat
2. Lingkungan setempat
3. Sifat distribusi hama dan kerusakan
Metode Sampling ditentukan oleh faktor-faktor
antara lain :
1. Tujuan sampling
2. Sifat biologi dan ekologi hama yang diamati
ADA 3 METODE POKOK :
1. Metode Mutlak
2. Metode Nisbi/Relatif
3. Indeks Populasi

PENENTUAN UNIT CONTOH


Unit contoh merupakan unit yang diamati/diukur untuk
memperoleh variabel yang diinginkan
Moris, Kriteria unit contoh :
1. Setiap unit dalam universal harus mempunyai
kemungkinan yang sama untuk dipilih
2. Harus stabil
3. Ada cara untuk merubah ke unit area
4. Mudah dikerjakan di lapang
5. Ada keseimbangan antara variance dan biaya
PENENTUAN UNIT CONTOH
Beardsley, Bentuk Unit contoh :
1. Unit yang lansung berhubungan dengan suatu luas
area/volume tanah
2. Unit yang lansung berhubungan dengan tanaman/bagian
tanaman
3. Unit yang lansung berhubungan waktu
4. Unit yang lansung berhubungan dengan hamanya, hal ini
• Penentuan Intervaluntuk
sering digunakan pengambilan
evaluasi contoh : jarak
terhadap musuhanara
alami
waktu pengamatan pertama ke pengamatan berikutnya
• Pengukuran ukuran contoh : sangat penting karena
menentukan kualitas, hasil pengamatan, penentuan
ukuran contoh optimal merupakan hal yang kritis dan
sulit dilakukan
• Ukuran contoh optimal : Unit contoh yang harus diambil
pada setiap kali pengamatan, sehingga diperoleh data
PENENTUAN UNIT CONTOH
• Ukuran contoh dipengaruhi :
Variance menjelaskan variasi data
Biaya pengambilan contoh/biaya yang tersedia
Pola pengambilan Contoh :
• Pola acak sederhana
• Pola acak berlapis
• Pola Sistemik
• Pola Banyak Tingkat
• Pengambilan Contoh Kelompok
• Pengambilan Contoh Berurutan
Mekanika Pengambilan Contoh
Menguraikan secara terperinci segala prosedur dan teknik
pengumpulan, ekstrasi, pemilihan dan perhitungan
serangga termasuk bahan-bahan dan alat yang digunakan
Hubungan antara hama dengan tanaman inang

Kimia : Daun,
Warna
Hama Inang Fisika : Ketebalan,
Lapisan Penghalang

Abioti Biotik
k
Akibat Penggunaan Pestisida yang kurang
tepat
Penggunaan pestisida yang semula ditujukan untuk mengurangi
populasi hama, tetapi karena kurang pengetahuan dan perhitungan,
akhirnya pestisida tersebut malahan meningkatkan
populasi hama
Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut :

1. Ketahanan hama terhadap pestisida “Resistensi hama”


2. Resergensi hama
3. Munculnya hama sekunder
setelah hama sasaran utama terkendalikan oleh
pestisida, muncul hama baru yang sebelumnya bukan
merupakan hama...
• Istilah Resistensi adalah mengenai suatu populasi serangga hama
yang tidak dapat dikendalikan dengan dosis insektisida yang
dahulunya mengendalikan hampir semua anggota populasi
tersebut
• Resistensi itu dapt ditujukan dengan meningkatkan nilai LD50
DAYA BIOTIK SERANGGA
1. Daya Persepsi dan Mobilitas

Daya Persepsi : kemampuan serangga untuk menerima


rangsangan dari luar dan memberikan respon terhadap
rangsangan tersebut

Daya persepsi berhubungan dengan kemampuan indra


serangga
Berikut berbagai macam indra yang dimiliki oleh serangga :
• Indra penglihatan
• Indra pendengaran
• Indra pencium/pembau
• Indra pengecap
• Indra peraba
DAYA BIOTIK SERANGGA
2. Daya Despersi

Daya Despersi : Daya untuk menjauhi tempat asalnya,


ketika lingkungan tidak cocok untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya

Daya Despersi dapat berlangsung dalam jumlah


besar/massal
Contoh : (migrasi)
• Belalang mampu bermigrasi sejauh ratusan kilometer
• Wereng coklat mampu bermigrasi sejauh puluhan kilometer
DAYA BIOTIK SERANGGA
3. Daya Kompensasi
Daya Kompensasi : suatu daya yang dimiliki oleh
serangga untuk mengimbangi berbagai kelemahan dari
daya-daya lain
4. Daya Reproduksi
Daya Reproduksi : Kemampuan serangga untuk
berkembang biak pada waktu tertentu
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
• Keperidian/kemampuan menghasilkan telur
• Sex ratio
• Umur/lamanya periode hidup
Semakin pendek umur, semakin besar populasi
DAYA BIOTIK SERANGGA
5. Daya Adaptasi

Daya Adaptasi : Kemampuan serangga untuk


menyesuaikan diri apabila mengalami keadaan
lingkungan yang tidak sesuai

JENIS-JENIS HAMA
1. Hama Utama
2. Hama Sementara
3. Hama Potensial
4. Hama Pindahan
TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai