Anda di halaman 1dari 1

SEORANG MUSLIM(AH) MENINGGAL

DIAGRAM ALIR HUKUM PEMBAGIAN HARTA WARIS ISLAM


DIBUAT OLEH: ARWANSYAH JOHAN AT TAQIYYAN
"(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di dalamnya sungaisungai,sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan" (An Nisaa:13-14). 1. Beaya pemakaman dan pengurusan jenazah (dapat) diambil dari harta pusaka peninggalan mayat. 2. Lunasi segala hutang mayat, baik hutang kepada Allah (zakat) atau hutang kepada sesama manusia. 3. Dilaksanakan wasiatnya, jika ada, maksimum 1/3 bgn. dari harta waris dan tdk. boleh kepada ahli waris yg akan menerima pembagian waris).

Suami = 1/2 Tidak Istri = 1/4 + Jika istri dua orang atau lebih, mereka berserikat dalam bagian tersebut.
+

Tidak Istri Punya Istri /Suami ? Tidak Suami Punya Anak /Cucu ? Ya Suami = 1/4 KAIDAH2 UMUM PEMBAGIAN HARTA WARIS: 1 Bagian harta waris ada dua jenis, yaitu: a. Faridlah = Bgn yg sudah ditentukan besarnya b. Ashabah = Bgn Sisa dari pembagian Faridlah. 2 Ta'shib = Bagian Laki-laki 2X bagian Perempuan 3 Sebelum harta waris dibagikan, semua hutang dan wasiat (max 1/3) harus dilunasi. 4 Suami, Istri, Anak Laki, Anak Perempuan, Bpk & Ibu mendpt harta waris, tdk tertutup oleh siapapun. 5 Yg mungkin menerima harta waris jika tdk tertutup adalah Kakek & Nenek dari pihak bpk, Nenek dari pihak Ibu, Cucu Laki & Perempuan dari Anak Laki, Saudara Kandung, Saudara sebapak, Sdr seibu, Anak Laki dari Sdr Kandung Laki, Anak Laki dari Sdr. sebapak Laki-laki, Paman (Saudara Bapak) Kandung yg Laki, Paman (Saudara Bapak) yang sebapak laki-laki. 6 Jika pada waktu pembagian harta waris itu hadir kerabat, anak yatim & orang miskin maka berilah dari harta itu sekedarnya dan ucapkan kepada mereka perkataan yang baik. 7 Ahli waris terhalang menerima harta waris karena: a. Berlainan agama antara mayat dengan ahli waris. Misal Bpk yg meninggal beragama islam namun anaknya beragama kristen, maka tiadalah anak itu mendpt waris. Juga sebaliknya. Sabda Nabi saw: "Tiadalah orang islam mempusakai orang kafir dan tiada pula orang kafir mempusakai orang islam". b. Karena membunuh. Anak yg membunuh Bapaknya atau sebaliknya. Sabda Nabi saw: "Tiadalah orang yg membunuh mendpt waris dr orang yg terbunuh"

Punya Anak /Cucu ? Ya Istri = 1/8+

Tidak

Punya Bapak ? Ya

Ya

Saudara > =2 orang ? Tidak

Tidak

Punya Cucu dari Anak Laki2?

Tidak

Anak masih Hidup ? Ya

disebut kalalah

Ya *) Ibu = 1/6 *) Bapak = Sisa *) Saudara tertutup oleh Bapak *) Ibu = 1/3 *) Bapak = Sisa *) Cucu laki dari Anak laki = Bagian untuk Anak Laki (Bapaknya) *) Cucu Perempuan dari Anak Laki=1/2 jika ia seorang saja, = 2/3 jika dua orang atau lebih, = 1/6 jika bersama seorang Anak Kandung perempuan. Kalau Anak Kandung perempuan dua orang atau lebih, maka Cucu Perempuan tak dpt waris (tertutup), kecuali ada Cucu laki dari Anak Laki yang menjadi ashabah (mendapat sisa waris) dimana Cucu Laki=2x Cucu Pr. *) Ibu = 1/6, Bapak = 1/6 + sisa jika hanya ada Anak Pr. atau Cucu Pr. *) Bapak =1/6 jika ada Anak Laki/Cucu Laki dari Anak Laki (ashabah) *) Bapak =1/6, Ibu =1/6, Sisanya anak laki = 2x anak perempuan *) Ibu = 1/6 *) Anak laki-laki, dia memperoleh semuanya/sisanya, setelah bagian Bapak dan Ibu diberikan *) Bagian anak laki = 2x bgn. anak pr. *) Jika anak Perempuan tunggal = 1/2, Ibu = 1/6, Bapak = 1/6 + Sisanya *) Jika anak2-nya perempuan semua (dua orang atau lebih), semuanya = 2/3 lalu dibagi rata. Ibu=1/6, Bapak = 1/6 + sisanya *) Saudara Kandung perempuan menjadi ashabah(dapat sisa waris) jika ada anak perempuan

*) Jika Ibu tidak ada maka Nenek dari Pihak Ibu =1/6

*) Jika hanya punya seorang Saudara seibu, laki atau perempuan, = 1/6. Jika Saudara seibu lebih dari satu, laki/pr, semuanya = 1/3 lalu dibagi rata, tak ada beda lk dan pr. *) Saudara seibu tidak dpt waris jika Kakek atau Nenek masih ada *) Jika hanya punya seorang Saudara Pr. seibu dan sebapak = 1/2, jika dua orang atau lebih =2/3 *) Jika ada Saudara Kandung Laki, dia bersama Saudara Pr. Seibu dan sebapak menja*) Jika Ibu tidak ada maka Nenek di ashabah, Bgn Sdr Laki=2x bgn Sdr Pr. dari pihak ibu = 1/6 dan Nenek *) Saudara Kandung Pr menjadi ashabah jika dari pihak bapak = 1/6 ada Anak Pr. Dan tertutup jika ada Anak Laki, Cucu Laki, Bapak. *) Saudara sebapak pr=1/2 dan = 2/3 kalau mereka lebih dari dua orang. Jika ada Sdr. Kandung Pr. Dua org mereka tertutup, kecuali ada Sdr. Laki2 yg menjadikannya ashabah, Bgn Sdr. Laki = 2X bgn. Sdr. Pr. *) Saudara sebapak pr menjadi ashabah jika ada Anak Pr.atau Cucu Pr. *) Saudara sebapak(laki/pr) tidak dapat waris jika ada Saudara seibu dan sebapak (lk/pr). *) Ibu = 1/6, Kakek dari pihak bapak = sisanya.

Anak Laki dr. Sdr Laki mendpt waris jika tak ada Anak Laki/Cucu Laki/Bapak/Kakek dr bapak/Sdr Kandung/ Saudara sebapak

*) Jika Bapak tidak ada, maka Kakek (dari pihak bapak) = 1/6 *) Jika Ibu tidak ada, maka Nenek (dari pihak ibu) = 1/6 *) Jika Bapak dan Ibu tidak ada, maka Kakek (dari bapak) = 1/6, Nenek (dari bapak) = 1/6 Nenek (dari Ibu) = 1/6

Sumber: 1. Al-Qur'an dan Hadits 2. Hukum Warisan Dalam Islam, oleh Prof.Dr. H. Mahmud Yunus Penerbit PT Hidakarya Agung, Jakarta, Cetakan ke 5, 1989