PENDAYAGt:NAA~ APARATl'R ~EGAR-\ REPUBLIK I?

\DONESIA
KEPUTUSAN MENTERI PENOAYAGUNAAN NOMOR APARATUR NEGARA : 139/KEP/M.PAN/11/2003 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DOKTER DAN ANGKA KREDITNYA

MENTER!

MENTERI PENDAYAGUNAAN

APARATUR NEGARA,

Menimbang

: a.

bahwa tentang

dengan berlakunya Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil, dipandang

perlu mengatur kembali Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 167/1997 tentang Jabatan Fungsional Dokter dan Angka Kreditnya; b. bahwa untuk maksud tersebut kembali ketentuan Kreditnya dengan huruf a di atas, dipandang perlu

menetapkan dan Angka

ten tang Jabatan Fungsional Dokter Keputusan Menteri Pendayagunaan

Aparatur Negara, Mengingat 1. Undang - undang Kepegawaian, Nomor 8 Tahun 1974 diubah tentang dengar. Pokok-pokok Undang-undang

sebagaimana

telah

Nomor 43 Tahun 1999; 2, Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan; 3. Undang -undang Nornor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan 4. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Daerah; Gaji

Peraturan

Pegawai Negeri Sipil, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nemor 11 Tahun 2003; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun

1994
1996

tentang

Jabatan

Fungsional Pegawai Negeri Sipil;

6. Peraturan
Kesehatan; 7. Peraturan

Pemerintah

Nemor

32

Tahun

tentang

Tenaga

Pemerintah

Nomor 25 Tahun 2000 tentang

Kewenangan

Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom;

- 28. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Pemerintah

Negeri 5ipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Nomor 54 Tahun 2003; 9.

Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil, Nomor Pemerintah sebagaimana Nomor telah diubah 2003 dengan Peraturan tentang Wewenang Pemerintah

12 Tahun 2002;
9 Tahun Pegawai Negeri SipiL; Rumpun Jabatan

10. 11. 12.

Peraturan Keputusan

Pengangkatan,

Pemindahan dan Pemberhentian

Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang

Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Keputusan Presiden Nomer 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Menteri Negara, sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomer 2 Tahun 2002;

13.

Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen, sebagaimana Tahun 2002. telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 45

Memperhatikan

1. Usul Menteri Kesehatan dengan suratnya Nomer 1429/Menkes IXJ2003 tanggal 3 Oktober 2003;
2.

Pertimbangan

Kepala Badan

Kepegawaian

Negara dengan suratnya 2003.

Nomor K.26-14/V.141-9/87

tanggal 31 Oktober

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN JABATAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG

FUNGSIONAL

DOKTER DAN ANGKA KREDITNYA. BAB I UMUM

KETENTUAN

Pasal 1 Oatarn keputusan ini yang dimaksud dengan ; 1. Dokter, jawab, adalah Pegawai Negeri SipH yang diberi wewenang dan hak secara penuh tugas, tanggung pejabat yang

oleh

berwenang

untuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan kepada

masyarakat pada saran a pelayanan kesehatan. 2. Pelayanan masyarakat kesehatan, adalah bentuk pelayanan kesehatan kepada

dalam upaya pencegahan, penyembuhan dan pemulihan

- 3kesehatan masyarakat, kemandirian 3. akibat penyaktt, peningkatan derajat kesehatan dalam rangka

serta pembinaan peran serta masyarakat di bidang kesehatan.

Sarana pelayanan kesehatan, adalah tempat menyelenggarakan Poliklinik, dan atau Unit Kesehatan lainnya.

yang digunakan untuk

upaya kesehatan, yaitu Rumah Sakit, Puskesmas,

4.

Angka kredit, adalah satuan nHai dari tiap butir kegiatan dan latau akumulasi Dokterdalam butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. angka kredit, oteh pejabat adalah tim penilai yang dibentuk dan

5.

Tim

penilai

ditetapkan

yang berwenang

dan bertugas

menilai

prestasi kerja Dokter.

BAB II RUMPUN JABATAN. INSTANSI PEMBINA,

KEDUDUKAN

DAN TUGAS POKOK

Pasal
(1) (2)

2

Jabatan fungsional Dokter termasuk dalam rumpun kesehatan. Instansi pembina jabatan fungsional Dokter adalah Departemen

Kesehatan. Pasal 3 (1) Dokter berkedudukan sebagai pelaksana teknis di bidang pelayanan pada sarana pelayanan kesehatan di

kesehatan kepada masyarakat Kesehatan. (2)

lingkungan Departemen Kesehatan dan instansi di luar Departemen

Dokter sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), adalah yang hanya dapat diduduki sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pasal 4 pelayanan promotif,

jabatan karier berstatus

oleh seseorang yang telah

Tugas pokok dan rehabilitatif

Dokter, untuk

adaiah memberikan meningkatkan

kesehatan

pada kuratif

sarana pelayanan kesehatan yang metiputi

preventif,

derajat

kesehatan

masyarakat,

.4serta membina peran serta masyarakat dalam rangka kemandirian di bidang kesehatan kepada masyarakat. Pembuatan karya tulisJkarya ilmiah di bidang kesehatan. meliputi : 1. 1. meliputi : 1. Pembuatan catatan medik untuk pasien rawat jalan dan rawat inap. Pendidikan. Pengabdian pada masyarakat. 1. 2. Pelaksanaan penanggulangan penyakitl wabah tertentu. b. d. Peningkatan penyakit. Pelayanan kesehatan. Pemullhan kesehatan akibat penyakit. BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIA TAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Dokter yang dinHai angka kreditnya terdiri dari: a. meliputi . buku pedoman/petunjuk peLaksanaanl petunjuk teknis di bfdang kesehatan. Pernbuatan 4. Pengembangan profesi. 3. c. e. 5. Pembinaan peran serta masyarakat dalarn rangka kemandirian di bidang kesehatan. 3. Penernuan teknologi tepat guna di bidang kesehatan. 6. Penyembuhan penyakit. Pelaksanaan tugas lapangan di bidang kesehatan. 4. rneliputt : . 2. Pendidikan formal dan mendapat gelar Jijazah. Penerjemahan/penyaduran kesehatan. 2. 2. Pendidikan dan pelatihan fungsionaL di bidang kesehatan dan memperoleh Surat Tanda Tarnal Pendidikan dan Latihan (STIPL) atau sertifikat. Pelaksanaan kegiatan bantuanJpartisipasi kesehatan. buku dan bahan lainnya di bidang derajat kesehatan masyarakat dan pencegahan Penunjang tugas Dokter. 3. meliputi . Petayanan kesehatan lainnya untuk masyarakat.

terdiri dari: 1.. (3) Pembina Utama Madya. golongan ruang IV I b.51. . Dokter Utama. Dokter Muda. Madya. Dokter Madya. Penata. pangkat Dokter sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jenjang jabatan yaitu : a. Pembina. Keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Dokter. golongan ruang IV/a. 4. Pengajar I Pelatih dalam bidang kesehatan. yaitu : Dokter Pertama. c. 5. Penata Tingkat I. Perolehan piagam kehormatan. golongan ruang 111/c. 2. Dokter dari yang terendah sampai dengan tertinggi Jenjang sesuai dengan jenjang a. 4. Pembina Tingkat I. 2. golongan ruang III/d. terdiri dart: 1. 2. Dokter Utama. d. pangkat untuk masing-masing angka kredit jabatan yang Dokter pangkat dimHiki Jenjang dan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah jenjang jabatan sesuai jumlah sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II. b. Pembina Utama. golongan ruang IV/ d. 3. serta dalam kegiatan seminar/lokakarya di bidang kesehatan. Dokter Muda. Keanggotaan dalam organisasi profesi Dokter. pangkat Penata Muda Tingkat 1. Dokter. golongan ruang IV/ c. Peran 3. jabatannya. 6. d. (2) Dokter Pertama. golongan ruang lII/b. b. golongan ruang IV/e. terdiri dari: 1. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya. Pembina Utama Muda. c.

Melakukan pemeliharaan kesehatan bay. I. Melakukan pemulihan mental kompleks Melakukan pemulihan fisik kompleks Melakukan pemulihan fisik tingkat sederhana. Melakukan tindakan khusus tingkat umum. epiderniologi 25. 6. 20. Menguji kesehatan individu. tingkat tingkat I. 23. Melakukan pertama. Membuat catatan medik rawat inap. . pelayanan spesiaListik rawat jalan tingkat pelayanan medik umum rawat jalan tingkat 3. yaitu: 1. Dokter sesuai dengan jenjang jabatan adaLah Dokter Pertama. Melakukan pelayanan gizi. 11. Melakukan kunjungan (visite) kepada pasien rawat inap. Melakukan pelayanan imunisasi. 16. 24. 9. Melakukan pemeliharaan kesehatan Ibu. Melakukan tlndakan spesialistik tingkat sedang. Melakukan tindakan darurat medik/pertoLongan pertama pada kecelakaan (P3K) tingkat sederhana. Melakukan penyuluhan medik. Melayani atau menerima konsultasi dari dalam. 18. Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau keluar. Membuat catatan medik rawat jalan. 13. tindakan khusus tingkat 5.6(4) Penetapan jenjang jabatan Dokter ditetapkan sesuai dengan jumLah angka kredit yang dimiliki. 14. 17. 21. 2. sederhana sedang oleh Dokter oleh Dokter 4.. dan bauta: Melakukan pemeliharaan kesehatan anak. tingkat sederhana. 22. 7. BABV RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI Pasal7 (1) Rincian kegiatan sebagai berikut: a. Melakukan umum. 15. Melakukan pelayanan keluarga berencana. 8. 12. Mengumpulkan data dalam rangka pengamatan penyakit. Melakukan tindakan spesialistik tingkat sederhana. 19. Melakukan pertama. Melakukan pemulihan mental 10.

3. dalam b. Melayani atau menertrna konsultasi dari datam. Melakukan tindakan medik spesialistik konsultan. call. Melakukan petayar.. I. Mengolah penyakit. 12. 17. Menjadi Tim Penguji Kesehatan. Dokter Muda. 21. Menguji kesehatan individu. Melakukan penyuluhan medik. Melakukan tugas jaga di tempat sepi pasien. Melakukan visum et repertum tingkat sederhana. data 16. 10. 33. Melakukan tindakan spesialistik kompleks tingkat I. 32. Melakukan visum et repertum kompleks tingkat I. Melakukan otopsi dengan pemeriksaan laboratorium. Melakukan perneliharaan kesehatan Ibu. 30. 11. Menjadi Tim Penguji Kesehatan. Melakukan pelayanan ketuarga berencana. tindakan khusus kompleks tingkat I oleh Dokter 5.an spesialistik konsul pertama. Melakukan perneliharaan kesehatan anak. 27. 28. Melayani atau menerirna konsultasi dari luar atau ketuar. 28. dalarn rangka pengamatan eptderniotogi . Melakukan pemulihan mental tingkat sederhana. 19. 18. yaitu: 1. Melakukan pemulihan fisik tingkat sederhana. Melakukan tindakan darurat medik/P3K tingkat sedang. 29. Melakukan visum et repertum kompleks tingkat Menjadi saksi ahli. 4. 9. 2. Melakukan perneliharean kesehatan bayi dan balita. Melakukan pelayanan spesialistik konsul tan. tingkat I. 25. Melakukan pemulihan mental kompleks Melakukan pemulihan fisik kompleks tingkat I. 23. 22. Melakukan tugas jaga panggilan/on 27. Membuat catatan medik pasien rawat inap. 26. 20. Melakukan kunjungan (vis'te) kepada pasien rawat inap. 14. 8. 6. 15. Melakukan visum et repertum tingkat sederhana. 24. Mengawasi penggalian mayat untuk pemeriksaan. Melakukan umum. masyarakat 34. sakit. 7. Melakukan pelayanan glzi.726. Melakukan pelayanan medik umum konsul pertama. 13. 35. Membuat catatan medik pasien rawat jalan. 31. Melakukan pe!ayanan imunisasi. bidang kesehatan Melakukan tugas jaga di tempatlrumah Melakukan kaderisasi tingkat sederhana.

20. Melakukan visum et repertum kompleks tingkat II. 32. 27. 35. 17. 24. Melakukan tindakan khusus kompleks tingkat umum. Membuat catatan medik pasien rawat jalan. Melakukan kaderisasi masyarakat dalam bidang kesehatan tingkat sedang. Mengawasi penggalian mayat untuk pemeriksaan. Dokter Madya. 7. yaitu: 1. MelakLjkan pemutiban mental tingkat sedang.829. 16. 22. Melakukan tugas jaga panggilan/on call. Melakukan otopsi dengan pemeriksaan laboratorium. Melakukan pemulihan fisik kornp'els tingkat sedang. Melakukan otopsi tanpa pemeriksaan taboratorium: Melakukan otopsi dengan pemeriksaan laboratorium. bidang kesehatan Melakukan tugas jaga di tempat sepi pasien. 25. Melakukan visum et repertum tingkat sedang. 15. Membuat catatan medik pasien rawe: inap. Melakukan pemulihan nsik kompleks ting'cat II oteh Dokter 3. Melakukan tugas jaga panggilan/on call.. Menjadi Tim Penguji Kesehatan. Melakukan tugas jaga di tempat sepi pasien. 21. 28. II. Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau keluar. Menganalisis data datam rangka pengamatan epidemiologi penyakit. 31. 30. 14. Melakukan tugas jaga di tempat/rumah sakit. 4. Melakukan pelayanan spesialistik konsultan..» mental kornplexs tingkat II. 2. 33. Mengawasi penggalian mayat untuk pemeriksaan. 12. 11. 10. 5. Melayani atau menerima konsultasi dari datam. Menjadi saksi ahli. Melakukan tindakan medik spesialistik konsultan. Melakukan tindakan darurat medik/P3K kompleks tingkat I. 8. Menguji kesehatan individu. Melakukan penyuluhan medik. c. Melakukan tugas jaga di tempatlrumah Melakukan kompleks. 18. 9. kaderisasi masyarakat sakit. Menjadi saksi ahli. 26. dalam . Melakukan kunjungan (vtsite) kepada pasien rawat inap. 19. 13. 13. 34. Melakukan pernuhr. 6. Melakukan tindakan spesialisttk kompleks tingkat II.

18. Membuat catatan medik pasien rawat jalan. tindakan khusus kompleks tingkat III oleh Dokter 3. 4.9d. Melakukan penyuluhan medik. 9. Melakukan tindakan darurat medik/P3K kompleks tingkat II~ 6.. 7. Melakukan tindakan spesialisttk kompleks tingkat III. kompleks tingkat II. Membuat catatan medik pasien rawat inap. dalam bidang kesehatan Melakukan tugas jaga dt ternpat/ruman Melakukan kaderisasi II. pada daerah konflikl rawan/daerah memimpin satuan unit Puskesmas/SMF /PolikUnik). Mengawasi penggalian mayat untuk pemeriksaan. Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau keluar. Melakukan pemulihan mental kompleks tingkat Melakukan pemulihan fisik Melakukan pemulihan fisik tingkat sedang. 12. Melakukan tugas jaga panggilan/on call. 15. 24. yaitu: 1. 22. Menjadi saksi ahli. 10. 11. nitai angka kredit sebagaimana tersebut dalam penyakit menular. b. pengabdian pada masyarakat. 16. (2) Melakukan tugas jaga di tempat sepi pasien. Melakukan umum. 21. rnasyarakat kompleks tingkat !. 20. Melakukan petayanan spesialistik konsultan. 23. 14. 13. Melakukan otopsi tanpa perneriksaan laboratorium. Melakukan kunjungan (visite) kepada pasien rawat inap. Melakukan tindakan medik spesialistik konsultan. Melakukan pemulihan mental tingkat sedang. kesehatan (Kepala pelayanan diberikan Lampiran I. Melayani atau menerima konsultasi dari dalam. kegiatan pengembangan protest: dan penunjang tugas Dakter. . Menjadi Tim Penguji Kesehatan. Dokter yang melaksanakan tugas: a. 19. 2. 25. 17. d. 5. 8. c. II. Dokter Utama. 26. 27. Melakukan otopsi dengan pemerfksaan laboratorium. e. Melakukan visum et repertum kompleks tingkat Melakukan visum et repertum tingkat sedang. Menguji kesehatan tndrvidu. sakit.

yang diperoleh ditetapkan dari angka kredit sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. atas: angka kredit terdiri Unsur utama terdiri a. maka Dokter yang berada satu tingkat dt atas atau satu tingkat tersebut di bawah jenjang berdasarkan penugasan pimpinan pelaksana teknis I unit kerja yang bersangkutan. b. Unsur penunjang. . Dokter (delapan yang melaksanakan angka kredit puluh persen) jabatannya. 2. Pasal9 Penilaian angka kredit pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ditetapkan sebagai berikut: tugas satu tingkat setiap di atas jenjang sebesar 80 % butir kegiatan 1.10Pasal8 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat jenjang jabatannya Dokter yang sesuai dengan untuk melaksanakan kegiatan sebagatrnana dimaksud jabatannya secara dapat tertulis melakukan dari kegiatan unit dalam Pasal 7 ayat (1). (4) Rincian kegiatan Dokter dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. yang mendukung pelaksanaan (3) d. Unsur penunjang adalah kegiatan tugas Dokter sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 5 huruf e.. Lampiran I. Pengabdian masyarakat. Pendidikan. Pengembangan profesi. Dokter yang melaksanakan angka kredit tugas satu tingkat di bawah jenjang sama dengan jabatannya. c. (2) Unsur utama. Pelayanan kesehatan. yang diperoleh ditetapkan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tersebut dalam Pasal 10 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan atas: a. b.

Setiap unsur penilaian dalam DP-3 sekurang-kurangnya baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. b. (2) Dokter yang telah memiliki angka kredit melebihi telah tinggi. ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. Sebanyak-banyaknya 20 % (dua berasal dari unsur penunjang. diwajibkan mengumpuLkan sekurang .kurangnya 12 (dua beLas) angka kredit peLayanan kesehatan unsur pengembangan protest. dengan ketentuan: a. .. dan b. dapat diangkat dengan jumlah angka kredit yang dimiliki. jenjang maka Dokter jabatan : sesuai dalam dengan ketentuan Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan. golongan ruang IV I e setiap sejak diangkat dalam pangkat/jabatannya diwajibkan 25 (dua puluh lima) mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya dari kegiatan pelayanan kesehatan dan I atau pengembangan profesi. bernilai (4) Dokter yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan dalam 20 % berikutnya jabatan/pangkat diwajibkan setingkat lebih tinggi pada tahun pertama pada tahun masa jabatan I pangkat yang didudukinya. yang diduduki. Sekurang-kurangnya 80% (delapan berasal dari unsur utama. kelebihan angka kredit tersebut angka kredit yang setingkat lebih untuk persen) persen) angka kredit angka kredit dapat diperhitungkan kenaikan jabatan/pangkat (3) Apabila kelebihan jurnlah angka kredit sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan dua tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang bersangkutan a. (6) Dokter tahun Utarna pangkat Pembina Utama. (dua puluh persen) dan jumlah untuk kenaikan jabatan/pangkat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya angka kredit setingkat yang dipersyaratkan lebih tinggi yang berasal dari kegiatan peLayanan kesehatan dan I atau pengembangan profesi (5) Untuk Dokter sampai kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi Utama menjadi IV/b golongan dan/ atau Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan Pembina ruang dengan Ookter Utama pangkat dari kegiatan ruang IV J e.11Pasal 11 (1) Jumlah angka kredit kenatkan kumulatif minimal yang harus dipenuhi tersebut oteh dalam setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan jabatan/pangkat Dokter sebagaimana puluh puluh Lampiran II.

b. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan atau pejabat eselon II yang ditunjuk bagi Ookter Pertama sarnpai dengan Dokter Madya yang berada di tingkungan Departemen Kesehatan. 40 % (empat puluh persen) dibag. seluruh setiap kegiatan Dokter diwajibkan mencatat dan menginventarisir yang dilakukan. b. angka kredit secara hirarkhi (1) dipandang sudah dapat usul yang ditentukan Dokter dapat untuk kenaikan mengajukan penilaian dan penetapan angka kredit. BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 13 (1 ) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. adalah Dokter Utama yang berada di lingkungan Departemen Kesehatan dan Instansi di luar Departemen Kesehatan.12Pasal 12 (1) Dokter yang secara bersama-sama membuat ilmiah di bidang kesehatan sebagai berikut: a. sebanyak-banyaknya terdiri dari 3 (tiga) orang. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Dokter dHakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. semua penults (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. rata untuk pembantu. . penulis utama. (2) Apabila hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat memenuhi jumlah jabatan/pangkat. Pasal 14 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sebagai berikut : a. I karya tulis I karya pembagian angka kreditnya ditetapkan 60 % (enam puluh persen) bag. Menteri Kesehatan atau pejabat eselon I yang ditunjuk bagi Dokter..

Kesehatan selanjutnya disebut Tim Penilai Departemen. d. Kesehatan atau pejabat eselon II yang ditunjuk. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi bagi Dokter dengan Dokter Madya yang bekerja kesehatan Propinsi. e. (2) pelayanan Dalam menjalankan kewenangannya. yang selanjutnya c. adalah Dokter dengan susunan sebagai berikut: a. c. pada instansi pusat Kesehatan. Tim Penilai Jabatan Dokter eselon Iii) Unit Kerja Sarana Pelayanan di luar Unit bagi Kepala Dinas disebut Tim Penilai Kesehatan bagi Pimpinan Unit Kerja Sarana Pelayanan Kesehatan (serendah-rendahnya Departemen Kerja. d.13c. Seorang Ketua merangkap anggota. Unit Kerja Sarana Pelayanan Kesehatan (serendahbagi Dokter bekerja pada Pertama sarana Pertama sampai pada sarana pelayanan eselon III) pada instansi pusat kerja sarana di luar Departemen Dokter Madya kesehatan Kesehatan bagi Dokter Pertama sampai dengan yang bekerja pada unit masing-masing. Tim Penilat Jabatan Dokter Kabupaten/Kota Kesehatan Kabupaten/ Kota. Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. d. Tim Penilai Jabatan Dokter Departemen atau pejabat eselon I yang ditunjuk. b. selanjutnya disebut Tim Penilai Pasal (I) 15 Anggota Tim Penilai jabatan Dokter. Pimpinan rendahnya kesehatan Kabupaten/Kota. b.. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sampai dengan Dokter Madya yang pelayanan e. Menter. Tim Penilai Jabatan Jenderal Direktorat Dokter Direktorat Jenderal disebut bagi Direktur Tim Penilai Pelayanan Medik Departemen Jenderat. Sekurang-kurangnva 4 (empat) orang anggota. pejabat sebagaimana dimaksud daLam ayat (1) dibantu oleh : a. Seorang Sekretaris merangkap anggota. Tim Penilai Jabatan Dokter Propinsi bagi Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. . selanjutnya Kabupaten I Kota. bag. seLanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi.

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. Menteri Kesehatan atau pejabat eselon I yang ditunjuk PenHai Departemen. Merniliki Ookter.. e_ Pimpinan rendahnya Unit Kerja Sarana Pelayanan eselon III) pad a instansi (serendahpusat di luar Departemen Kesehatan. d. Oirektur Jenderal Pelayanan Medik Departemen pejabat Jenderal. (2) Datam hal terdapat Anggota Tim PenHai yang ikut dinilai . . (4) Masa jabatan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. Oapat aktif melakukan penilaian. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Menduduki jabatanJpangkat serendah rendahnya sarna dengan prestasi kerja jabatan/pangkat b. eselon II yang ditunjuk untuk untuk Tim Kesehatan atau Direktorat Tim Penilai c. Apabila Penilai prestasi Direktorat Tim Unit Penilai Kerja kriteria JenderaL. Tim Penilai belum dapat Kabupaten/Kota. memenuhi Tim Penilai maka penilaian kerja dilakukan oleh Tim Penilai DepartemenJTim (6) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penitai ditetapkan a. oleh: Propinsi. untuk Kesehatan Tim Penilai Kabupaten/Kota. maka Ketua Tim Penilai dapat mengangkat Anggota Tim Penilai Pengganti. anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Dokter. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1(satu) masa jabatan. (3) Apabila jumlah Anggota Tim Penilai sebagaimana dirnaksud dalam ayat (1) tidak dapat dipenuhi.14(2) Persyaratan untuk menjadi Anggota Tim Penitai adalah: a. Pasal 16 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. untuk Tim Penilai Unit Kerja. dan Dokter yang dlntlai: keahlian dan kernarnpuan untuk menilai c. karena Tim belurn Penilai (5) dibentuk yang ditentukan. b. untuk Tim Penilai Propinsi.

Pejabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk angka kredit Dokter Pertama sampai dengan Dokter Madya di lingkungan masing-masing. 3. Dinas Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi.15Pasal 17 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai ditetapkan oleh Menteri Kesehatan selaku Pimpinan Instansi Pembina Jabatan Dokter. yang membidangi kepegawaian yang bersangkutan kepada 4. kepada Menteri untuk 2. Pasal 19 (1) Angka kenaikan peraturan (2) Terhadap kredit kredit yang ditetapkan aleh pejabat untuk sesuai yang dengan berwenang ketentuan rnenetapkan angka kredir. 5. keputusan ttdak daoat pejabat yang berwenang keberatan menetapkan oleh Dokter angka yang diajukan bersangkutan. Unit Sarana eselon III) pada instansi Kesehatan Dokter eselon angka kredit Kab/Kota. Direktur pejabat Kepala Jenderal Pelayanan Medik Departemen Pimpinan Kesehatan Kerja atau eselon II yang ditunjuk. atau pejabat eselon I yang ditunjuk Utama di lingkungan masing-rnasing.an untuk angka kredit Dakter Pertama sampai dengan Dokter Madya di lingkungan masing. Pelayanan Kesehatan (serendah-rendahnya pusat di luar Departemen Kesehatan. jabatan/pangkat digunakan Dokter mempertimbang-kan perundang-undangan yang berlaku. Pejabat yang membidangi kepegawaian kepada Pimpinan Unit Kerja Sarana Pelayanan Kesehat.masing. . Pasal 18 Usul penetapan angka kredit Dakter diajukan oleh : 1. Pejabat sarnpai yang membidangi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi untuk angka kredit Dokter Pertama dengan Dakter Madya di lingkungan masing-masing. Pejabat yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya II) kepada Direktur Jenderal Pelayanan Medik Kesehatan Departemen atau pejabat eselon II yang ditunjuk untuk angka kredit Dokter Pertama sampai dengan Dokter Madya di lingkungan masingmasing..

adalah Pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap unsur penilaian prestasi kerja dan pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) sekurangkurangnya bernlai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.16BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKA T DAN MEMBERHENT1KAN OALAM DAN DARI JABATAN Pasal 20 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Dokter. Pasal 22 Disamping pengangkatan persyaratan Pegawai sebagaimana Negeri Sipil dimaksud Pusat dalam Pasal 21. oleh Pejabat Pembina Kepegawaian masing-masing setelah mendapat tertulis dad Men. b. Pengangkatan dilaksanakan persetujuan Pegawai Negeri Sipil Pusat dalam Dokter Negara jabatan Dokter sesuai dengan formasi jabatan Pendayagunaan Kepala BKN. ditetapkan dari unsur utama jabatan Dokter sebagaimana setelah dimaksud dalam ditetapkan oleh Penata Muda Tingkat I. BAS VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN Pasal 21 (1) Pegawai Negeri Siptl yang diangkat untuk pertama kah dalam jabatan Dokter. Berijazah Dokter. pertimbangan 2. c. golongan berdasarkan jumlah angka kredit yang diperoleh dan unsur penunjang pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. (2) Penetapan jenjang ayat (1). Pangkat serendah-rendahnya ruang IlI/b.PAN dan pertimbangan . dalarn jabatan Dokter dilaksanakan sesuai dengan formasi jabatan Dokter sebagai berikut: 1.. Aparatur yang ditetapkan setelah mendapat Pegawai Negeri Sipil Daerah dalam sesuai dengan formasi j abatan Dokter jabatan Dokter yang ditetapkan Kepala BKN. Pengangkatan ditaksanakan oleh Menter.

golongan ruang lll/b sampai dengan Ookter Utama pangkat Pembina Utama Madya. b. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dan Pasal22.17Pasal23 (1) Pengangkatan jabatan Dokter Pegawai Negeri Sipil dapat dipertimbangkan dart jabatan lain ke dalam sebagai dengan ketentuan berikut: a. (2) Pangkat yang ditetapkan dimaksud dimilikinya. dalam Daftar Penilaian PeLaksanaan Pekerjaan d. Usia setinggHingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia dan (DP3) sekurang- pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. (2) Dokter Utama pangkat Pembina dari Utama) golongan setiap lima) ruang tahun IVIe. (3) oleh pejabat yang berwenang Jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (2) ditetapkan unsur utama dan unsur penunjang. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan kurangnya benilai baik dalam 1(satu) tahun terakhir. sejak angka dibebaskan menduduki kredit sementara jabatan apabila pangkat jabatannya tidak dapat mengumpulkan dari sekurang-kurangnya 25 (dua puluh pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan protest. pangkat golongan ruang IV I d. dalam ayat dan jenjang bagi Pegawai Negeri SipiL sebagaimana (1) adalah sarna dengan pangkat yang jabatan Dokter ditetapkan sesuai dengan jumlah ngka kredit yang ditetapkan menetapkan angka kredit. dari BABIX PEMBEBASAN SEMENTARA. . pengataman daLam kegiatan pelayanan kesehatan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun. PENGANGKAT AN KEMBALI PEMBERHENTIAN DAN PERPINDAHAN DARI JABATAN Pasal 24 (1) Dokter Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I. dibebaskan semen tara dari j abatannya apabHa dalam jangka waktu terakhir 5 (Lima) tahun sejak menduduki angka kredit tidak dapat mengumputkan yang ditentukan J untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.. Memiliki c.

dapat diangkat dalam jabatan Dokter.Jsnya. Pasal25 (1) Dokter yang telah selesai menjalani pembebasan sementara kembali sebagaimana dimaksud. dari jabatannyaapabiLa: Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana di maksud dalam Pasal 24 ayat (1). 3: Dijatuhi kekuatan hukuman hukum disiplin tetap. e. b. d. c. Dijatuhi pembebasan apabila: hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat sementara sebagaimana dirnaksud dalam dari (1) dan ayat (2) Dokter dibebaskan sementara pula berupa jenis hukuman disiplin penurunan pangkat. dalam Pasal 24.18(3) Disamping ayat jabatannya a. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. kecuali untuk Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Dokter. Menjalani cuti di luar tanggungan persalinan keempat dan seten. tidak atau tetah mempunyai berat dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. negara. Menjalani tugas belajar lebih dan 6 (enam) bulan. dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimiliki diperoleh ditetapkan dan dari prestasi kerja di bidang pelayanan kesehatan yang selama tidak menduduki jabatan Dokter setelah oleh pejabat yang berwenung menetapkan angka kredit. tingkat kecuali berat hukuman dan disiplin tingkat berupa penurunan pangkat. atau 2. Pasal26 Dokter diberhentikan 1. tidak angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan dapat mengumpulkan pangkat setingkat lebih tinggi.. (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Dokter sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana di maksud dalam Pasal 24 ayat (2). .

Pasal (1) 31 jabatan Negara ke dalam Dengan berlakunya Keputusan ini. Dokter dapat dipindahkan pengalaman ke jabatan atau jabatan fungsional lainnya sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. . disesuaikan (2) Penyesuaian jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada tingkat pendidikan dan hasit penetapan angka kredit yang terakhir. Negara Nomor 167/1997.19BAB X KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 27 Pembebasan sementara. jabatan Dokter pengangkatan kembali dan pemberhentian dari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. dan dtsesuaikan dengan keputusan int. Pasal 25 dan Pasal oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan yang berlaku.. rnaka nama dan jenjang Dokter dalam yang ditetapkan dalam jabatan Keputusan sebagaimana Menteri dimaksud Pendayagunaan Aparatur nama dan jenjang Keputusan ini. sebelurn kenaikan daLam dan in" yang berwenang Dokter yang jabatan/pangkat. oembebasan sementara dan pemberhentian ditetapkan keputusan dinyatakan tetap berlaku. karier. dinilai Negara Dokter yang telah dicapail dilakukan petunjuk pelaksanaan ditetapkannya Keputusan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Nomor 167/1997. Pasal Prestasi kerja dengan berdasarkan 30 oleh Dokter sanpai ini. Pasal 28 26 ditetapkan perundang-undangan Untuk kepentingan dan pengembangan struktural dinas dan atau menambah pengetahuan. BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal Keputusan atau dari pejabat jabatan 29 tentang pengangkatan.

Pasal34 Dengan berlakunya keputusan Negara -ini. Pasal 35 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggat ditetapkan. dinyatakan tidak berlaku lagi. ini dianggap tidak sesuai lagi. Ditetapkan Pada tanggal di Jakarta 7 Nopember 2003 . Nomor Keputusan 167/1997 Menteri tentang Negara Jabatan Pendayagunaan Aparatur Fungsional Dokter dan Angka Kreditnya.20BAB XII PENUTUP Pasal 32 Apabila ada perubahan mendasar. sehingga ketentuan dalam Keputusan kembali.. maka keputusan ini dapat ditinjau Pasal33 Petunjuk Kesehatan pelaksanaan Keputusan irn diatur lebih lanjut oleh Menteri dan Kepala Badan Kepegawaian Negara.

...:i o a z ill <l. <.£)N 00 00 . "" ""'v C> C> C> C> ~..I Q.c:o o C> C> 000' E ::l E z ::l VI Z ::l 0:: N .. o z ..

:!5 'r. ...-< ..... .! Ii ~ ::E '" '" E ~"9 I~ ~ rf::E ~ ~ 118 8 £3 8 '-~ IV E '" ~ £!"9 c..:: \0 00 MID 00 .. c: <LI<LI 'in 'Ui 00 '0. 'Vi 00 .~--------...... ~ 0 'E '" '" 1'" " E -oE "9 Cl ii~ "!1 i1 88 88 ~.-< . ......... al2l l:sl~ 1=1= 1=1= 1=1= !ijllij1~lril . .... . .......... <ll c OJ ~~ OJ '0:. 00 gl:) ~~ o C> 00 NI"'I C> o 00 "'''' 00 00 dO 00 O:-M ~ .. ...... ... .. ...-< 1"'1 'f" 00 00 NO:00 00' ~ Vl --' <I: v. .....l '" 5 ~j ::E E ~"9 ~~ ~-'" Cl '" E rg ~ '-ll ::E g '" ''- '" E . 1=1= gllil :!5.IS ::E::E :::J '" E«I 88 8 ~~ ~ j ~8 I Cl ~~ t.-< ~~ E ~ '" ... rill6 ~ 2l 2l 0 '0)1'8 ~ 00 c <LI c c: . ~Ig ~I~ c c: '" 'in cc "in "in 00 '" . Cl Z w a:: :.. Q.. i2ll2l 00 ... ~~ '" '" r5 c. 00 FI= fililil 1=1= lil!iiJ . F .. <LI c: c c c . 0 ..... :::J <I: c: co <: <: C OJ <LI OJ OJ '" 'iii 'iii 'iii 'iii 'iii <I: :I: '" 00 ~ I~ ~ ~ I~ 00 'in 'in 'in 00 OJ c: <: c: OJ .~ ..... 1=1= 1=1= N N ~---+'_--------~----~--------~------~..... £!"9 III::E E «I '- 88 08 88 ~~ ~8 o :&~ ~ z <I: s t:......... <LI::E ~~ ~8 Cl ~l. i=F ~!2l 00 J=I= ~I~ ... "'19 ~ ~ ~ ::E::> ........ . ... 00 c ....... IV <LI 'iii 'Eii '0.--------~L-------i o z ..~ ~ ~ w r-. 16 . 00 ~..~ ~~ 00 cc c: c '" IV 'iii 'y. . ~ 1:6 lril fij I~ 1=1= 1=1= i= ... Q. <D C> '" o M C> ...

. ID M ~~~ to C '" ....... B !!o j 8 8° :gN 00 \0 ~:E I~ ~nl . 00 .:::.. .. .... ............2 0 <{ z :Ii! :..!: "ijj ~ E £ OJ ..3 c:. "'" Qj '" ._ '-~ 8 ~8 0 cow ~~ ~8 !IS 8 ..e 1'9 .......ij ..11 00 0 I ~ \0 co 06 !5 '" E 8 (.. 00 \01'1 0"> 0 ... FF gg 00 .. :J Vl 111 '" '0". ..c '" QJ .. . c: . .. Q) '" 1'9 s: OJ V> Q) '" '" co c: ~ "'" '" 1'9 . -'" V L vi '" ::l '" "'" ~ '" :£ -"" :J ~::. Q) c '" c: <.c cu eEc '" ~"'.0 :.._ ID ~~ I~ 08 0 E !!5 ~ ~~ E ID ~'g ..:... ...!j -!j ~ l:g cc c: c: "~ "~ ... C CI> c..... . .. :J ...: c: c: >V .. :... .01 '" u IV 0. FF c c: c: c: 'Iii 'iii 00 Q) QJ fijg gig FF ....x: I'll cu o.. c c: "~ ...... ~g ~~ ccc FF lilli! _j~ ~~ ~ ~ :!! ~ E c: c: c ~_j FF ~ S~ ~~2- ~EE~ C ~ ro ... ~-g 0.: 0 a..: "ij)~... :g ~ ~~ ~I~ "* 'l!l 00 ._~ ID ~{3 ~ 0.. a::: \II "t:I ......_..~ "* s . "0.. .. 01".. E ::. :g :g 00 .. m ~. 0 cu E E '" OJ c: ::l '" co '" 'c :> It! "E '0 'N Q) "0.:: 1-'.. '" -'= ::l ttl t:: ft:I ftI 1: .... '" :... '" ...: __...£ '" v 0. E ID . .... ~ ~ ..""0... V CL ... -'< :.~ ~I:g 00 .... &::E '" E .S v- . &~ II>~ . 0...ci u -ci '" "'" -'" ro ::l c: c: I'[J '" E 0..: c: '" 0 >c '" C. . o...: r:t: l:) uJ § CD co 0> Q) U'I '0 ....'" lL~ i E ... :<: :.~ c: c '0. ::E '" '" E ~-g I~ 1V:t.c: -- c:... >.. '-~ E .:s to 0"1 ::I '0 III c: a.c'" CJ '" .0. '" c c >- .. 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00'£1 NvDO 0 Z c( ..>< 01 "'" E ~ 01 a......... "0 'in LIl "' E til :::: .: \0 00 00 :g .c:. c "'" -:0 c VI ->L II> . ..>< ::l ~ ::.... co 0 0 0 . E ID II>::E 88 110 80 MV 00 co '" 0-< 00 00 ~8 0 cow ~ :t!8 ~ ... ..... >.. .........: Vl :::l Z N :::l 0 Z . ...... '" ::l • "'" ..... • !§ -a ~ "S >c c: ._ 0- 88 .c( % ~ c( III ::s . 00 FF rilllij gig FF ..J c( ~ \II til LI'l :I: 00 c: c: .:.0 .. . Z :.. E '" ~-g ~"B &:£ .. ~'§ &::E ..c c :::l '..:: '" c: '" "" ~ "" c '" t:! .n L "" OJ ....0 '0 ~ Z . ." ... F ..:. '" '" CL ..!) ~ ... 0.. ~ ~o . Cl>f! "' '0 co '" "'" '0 Q) E . c c: cc QJ II> <ii<ii 00 FF gllil FF gg .!f ~l~ :gl~ c c: .!i .: OJ '" IU :<: N ~ "'" '" ~ ~ :<: ~ ::l c c -"" '" ~ CL c: '" ... '" '" >.ou III • c: OIrn~ ~ <Il c: c c OJ .:::.91 <II". "' ...

."0 l 11 IV til E ~~ 11 11 8 Cl 0 &:E .<0 E '" E t'!--g I~ '" ~~ ~ '" Q.. 0 (!l zw ~ < ><: Z N o...... .ci c r:i N o z ...3 "IV) "'"" Q.~ '" '" c c: c c: OJ '" 'Vi 'Vi c: c: c: c: '" .J 110 1=1= FI= FF 1=1= f.l 1=1= 1=1= 1=1= gig .. '" IV ' Iii g g.12 l2..~ 2l <: ....... 00 ... lJ') 00 00 ~ 00 ...2lI2l 00 1~liiJ . .. 00 ~I~ . 80 8 i I 8 iI 88 iI 8 &~ til ~--g E til I~ ~ '" 0 &~ ~B '" E '" ...f9 .~ .s.... . ....l 1=1= ~If.'~'ii>I'~ c: c: Q.~ -t .: « J: '<I: lJl V) 12l 21 . .. .. ... 00 :ilfil ~J2 ~~ 00 llal:il III :::I III '" :::l VI OJ> :::I :> C <i.._ ..l.......0 co 00 00 00 00 ..llf.2 t :::l E to ........~ ~ '" ~-g I~ 11 !5 E til ~~ 0 ~~ !<8 /5 /5 ~~ ~g ~ . ~I~ c: c '" 'Vi 2l1l!! . "' N "' N .. It.....l gig Iglg 00 .. t'!-g E IV ~ . E ~~ 0 Q. 00 .... .... 00 . 8 1=1= gil...! ... . 00 '" '" ~~ 00 ...J~ :E Q..I '[n ... ...... ..~ .... 00 '" <II 00 00 00 ~ ...s...12 00 . 00. &~ ~ g '" 1. ~ ::>: ...::: 1=1= "' .:O 00 0 t=> E to ". .. 00.J:E 1l e..N ~:g 00 N 00 00 VI r-..c ro VI c: III ~ 01 '" ]t ~ Ol 1= c: .... '" 00 NU'I 00 00 00 . J:.~ til til 5 ~ E 11O:E :E ~ Q.......* ...2lIl!! l:ill:il OJ OJ OJ -iii'ijjj II> => OJ> 1.. '" oq 00 J:. U'I 00 00 d :::) Vl !... !5 '" E ~ t::.l) 00 00 .. 11'1 VI ::I ::I III III III :::I III 1=1= 1=1= liiJl:i... . 1=1= 1=1= c: c: c c: .'<I: z ~ :'5 w e-.... ...J.! ~.. ~ ~8 ad~ !I ... 00 llijl:il . ..

. F F!= :l ~ ~ ~ III '" III ~ "''"" ~~ gg Iglg '" III !=!= FI= ~~ ~] ~!!! "!!! co co coco gg gg ~g g~ ~F FF FF 1=1= "~"~ e EEE E _g B e ::l . a E '" &~ :E !5 ........ <0 00 (J\N 0 . _ go 00 "'N 50 00 00 00 N"- '" 00 co 00 00 '" co 00 00 ....< z ~ !i " w 0. gg to C "~~ N '" C '" -:. E ~-g I~ '" G... N ~ c: I=FI= g gig :il "~ ~~ g~ '" ::l III ::l III ..J::: CCC "~~I"!l'.. .J ~I~ 00 . '" .... ::£ !5 .... 80 8.:::= ~~ 1=1= 1=F gg ~~ 1=1= ~ g gg -~~ ~~.... 8.ci C s E '" 0.. CI C -m E fCo ~ lJ1 '" a .19 .... "'::£L. <ON 00 00 0'-< 00 '-<N 00 C) 1>:>\0 .. 88 0 o- j M'f" 00 ..... '" ~:t1 B E '" ~-g I~ 0 ........2t: (!) -c ~ z Z 0 UJ '" 11"1 ~_ 00 C c: Qj <II "iii "iii 88 ~~ 0 08 8..f::£ E ~-g'" ~ '" E til ~~ ".ci a: :::J VJ => Z N o z .....!ll c '" ~ '" ~ . N N". 8 88 ~lJ .. 8. :0: :g8 0 Iii~ j~ 0 00 I ~-g "':0: '" E '" I~ E ro 0. E .. '" ~ :'i 00 0 ~o ~~ ~ ~ 8. .... CO.... .. &::£ ~-g Iii~ . ~ III "- :g8 0 ji ::£ !5 E 0..I:£ ~~ ra .. 00 00 J: III J: III -c ~ ~ :r VI . "' '" '" .... :E=> E '" ~-g ~ III 0... . ... 11 11 ~olJ j ~ .~ .

j . ] a.c ~ L.... It") N O· . "' "0 en '" II} ~ "0 a.0 '" "iii It") c '" 11 . '" 0.: C II> OJ 0. '" . c e "' ~ "' E s: . NM NMvLl"l 0. ~ "(.E c c...l "is. F to ~ . ~ F m '" F c.0 L _.0> c "~ "C' :::J '" ~ E '" OOlOvN 0 . :::J <IJ "iii en . :c II} E :::.. '" F {2 ~ C...J o z a . '" 01 a:i 0: ::l Ul z ::. "' '" >c ~ x: '" ~ ~ c N c....0 :2 "iii "~ 01 C ttl ~ 01 CI ~ til 0> '" It") C. C) 0000 0000 0 0" It") c.c OJ c 11 "0 '" 0"1 C :a '" c c E r.

N II) "... (.! Q.- « . 2....Ju.c: ::> '" ..J « 20 wet: 0.>< -"" ::> COlO '" Z N U'I a: :::> :::> 2 z '" Z « '" L til Ww (. . a z .0.

c c: co N N M o z > .r..r...... ~ z ~ z '" ~~ ~~ .r._tn J:: o N 8 ci ..

. ~ 0 Z c..I <t i= . 0 M s .. 0 0 III CXl !. ~ ~g ~ 0:: rt. = 0 N .... z 0 :l: 0 ::> .. 0 :J o o a.. w "I N VI . ::> co z ::> i- -c ~ <{ :::> ~ t') zzz -c ~ «~ z co Ci w Ci >. w (/) z ::::> ~ ::::> c.( Z Ul <...--_ ..... . 0. w >- ~~ ~ 0 ~ 0 .( (9 "- w -c -.. <l: ~ <t ~ o « ~« m 0 ~ a:: w 0 ~ N 0 CD 0 0 M ~ :! u. W cr: ~~ ui LV Z 0w 0 w (/) 0...cr: w 0~ a ::> ~ 0 a!... 0 . cr: ::::> (/) 0... :r: 0:: Z w IL. « 1« ~ Z Z LV w (f) tx ~ z 0 ~ . W (/) ~ -c o C9 ::> z~ c( >..i (9 -c -c 0 ~ a:: « c. 0 0 N .I :r: ~ :J -.....§ g 0 <0 . .:( ~z I-:....~ 0 <i.Z z« ~ (3 a:: w <t: .. ~ --_ . Cl..? 0 OJ " #.. I ~ ~ cr: <t 0 0 CD 0 L() ~ ..: ~ co 0 0 CD "...:) ~ UJ ~ ~ ~ rn 0 N M IX) 0 0 ~ 0 .... z :::> z ::::> -.. (f. cr: s z 0..... 0 0 . III III 0 ~ Z .. ~ b <t: y: Z <l: Z o <t: J: _J <t: C Z ::...:) :! :J -c :-> . (/) - ::::> <i ai (j z - ::::> - ww ~ a.....! -. 0 c:::i s ...t') z :5 z Ul Ul w <. 0 c...:) 0 f- oJ ~ z: <t: Z n.

~----~--------------~-- i---4-·f-------'---_ z o .