Anda di halaman 1dari 2

Fenomena Transformation Induced Plasticity Steel dan Aplikasinya

Andreas Suryanda 1006772430 Kelompok 9

Mikrostruktur dari baja TRIP (Transformation Induced-Plasticity) menyisakan fasa austenit dalam matriks utama dari fasa ferit. Selain menyisakan lima persen volum fasa austenit, fase yang keras seperti martensit dan bainit hadir dalam jumlah yang bervariasi. Baja TRIP biasanya memerlukan penggunaan penahanan pada suhu isotermal pada intermediet temperatur, di mana akan menghasilkan fasa bainit. Semakin tinggi jumlah silikon dan karbon dalam baja TRIP juga akan menghasilkan fraksi volum yang signifikan di mana akan menyisakan fasa austenit pada mikrostruktur akhir.

Gambar diatas menunjukkan skema dari mikrostruktur baja TRIP. Selama proses deformasi, penyebaran fasa keras dalam ferit yang lunak menghasilkan laju pengerasan mekanis (work hardening) yang tinggi, seperti hasil observasi dari baja DP. Pada baja TRIP, sisa fasa austenit secara perlahan bertransformasi menjadi martensit seiring dengan peningkatan regangan (strain) dari baja tersebut, di mana akan meningkatkan laju pengerasan mekanis pada tingkat regangan yang lebih tinggi. Pada gambar kedua, di mana perilaku engineering stress-strain dari baja HSLA, DP, TRIP mendekati yield strength yang sama, Baja TRIP memiliki laju awal pengerasan mekanis yang rendah, tapi terus berlanjut hingga laju pengerasan persis pada tengangan yang tinggi (higher strains). Laju pengerasan mekanis dari baja TRIP pada dasarnya lebih tinggi dibandingkan dengan baja konvensional HSS. Hal ini akan berguna saat kita ingin mengambil keuntungan dari laju pengerasan mekanik yang tinggi (dan meningkatkan efek bake hardening) untuk mendesain bagian-bagian yang memiliki sifat mekanis yang baik. Baja TRIP menggunakan

Fenomena Transformation Induced Plasticity Steel dan Aplikasinya


Andreas Suryanda 1006772430 Kelompok 9 jumlah karbon yang lebih tinggi untuk mendapatkan sejumlah kandungan karbon untuk menstabilkan sisa dari fasa austenit di bawah suhu ruang. Kandungan silikon dan atau alumunium akan mempercepat pembentkan fasa ferit atau bainit. Maka, elemen-elemen ini berguna dalam membantu menjaga kandungan karbon dalam sisa fasa austenit. Penekanan endapan karbida selama pembentukan fasa bainit merupakan titik krusial untuk baja TRIP. Silikon dan alumunium berguna untuk mencegah pengendapan karbida di dalam area bainit. Sisa fasa austenit pada tingkat regangan tertentu akan berubah menjadi fasa martensit dengan mengontrol kandungan karbon. Pada kandungan karbon yang sedikit, sisa austenit mulai berubah segera setelah deformasi. Dan meningkatkan laju pengerasan mekanis (work hardening) dan kemampuan untuk dibentuk (formability) selama proses pencetakan. Pada kandungan karbon yang tinggi, sisa dari fasa austenit akan lebih stabil dan akan berubah hanya saat tingkat regangan di atas tingkat regangan yang dibutuhkan saat pembentukan. Pada tingkat kandungan karbon ini, sisa austenit akan masuk ke bagian akhir. Dan akan berubah menjadi fasa martensit saat proses deformasi selanjutnya. Baja TRIP bisa direkayasa untuk memberikan kemampuan untuk dibentuk yang baik untuk proses manufaktur yang kompleks atau untuk menunjukkan work hardening yang tinggi selama deformasi benturan untuk penyerapan energi yang baik. Pengaplikasian terbesarnya adalah pada bidang otomotif. Referensi: 1. http://www.worldautosteel.org/steel-basics/steel-types/transformation-inducedplasticity-trip-steel/ 2. A. Dimatteo, G. Lovicu, M. Desanctis, R. Valentini, A. Solina,Microstructures and properties of Transformation Induced Plasticity steels