Anda di halaman 1dari 65

Earth Moving & Produksi

Arie Noor Rakhman, S.T., M.T.

Proses Kerja Pemindahan Tanah

Pekerjaan pemindahan tanah adalah memindahkan material (tanah) dari suatu tempat ke tempat lainnya Proses pelaksanaan pekerjaan dapat berbedabeda, karena ada faktor:

Sifat-sifat fisik material/tanah Jarak angkut / pemindahan Tujuan akhir pekerjaan Keadaan situasi / kondisi lapangan (topografi) Tuntutan kualitas Skala proyek (besar kecilnya proyek)

Tahapan pemindahan tanah

Land clearing Pengupasan top soil (lapisan atas) atau stripping Penggalian (excavating) Hauling Dumping

Stripping

Pekerjaan konstruksi (bangunan, jalan, dll) top soil harus dibuang karena berakibat kurang stabil terhadap hasil suatu pekerjaan pemindahan tanah. Pertanian/Perkebunan top soil penting cermat dan hati-hati meminimalisir kerusakan dan kehilangan tanah humus Pekerjaan mining (nikel, timah, batubara) menyisihkan/menyimpan top soil suatu tempat setelah selesai mendapatkan hasil tambang reklamasi (back felling) reboasasi Kegiatan untuk mengupas top soil: Stripping

Excavating

Excavating adalah suatu kegiatan penggalian material (tanah) yang akan digunakan atau akan dibuang Excavating dipengaruhi oleh kondisi:

Bila tanah biasa (normal) langsung dilakukan penumpukan stock atau langsung dimuat (loading) Bila kondisi tanah keras penggaruan (ripping) terlebih dahulu, kemudian dilakukan stock pilling dan pemuatan (loading) Bila terlalu keras dimana pekerjaan ripping tidak ekonomis (tidak mampu) peledakan (blasting) guna memecahbelahkan material terlebih dahulu sebelum stock pilling kemudian dilakukan loading

Hauling

Pengangkutan material (tanah) oleh alat angkut dilakukan dengan menggunakan dump truck, motor scraper atau whell loader (load and carry) atau bisa juga dengan bulldozer jika jarak angkut kurang dari 100 meter. Pada hauling yang menggunakan dump truck biasanya pada hauling road mesti dilakukan road maintenance yang biasanya dikerjakan oleh motor grader, bulldozer, maupun compactor dan dibantu oleh truck water sprayer.

Dumping

Dumping adalah suatu kegiatan pembuangan material (tanah) dari alat angkut yang biasanya diteruskan dengan tujuan pekerjaan sbb:

Pekerjaan konstruksi: Dumping diteruskan dengan spreading, grading dan compacting. Alat untuk meratakan dari dumping (spreading) bulldozer, kemudian perataan lebih halus (grading) motor grader, selanjutnya pemadatan (compacting) compactor

Dumping (1)

Pekerjaan Pertambangan (Semen) Dumpingnya menuju stone crusher kemudian diangkut (hauling) melewati belt conveyor untk seterusnya dikirim ke pabrik (handling production) Pekerjaan Pertambangan (Batubara) Dumping tanah tutup (overbourden), dibuang ke disposal dan diratakan oleh bulldozer. Demikian pula overbourden untuk nikel maupun timah hampir sama dengan overbourden untuk tambang batubara

Ikhtisar Sistem Kerja Moving Earth

Alat Berat pada Pekerjaan Pemindahan Tanah


Jenis Pekerjaan
Pengupasan Top Soil (Stripping) Pemotongan / Penggalian

Jenis Alat
Bulldozer Bulldozer, Excavator, Scraper, Grader, Dragline Clampshell, Power Shovel, Trencher, Ditcher Bulldozer Bulldozer, Dozer Shovel, Whell Loader Dozer Shovel, Whell Loader, Excavator, Power Shovel, Motor Scraper Dump Truck, Motor Scraper, Whell Loader Bulldozer Motor Grader

Jenis Attachment
Angle Blade, Straight Blade Angle Blade, Shear Blade

Penggaruan (Ripping) Penumpukan (Stock Pilling) Pemuatan (Loading)

Ripper Angle Blade, Straight Blade

Pengangkutan (Hauling) Penyebaran (Spreading) atau Grading

Angle Blade, Straight Blade

Taksiran Produktivitas Alat untuk Pekerjaan Earth Moving

Berbagai jenis peralatan untuk pekerjaan pemindahan tanah (earth moving) secara mekanis bagi ditinjau dari segi:
Kelas horse power Fungsi dan kegunaan Manfaat khusus peralatan Cara perhitungan taksiran beraneka ragam

Taksiran Produktivitas Alat

Cara perhitungan taksiran produktivitas alat beraneka ragam tergantung fungsi dan kegunaan alat Namun demikian pada dasarnya sama:

Produksi per Satuan Waktu = Produksi per Trip x Trip per Satuan Waktu x Faktor Koreksi

Dalam hal ini pembahasan cara perhitungan dibatasi pada alatalat: Bulldozer: Dozing & Ripping Dozer Shovel / Wheel Loader Excavator Dump Truck

Taksiran Produktivitas Bulldozer (Dozing)

Untuk pekerjaan dozing, taksiran produksi bulldozer dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: KB x 60 x FK (m3/jam) TP = J J + + Z F R Keterangan: 3 KB : Kapasitas blade (m ) FK : Faktor koreksi J : Jarak dorong (meter) F : Kecepatan maju (meter/menit) R : Kecepatan mundur (meter/menit) Z : Waktu tetap (menit)

Dozing (1)

Kapasitas blade umumnya sudah dicantumkan oleh pabrik pembuat alat dalam handbook atau brosurbrosur teknis atau dapat pula dihitung secara empiris: V=LxHxH V = L x H2 Keterangan: V : volume blade (m3) L : Panjang blade (meter) H : Tinggi blade (meter)

Display Perhitungan Volume Blade secara Empiris

Dozing (2)

Sedangkan waktu tetap (Z) tergantung dari jenis transmisi dan jumlah tangkai transmisi yang digunakan. Contoh pada produk KOMATSU:
No 1 Jenis Transmisi Direct Drive Single Lever Double Lever Torque Flow Z (menit) 0,10 0,20 0,05

Dozing (3)

Sebuah bulldozer E memiliki data-data teknis sebagai berikut:


Horse power Berat operasi Lebar blade Tinggi blade Lebar traktor Kecepatan maju Kecepatan mundur

: : : : : : :

155/1800 rpm 17 ton 3,5 meter 0,6 meter 3 meter 3,2 km/jam 4 km/jam

Apabila bulldozer tersebut digunakan menggusur tanah dengan jarak dorong rata-rata 40 meter, berapakah produksi per jam nya jika diketahui:

Waktu tetap Faktor ketersediaan mesin Efisiensi waktu Efisiensi kerja Efisiensi operator Blade faktor

: : : : : :

0,10 menit 0,9 0,83 0,75 0,8 0,85

Dozing (4)

Jawab:

FK = 0,9 x 0,83 x 0,75 x 0,8 x 0,85 = 0,38 TP = KB x 60 x FK J J + + Z F R = (3,5 x 0,62) x 60 x 0,38 40 40 + + 0,10 53,33 66,66 = 19,81 m3/jam

Taksiran Produktivitas Bulldozer (Ripping)

Untuk keperluan estimasi taksiran produksi hasil ripping disarankan mendapatkan hasil test seismic wave velocity karena produktivitas ripping dipengaruhi oleh jenis ripper Cara perhitungan taksiran produksi ripping oleh bulldozer dibedakan atas:

Multi shank ripper Giant ripper

Taksiran Produksi Ripping dengan Multi Shank Ripper

Taksiran produksi ripping secara manual dengan multi shank ripper :


TP =
LK x P x J x 60 x FK (m3/jam) J J + + Z F R

Keterangan:

TP : Taksiran produksi ripping (m3/jam) LK : Lebar kerja (meter) P : Kedalaman penetrasi (meter) J : Jarak ripping (meter) FK : Faktor koreksi F : Kecepatan maju (m/menit) R : Kecapatan mundur (m/menit) Z : Waktu tetap (menit)

Contoh Soal Multi Shank Ripper

Sebuah bulldozer 300 HP digunakan untuk pekerjaan ripping. Jarak ripping rata-rata 30 meter Data-data teknis bulldozer dan ripper adalah sebagai berikut: Lebar kerja : 3,2 meter Kedalaman penetrasi : 0,3 meter Kecepatan maju : 2,5 km/jam Kecepatan mundur : 3 km/jam Waktu tetap : 0,10 menit Faktor ketersediaan mesin : 0,9 Efesiensi waktu : 0,83 Efisiensi kerja : 0,8 Efisiensi operator : 0,85 Konversi material bank-gembur : 1,2 Berapakah produktivitas ripping dari bulldozer tersebut?

Display Multi Shank Ripper

Jawaban Soal

FK = 0,9 x 0,83 x 0,8 x 0,85 = 0,5

LK x P x J x 60 x FK (m3/jam) J J + + Z F R 3,2 x 0,3 x 30 x 60 x 0,5 (m3/jam) TP = 30 30 + + 0,10 41,66 50


TP =
TP = 608,45 m3/jam (bank condition) = 608,45 x 1,2 = 730,14 m3/jam (loose condition) = 730 m3/jam Jadi produktivitas ripping dari bulldozer tersebut sebesar 730 m 3/jam

Taksiran Produksi Ripping dengan Giant Ripper

Formula taksiran produksi ripping secara manual:


TP =
P2 x J x 60 x FK J J + + Z F R
(m3/jam)

TP P J FK F R Z

: : : : : : :

Taksiran produksi ripping (m3/jam) Kedalaman penetrasi (meter) Jarak ripping (meter) Faktor koreksi Kecepatan maju (m/menit) Kecepatan mundur (m/menit) Waktu tetap (menit)

Display Giant Ripper

Taksiran Produksi Gabungan Ripping Dozing


Pada prakteknya pekerjaan ripping merupakan pekerjaan bantu terhadap dozing. Setelah material bersangkutan diripping pasti selanjutnya didozing Ripping tidak berdiri sendiri melainkan selalu berpasangan dengan dozing Formula untuk mengetahui taksiran produksi gabungan ripping-dozing:

TP = TD x TR TD + TR

(m3/jam)

Keterangan:

TD : Taksiran produksi dozing (m3/jam) TR : Taksiran produksi ripping (m3/jam)

Contoh Soal

Sebuah bulldozer digunakan untuk pekerjaan rippingdozing. Bila produksi dozing sebesar 20 (m3/jam) dan produksi ripping sebesar 703 (m3/jam), berapakah produksi gabungan ripping-dozing?

TP = TD x TR (m3/jam) TD + TR TP = 20 x 703 (m3/jam) 20 + 703 TP = 19,46 m3/jam Jadi taksiran produksi gabungan ripping-dozing sebesar 19,46 m3/jam

Taksiran Produktivitas Shovel / Wheel Loader

Loader, umumnya digunakan untuk memuat (loading) material ke atas dump truck dan alat angkut lainnya yang sering digunakan di proyek konstruksi dan mining. Oleh karena itu dalam perhitungan taksiran produktivitas diarahkan pada pekerjaan pemuatan (loading) Khusus untuk wheel loader, disamping digunakan untuk loading, juga dapat digunakan untuk pengangkutan jarak dekat (100 meter) Pekerjaan ini populer dikenal sebagai load and carry method

Display Load and Carry Method

Load and Carry Method

Langkah-langkah dalam load and carry method adalah sebagai berikut:


Loading Return to carry Hauling Return from dumping Returning to loading

Taksiran Produksi Loading

Dalam pekerjaan pemuatan (loading) dikenal 3 (tiga) metode, yaitu:


Cross Loading ( I Shape Loading) V Shape Loading Step Loading / Pass Loading

Cross Loading ( I Shape Loading)

Taksiran produktivitas produksi loading dengan Cross Loading ( I Shape Loading) dapat dihitung dengan menggunakan:
TP = KB x 60 x FK (m3/jam) CT KB x 60 x FK (m3/jam) TP = J + J )n + Z ( F R

Cross Loading (1)

Keterangan:

TP FK

J F R n Z CT

: Taksiran produksi (m3/jam) : Faktor koreksi - Availability mesin - Skill operator - Efisiensi kerja : Jarak angkut (meter) : Kecepatan maju (meter/menit) : Kecepatan mundur (meter/menit) : n = 1 (cross loading method) n = 2 (V shape loading method) : Waktu tetap / pindah perseneling : Cycle time

Display Cross Loading Method

V Shape Loading

Taksiran produktivitas produksi loading dengan V Shape Loading sama dengan Cross Loading ( I Shape Loading) dengan formula (lihat nilai n):
TP = KB x 60 x FK (m3/jam) CT KB x 60 x FK (m3/jam) TP = J + J )n + Z ( F R

Display V Shape Loading Method

Step Loading / Pass Loading

Taksiran produktivitas produksi dengan Step Loading / Pass Loading berformula sama dengan V Shape Loading dan Cross Loading ( I Shape Loading) : TP = KB x 60 x FK (m3/jam) CT KB x 60 x FK (m3/jam) TP = J + J )n + Z ( F R

Perhatikan pada nilai Z (waktu tetap) pada masingmasing metode pada tabel berikut:

Display Step Loading / Pass Loading Method

Waktu Tetap (Z) berdasarkan Metode Pemuatan dan Jenis Transmisi


Jenis Transmisi Direct Drive Hydroshift Torque Flow Waktu Tetap (menit)
V-Shave Loading Cross Loading Load and Carry

0,25 0,20 0,20

0,35 0,30 0,30

0,35

Contoh Soal

Sebuah Shovel (Torque Flow) yang mempunyai bucket 1,8m3 digunakan untuk mengisi dump truck, dengan menggunakan V Shape Loading Method. Jika diketahui:

Jarak muat Kecepatan maju Kecepatan mundur Faktor ketersediaan mesin Efisiensi waktu Efisiensi kerja Efisiensi operator Bucket faktor

: : : : : : : :

5 meter 3 km/jam 3,5 km/jam 0,9 0,83 0,8 0,85 0,8

Tentukan produktivitas dari shovel tersebut!

Jawaban Soal:

FK = 0,9 x 0,83 x 0,8 x 0,85 x 0,8 = 0,4 KB x 60 x FK J + J )n + Z ( F R


1,8 x 60 x 0,4 5 5 ( + ) 2 + 0,2 50 58,33

TP =

(m3/jam)

TP =

(m3/jam)

TP = 116 m3/jam Jadi produktivitas shovel tersebut sebesar 116 m3/jam

Taksiran Produksi Load and Carry

Taksiran produksi load and carry dapat dihitung empiris dengan formula:
TP =

KB x 60 x FK J + J )n + Z ( F1 F2

(m3/jam)

Sama dengan metode sebelumnya, untuk FI adalah kecepatan muat (m/detik) dan F2 adalah kecepatan kosong (m/detik). Untuk Z = loading time + Turning time + Dumping time

Taksiran Produksi Dump Truck

Dasar operasinya dump truck meliputi: loading, hauling, dumping, returning. Bila dirinci lebih lanjut meliputi: start loading, akhir loading, hauling, tiba disposal, mulai dumping, akhir dumping, returning (loading road), tiba di loading road area

Display operasi Dump Truck (1)

Display operasi Dump Truck (2)

Taksiran Produksi Dump Truck

Formula taksiran produksi Dump Truck:


TP =
TP = C x 60 x FK CT
(m3/jam)

C x 60 x FK LT + HT + RT + t1 +t2

(m3/jam)

TP =

C x 60 x FK J J ( n x ct ) + + + t1 + t2 v1 v2

(m3/jam)

Taksiran Produksi Dump Truck (1)

Keterangan:

TP C FK

CT n ct J V1 V2 t1 t2

: Taksiran produksi (m3/jam) : Kapasitas vessel Lcm atau ton Bila menggunakan pay load PL = ton, maka harus dikalikan berat jenis material BD = ton/m3 : Faktor koreksi, dipengaruhi oleh: - machine availability - skill operator - efisiensi waktu : Cycle time per rit dari dump truck : Jumlah rit pemuatan/loading truck : Cycle time per rit shovel : Jarak angkut dump truck : Kecepatan angkut : Kecepatan kembali : Waktu dumping : Waktu atur posisi muat

Taksiran Produksi Dump Truck (1)

Untuk memperoleh nilai dari Kapasitas Vessel ( C ) dalam satuan m3, bisa dilakukan dengan melihat pada leaflet atau data spesifikasi masing-masing tipe alat, atau ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut: C = n x KB x BF dimana: n : Jumlah rit pengisian KB : Kapasitas bucket shovel BF : Bucket factor

Taksiran Produksi Dump Truck (2)

Sedangkan nilai n ditentukan dengan formula:


n =

C KB x BF

dimana:

C KB BF

: Kapasitas vessel : Kapasitas Bucket : Bucket factor

Taksiran Produksi Dump Truck (3)

Biasanya nilai n di sini dibulatkan ke atas atau ke bawah, tergantung kemampuan dump truck / shovel yang digunakan serta jenis material yang ditangani. Penentuan nilai Cycle time (CT) dalam satuan menit dapat dihitung dengan menggunakan formula: CT = LT + HT + RT + t1 + t2 Dimana:

LT HT RT t1 t2

: : : : :

Waktu loading = (n x ct) dalam satuan menit Waktu hauling = J/v1 dalam satuan menit Waktu returning = J/v2 dalam satuan menit Waktu dumping (menit) Waktu akan muat (menit)

Taksiran Produksi Dump Truck (4)

Sedangkan waktu buang (dumping) dan persiapan loading dipengaruhi oleh kondisi operasional, lihat tabel:
Kondisi operasi Waktu dumping Waktu Siap (menit) Loading (menit) Baik 0,50 0,70 0,10 0,20 Sedang 1,00 1,30 0,25 0,35 Buruk 1,50 2,00 0,40 0,50

Contoh Soal:

Sebuah dump truck memiliki kapasitas vessel 5 m3 digunakan mengangkut tanah biasa dengan jarak angkut 2 km. Jika diketahui:
Kecepatan angkut : 40 km/jam Kecepatan kembali : 30 km/jam Dengan alat pemuat wheel loader yang mempunyai kapasitas bucket 1,8 m3. Cycle time : 0,4 menit Dengan kondisi operasi : sedang Machine availability factor : 0,9 Efisiensi waktu : 0,83 Efisiensi operator : 0,85 Efisiensi kerja : 0,8 Bucket factor : 0,85 Hitung produktivitas dari dump truck tersebut!

Jawaban Soal:
TP =

C x 60 x FK CT

(m3/jam)

Mencari nilai Kapasitas Vessel


C = n x KB x BF
n = n =
C KB x BF 5 1,8 x 0,85

n = 3,26 ~ 3 kali Jadi : C = 3 x 1,8 x 0,85 = 4,59 m3

Jawaban Soal (1)

Mencari nilai dump truck Cycle time CT = LT + HT + RT + t1 + t2 J J CT = ( n x ct ) + + + t 1 + t2 v1 v2 2000 2000 CT = 3 x 0,4 + + + 1,2 + 0,3 6666,66 500 CT = 1,2 + 3 + 4 + 1,2 + 0,3 = 9,7 menit

Jawaban Soal (2)

Mencari Faktor koreksi (total) FK = 0,83 x 0,85 x 0,8 x 0,9 = 0,5 4,59 x 60 x 0,5 TP = 9,7 = 14,2 m3/jam

Jadi produktivitas dump truck tersebut sebesar 14,2 m3/jam

Taksiran Produksi Excavator

Produktivitas excavator dapat dihitung dengan formula: KB x BF x 3600 x FK TP = (m3/jam) CT Dimana: 3 TP : Taksiran produksi (m /jam) 3 KB : Kapasitas bucket (m ) BF : Bucket factor FK : Faktor koreksi (total) CT : Cycle time (detik)

Taksiran Produksi Excavator (1)

Untuk menentukan besarnya nilai efisiensi kerja yang sangat dipengaruhi kondisi operasional peralatan, dapat dilihat pada tabel:
Kondisi operasi Efisiensi kerja 0,83 0,75 0,67 0,58

Baik Normal Sedang Kurang Baik Buruk

Taksiran Produksi Excavator (2)

Sedangkan besarnya nilai faktor koreksi (total) = FK dipengaruhi oleh:

Skill operator Machine availability Efisiensi kerja Faktor lain yang mempengaruhi produktivitas alat Faktor konversi kedalaman galian jika menggali di bawah landasan excavator

Selanjutnya nilai bucket factor = BF dapat lihat pada tabel berikut.

Taksiran Produksi Excavator (3)

Tabel Nilai bucket factor (BF) Back Hoe dan Loading Shovel
Kondisi Operasi / Penggalian Bucket Factor 1,20 1,10 1,10 1,00 1,00 0,80 0,80 0,70 1,10 1,00 1,00 0,95 0,95 0,90 0,90 0,85

Back Hoe Mudah Sedang Agak Sulit Sulit Mudah Sedang Agak Sulit Sulit Tanah Clay, agak lunak Tanah asli kering, berpasir Tanah asli berpasir & berkerikil Tanah keras bekas ledakan Tanah Clay, agak lunak (biasa) Tanah gembur campur kerikil Batu keras bekas ledakan ringan Batu keras bekas ledakan

Loading Shovel

Taksiran Produksi Excavator (4)

Sedangkan konversi faktor yang meliputi kedalaman dan kondisi penggalian yang dilakukan dengan Back Hoe ditunjukkan tabel:
Kedalaman Galian < 40% 40 75% > 75% Kondisi Penggalian * Mudah 0,7 0,8 0,9 Normal 0,9 1,0 1,1 Agak Sulit 1,1 1,3 1,5 Sulit Sekali 1,4 1,6 1,8

* Dikalikan dengan Cycle Time


Penentuan nilai Cycle Time untuk Loading Shovel sbb.:

Taksiran Produksi Excavator (5)

Standart Cycle Time untuk Loading Shovel


Model PC 400 PC 650 PC 1000 PC 1600 Waktu (detik) 16 20 18 22 20 24 27 - 31

Taksiran Produksi Excavator (6)

Standart Cycle Time untuk Back Hoe (1)


Waktu (detik) Waktu (detik)

Range
Model PC 60 PW 60 PC 80 PC 100 PW 100 PC 120 PC 150 PW 150 PC 180 PC 200 PC 210

Swing Angle
45 - 90 10 13 10 13 11 14 11 14 11 14 11 14 13 14 13 14 13 14 13 14 14 17 90 - 180 13 16 13 16 14 17 14 17 14 17 14 17 16 19 16 19 16 19 16 19 17 20 Model

Range
PW 210 PC 220 PC 240 PC 280 PC 300 PC 360 PC 400 PC 650 PC 1000 PC 1600

Swing Angle
45 - 90 14 17 14 17 15 18 15 18 15 18 16 19 16 19 18 21 22 25 24 27 90 - 180 17 20 17 20 18 21 18 21 18 21 19 22 19 22 21 24 25 28 27 30

Contoh Soal

Sebuah proyek irigasi, diantaranya saudara diminta untuk mengerjakan galian parit dengan menggunakan excavator PC 200-5 Back Hoe, dengan bucket capacity 30% dari maximum diggingnya. Kondisi galian sedang, normal atau tanah biasa, volume galian 2000 m3. Jika diketahui machine availability factor 90%, faktor skill operator 85%, faktor efisiensi waktu 85% dan sudut swing operator 60 15 detik. Tentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan galian tersebut.

Jawaban Soal (1)

Volume galian = 2000 m3 (bank condition) = 2000 x 1,25 = 2500 m3 (loose condition)

Faktor Koreksi: FK = 0,9 x 0,85 x 0,85 x 0,75 = 0,49

Jawaban Soal (2)


TP =

KB x BF x 3600 x FK CT x 0,9

(m3/jam)

= 0,8 x 1,1 x 3600 x 0,49 15 x 0,9 = 1552,32 13,5 = 114,98 m3/jam

2500 Jadi waktu yang diperlukan = 114,98

= 21,74 jam