Anda di halaman 1dari 4

PENGATURAN DIET 1.

Fase Stabilisasi Pada fase ini, peningkatan jumlah formula diberikan secara bertahap dengan tujuan memberikan makanan awal supaya anak dalam kondisi stabil. Formula hendaknya hipoosmolar rendah laktosa, porsi kecil dan sering. Setiap 100 ml mengandung 75 kal dan protein 0,9 gram. Diberikan makanan formula 75 (F 75). Resomal dapat diberikan apabila anak diare/muntah / dehidrasi, 2 jam pertama setiap ½ jam, selanjutnua 10 jam berikutnya diselang seling dengan F75.

2. Fase Transisi Pada fase ini anak mulai stabil dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak (cathup). Diberikan F100, setiap 100 ml F100 mengandung 100 kal dan protein 2,9 gram.

6H2O. terdapat kenaikan BB sekitar 50g/kg BB/minggu selama 2 minggu berturut-turut. Zn asetat 2H2O dan CuSO4. 7 oC.3. makanan yang diberikan dapat dihabiskan. anak sudah dapat tersenyum. tidak ada edema. Mineral Mix dapat diberikan sebagai nutrisi gizi buruk yang terbuat dari bahan yang terdiri dari KCl. tripotasium citrat. Diberikan makanan formula 135 (F 135) dengan nilai gizi setiap 100 ml F135 mengandung energi 135 kal dan protein 3. suhu tubuh berkisar antara 36. Makanan padat diberikan pada fase rehabilitasi berdasarkan BB< 7 kg diberi MPASI dan BB ≥ 7 kg diberi makanan balita. Fase Rehabilitasi Terapi nutrisi fase ini adalah untuk mengejar pertumbuhan anak. 4. berdiri atau berjalan sesuai umurnya. merangkak. . PENATALAKSANAAN GIZI BURUK 1. bila BB/TB atau BB/PB ≥ -2 SD. Mineral mix ini dikembangkan oleh WHO dan telah diadaptasi menjadi pedoman Tatalaksana Anak Gizi Buruk di Indonesia. MgCl2. Diberikan setelah anak sudah bisa makan. Mencegah dan mengatasi hipoglikemi. Mineral mix digunakan sebagai bahan tambahan untuk membuat Rehydration Solution for Malnutrition (ReSoMal) dan Formula WHO. ada perbaikan kondisi mental.5H2O. tidak muntah atau diare. duduk. bahan ini dijadikan larutan.3 gram. tidak ada gejala klinis dan memenuhi kriteria selera makan sudah baik. Fase tindak lanjut dilakukan di rumah Setelah anak dinyatakan sembuh.5 – 37.

2. Dilakukan pengukuran suhu rectal tiap 2 jam sampai suhu > 36. ekstra Mg 0. tidak ada lubang angina dan bersih. 3. 4. Monitoring komplikasi infeksi ( hipoglikemia atau hipotermi) 6. . kaos kaki. sering diberi makan. secara oral atau sonde. Mencegah dan mengatasi infeksi. cairan 130 ml/kgBB/hari untuk penderita marasmus. oedemnya bertambah. marasmik kwashiorkor atau kwashiorkor dengan edem derajat 1. anak diberi pakaian. jika masih dijumpai tanda-tanda hipoglikemi maka ulang pemberian cairan gula tersebut. Selanjutnya 5-10 ml/kgBB untuk 4-10 jam berikutnya. tekanan vena jugularis meningkat.6. 2. Segera setelah dirawat. untuk mencegah hipoglikemi. diuresis. kesadaran menurun. energy 100 kkal/kgBB/hari. bila ada komplikasi amoksisilin 15 mg/kgBB tiap 8 jam 5 hari. pastikan anak memakai pakaian. anak dihangatkan dalam dekapan ibunya (metode kanguru). Mencegah dan mengatasi hipotermi. Pengelolaan berikan segera cairan gula: 50 ml dekstrosa 10% atau gula 1 sendok teh dicampurkan ke air 3. cepat ganti popok basah. jika penderita tidak sadar. Mulai pemberian makan. Monitoring tanda vital.5 g/kgBB/hari.8. Hipotermi jika suhu tubuh anak < 35oC . Penggantian jumlah Resomal pada jam 4. pemberian cairan dievaluasi jika RR dan nadi menjadi cepat.5 sendok makan. antibiotik. lewat sonde. Pengelolaannya ruang penderita harus hangat. Koreksi kekurangan zat gizi mikro. feses yang keluar dan muntah. antibotik. 7.10 dengan F75 jika rehidrasi masih dilanjutkan pada saat itu. sering. jika derajat 3 berikan cairan 100 ml/kgBB/hari. Mencegah dan mengatasi dehidrasi.6 mmol/kgBB/hari dan rehidrasi cairan rendah garam (Resomal) 5. protein 1-1.4-0. kejang. Koreksi gangguan elektrolit. aksila 3 menit atau rectal 1 menit. pucat. Prinsip pemberian makanan fase stabilisasi yaitu porsi kecil. Dilakukan evaluasi setelah 30 menit.5oC. jumlahnya disesuaikan seberapa banyak anak mau. Antibiotik (bila tidak komplikasi : kotrimoksazol 5 hari. tutup kepala. keluar keringat dingin. hipotermi dan mencukupi kebutuhan energi dan protein. Berikan ekstra Kalium 150-300mg/kgBB/hari. penderita diberi makan tiap 2 jam. jika anak dengan edem. Pengelolaannya diberikan cairan Resomal (Rehydration Solution for Malnutrition) 70-100 ml/kgBB dalam 12 jam atau mulai dengan 5ml/kgBB setiap 30 menit secara oral dalam 2 jam pertama. sarung tangan dan kaos kaki.Hipoglikemi jika kadar gula darah < 54 mg/dl atau ditandai suhu tubuh sangat rendah. lemah. frekuensi berak dan muntah. tutup kepala.

tunjukkan kepada orang tua frekuensi dan jumlah makanan.000 IU) 8. besi 1-3 Fe elemental/kgBB/hari sesudah 2 minggu perawatan. 9. motorik dan kognitif. umur dan perkembangan anak sebelumnya. pastikan pemberian imunisasi boster dan vitamin A tiap 6 bulan. zinc 2 mg/kgBB/hari.Berikan setiap hari minimal 2 minggu suplemen multivitamin. Mainan digunakan sebagai stimulasi. Diharapkan dapat terjadi stimulasi psikologis.000 IU. 10. vitamin A hari 1 (<6 bulan 50. asam folat (5mg hari 1.9 g protein/100ml. berikan terapi bermain anak. selanjutnya 1 mg). berikan F100 yang mengandung 100 kkal dan 2.000 IU. >1 tahun 200.3 mg/kgBB/hari. . porsi kecil. Mempersiapkan untuk tindak lanjut di rumah. Setelah BB/PB mencapai -1SD dikatakan sembuh. macamnya tergantung kondisi. sering dan padat gizi. Memberikan makanan untuk tumbuh kejar Satu minggu perawatan fase rehabilitasi. cooper 0. baik mental. Memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang. modifikasi makanan keluarga dengan energi dan protein sebanding. cukup minyak dan protein. 6-12 bulan 100.