Anda di halaman 1dari 16

METODE ELIMINASI GAUSS

DAN METODE CRAMER


LOLA YORITA ASTRI (05/184102/ET/04461)
BAMBINA (05/184103/ET/04462)
HENDRA USYIARDI (05/184104/ET/04463)
ARVI IRAWATI (05/184106/ET/04465)
NOVETRA SENJA TIRAMA (05/184110/ET/04469)
METODE ELIMINASI GAUSS
Eliminasi gauss digunakan untuk mencari akar
sistem persamaan linier.

n 3 2 1 n
n 3 2 1 3
n 3 2 1 2
n 3 2 1 1
x ,..., x , x , x f
.
.
.
x ,..., x , x , x f
x ,..., x , x , x f
x ,..., x , x , x f
Contoh: Ditinjau dari sistem persamaan:
6 x 5 x 8 x 3
1 x 6 x 9 x
9 x 4 x 7 x 2
3 2 1
3 2 1
3 2 1
Persamaan diatas dalam bentuk matriks dapat
ditulis sebagai berikut:
u x B =
6
1
9
x
x
x
5 8 3
6 9 1
4 7 2
3
2
1
Untuk menjelaskan eliminasi gauss,maka dibentuk suatu
matriks sebagai berikut:
(
(
(

=
1 0 0
0 1 0
0 0 1
6
1
9
5 8 3
6 9 1
4 7 2
I u B
Kita kalikan baris 1 dengan ,tambahkan (-1 x baris 1 yang
baru) kepada baris 2,dan tambahkan (3x baris 1 yang
baru)kepada baris 3.
(
(
(

1 0 2 / 3
0 1 2 / 1
0 0 2 / 1
2 / 39
2 / 7
2 / 9
11 2 / 5 0
8 2 / 25 0
2 2 / 7 1
Operasi diatas sama dengan pembentukan/pengubahan sistem
persamaan asli menjadi
2
39
x 11 x
2
5
2
7
x 8 x
2
25
2
9
x 2 x
2
7
x
3 2
3 2
3 2 1
= +
=
= +
Perhatikan operasi diatas jika ditulis dalam bentuk matriks
adalah
Selanjutnya dilakukan operasi sebagai berikut: kalikan baris 2
dengan 2/25 dan tambahkan (5/2 x baris 2 yang baru) kepada
baris 3.
(
(
(
(
(
(

1 0
2
1
0 1
2
1
0 0
2
1
(
(
(

1 0 0
0 1 0
0 0 1
6
1
9
5 8 3
6 9 1
4 7 2
(
(
(

1 5 / 1 5 / 7
0 25 / 2 25 / 1
0 0 2 / 1
25 / 94
25 / 7
2 / 9
5 / 47 0 0
25 / 16 1 0
2 2 / 7 1
Operasi terakhir mengubah persamaan menjadi
Kalikan baris 3 dengan 5/47. Tambahkan ke baris 2: (16/25 x
baris 3 yang baru). Tambahkan ke baris 1: (-2 x baris 3 yang
baru).
2
9
x 2 x
2
7
x
3 2 1
= +
25
7
x
25
16
x
3 2
=
25
94
x
5
47
3
=
(
(
(


47 / 5 47 / 1 47 / 7
235 / 16 235 / 22 235 / 13
47 / 10 47 / 2 24 / 19
2
1
2 / 1
1 0 0
0 1 0
0 2 / 7 1
Akhirnya tambahkan ke baris 1: (7/2 x baris 2)
Jadi sistem persamaan menjadi x1= 4,x2= 1,x3 =2 dan inverse
matriks [B] adalah
(
(
(

47 / 5 47 / 1 47 / 7
235 / 16 235 / 22 235 / 13
235 / 6 235 / 67 235 / 93
2
1
4
1 0 0
0 1 0
0 0 1
(
(
(

47 / 5 47 / 1 47 / 7
235 / 16 235 / 22 235 / 13
235 / 6 235 / 67 235 / 93
Dari pengamatan:
Jadi kalau di resume
235
47
5
x
25
2
x
2
1
B det
1
=
|
.
|

\
|
=

I u B

(
(
(

1 0 0
0 1 0
0 0 1
6
1
9
5 8 3
6 9 1
4 7 2

(
(
(

47 / 5 47 / 1 47 / 7
235 / 16 235 / 22 235 / 13
235 / 6 235 / 67 235 / 93
2
1
4
1 0 0
0 1 0
0 0 1
| |
1
B x I

METODE CRAMER
Metode Cramer didasarkan atas perhitungan
determinan matriks. Suatu sistem persamaan
linier berbentuk dengan A adalah matriks
bujur sangkar dapat dikerjakan dengan metode
Cramer jika hasil perhitungan menunjukkan
bahwa .Penyelesaian yang didapatkan
dengan metode ini adalah penyelesaian tunggal.
0 ) A det( =
b x A =
Diketahui suatu sistem persamaan linier berbentuk
dengan A adalah matriks bujur sangkar berukuran nxn
dan sedangkan nilai dan adalah
0 ) A det( =
(
(
(
(
(
(

=
n
2
1
x
.
.
x
x
x
(
(
(
(
(
(

=
n
2
1
b
.
.
b
b
b
maka penyelesaian untuk x adalah
b x A =
x
b
A
A
x ,...,
A
A
x ,
A
A
x
n
n
2
2
1
1
= = =
A
i
adalah matriks A yang kolom ke-i nya diganti dengan
vektor
.
b
Contoh :
Diketahui sistem persamaan linier berbentuk
b x A =
(
(
(

=
(
(
(

(
(
(


1
1
1
z
y
x
3 4 2
0 1 1
5 5 2
a.Periksa apakah metode cramer dapat digunakan?
b.Jika bisa, tentukan penyelesaian untuk ?
x
Jawab:
1 ) 10 15 ( ) 20 6 (
3 4 2
0 1 1
5 5 2
) A ( Det = = =
Karena det(A) = -1 maka metode Cramer dapat digunakan.
a.
b. 3 ) 5 15 ( ) 20 3 (
3 4 1
0 1 1
5 5 1
) A ( Det
1
= + + =

=
4 ) 10 3 ( ) 5 6 (
3 1 2
0 1 1
5 1 2
) A ( Det
2
= + + =

=
3 ) 2 8 5 ( ) 4 10 2 (
1 4 2
1 1 1
1 5 2
) A ( Det
3
= + + =

=
Jadi nilai untuk x, y, z adalah
3
1
3
A
A
x
1
=

= =
4
1
4
A
A
y
2
=

= =
3
1
3
A
A
z
3
=

= =