Anda di halaman 1dari 7

REFLEKS

Jenis reflex berdasar letak receptor a) reflex extroceptif ( timbul karena rangsang pada receptor permukaan tubuh: kulit, kuku) b) Reflex interoreceptif / viseroreceptif (timbul karena rangsangan pada alat dalam atau pembuluh darah, ex: lambung, dinding kandung kemih dll) c) Reflex proreceptif ( timbul karena rangsangan pada receptor otot rangka, tendon, sendi untuk keseimbangan sikap).

Jenis reflex berdasarkan ciri jawaban a) reflek motorik ( efektor berupa otot dengan jawaban berupa kontraksi atau relaksasi otot) b) Reflex skretorik ( efektor berupa kelenjar dengan jawaban berupa peningkatan/ penurunan sekresi kelenjar) c) Reflex fesomotor ( efektor berupa pembuluh darah dengan jawaban berupa fasodilatasi/ fasokonstriksi). Jenis reflek berdasarkan jumlah neuron a) Reflex monosinaps (melalui satu sinaps dan dua neuron) neuron aferent dan eferent) contoh reflex regang.contoh: ketokan pada urat patela menimbulkan sentakan lutut, yaitu suatu refleks regang dari m.quadriceps femoris sebab ketokan pada urat meregangkan otot tersebut. Refleks sinar cahaya adalah gerak refleks yang terjadi pada pupil. Mata sebagai reseptor rangsangan harus menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam pupil. Pada pengamatan tersebut terdapat perubahan pupil dari keadaan normal menjadi mengecil setelah menutup mata selama 1-2 menit kemudian membukanya. Hal ini disebabkan karena cahaya adalah salah satu bentuk stimulus atau rangsangan yang dapat menimbulkan perubahan impuls. b) Reflex polisinaps (melalui beberapa sinaps) contoh refleks bersin adalah gerak refleks yang terjadi ketika seseorang bersin secara tiba-tiba, setiap orang akan menunjukkan respon yang berbeda, prosesnya melibatkan banyak sinaps. Pada pengamatan tersebut terdapat perubahan refleks setelah bersin yaitu kelopak mata menutup dan bahu terangkat. Hal ini terjadi dari jalur respon eferen menuju pusat saraf yang kemudian berhubungan dengan sinaps lain yang kemudian melanjutkan atau menyampaikan reaksi melalui saraf eferen ke efektor. Reaksi ini akan menunjukkan respon yang berbeda pada efektor lain pada tubuh, seperti gerakan tangan, punggung dan mata, dengan melihat hal ini maka respon refleks bersin termasuk dalam refleks polisinaps.

c) Reflex patologis ( refleks babinski) ditemukan pada bayi, bila terjadi pada orang dewasa
menumbuhkan penyakit pada saraf pusat.

REFERRED PAIN
Mekanisme nyeri alih adalah cabang-cabang serabut nyeri visceral bersinaps dengan neuron kedua dalam medulla spinalis dimana neuron ini akan menerima serabut nyeri yang berasal dari kulit. Ketika serabut nyeri viseral terangsang, maka sinyal nyeri yang berasal dari vicera akan selanjutnya akan dijalarkan melalui beberapa neuron yang sama yang juga menjalarkan sinyal nyeri yang berasal dari kulit, dan akibatnya orang itu akan merasakan sensasi yang benar-benar berasal dari daerah kulit.

No. 1.

Saraf Kranial N. olfactorius (I)

Asal / Nervi Sel-sel penghidu di region olfactoria

Jalan ke basis cranii Pars cribiformis os ethmoidali

Daerah persarafan Mukosa di bagian paling atas dari cavum nasi, concha nasalis superior dan bagian paling cranial septum nasi Retina Motorik : M. levator palpebrae superior, Mm. recti superior, medialis, dan inferior, M. obliquus inferior Parasimpatik : M. ciliaris, M. sphincter papillae (via Ganglion ciliare) Motorik : M. obliquus superior

2. 3.

N. opticus (II) N. oculomotorius (III)

Ganglion opticus di retina Nucleus nervi oculomotorii (dua nucleus utama dan satu tambahan ) (ESU) Nucleus accessories oculomotorii (EVU) = ganglion ciliare

Canalis opticus Fissura orbitalis superior (bagian medial, di Anulus tendineus)

4.

N. trochlearis (IV) Nuclei nervi trochlearis (ESU) N. trigeminus (V) N. ophtalmicus (V/1) N. maxilaris (V/2) N. mandibularis (V/3)

5.

6.

N. abducens (VI)

Fissura orbitalis superior (bagian lateral) Nucleus N. N. ophtalmicus : mesencephalicus daerah kulit muka di ophtalmicus : nervi trigemini fissure atas mata (ASU dan AVU) orbitalis N. maxilaris : superior Nucleus spinalis daerah kulit di nervi trigemini bawah mata sampai N. maxilaris : (ASU dan AVU) foramen di atas bibir rotundum Nucleus motorius N. mandibularis : nervi trigemini daerah wajah di N. (EVS) bawah bibir, mulut, mandibularis : foramen dan gigi bawah ovale Nucleus nervi Fissura orbitalis Motorik : M. rectus abducentis (ESU) superior (bagian lateralis medial, di Anulus

7.

N. facialis (VII)

Nucleus nervi facialis (EVS) Nucleus salivatorius superior (EVU) Nucleus solitaries (AVS)

tendineus) Meatus acusticus internus

8.

N. vestibulocochlearis (VIII)

9.

N. glossopharyngeus (IX)

Nuclei cochleares anterior dan posterior (ASS) Nuclei vestibulares medialis, lateralis, superior, dan inferior (ASS) Nucleus ambiguus (EVS) Nucleus spinalis nervi trigemini (AVU) Nucleus solitarius (AVS) Nucleus salivatorius inferior (EVU)

Meatus acusticus internus

Motorik : otot ekspresi wajah Sensorik : 2/3 anterior lidah Parasimpatik : glandula lacrimalis, glandula nasales, glandula palatinae, glandula submandibularis, glandula sublingualis Sensorik : - N. cochlearis : organ pendengaran (organ corti) - N. vestibularis : organ keseimbangan

Foramen jugularis

10.

N. vagus (X)

Nucleus

Foramen

Motorik : otot faring (bagian cranial), M. levator veli palatini, M. palatoglosus, M. palatopharyngeus, M. stylopharyngeus Sensibel : mukosa faring, tonsilla palatine, 1/3 posterior lidah, plexus tympanicus, membrane tympani, sinus caroticus Sensorik : 1/3 posterior lidah Parasimpatik : glandula parotidea, glandulae linguales Motorik : otot faring

ambiguus (EVS) jugularis Nucleus spinalis nervi vagi (AVU) Nucleus solitarius (AVS) Nucleus dorsalis nervi vagi (EVU)

11.

N. accessories (XI)

12.

N. hypoglossus (XII)

Nucleus ambiguus (EVS) Nucleus nervi accessorii (EVS) Nucleus nervi hypoglossi

Foramen jugularis

(bagian kaudal), M. levator veli palatine, M. uvulae, otot laring Sensibel : Dura mater fossa cranii posterior, bagian dalam Meatus acusticus internus Sensorik : akar lidah Parasimpatik : organ di leher, thorax, dan abdomen Motor : M. sternocleidomastoideus, M. trapezius Motorik : otot dalam lidah, M. styloglossus, M. hyoglossus, M. genioglossus

Canalis hypoglossus

Note : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. ASK ASU AVK AVU ESK ESU EVK EVU : aferen somatik khusus : aferen somatik umum : aferen visceral khusu : aferen visceral umum : eferen somatik khusus : eferen somatik umum : eferen visceral khusus : eferen visceral umum