Anda di halaman 1dari 50

Riset Kesehatan Dasar:

(Riskesdas)

Badan Litbangkes, Depkes


Simnas IV, 2-3 Desember 2008
VISI:
Masyarakat Yang Mandiri Utk Hidup Sehat

MISI:
Membuat Rakyat Sehat
STRATEGI UTAMA III
Meningkatkan Sistem Survailans,
Monitoring dan Informasi Kesehatan
Pengertian RisKesDas
Riset berbasis masyarakat tingkat
kab/kota yang menggambarkan informasi
kesehatan dasar termasuk biomedis,
dengan menggunakan sampel Susenas
kor.
Manfaat Riskesdas
DATA ANALISIS/
RISKESDAS INPUT
LAPORAN KEBIJAKAN
(Public Domain)

IMPLEMENTASI
EVALUASI PERENCANAAN
PROGRAM
Pertanyaan Riset
1. Bagaimana status kesehatan dan faktor-
faktor yang mempengaruhi di tingkat
nasional, propinsi dan kab/kota?
2. Bagaimana hubungan antara kemiskinan
dan kesehatan?
3. Apakah terdapat masalah kesehatan
masyarakat yang spesifik?
Metodologi
• Rujukan: Susenas Kor 2007
• Disain: survei, cross-sectional
• Populasi: rumah tangga
• Sampel Riskesdas = Sampel Susenas Kor à (two
stage sampling):
– Tahap 1 à pemilihan blok sensus dengan menggunakan
probability proportional to size
– Tahap 2 à pemilihan rumah tangga dengan systematic
random sampling.
• Sampel Biomedis à subsampel sebesar 15% dari
blok sensus urban
Hasil Pengumpulan Data
Susenas 2007 Riskesdas 2007
• 33 provinsi • 33 prop.
• 454 kabupaten/kota • 454 kabupaten/kota
• 17.830 blok sensus • 16.581 blok sensus
• 285.186 RT • 276.484 RT
• 1.167.019 Individu • 1.107.212 Individu
Biomedis 2007
• 33 prop, 352 kab/kota
• 856 blok sensus Urban,
15.536 RT dan 34.537 spes
Pelaksanaan Riskesdas
2006 2007 2008
• Persiapan: • Sosialisasi • Manajemen
BPS, klinisi, • Pelatihan data, analisis,
universitas • Pengumpulan lab, laporan
• Validasi /Uji data → 5.619 • Diseminasi
coba enumerator, hasil nasional,
• Protokol 502 Litbang, prop, kab/kota
Riskesdas 186 Poltekes, • Translasi hasil
• Rapim di Bdg Dinkes, Univ, à kebijakan
• Pencanangan: Labkesda, RS • Studi
20 Des ‘06 • Manajemen prospektif
• Etik data
Instrumen
1. Kuesioner:
• Rumah Tangga à 7 blok, 49 pertanyaan
tertutup + beberapa pertanyaan terbuka
• Individu à 9 blok, 178 pertanyaan
• Susenas à 9 blok, 85 pertanyaan (15
khusus tentang kesehatan)
2. Pengukuran: Antropometri (TB, BB, Lingkar
Perut, LILA), tekanan darah, visus, gigi, kadar
iodium garam, dll
3. Lab Biomedis: darah, hematologi, dan glukosa
darah diperiksa di lapangan
Indikator
Tingkat Uraian
• Rumah Tangga Mortalitas, Pelayanan Kesehatan, Sanitasi
Lingkungan, Konsumsi Makanan, Konsumsi
Garam Yodium
• Individu Penyakit Menular, Penyakit Tidak Menular,
Status Disabilitas, Ketanggapan Yankes,
Pengetahuan /Sikap/Perilaku, Mental,
Imunisasi, dll.
• Pengukuran / BB, TB, Tekanan Darah, Nadi, Lingkar Perut,
Pemeriksaan LILA, Visus, Gigi, Darah, Kimia Klinik,
Serologi, Genomik / Farmakogenomik
• SUSENAS Kematian, Kesehatan, Pendidikan, Ketenaga-
kerjaan, Fertilitas/KB, Perumahan,
Pengeluaran, dll.
Indikator: Rumah Tangga

• Pola Penyakit Penyebab Kematian


• Akses terhadap pelayanan kesehatan
• Sanitasi lingkungan
• Konsumsi makanan rumah tangga
• Konsumsi Garam Beryodium
Indikator: Individu
• Penyakit menular
(ISPA, pneumonia, campak, typhoid, mala
ria, diare, TBC, DBD, hepatitis, filariasis)
• Penyakit Tidak Menular
(Jantung, DM, Tumor, Sendi, Hipertensi, S
troke, katarak, asma, kes.gizi & mulut)
• Riwayat penyakit keturunan (kanker dan
talasemia)
• Cedera
Indikator: Individu
• Pengetahuan, sikap dan perilaku (flu
burung, HIV/AIDS, perilaku hygienis,
tembakau, alkohol, aktivitas fisik, pola
konsumsi)
• Disabilitas/ketidak-mampuan
• Kesehatan mental
• Ketanggapan pelayanan kesehatan
(rawat inap dan berobat jalan
• Imunisasi
Indikator: Individu
(Hasil Pengukuran)
• Status gizi seluruh kelompok umur
• Hipertensi
• Faktor Risiko Penyakit tidak menular
(Pengukuran Lingkar perut)
• Gangguan refraksi/Visus
• Status gigi permanen
Indikator: Individu (Biomedis)
Gambaran nasional
1. Penyakit menular (Dengue, Malaria, Rubella, HIV,
Hepatitis, PMS, TORCH, CMV)
2. Penyakit yg dapat dicegah dg imunisasi (DPT,
Campak,TB, Hepatitis B)
3. Penyakit tdk menular/kronik degeneratif (DM,
Dislipidemia, Thyroid, Kardiovaskuler, Keganasan)
4. Kelainan gizi (Anemia, Micronutrient)
5. Peny. Kelainan bawaan (Thalassemia, dll)
6. Kadar Yodium dalam urine
Indikator: RT dan Individu
(Integrasi dengan Susenas)
• Tingkat Kemiskinan/pengeluaran Rumah
tangga
• Wilayah Kota-Desa
• Tingkat pendidikan
• Pekerjaan/ketenagakerjaan
• Perumahan
• Fertilitas/KB
Jumlah tabel: 229 per Provinsi/Nasional
Indikator & Substansi
INDIKATOR RISKESDAS RISKESDAS RISKESDAS
PEMB. KES. A B C
AKI ANC, Linakes
AKB Imunisasi,
BBLR, KN
Gizi Gibur, Gikur, Gileb, Low
Sangat-dek, Vision,
Sang-kur, Diare
Kurang EP,
Konsumsi EP
Indikator & Substansi
INDIKATOR RISKESDAS RISKESD. RISKESD.
PEMB. KES. A B C
UHH Mortalitas, PM Aktifitas PHBS,
(ISPA, Diare, fisik Mental,
Pneu, Malaria, Merokok,
TB), PTM Alkohol,
(Hipertensi, Sendi,
Strok, DM) Asma, Gigi
Upaya UKBM, Akses,
Yankes/ Ketanggapan,
Lingkungan Askeskin,
Air,Sanitasi & hig
Variabel, Indikator, Peringkat
• Dari sekitar 900 variabel, dapat diturunkan
menjadi banyak indikator kesehatan.
• Terpilih 43 indikator kesehatan yang
berkaitan dengan prioritas pembangunan
kesehatan.
• Hubungan antara indikator & kemiskinan
suatu wilayah
• Peringkat provinsi dpt dilakukan dengan
berbagai cara, antara lain:
Alternatif Peringkat
Ada beberapa alternatif peringkat provinsi
1. Berdasarkan skoring/bobot semua
propinsi
2. Berdasarkan 5 besar teratas
3. Berdasarkan 5 besar terendah

Trihono/Feli
Berdasarkan Bobot:
Dari Riskesdas diambil 43 indikator
kesehatan, yang dikelompokkan:
• Jenis indikator Bobot Jumlah
• Indikator A: mutlak 5 20
• Indikator B: penting 4 12
• Indikator C: perlu 3 9
• Indikator D: pendukung 2 2
Metoda: Indikator Wilayah
žUntuk tiap indikator, dibuat ranking terbaik
provinsi, dari ranking 1 – 33.
žKemudian nomer ranking provinsi dikalikan
dengan bobot indikator yang bersangkutan.
žHasil perkalian dijumlahkan shg diperoleh
nilai tiap jenis indikator (A, B, C dan D)
žDilakukan ranking propinsi menurut nilai:
– Jenis indikator A saja
– Jenis indikator lengkap (A+B+C+D)
Prevalensi Gizi Balita (BB/U)
40
Target prevalensi
35
Gizi Buruk+Kurang,
Prevalensi (%)

30 2015 (20%)
25 23.2 24.5
20 18.4
14,5 14,8
15
10
13
5 8,7 9,7
5,4
0

Susenas '03 Susenas'05 Riskesdas '07

Gizi buruk Gizi Kurang

Abas
Gizi bur-kur Terbanyak (Nas: 18,4%)
1 Aceh Tenggara, NAD 48.7
2 Rote Ndao, NTT 40.8
3 Kepulauan Aru, Maluku 40.2
4 Timor Tengah Selatan, NTT 40.2
5 Simeulue, NAD 39.7
6 Aceh Barat Daya, NAD 39.1
7 Mamuju Utara, Sulbar 39.1
8 Tapanuli Utara, Sumut 38.3
9 Kupang, NTT 38.0
10 Buru, Maluku 37.6
Jenis Pemeriksaan Kehamilan (%)
97.1 94.8 92.2
100 88.2 86.3
80
58.9
60
36.4 33.8
40

20

0
Tekanan darah Penimbangan1 BB Tablet besi
Tinggi fundus Imunisasi TT Pengukuran TB
Pemeriksaan urine Pemeriksaan Hb Sanjaya
100
Cakupan KN-1 (Kunj. Neonatal)
80 Periksa neonatus < 7 hr
57.6
60

40

20

Tertinggi : DI Yogya, Bengkulu, Kalsel


Terendah : Papua, Papua Barat, NTT
Cakupan Pmriks Kehamilan,
100
Neonatus 0-7 hari, 7-28 hari
80
60
40
20
0

Periksa hamil Periksa neonatus <7 hr Periksa neonatus 7-28 hr


Tempat Persalinan: Lima Provinsi
100
Rumah
80 RSU

60

40

20

0
Cakupan Imunisasi
Total Terburuk Terbaik
Jenis (%) (%) (%)

100 (Yogya)
BCG 86,9 73,2 (Sulbar)
98.8 (Bali)

Polio-3 71,0 47,9 (Sulbar) 96,1 (Yogya)


DPT-3 67,7 44,4 (Sulbar) 89,8 (Yogya)
HB-3 62,8 42,4 (Sulbar) 85,3 (Bali)
Campak 81,6 62,5 (Banten) 99,2 (Yogya)
Imun lengkap 46,2 17,3 (Sulbar) 73,9 (Bali)
Belum imunisasi 8,5 21,5 (Maluku) 0,0 (Yogya)
Pemantauan Pertumbuhan
Nas Terburuk Terbaik
Variabel (%) (%) (%)

Penimbangan
45,4 21,4 (Sumut) 78,5 (Yogya)
4-6 kali

Tidak pernah
25,5 45,3 (Sumut) 5,0 (Yogya)
ditimbang

Punya KMS 23,3 10,9 (Sulbar) 39,2 (Jakarta)

Kapsul vit A 71,5 51,0 (Sumut) 84,7 (Yogya)


Prevalensi nasional 2,8%

Jatim
DIY
Bali
Banten
Jateng
Jabar
Endang

DKI Jkt
Sulsel
Prevalensi Malaria

Kalsel
Kepri
Lampung
Sumsel
sumbar
Kaltim
Sulbar
Riau
Sulut
Sultra
Sumut
Gorontalo
Jambi
Kalbar
Kalteng
NAD
NTB
Maluku
Babel
Bengkulu
Malut
Sulteng
NTT
Papua
Papua Barat

0
27.5

22.5

17.5

12.5

7.5
5
2.5
20

10
25

15
Prevalensi (%)
Peny. Malaria Terbanyak (Nas: 2,8%)
1 Kaimana, Papua Barat 54.41
2 Sorong Selatan, Papua Barat 49.87
3 Sumba Barat, NTT 44.48
4 Yapen Waropen, Papua 39.94
5 Sarmi, Papua 38.30
6 Boven Digul, Papua 30.71
7 Asmat, Papua 30.14
8 Jayawijaya, Papua 28.88
9 Biak Numfor, Papua 26.56
10 Mappi, Papua 25.51
Prevalensi Pneumonia Anak-Balita
12

9.8 10
10

8
8 7.6

6
%

4
2.9

0
SDKI 1991 SDKI 1994 SDKI 1997 SDKI 2003 Riskesdas
2007
Penyakit ISPA terbanyak (Nas: 25,5%)
1 Kaimana, Papua Barat 63.80
2 Manggarai Barat, NTT 63.74
3 Lembata, NTT 62.02
4 Manggarai, NTT 61.09
5 Pegunungan Bintang, Papua 59.45
6 Ngada, NTT 58.55
7 Sorong Selatan, Papua Barat 56.48
8 Sikka, NTT 55.81
9 Raja Ampat, Papua Barat 55.76
10 Puncak Jaya, Papua 54.65
Kerangka Konsep PTM Utama
Masalah Faktor Risiko Faktor Risiko PTM
Mendasar Yang Dapat Diubah Antara Utama

Pol, Ek, Sos, Bud, Diet Tdk Seimbang Tensi ↗ Peny. Jantung
Lingk, SDA Aktifitas Fisik Gula Darah ↗ Stroke
Globalisasi Tembakau Lipid Darah ↗ Kanker
Urbanisasi Berat Badan ↗ Peny. Sal. Napas
Faktor Risiko Kronik
Aging Yang Tidak Dapat
Diubah Diab. Melitus

Umur

Genetik Eko, Lauren dkk

Sumber: WHO – Causes of Chronic Diseases


Diabetes Melitus
• 15% BS daerah urban
• Responden > 15 tahun, total
24.417 orang
• Puasa 10 – 14 jam, pembebanan
75 gram glukosa
• Penderita DM à makanan 300
kalori
Diabetes Mellitus

10.2% Sdh didiagnosis


(1.5%)

5.7% 5.7%

84.1% Blm terdiagnosis


(4.2%)

Tdk DM TGT DM
15.0
25.0

10.0
20.0
35.0

30.0

5.0

0.0
Jawa Timur
Bangka Belitung
Jawa Tengah

40.0 37.4 37.2 37.0


Sulawesi Tengah

36.6
DI Yogyakarta

35.8
Riau
Sulawesi Barat
Kalimantan Tengah
34.033.9 33.6

Nusa Tenggara Barat


Sulawesi Tenggara
Sumatera Selatan
32.4 31.631.5

Gorontalo
Kalimantan Timur
Sumatera Barat
Sulawesi Utara
31.5 31.331.2 31.2

Kepulauan Riau
NAD
Jambi
Kalimantan Barat
30.3 30.2 29.9 29.8

Jawa Barat
Maluku
Bali
Sulawesi Selatan
DKI Jakarta
29.429.3 29.129.0 28.8

Maluku Utara
Hipertensi: Provinsi

Nusa Tenggara Timur


Banten
28.4 28.1 27.6

Sumatera Utara
26.3

Bengkulu
25.1

Lampung
24.1

Papua
22.0
31,7%

Papua Barat
20.1
Hipertensi
Tidak Hipertensi
Tdk Terdiagnosis/Obat
68,3 %
76,1%

Hipertensi
31.7%

Terdiagnosis/ Minum Obat


23,9%
Hipertensi Terbanyak (Nas: 31,7%)
1 Natuna, Kepri 53.29
2 Mamasa, Sulbar 50.56
3 Katingan, Kalteng 49.55
4 Wonogiri, Jateng 49.48
5 Hulu Sungai Selatan, Kalsel 48.23
6 Rokan Hilir, Riau 47.74
7 Kuantan Singingi, Riau 46.29
8 Bener Meriah, NAD 46.09
9 Tapin, Kalsel 45.96
10 Kota Salatiga, Jateng 45.19
Hipertensi tersedikit
(Nas: 31,7%)
1 Jayawijaya, Papua 6.76
2 Teluk Wondama, Papua Barat 9.38
3 Bengkulu Selatan, Bengkulu 11.00
4 Kepulauan Mentawai, Sumbar 11.11
5 Tolikara, Papua 12.45
6 Yahukimo, Papua 13.64
7 Pegunungan Bintang, Papua 13.94
8 Seluma, Bengkulu 14.56
9 Sarmi, Papua 14.58
10 Tulang Bawang, Lampung 15.86
0%
10%
20%
40%
50%
70%

30%
60%
80%
90%
100%
NTT
Malut
Papua Brt
Sulteng
NTB
Sultra

Bengkulu
Kalbar
N A D
Riau
Sumbar

Jabar
Sulbar
Sumsel
Maluku
Papua
INDONESIA

Jateng
Banten
Kaltim
Sulsel
Jambi
DKI Jkt

Kalsel
Gorontalo
Memanfaatkn Tdk memanfaatkn Tdk membutuhkn

Sumut
DIY
Jatim
Lampung
Bali
Kepri
Cholies

Kalteng
Sulut
Pemanfaatan Posyandu/Poskesdes

Babel
0%
10%
20%
40%
50%
70%

30%
60%
80%
90%
100%
NTT
Malut
Papua Brt
Sulteng
NTB
Kalbar

Sumbar
Jabar
Jateng
DKI Jkt
Kalsel

Gorontalo
Jatim
Sultra
Riau
Sumsel
INDONESIA

Banten
Kaltim
Sulsel
Sumut
DIY

Memanfaatkan Tdk memanfaatkan


Lampung

Bali
Kalteng
Sulut
Bengkulu
N A D
Sulbar
Maluku
Jambi
Kepri
Babel
Pemanfaatan Posyandu/Poskesdes

Papua
Pemanfaatan Askeskin
RAWAT INAP RAWAT JALAN

30.0 30.0
25.0
25.0 25.0

20.0 18.9 20.0


15.6
15.0 15.0 13.9
11.7 11.0
9.2
10.0 10.0
7.0
6.8

5.0 5.0 3.6

0.0 0.0
Kuintil 1 Kuintil 2 Kuintil 3 Kuintil 4 Kuintil 5 Kuintil 1 Kuintil 2 Kuintil 3 Kuintil 4 Kuintil 5
Ketanggapan Rawat Inap
Riskesdas 2007 & Surkesnas 2004

Wkt tunggu
100

80
Mudan dik unj Keram ahan
60

40

20

Kebersihan ruang 0 Ke je las an info

Pilih Fasilitas Ikut am bil k pts

Ke rahasiaan

Ris k es das'07 Surk e snas'04


Ketanggapan Rawat Jalan
Riskesdas 2007 & Surkesnas 2004
Wkt tunggu
100

80
Kebersihan ruang 60 Keramahan

40

20

Pilih Fasilitas Kejelasan info

Kerahasiaan Ikut ambil kpts

Riskesdas'07 Surkesnas '04


Proporsi (%)

0
10
20
30
40
50
70
60
80
90
Papua
Riau
Kepulauan Riau
Sulawesi Barat
Bengkulu
Gorontalo Nasional = 57,7
Sumatera Barat
Nusa Tenggara Timur
Lampung
NAD
Sulawesi Tenggara
Kalimantan Tengah
Papua Barat
Jambi
Kalimantan Barat
Bangka Belitung
Jawa Barat
Sulawesi Tengah
Maluku Utara
Kalimantan Selatan
Sumatera Selatan
Sulawesi Selatan
Akses Air Bersih

Maluku
Sumatera Utara
DKI Jakarta
Sulawesi Utara
Banten
Bali
Anwar

Kalimantan Timur
Nusa Tenggara Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Proporsi (%)

0
10
20
30
40
50
70
60
Papua
Nusa Tenggara Timur
Papua Barat
Gorontalo
Nusa Tenggara Barat
Sulawesi Barat Nasional = 43,0
Maluku Utara
Kalimantan Tengah
NAD
Maluku
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Lampung
Sumatera Barat
Kalimantan Selatan
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Sulawesi Selatan
Jawa Tengah
Bangka Belitung
Banten
Riau
Sumatera Utara
Jawa Barat
DI Yogyakarta
Sulawesi Utara
Akses Sanitasi (Jamban)

Kepulauan Riau
Bali
Kalimantan Timur
Riset: Perencanaan/Kebijakan

Riskesdas 1 à Riskesdas 2
(2007) (2010)

Riskesdas 3 (2013)
Our Best Thinking Got Us Here.
• The problems that we face cannot be
solved by the same level of thinking
that created them.

• Albert Einstein