Standart Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2011 - KARS

Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi ( PPI )

Akreditasi Rumah Sakit
“Suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada rumah sakit karena memenuhi standar yang ditentukan” (Kementerian Kesehatan)

Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page 2

Tujuan Akreditas RS
1. Meningkatkan pelayanan pasien 2. Meningkatkan kepercayaan masyarakat 3. Perbaikan managemen pelayanan kesehatan 4. Meningkatkan rekrutmen staf 5. Meningkatkan pembayaran pelayanan 6. Kepercayaan dari pihak berkepentingan

Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page

Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page

Pelayanan Pasien (PP) V. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Clinical Aplication Specialist | B. V. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) VI. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Tata Kelola. II. Hak Pasien dan Keluarga (HPK) III.Standar Akreditasi Rumah Sakit I. Braun Medical Indonesia| Page 5 . Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK) I. Kelompok Standar Pelayanan Berfokus Pada Pasien Kelompok Standar Manajemen RS Sasaran Keselamatan Pasien Akses ke Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK) II. Kepemimpinan dan Pengarahan (TKP) Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS) Manajemen Komunikasi dan Informasi Sasaran Program MDGs II. IV. III. VI. Asesmen Pasien (AP) IV. Manajemen dan Penggunaan Obat (MPO) VII.

Tepat Prosedur. Penurunan Angka Kesakitan HIV/AIDS III. Penurunan Angka Kesakitan TB Clinical Aplication Specialist | B. Tepat Pasien Operasi V.Standar Akreditasi Rumah Sakit V. Braun Medical Indonesia| Page 6 . Peningkatan Komunikasi yang Efektif III. Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan Kelompok Standar Pelayanan Berfokus Pada Pasien Kelompok Standar Manajemen RS Sasaran Keselamatan Pasien I. Pengurangan Risiko Pasien Jatuh Sasaran Program MDGs I. Peningkatan Keamanan Obat yang Perlu Diwaspadai IV. Penurunan Angkat Kematian Bayi dan Peningkatan Kesehatan Ibu II. Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan VI. Kepastikan Tepat Lokasi. Ketepatan Identifikasi Pasien II.

Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page 7 .

Staf. Mengidenfikasi dan menurunkan resiko infeksi yang dapat ditularkan diantara . Tenaga profesional kesehatan. Tenaga suka rela. Pasien. Pasien. Mahasiswa dan Menurunkan Tenaga suka rela.II. dan Tenaga kontrak. Tenaga kontrak. Pengunjung resiko infeksi Mahasiswa dan Pengunjung Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page 9 . PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI ( PPI ) • Tujuan pengorganisasian program PPI adalah . Mengidenfikasi Tenaga profesional. Staf.

Pendidikan staff .Ada pelatihan staff yang baik.Mempunyai pimpinan yang ditetapkan. . PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI ( PPI ) • Program PPI akan efektif bila . . rumah sakit Pendidikan. .II. Metode Proaktif. .Ada metode untuk mengidentifikasi dan proaktif pada tempat beresiko infeksi Pimpinan yg ditetapkan.Ada kebijakan dan prosedur Staff. & Koordinasi Clinical Aplication Specialist | B. .Ada koordinasi keseluruh Kebijakan. yang memadai. Braun Medical Indonesia| Page 10 .

Pengalaman. melalui pengalaman atau sertifikasi Pendidikan. pelatihan. Pelatihan. Pengawas PPI RS harus Berkompeten dalam praktek PPI berkompetensi yang diperoleh melaluidibidang PPI pendidikan. Program Kepemimpinan Dan Organisasi • Standar PPI. Berlisensi / Sertifikat Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page 11 . 1. Satu atau lebih individu mengawasi seluruh kegiatan PPI.

 Program Kepemimpinan Dan Organisasi Elemen Penilaian PPI. Kualifikasi individu yang kompeten sesuai ukuran rumah sakit. Satu atau lebih individu mengawasi program PPI 2. ruang lingkup program dan kompleksitasnya 3. 1. Individu yang menjalankan tanggung jawab pengawasan sebagaimana ditugaskan atau yang tertulis dalam uraian tugas Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page 12 . tingkat risiko.1.

2. Pelaporan Clinical Aplication Specialist | B. kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi yang Menyusun kriteria. Braun Medical Indonesia| Page 13 . & pengendalian resiko. Program Kepemimpinan Dan Organisasi • Standar PPI. Surveilance. Ada penetapan mekanisme koordinasi untuk seluruh Tanggung jawab komite . perawat dan Strategi pencegahan & tenga lainnya sesuai ukuran dan kompleksitas rumah sakit. melibatkan dokter.

Ada penetapan mekanisme untuk koordinasi program PPI. 4. Program Kepemimpinan Dan Organisasi Elemen Penilaian PPI. 2. Braun Medical Indonesia| Page 14 . 5.2. 1. Koordinasi kegiatan PPI melibatkan dokter Koordinasi kegiatan PPI melibatkan perawat Koordinasi kegiatan PPI melibatkan profesional pencegahan dan pengendalian infeksi. 3. Koordinasi kegiatan PPI melibatkan tenaga lainnya sesuai ukuran dan kompleksitas rumah sakit Clinical Aplication Specialist | B. Koordinasi kegiatan PPI melibatkan urusan RT ( houskeeping ) 6.

Program PPI berdasarkan standar sanitasi dan kebersihan dari badan-badan nasional atau lokal Clinical Aplication Specialist | B. Program PPI berdasarkan ilmu pengetahuan terkini. Program Kepemimpinan Dan Organisasi • Standar PPI. dan standar sanitasi dan kebersihan. Program PPI berdasarkan peraturan dan perundangan yang berlaku 2. Elemen Penilaian PPI PPI. dibuat Program PPI berdasarkan ilmu pengetahuan terkini berdasarkan pengetahuan Program PPI berdasarkan pedoman praktik yang diakuiterkini yang berlaku 1.3.3. Program RS 1. 2. Braun Medical Indonesia| Page 15 . pedoman praktek yang akseptabel sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

Pimpinan RS menunjuk staf yang cukup untuk mendukung progrm PPI program PPI 2. Braun Medical Indonesia| Page 16 . yang cukup untuk program PPI Edukasi. Sistem 3. ( Pimpinan RS mengalokasikan sumber daya Water Supply & Handrub. Pimpinan rumah sakit menyediakan sumber daya yang cukup untukmendukung program PPI Pimpinan RS menyediakan Elemen Penilaian PPI.4. sumber daya yg cukup utk 1. Program Kepemimpinan Dan Organisasi • Standar PPI. 4. Ada sistem managemen informasi untuk mendukung program PPI menagemen infromasi ) Clinical Aplication Specialist | B.

Tenaga Kesehatan & kegiatan surveilance Clinical Aplication Specialist | B. pengendalian infeksi ( HAI’s ) yg efektif. Braun Medical Indonesia| Page 17 . RS menyusun dan menerapkan program yang komprehensif untuk mengurangi risiko dari infeksi terkait pelayanan kesehatan RS menyusun pada pasien dan tenaga program pelayanan kesehatan. FOKUS DARI PROGRAM • Standar PPI. untuk . Pasien.5.

Program termasuk kegiatan surveillance yang sistematik dan terkait pelayanan kesehatan pada proaktif untuk menentukan angka infeksi biasa ( endemik ). pelayanan dan pasien rumah sakit Clinical Aplication Specialist | B. 1.5. Braun Medical Indonesia| Page 18 . Program diarahkan oleh peraturan dan prosedur yang berlaku. Program sesuai dengan ukuran. 4. Tujuan penurunan risiko dan sasaran terukur dibuat dan direview secara teratur 5. FOKUS DARI PROGRAM Elemen Penilaian PPI. Ada program komprehensif dan rencana menurunkan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan pada pasien. Program termasuk sistem investigasi outbreak dari penyakit infeksi 5. Ada program komprehensif dan 2. 1. tenaga kesehatan 4. lokasi geografis. Ada program komprehensif dan rencana menurunkan risiko infeksi rencana menurunkan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan pada tenaga kesehatan 3.

Clinical Aplication Specialist | B. healing or fresh on hands or forearms should be covered with Waterproof dressings. even if you cannot see blood Mucous membranes such as the eye and inside the mouth • Protect yourself • All cuts. Braun Medical Indonesia| Page .THE BASIC PRINCIPLE ALL BLOOD AND BODY FLUIDS OF ALL PERSONS ARE TREATED AS INFECTIOUS • You must avoid direct contact with: • • • Blood (including dried blood) All body fluids and substances (except sweat).

1.1. Pengunjung RS Clinical Aplication Specialist | B. & 3.5.5. Seluruh area pasien. Semua area pelayanan pasien di rumah sakit dimasukkan dalam program PPI Seluruh area pasien 2. Semua area staf di rumah sakit dimasukkan dalam program PPI Staff. staf dan pengunjung rumah sakit dimasukkan dalam program PPI Elemen Penilaian PPI.1. Braun Medical Indonesia| Page 20 . FOKUS DARI PROGRAM • Standar PPI. Semua area pengunjung di rumah sakitdimasukkan dalam program PPI Program PPI meliputi .

Rumah sakit menggunakan pendekatan berdasarkan risiko dalam menentukan fokus dari program pencegahan dan pengendalian infeksi di RS adalah pencegahan. Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page 21 . FOKUS DARI PROGRAM • Standar PPI.6. pengendalian dan pengurangan infeksi terkait pelayanan kesehatan.

 FOKUS DARI PROGRAM RS mengumpulkan dan mengevaluasi data dan tempat infeksi yang relevan sebagai berikut : a) b) c) d) e) Saluran pernafasan ( VAP ) Saluran kencing ( UTI ) Peralatan intravaskuler invasif ( Phlebitis & BSI ) Lokasi operasi ( SSI ) Penyakit dan organisme yang signifikan secara epidemiologis . seperti MDRO. f) Emerging atau Re-emerging ( infeksi dimasyarakat ) Clinical Aplication Specialist | B. virulensi infeksi yang tinggi. Braun Medical Indonesia| Page 23 .

RS telah menetapkan fokus program melalui pengumpulan data yang ada di maksud ( dari a –f) 2. 1. Berdasarkan evaluasi / analisa data. Braun Medical Indonesia| Page 24 . RS melakukan asesmen terhadap risiko paling sedikit setiap tahun dan hasil asesmen didokumentasikan Clinical Aplication Specialist | B. FOKUS DARI PROGRAM Elemen Penilaian PPI.6. maka diambil tindakan memfokus atau memfokus ulang program PPI 4. Data yang dikumpulkan a) – f) dievaluasi / dianalisis 3.

RS mengidentifikasi prosedur dan proses terkait dengan risiko infeksi dan mengimplementasi strategi untuk menurunkan risiko infeksi.7. Braun Medical Indonesia| Page 25 . Clinical Aplication Specialist | B. FOKUS DARI PROGRAM • Standar PPI.

Clinical Aplication Specialist | B. FOKUS DARI PROGRAM Elemen Penilaian PPI. RS telah mengidentifikasi proses terkait dengan risiko infeksi 2. Braun Medical Indonesia| Page 26 . edukasi staff. 1. RS telah mengiplementasi strategi penurunan risiko infeksi pada seluruh proses 3. perubahan praktik dan kegiatan lainnya untuk mendukung penurunan risiko.7. RS mengidentifikasi risiko mana yang membutuhkan kebijakan dan atau prosedur.

Braun Medical Indonesia| Page 27 . FOKUS DARI PROGRAM • Standar PPI. 7. 1. RS menurunan risiko infeksi dengan menjamin pembersihan peralatan dan sterilisasi yang memadai serta menejemen laundry dan linen yang benar Clinical Aplication Specialist | B.

Instrumen Managemen Kualitas Instrumen Teknik Pemindahan Pencucian / disinfeksi Perubahan pada Aufbereiten/ instrumen Packen Chargen Inspeksi zusammeninstrumen stellen Penyimpanan Chargen Sterilisasi freigeben Pengepakan Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page .

Clinical Aplication Specialist | B. Metode pembersihan peralatan. disinfeksi dan sterilisasi sama diseluruh RS.1. disinfeksi dan sterilisasi dilaksanakan diluar pelayanan sterilisasi sentral harus sesuai dengan tipe peralatan. Pembersihan peralatan dan metode sterilisasi dipelayanan sterilisasi sentral sesuai dengan tipe peralatan 2. Manajemen laundry dan linen yang tepat sesuai untuk meminimali.Elemen Penilaian PPI. 1. Braun Medical Indonesia| Page 29 . 3.sasi risiko bagi staf dan pasien 4.7. Ada proses koordinasi pengawasan yang menjamin bahwa semua metode pembersihan.

Tipe pemakaian dan keretakan. Ada kebijakan dan prosedur untuk mengidentifikasi proses pengelolaan perbekalan yang kadaluwarsa dan menetapkan kondisi untuk penggunaan ulang ( re-use ) dari alat sekali pakai ( single-use ) bila peraturan dan perundangan mengijinkan.• Standar PPI 7. Jumlah maksimal reuse khususmya untuk setiap peralatan dan bahan / material yang direuse.1. Kebijakan konsisten dengan peraturan dan perundangan nasional dan standar profesi termasuk identifikasi terhadap . dan Proses unutk pengumpulan data. Proses pembersihan untuk setiap peralatan yang dimulai segera sesudahdigunakan dan diikuti dengan protokol yang jelas. analisis. Braun Medical Indonesia| Page 30 . antara lain yang mengidikasikan bahwa peralatan tidak bisa direuse. Peralatan dan bahan / material yang tidak pernah bisa direuse.1. dan penggunaan dari data pencegahan dan pengendalian infeksi yang terkait dengan peralatan dan material yang direuse a) b) c) d) e) Clinical Aplication Specialist | B.

Braun Medical Indonesia| Page 31 . Untuk peralatan dan material single-use yang direuse. Kebijakan telah dimonitor Clinical Aplication Specialist | B. ada kebijakan termasuk unutk item a) sampai e).1. 7.1. 3. 1. Kebijakan telah dilaksanakan / diimplemantasikan 4.Eleme Penilaian PPI. Ada kebijakan dan prosedur yang konsisten dengan peraturan dan perundangan ditingkat nasional dan ada standar profesi yang mengientifikasi proses pengelolaan peralatan yang kedaluwarsa 2.

7. Penanganan dan pembuangan darah dan komponen darah dikelola untuk meminimalisasi risiko penularan 3.2.2. 1. Rumah sakit menurunkan risiko infeksi dengan pembuangan sampah yang tepat.7. Braun Medical Indonesia| Page 32 .• Standar PPI. Pembuangan sampah infeksius dan cairan tubuh dikelola untuk meminimalisasi risiko penularan 2. Elemen Penilaian PPI. Area kamar mayat dan post mortem untuk meminimalisasi risiko penularan Clinical Aplication Specialist | B.

Rumah sakit membuang benda tajam dan jarum secara aman atau bekerja sama dengan sumber-sumber yang kompeten untuk menjamin bahwa wadah benda tajam dibuang ditempat pembuangan khusus untuk sampah berbahaya atau sebagaimana ditentukan oleh peraturan perundang-undangan 3. 1. 7. Rumah sakit mempunyai kebijakan dan prosedur pembuangan benda tajam dan jarum.3.• Standar PPI. Pembuangan benda tajam dan jarum konsisten dengan kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page 33 . 2. Elemen Penilaian PPI.7.3. Benda tajam dan jarum dikumpulkan pada wadah yang khusus yang tidak dapat ditembus ( puncture proof ) dan tidak direuse.

4. 7. 1. Pengontrolan engineering / Engineering control diterapkan untuk meminimalisasi risiko infeksi diarea yang tepat dirumah sakit Clinical Aplication Specialist | B. 7.• Standar PPI. Sanitasi dapur dan penyiapan makanan ditangani dengan baik untuk meminimalisasi risiko infeksi 2. 4. Braun Medical Indonesia| Page 34 . Rumah sakit mengurangi risiko infeksi difasilitas yang terkait dengan kegiatan pelayanan makanan dan pengendalian mekanik dan permesinan. Elemen Penilaian PPI.

1. 2. 7.• Standar PPI. 5. rumah sakit menggunakan kriteria yang mengatur dampak dari renovasi atau pembangunan baru trhadap persyaratan kualitas udara. pencegahan dan pengendalian infeksi. kebisingan. Braun Medical Indonesia| Page 35 . persyaratan utilisasi. 5. Rumah sakit mengurangi risiko infeksi di fasilitas selama demolisi / pembongkaran. Risiko dan damoak renovasi atau kontruksi terhadap kualitas udara dan kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi dinilai dan dikelola. getaran dan prosedur emergensi ( kedaruratan ) Elemen Penilaian PPI. atau renovasi. 7. Rumah sakit menggunakan kriteria risiko unutk menilai dampak renovasi atau pembangunan ( konstruksi ) baru. Clinical Aplication Specialist | B.

Kebijakan dan prosedur mengatur pemisahan antara pasien dengan penyakit menular. Clinical Aplication Specialist | B. 1. PROSEDUR ISOLASI • Standar PPI. Rumah sakit menyediakan penghalang untuk pencegahan ( barrier precaution ) dan prosedur isolasi yang melindungi pasien. 2. Elemen Penilaian PPI. Pasien yang sudah diketahui atau diduga infeksi menular harus diisolasi sesuai kebijakan rumah sakit dan pedoman yang direkomendasikan. sehingga rentan terhadap infeksi nosokomial. pengunjung dan staf terhadap penyakit menular dan melindungi dari infeksi pasien yang immunosuppressed. Braun Medical Indonesia| Page 36 . dari pasien lain yang berisiko tinggi. yang rentan karena immunosuppressed atau sebab lain dan staf. 8. 8.

Braun Medical Indonesia| Page 37 . Clinical Aplication Specialist | B.Elemen Penilaian PPI. 6. Staf dididik tentang pengelolaan pasien infeksius. Kebijakan dan prosedur mengatur bagaimana cara mengelola pasien dengan infeksi airbone untuk jangka waktu pendek ketika ruangan bertekanan negatif tidak tersedia 5. 8 4. ruangan dengan sistem filtrasi HEPA yang diakui bia digunakan 7. Rumah sakit mempunyai strategi untuk berurusan dengan arus pasien dengan penyakit yang menular. bila ruangan bertekanan negatif tidak segera tersedia. Ruangan bertekanan negatif tersedia dan dimonitor secara rutin untuk pasien infeksius yang membutuhkan isolasi untuk infeksi airborne.

sabun dan desinfektan tersedia dan digunakan secara benar bila diperlukan. Sarung tangan. masker. proteksi mata dan peralatan proteksi lainnya. 9. TEKNIK PENGAMANAN ( BARRIER ) DAN HAND HYGIENE • Standar PPI. Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page 38 .

• RS . sabun. staff diedukasi prosedur hand hygiene dan pengering. staff diedukasi prosedur hand hygiene dan desinfeksi permukaan yang benar ( SKP. masker.menyiapkan hand rub. RS menyiapkan . pelindung mata. sarung mata. gaun. tehnik barier dan bahan-bahan • Hand hygiene. TEKNIK PENGAMANAN ( BARRIER ) DAN HAND HYGIENE Maksud dan Tujuan Standar PPI.5. sarung mata. 9.EP2 ) • Pedoman hand hygiene ditempel diarea yang tepat. pelindung mata. Braun Medical Indonesia| Page 39 . • • • Hand hygiene.EP2 ) Clinical Aplication Specialist | B. dan pengering. masker. yang gaun.5. dan tepat. desinfeksi merupakan hal mendasar dalam PPI. Pedoman hand hygiene ditempel diarea sabun. tehnik barier dan bahan-bahan desinfeksi merupakan hal mendasar dalam PPI. hand rub. desinfeksi permukaan yang benar ( SKP.

Prosedur cuci tangan dan disinfeksi secara benar diseluruh area tersebut 5. 9. RSatau mengidentifikasi mana diperlukan prosedur 2. Braun Medical Indonesia| Page 40 . 1. Rumah sakit mengadopsi pedoman hand hygiene sumber yang berwenang. disinfeksi tangan atau 4. dari sumber yang berwenang. Clinical Aplication Specialist | B. RS mengidentifikasi situasi dimana diperlukan prosedur cuci tangan. RS mengidentifikasi situasi dimana sarung tangan dan atau masker pelindung mata dibutuhkan 3. Sarung tangan dan atau masker atau pelindung hand hygiene atau disinfeksi mata digunakan secara benar permukaan 3. RS mengadopsi pedoman hand hygiene dari 5. TEKNIK PENGAMANAN ( BARRIER ) DAN HAND HYGIENE Elemen Penilaian PPI. Prosedur hand hygiene digunakan secara disinfeksi permukaan benar diseluruh area digunakan tersebut 4.

Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page 41 .

PENGURANGAN RISIKO INFEKSI TERKAIT PELAYANAN KESEHATAN Clinical Aplication Specialist | B. Braun Medical Indonesia| Page 42 .SASARAN KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT SASARAN V.

Braun Medical Indonesia| Page 43 .Clinical Aplication Specialist | B.

Pedoman hand Pokok dari eliminasi infeksi ini maupun infeksi lain adalah cuci tangan ( hand hygiene yang berlaku secara internasional hygiene ) yang tepat. infeksi aliran darah (infeksi blood stream infection ) dancuci pneumonia ( sering lain adalah tangan ( kali hand dihubungkan denagnventilasi mekanis ) Pokok dari eliminasi infeksi ini maupun hygiene ) yang tepat. V. Rumah sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk mengurangi risiko infeksi yang terkait pelayana kesehatan Infeksi yang terkait Yan-Kes al . CDC. PENGURANGAN RISIKO INFEKSI TERKAIT YAN-KES • Standar SKP. infeksi saluran kemih-terkait kateter. CDC. atau organisasi nasional bia diperoleh dari WHO. Clinical Aplication Specialist | B. organisasi nasional dan internasional Rumah sakit mempunyai proses kolaboratif unutk mengembangkan kebijakan lainnya.SASARAN V. dan/atau prosedur yang menyesuaikan atau mengadopsi pedoman hand hygiene yang diterima secara umum untuk implementasi pedoman itu di rumah sakit. ataudan internasional lainnya. Braun Medical Indonesia| Page 44 . Pedoman hand hygiene yang berlaku secara internasional bia diperoleh dari WHO.

Rumah sakit menerapkan program hand hygiene yang efektif 2.hygiene terbaru yang baru-baru ini ditrbitkan baru ini ditrbitkan dan sudah diterima secara umum ( dan al. Kebijakan dan/atau prosedur dikembangkan hand hygiene yangsecara efektif untuk mendukung pengurangan berkelanjutan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan Clinical Aplication Specialist | B. Dari WHO Patient Safety ) 2. Rumah sakit menerapkan program 3. V.Rumah sakit mengadopsi atau 1.Elemen Penilaian SKP. Braun Medical Indonesia| Page 45 . Dari WHOditerima Patient Safety ) umum sudah secara ( al. 1. Rumah sakit mengadopsi atau mengadaptasi mengadaptasi pedoman pedoman hand hygiene terbaru yang hand baru.

Braun Medical Indonesia| Page 46 .Clinical Aplication Specialist | B.

Braun Medical Indonesia| Page 47 .Clinical Aplication Specialist | B.

Braun Medical Indonesia| Page 48 .Trima kasih Clinical Aplication Specialist | B.