Anda di halaman 1dari 32

TERAP I TERAPAN

Falsafah pengobatan : LIMA TEPAT *Tepat Obat *Tepat Dosis *Tepat B S O *Tepat Cara & Waktu *Tepat Pasien WHO :
manjur, aman, nyaman, murah

1. Tepat obat;

berdasar :

a. khasiat farmakodinami

b. indikasi obat + profil obat c. accepted ( pengalaman dng indeks keberhasilan tinggi) d. pedoman penggunaan di R.S./ Pkm (hasil penelitian)

e. test mikrobiologi / kultur trtm antibiotik.

f. efek lain netral / lewat test (alergi)

2.

Tepat dosis: ingat dosis terapi ( - mg/cc/Unit p.dws 1 kali minum efek terapi)

a. pedoman dosis (farmakope / R.S. pengalaman)

b. berat / ringan penyakit


c. individual ( anak / dewasa / geriatrik) ( pria / wanita / obesitas) (ras suku bangsa) ( gangguan fungsi organ-organ) ( komplikasi penyakit)

d. dosis vs efek yang tak diinginkan.


e. dosis anak : 1. dosis khusus ( --mg/kgbb/hari) 2. dosis perhitungan (Rumus-2:Dilling dll) f. Perhatian: D. lazim/medicinal/official/rata-2/tolerans.

3. Tepat b.s.o:
a. b. c. d. e. Perhatian sifat-2 fisik-kimia obat B.S.O. vs kenyamanan B.S.O. vs efek obat B.S.O. vs a-d-m-e B.S.O. vs compliant.

4. Tepat cara & waktu pemakaian: a. cara pemakaian harus benar b. cara pemakaian vs respons klinik

c. waktu penggunaan harus tepat ( 3 dd o 8 h)


d. waktu penggunaan vs efek terapi (scabies) e. cara& waktu penggunaan vs e.y. tak diinginkan

ALAM NABAT I

SEJARAH PERKEMBANGAN O B A T ALAM ALAM H EWAN I S E M E STA

Radix Ipeccac Klj. Suprarenalis: Ubi-ubian Adrenalin Lignum quassia, sandakwood Klj. Thyreoidea: Thyroid Rhizome ginger, podophyllum Klj. Pancreas: Insulin Cortex cinnnmon, cinchona Folia digitalis, belladonna, Flores Chamomile, arnica santonica Fructus (buah) anisi; pepper Semen nux vomica; Cucurbitae; Theobromine

Air mineral Sulfur Fe

*Alkaloida *Glikosida *Minyak Atsiri Minyak lemak Zat-zat: Rsein, gom, tannine,

Produk hewan : Madu

Perkembangan obat asal alami ke Moderen 1. Bahan kasar (simplesia ) 2. Extraksi Bahan Kasar 3. Penentuan zat berkhasiat 4. Isolasi zat berkhasiat Tanaman Ephedra Ekstrak Ephedra Alkaloid, hasil biosintesis Ephedrine alkaloid

5. Pemurnian zat berkhasiat


6. Pembentukan rumus kimia 7. Pembentukan Garam-garam 8. Percobaan pembuatan sintetis 9. Pembentukan derivat-derivat.

Ephedrine alkaloid murni


Ephwdrine C 10 H NO Ephedrine HCl Ephedrine sintetik Naphazoline nitrate

R e s e p.
Def. : Permintaan tertulis Dokter kepada Apotiker untuk

menyerahkan obat / bahan obat kepada penderita, lengkap dengan a t u r a n pakainya


DOKTER H U S A D A =( akte ) Rumah Praktek : Damian no. 10 Tiap hari Jam. 17.00 - selesai Surabaya telp. Jl. Tulung No. 7 Surabaya Telp. --- ---- ---------------------------------------------------------------------------------------------Surabaya, ........................... Superscriptio Inscriptio /

Praescriptio
Subscriptio Signatura

R/ R.Cardinale .........................~mg R. Adjuvans .................... ...~mg Corrigens (rasa/warna/bau ) 20% ( q.s ) Vehiculum . ad . ...... .....300 mg m. f. l. a. pulv. d t d no. XX S 3 d d pulv. I

-------- -----------------------------------------------------------------------------Paraf doker /T tangan

Pro : Alamat.: .................................................................................................................................................

Contoh Resep

R/ Salicylamide .........400 mg R/ Salicylamide ....... 4000 mg Guaiacolat .... ........75 mg Guaiacolat ......... 750 mg Phenylpronolamin ....15 mg P P A .................. 150 mg Triprolidine HCl.......2.5 mg Triprolidine HCl .... .. 25 mg Sirp. Simplex ....... 20 % m f l a tabl d t d No. X Aqua ....... ad ...... 150 cc m f l a sol. S 3 d d tabl. I S 3 d d cth. III

Apa yang dapat ditulis pada kertas resep: 1. Obat-2 (Tunggal; Obat campuran; Cosmetika; Alat-alat kedokt) 2. Alat-alat bantu kedokteran 3. Banyak R/ dalam satu kertas resep, tidak terbatas ( q. s )

Bahasa Latin dan singkatannya dalam resep.


1. Bahasa Latin adalah bahasa ilmu pengetahuan. 2. Bahasa Latin adalah bahasa mati (tidak ada penambahan cosakata) 3. Aplikasi dlm penulisan Resep mempunyai efek psychologis baik 4. Aplikasi dlm resep mengurangi kemungkinan penulisan resep oleh orang yg tidak bertanggung jawab.

Kertas Resep.
Kertas putih berkualitas ! ? ( disimpan sebagai dokumen ) Panjang - 15 18 cm; Lebar -10 12 cm = folio kertas Variasi ukuran: p >< l menurut kesenangan, ( besar - kecilnya tulisan) Posisi kertas: a. Tegak, panjang kertas arah atas-bawah- Dokter diatas b. Mendatar p-panjang kerts arah horisontal Dokter di kiri (usahakan setiap lembar kertas resep telah dilengkapi dengan kertas arip) Berlakunya resep: 1. di Apotik-Apotik seluruh wilayah Indonesia. 2. di Luar Negeri asal tidak bertentangan dengan peraturan se tempat Waktu berlaku, Resep: *tidak ada batasan pasti ! ? *lebih dari 1 bulan ..? (obat<vs>panyakit- pend) *tetap berlaku bila ada tanda-2 khusus ( ITER)

*Apograph; Copy resep; Salinan resep; Turunan resep Apograph diberikan kepada penderita bila: 1. diminta oleh penderita 2. ada obat yang belum diberikan oleh Apotik 3. pada resep dokter tercantum ITER Kegunaan Copy resep: 1. mengambil obat ulang 2. guna pengusutan yang berwajib (accident) 3. arsip penderita

Apograph dari Resep yang berisi obat narkotik baik injeksi, maupun obat minum tunggal atau dalam campuran tetap diberikan kpd penderita, tetapi tidak dapat dipakai mengambil ulang obat-2 tsb.
Kertas Copy resep dari Apotik seukuran resep dokter. (juga bervariasi )

Apotik Danq M a r i o
Jl. Rejokerep no. 10 Surabaya Drs. Basukhio SIP & SIA.

--------------------------------------------------------------Copy Resep

Salinan resep no.: 007.. Tanggal. 5 3 2012. Dari dokter : Husada...... Tanggal. 1 3 - 2012. Untuk Penderita : Ny. Sampewulan R/ Cefadroxyl 500 S3 dd I R/ Garamycine inj. Simm No. XXX

det.--- = let be given Fl. X


det IV. ----- ?

---------------------------------------------------------------------------------Surabaya, 5 3- 2007 pcc: ...........(petugas)

1. Tulisan dengan tinta (hitam, biru, hijau) 2. Tulisan harus jelas dapat mudah dibaca. 3. Tulis nama obat dimulai dengan huruf besar 4. Pilihlah obat yang telah diyakini bermanfaat bagi pasien 5. Nama obat ditulis secara lengkap, atau dengan singkatan resmi yang terdapat dalam Farmakope Indonesia, Nomenclature Internasional, untuk Obat-obat Generik; sedangkan untuk Obat Paten, nama obat ditulis dengan JELAS, hindari salah baca / salah pengertian, karena terdapat banyak sekali obat paten yang senada tetapi tidak sama 6. Nama obat tidak boleh ditulis dengan dengan rumus kimia 7. Tulislah Dosis obat dengan satuan mg, g, ml (cc) dan tidak menggunakan bilangan decimal 0,200 untuk menyatakan

200 mg. Jangan menggunankan angka pecahan: 1/4; 1/2 g(G) untuk 250
mg; 500 mg

8. Satuan g = gram, jangan menulis gr untuk gram;Karena gr = 65 mg.

9. Cantumkan QR (quantum rectum) dibelakang dosis obat yang dikehendaki, Paracetamol 650 mg (QR ). 10. Jumlah obat yang diminta ditulis dengan angka Romawi No. X; XV; L; C dan seterusnya. 11. Bentuk sediaan obat diminta dengan Subscriptio yang benar: Gunakan selalu m f l a ---berarti permintaan halus dan terhormat 12. Aturan pemakaian obat ditulis dengan jelas- terbaca S t d d pulv I; S 3 d d pulv.I ( I (satu) ditulis dengan angka Romawi) 13. Pada aturan pemakaian obat yang rumit, seperti tappering up (down) berilah S u c (usus cognitus); Penjelasan kepada pasien ditulis dalam kertas resep lain dengan bahasa yang difahami pasien. 14. Resep yang telah selesai, di beri Paraf, namun untuk obat-obat Narkotik- injeksi harus diberi Tanda tangan (penuh) 15. Setiap selesai menulis resep diberi tanda penutup (bilamana hanya satu R/) atau tanda pemisah diantara 2 R/. 16. Menulis resep sekali jadi, tidak boleh ragu- ragu, hindari coretancoretan / hapusan / tindasan.

A B R/ Acetosal 300 mg R/ Acetosal Paracetamol 300 mg Paracetamol aa 300 mg Coffein 35 mg Coffein 35 mg m f l a pulv d t d No. X m f l a pulv d t d No. X S 3 d d pulv I S 3 d d pulv I ---------------------------------------------------------------------------.....................................-------mice=campurlah; fac-fiat=buatlah; lege artis=menurut aturan ttu pulv. = pulvis (pulveres) = puyer; da=berikan; tales= masing-2 Dosis = takaran; No = sebanyak X ; S 3 d d pulv I S(Signa)= tandailah; 3 de die= sehari 3 kali puyer I Keterangan Tiap puyer berisi 300 mg, +300 mg, + 35 mg Dosis terapi satu puyer aa -- ana - sama banyak sehingga Dosis Acetosal sama dengan Paracetamol 300 mg

Bagaimana formula A dibuat menjadi sediaan Cair !?

Bagaimana bila resep A dibuat dalam sediaan Cair !?


R/ Mylanta tabl. No. XV S. 3 d d tabl. I h. a.c. c et I h. p.c.

R/ Tabl. Enzymfort No. XV S 3 d d tabl. I d S o 8 h tabl I

R/ Mogadon tabl. No. V R/ Melanox cream No. I S 1 d d tabl. I a n ( h s) S a u c. ( a u e ) S a u i .... ? R/ Sol. Kal.permanganat 1/4000 500 cc S. a u e -- ? garg collut oris

R/ Garg. Khan 180 cc sine Acid. Salicylic S 3 d d garg. I

R/ Mylanta tabl. No. XV S. 3 d d tabl. I h. a.c. et I h. p.c. R/ Mogadon tabl. No. V S 1 d d tabl. I a n ( h s)

R/ Tabl. Enzymfort No. XV S 3 d d tabl. I d c S o 8 h tabl I R/ Melanox cream No. I S a u c. ( a u e ) S a u i .... ? R/ Sol. Kal.permanganat 1/4000 500 cc S. a u e -- ? garg collut oris

R/ Garg. Khan 180 cc sine Acid. Salicylic S 3 d d garg. I

R/ Parafin Liq 20 cc R/ Emul Benzyl Benzoat 20% 100 cc S clysma S uc

R/ Caps.Rifampicin 450 NoLX R/ Tabl. Metformin No.XXX S 2 d d caps. I d. i d S 2 dd tabl.I da in 2 plo


R/ Morphin inj amp. No II R/ Triaminic drop. fl. N I S imm S 2 d d gtt. III

R/ Glibenclamid No.CC S d c form

R/ Tabl. Zoloft No X S o nocte tabl. I

R/ Cendo Mycetine fl. No. I R/ Alupent spray No. I S 3 d d ggt.I o.d / o.s S p r n I ( s n s / s o s)

R/ Sol Argenti Nitras1% 10 cc

CITO

ITER ! ITER 2 X !

S uc

rec. Par

PA

pp

O B A T
(Suatu bahan kimia yg mempengaruhi metabolisme mikro-organisme) Suatu bahan atau paduan bahan-2 yg dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan Diagnosis, Mencegah, Mengurangkan / Menghilangkan, Menyembuhkan Penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia dan hewan atau untuk memperelok badan atau bagian manusia.
OBAT & KOSMETIKA

OBAT GENERIK. Obat dng nama resmi yang telah ditetapkan dalam Farmakope Indonesia dan INN (International Non Proprietary Name) WHO untuk Zat berkhasiat yang dikandungnya OBAT ESENSIAL. Obat yg paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat terbanyak dan tercantum dalam daftar obat esensial yg ditetapkan oleh MENKES.

OBAT ASLI
Obat yg didapat langsung dari BAHAN-2 ALAMIAH Indonesia, terolah secara sederhana atas dasar pengalaman dan digunakan dalam pengobatan TRADISIONAL. OBAT PATEN Obat dng nama dagang dan menggunakan nama yg merupakan milik produsen obat ybs NAMA DAGANG TERDAFTAR a/n SIPEMBUAT
OBAT STANDAR Obat dengan NAMA TERTENTU tetapi yang dapat diproduksi oleh SETIAP PRODUSEN Tabl. Doveri Tabl. Codein Potio Nigra c tussim

OBAT DAFTAR W Obat bebas diperoleh; terbatas dosisnya Obat dapat diperoleh tanpa resep dokter Dapat dibeli di Apotik dan Toko Obat Obat diserahkan dengan bungkus ASLINYA

OBAT YANG TERGOLONG OBAT RACUN, Dapat diperoleh/dibeli sendiri oleh masyarakat Tanpa Resep Dokter, dan harus diberi Tambahan ETIKET KHUSUS. Penyakit dan pengobatannya dianggap telah dapat ditetapkan sendiri oleh masyarakat dan tidak membahayakan, - terlebih lagi bila pemakaiannya mengikuti aturan-pemakaian yg ditetapkan

Obat-obat Daftar W=Daftar P (Obat racun Bebas terbatas.) dijual bebas, dosis & kemasan terbatas. Etiket / Label Tambahan. Kertas hitam & Tulisan putih. P1 Awas ! Obat keras ; Baca Aturan pakainya Diphenhydramin max. 10 tabl a50mg; Antihis. antimotion sicckness Prometazin 1.5 mg/cc -120 cc; Ung. Antihistamin Ephedrin = 35 mg; Acetaminophen 650 mg; Phenolthalein<100mg/tab Santonin < 30 mg; SG max 20 tabl. P2 Awas. Obat keras. Hanya kumur jangan telan P3.Awas. Obat keras hanya untuk luar.: Burowi (sol, liquor); Sulfanilamide Pulv ; Obat merah; Iod tinct. P4. Awas Obat keras. : Hanya untuk di bakar: Asma sigaret ? P5. Awas Obat Keras : Tidak boleh ditelan. Sulfanilamide pulv. P6. Awas Obat keras.: Obat wasir jangan di telan.

* OBAT Daftar G dapat dibeli hanya di APOTIK *Dapat diperoleh hanya dengan RESEP DOKTER *Dapat di ulang tanpa Resep baru, bila pada resep ditulis ITER *Semua obat baru yang belum dikenal dimasukkan dalam Daftar G, kecuali oleh DepKes telah dapat izin tertulis, dengan Nomor regristrasi Beberapa contoh 1. Semua obat suntik (kecuali yg sudah termasuk obat Bius 2. Semua obat antibiotika 3. Semua preparat Sulfa (kecuali Sulfaguanidin dan Sulfanilamid) 4. Semua prep hormon 5. Adrenalin 6. Digitalis

7. Derivat Pyrazolone 8. Dextro-amphetamin, Methyl-amphetamin (+garamgaramnya) 9. Apomorphin 10. Beberapa Antihistamin (banyak Antihistamin masuk Daftar W) 11. Anaestesi lokal a.l Novocain =Procain, lidocain 12. Nitroglycerine dan preparat Nitrat dan nitrit lainnya u/ angina pektoris 13. Secale Cornuti serta sediaan dan alkaloid-alkaloidnya 14. Zat-zat radio-aktif 15. Hydantoin dan derivatnya 16. Semua obat baru, kecuali yang telah diizinkan

OBAT GOLONGAN NARKOTIKA, DAFTAR O = OBAT BIUS


Narkotika, golongan obat yang mempengaruhi Susunan Saraf Pusat (SSP): 1 *Depresi SSP: Opium, Morphine, Heroin dan 2. *Stimulasi pada SSP (Cocaine).
Asal dari tanaman Papaver Somniferum dengan Opium dan alkaloidnya: Erythroxylon Coca, alkaloidnya Cocaine, Cannabis Sativa= Ganja dengan Cannabinol dan derivatnya Dari UUNarkotika: 3 golongan Narkotika.

Narkotika Golongan I, hanya untuk pengembangan ilmu pengetahuan, dengan


potensi ketergantungan sangat tinggi , tidak untuk terapi : Cocaine, Marihuana, Tetrahydrocannabinol dan Heroin.

Narkotika Golongan II, digunakan utuk terapi dan ilmu pengetahuan, tetap
punya potensi tinggi ketergantungan: Alphaprodine, Benzylmorphine, Dihydromorphine, Hydrocodone, Fentanil, Morphine, Thebaine.

Narkotika Golongan III, Banyak untuk terapi, juga ilmu pengetahuan, ada potensi ketergantungan ringan. : Hydrocodeine, Acethylhydrocodeine, Ethylmorphine, Codeine, Norcodeine. Obat-obat Narkotika. *Diperoleh hanya dengan resep dokter baru (bukan Copy Resep) *Resep obat Narkotika tidak boleh diulang, meski ada ITER. *Resep Narkotika obat suntik, jumlah obat suntik harus ditulis angka dan dengan huruf *Apotik penerima resep Narkotika wajib melaporkan ke Din-Kes setempat, teramsuk sisa tiap jenis bahan obat Narkotika.

OBAT GOLONGAN PSIKOTROPIKA. Psikotropika adalah zat obat alamiah/sintetis bukan Narkotika, yang bersifat psikoaktif yang mempengaruhi secara selektif SSP, menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan prilaku. Mengadakan depresi SSP : Kelompok Benzodiazepin : Daizepam dan derivatnya Kelompok Barbiturat dan derivatnya: Phenobarbital dan derivatnya Kelompok Metaqualon dan derivatnya. Mengadakan stimulasi SSP, Amphetamin dan Dexamphetamine Methamphetamine , derivatnya (ecstasy ) Memberikan Hallusinasi (Psychomimetic, Psychogenic, Psychedelic) Bahan halusinogen dapat memberikan halusinasi pemakainya, suatu persepsi internal lepas dari persepsi eksternal, yang dikhayalkan pemakainya melihat berbagai warna-warni indah exotik dunia maya, yang sebenarnya tidak ada. Bahkan berupa suara-suara yang sangat indah -melankolis yang mabuk dengan bahan halusinogen.

Termasuk bahan Psikotropik mempunyai :


*Peraturan-peraturan khusus, Larangan khusus: *Masyarakat perlu dilindungidari bahaya yang ditimbulkan *Obat-obat ini memberi ransangan / depresi SSP *Penggunaan dlam bidang medis terbatas penyalah-gunaan banyak Beberapa obat: LSD atau LSD-25 -d lysergic acid diethyamine DMT -N,N -dimethyltryptamine DET -N,N -diethyltryptamine DMNP -3-(1,2- diethylheptyl

Bahan Psikotropik. Gol I, II, III, IV


Psikotropik Gol I, Hanya untuk ilmu pengetahuan, tidak diresepkan. LSD, MDMA (methylen dioxy metamphethamine =estacy, Psilocybin, Psilosin Psikotropik Gol. II, boleh diresepkan, namun masih dapat menyebabkan ketergantungan.: Amphetamine, Secobarbital. Psikotropik Gol. III Dapat diresepkan, masih dapat memberikan ketergantungan. Amobarbital, Phenobarbital, Pentobarbital Psikotropika Gol. IV. Dapat diresepkan toh masih memberikan Ketergantungan : Amobarbital, Pentobarbital, Cyclobarbital.

PENYIMPANAN OBAT
*menjaga agar obat tidak (cepat) rusak *mengamankan: **administratif **pada penggunaan Tempat : memenuhi persyaratan (Gedung, Ruang, Almari, Wadah) Kelengkapan (syarat) : Ventilasi udara, Cahaya matahari, Suhu. Wadah: gelas/kaca, kaca lapis/warna inaktinis. Kertas (timah) Etiket/ Label ( tinta, pena)-tahan lama , (Tulisan jelas terbaca) Tgl. Terima . Nama bahan / Obat . Kekuatan / Dosis. Spesifikasi penyimpanan Tanda- kerusakan : wadah tidak utuh, / rusak / lubang Obat: keadaan fisik berbeda dari standarnya , (bentuk obat, warna obat, mungkin bau )

Self half life: waktu dimana daya kerja obat tinggal separonya. Tiap kenaikan suhu pada penyimpanan dengan 10 drjt C dari suhu yang ditentukan. dapat mengurangi waktu paronya dengan 50% Tanggal dalu warsa. ( tertulis untuk setiap obat ) Adalah tanggal, bulan dan tahun yang tertulis pada obat, menyatakan bahwa obat yang telah melewati (tanggal, bulan dan tahun ) tersebut kemanannya / khasiatnya sudah tidak dapat dipertanggung jawabkan lagi . HARUS TIDAK DIPAKAI .