Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH FISIKA ENERGI POTENSIAL DAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI

OLEH : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. FERDY alfian (09520244009) PANDU WICAKSANA (09520244010) IMANAJI hari sayekti (09520244011) PUTUT aji nalendro (09520244012) OKTO AYOMY (09520244013) DEVIATI (09520244014) M. BAKTIAR RIVAI (09520244015) KARTIKA WULANDARI (09520244016)

PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2009

A. ENERGI POTENSIAL 1 Pengertian Energi Potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena keadaannya atau kedudukannya. Energi ini adalah energi yang energi yang masih tersimpan atau tersembunyi pada benda, tetapi jika diberi kesempatan energi ini dapat di manfaatkan menjadi usaha. Nama energi potensial diusulkan pertama kali oleh seorang insinyur Skotlandia, William J.M. Rankine (1820 1872). Contohnya karet ketapel yang kita renggangkan, pegas yang ditekan, ataupun busur yang ditarik, dll.

meja
P

mg Pada gambar diatas ditunjukan usaha luar yang kita lakukan untuk memindahkan posisi bola dari lantai ke tepi meja. Misalnya kita memberikan gaya angkat P pada bola, yang sama besar dengan berat bola mg, maka resultan gaya pada bola F = +P mg = 0. Karena F = 0, maka bola bergerak ke atas dengan kecepatan tetap. Ini berarti, bola tidak mengalami perubahan energi kinatik (EK = O). Semua usaha luat (W luar) yang diberikan pada bola hanya digunakan untuk mengubah posisi bola dari awal di lantai menjadi posisi akhir di tepi meja. Jadi, semua usaha luar (Wluar) menghasilkan perubahan energi potensial (EP) bola. Jadi, Wluar = EP = EPak EPaw Persamaan diatas diambil dengan menetapkan tidak ada perubahan energi kinetik (EK = 0) ketika melakukan usaha luar untuk memindahkan bola. Teorema usaha energi pada kasus ini memberikan : Wres = EK = 0 Gaya resultan dari gaya dalam (gaya grafitasi, gaya normal, dan gaya gesekan) dan gaya luar (gaya dorong, gaya tarik, gaya tegangan tali). Oleh karena itu : Wres = Wdalam + Wluar = 0 atau Wdalam = - Wluar

Jika gaya dalam yang melakukan usaha pada sistem hanyalah gaya gaya konservatif, dapat ditulis : Wk = -Wluar Karena Wluar = EP maka : Wk = -EP = -(EP ak EP aw) Tanda negatif dalam persamaan di atas menyatakan bahwa usaha positif oleh gaya konservatif akan menurunkan energi potensial sistem. 2 Jenis Jenis Energi Potensial a. Energi Potensial Gravitasi Energi yang dimiliki benda karena pengaruh ketinggiannya dari benda lain. Energi potensial gravitasi di permukaan bumi (medan gravitasi homogen/konstan) dinyatakan oleh :

Sekarang mari kita tentukan besar energi potensial gravitasi sebuah benda di dekat permukaan bumi. Misalnya kita mengangkat sebuah batu bermassa m. gaya angkat yang kita berikan pada batu paling tidak sama dengan gaya berat yang bekerja pada batu tersebut, yakni mg (massa kali percepatan gravitasi). Untuk mengangkat batu dari permukaan tanah hingga mencapai ketinggian h, maka kita harus melakukan usaha yang besarnya sama dengan hasil kali gaya berat batu (W = mg) dengan ketinggian h. Ingat ya, arah gaya angkat kita sejajar dengan arah perpindahan batu, yakni ke atas FA = gaya angkat W = FA . s = (m)(-g) (s) = mg(h2-h1) persamaan 1

Tanda negatif menunjukkan bahwa arah percepatan gravitasi menuju ke bawah Dengan demikian, energi potensial gravitasi sebuah benda merupakan hasil kali gaya berat benda (mg) dan ketinggiannya (h). h = h2 h1 EP = mgh persamaan 2 EP : energi potensial gravitasi (J) m : massa benda (kg) g : percepatan gravitasi (m.s-2) h : ketinggian terhadap acuan (m) Berdasarkan persamaan EP di atas, tampak bahwa makin tinggi (h) benda di atas permukaan tanah, makin besar EP yang dimiliki benda tersebut. Ingat ya, EP gravitasi bergantung pada jarak vertikal alias ketinggian benda di atas titik acuan tertentu. Biasanya kita tetapkan tanah sebagai titik acuan jika benda mulai bergerak dari permukaan tanah atau gerakan benda menuju permukaan tanah. Apabila kita memegang sebuah buku pada ketinggian tertentu di atas meja, kita bisa memilih meja sebagai titik acuan atau kita juga bisa menentukan permukaan lantai sebagai titik acuan. Jika kita tetapkan permukaan meja sebagai titik acuan maka h alias ketinggian buku kita ukur dari permukaan meja. Apabila kita tetapkan tanah sebagai titik acuan maka ketinggian buku (h) kita ukur dari permukaan lantai. Jika kita gabungkan persamaan 1 dengan persamaan 2 :

Persamaan ini menyatakan bahwa usaha yang dilakukan oleh gaya yang menggerakan benda dari h1 ke h2 (tanpa percepatan) sama dengan perubahan energi potensial benda antara h1 dan h2. Setiap bentuk energi potensial memiliki hubungan dengan suatu gaya tertentu dan dapat dinyatakan sama dengan EP gravitasi. Secara umum, perubahan EP yang memiliki hubungan dengan suatu gaya tertentu, sama dengan usaha yang dilakukan gaya jika benda dipindahkan dari kedudukan pertama ke kedudukan kedua. Dalam makna yang lebih sempit, bisa dinyatakan bahwa perubahan EP merupakan usaha yang diperlukan oleh suatu gaya luar untuk memindahkan benda antara dua titik, tanpa percepatan.

Energi potensial gravitasi dalam medan yang tidak homogen (Newton) dinyatakan oleh : EP = - GmM r EP : energi potensial gravitasi (J) m : massa benda (kg) M : massa sumber (kg) r : jarak benda dari sumber (m) b. Energi Potensial Elastis EP elestis berhubungan dengan benda-benda yang elastis, misalnya pegas. Mari kita bayangkan sebuah pegas yang ditekan dengan tangan. Apabila kita melepaskan tekanan pada pegas, maka pegas tersebut melakukan usaha pada tangan kita. Efek yang dirasakan adalah tangan kita terasa seperti di dorong. Apabila kita menempelkan sebuah benda pada ujung pegas, kemudian pegas tersebut kita tekan, maka setelah dilepaskan benda yang berada di ujung pegas pasti terlempar. perhatikan gambar di bawah. Jika dirimu mempunyai koleksi pegas, baik di rumah maupun di sekolah, silahkan melakukan percobaan ini untuk membuktikannya.

Ketika berada dalam keadaan diam, setiap pegas memiliki panjang alami, seperti ditunjukkan gambar a (lihat gambar di bawah). Jika pegas di tekan sejauh x dari panjang alami, diperlukan gaya sebesar FT (gaya tekan) yang nilainya berbanding lurus dengan x, yakni : FT = kx

k adalah konstanta pegas (ukuran kelenturan/elastisitas pegas) dan besarnya tetap. Ketika ditekan, pegas memberikan gaya reaksi, yang besarnya sama dengan gaya tekan tetapi arahnya berlawanan. gaya reaksi pegas tersebut dikenal sebagai gaya pemulih. Besarnya gaya pemulih adalah FP = -kx Tanda minus menunjukkan bahwa arah gaya pemulih berlawanan arah dengan gaya tekan. Ini adalah persamaan hukum Hooke. Persamaan ini berlaku apabila pegas tidak ditekan sampai melewati batas elastisitasnya (x tidak sangat besar). Untuk menghitung Energi Potensial pegas yang ditekan atau diregangkan, terlebih dahulu kita hitung gaya usaha yang diperlukan untuk menekan atau meregangkan pegas. Kita tidak bisa menggunakan persamaan W = F.s = F . x, karena gaya tekan atau gaya regang yang kita berikan pada pegas selalu berubah-ubah selama pegas ditekan. Ketika menekan pegas misalnya, semakin besar x, gaya tekan kita juga semakin besar. Beda dengan gaya angkat yang besarnya tetap ketika kita mengangkat batu. Kita menggunakan gaya rata-rata. Gaya tekan atau gaya regang selalu berubah, dari F = 0 ketika x = 0 sampai F = kx (ketika pegas tertekan atau teregang sejauh x). Besar gaya rata-rata adalah :

x merupakan jarak total pegas yang teregang atau pegas yang tertekan (bandingkan dengan gambar di atas).

Usaha yang dilakukan adalah :

Nah, akhirnya kita menemukan persamaan Energi Potensial elastis (EP Pegas).

Catatan : Tidak ada rumus umum untuk Energi Potensial. Berbeda dengan energi kinetik yang memiliki satu rumus umum, EK = mv 2, bentuk persamaan EP bergantung gaya yang melakukan usaha Contoh soal Contoh soal 1 : Buah mangga yang ranum dan mengundang selera menggelayut pada tangkai pohon mangga yang berjarak 10 meter dari permukaan tanah. Jika massa buah mangga tersebut 0,2 kg, berapakah energi potensialnya ? anggap saja percepatan gravitasi 10 m/s2. Panduan jawaban : EP = mgh EP = (0,2 kg) (10 m/s2) (10 m) EP = 20 Kg m2/s2 = 20 N.m = 20 Joule Contoh soal 2 : Seekor monyet bermassa 5 kg berayun dari satu dahan ke dahan lain yang lebih tinggi 2 meter. Berapakah perubahan energi potensial monyet tersebut ? g = 10 m/s2 Panduan jawaban : Soal ini sangat gampang kita tetapkan dahan pertama sebagai titik acuan, di mana h = 0. Kita hanya perlu menghitung EP monyet ketika berada pada dahan kedua EP = mgh = (5 kg) (10 m/s2) (2 m) EP = 100 Joule Dengan demikian, perubahan energi potensial monyet = 100 Joule.

Contoh soal 3 : Seorang buruh pelabuhan yang tingginya 1,50 meter mengangkat sekarung beras yang bermassa 50 kg dari permukaan tanah dan memberikan kepada seorang temannya yang berdiri di atas kapal. Jika orang tersebut tersebut berada 0,5 meter tepat di atas kepala buruh pelabuhan, hitunglah energi potensial karung berisi beras relatif terhadap : a) permukaan tanah b) kepala buruh pelabuhan Panduan jawaban : a). EP karung berisi beras relatif terhadap permukaan tanah Ketinggian total karung beras dari permukaan tanah = 1,5 m + 0,5 m = 2 meter Dengan demikian, EP = mgh = (50 kg) (10 m/s2) (2 m) EP = 1000 Joule b). EP karung berisi beras relatif terhadap kepala buruh pelabuhan Kedudukan karung beras diukur dari kepala buruh pelabuhan adalah 0,5 meter. EP = mgh = (50 kg) (10 m/s2) (0,5 m) EP = 250 Joule B. HUKUM KEKEKALAN ENERGI Kita awali pembahasan hukum kekekalan energi mekanik dengan menurunkannya secara kuantitatif. Teorema usaha energi kita peroleh : Wres = EK Usaha oleh gaya resultan Wres adalah usaha yang dilakuakn oleh gaya gaya konservatif, Wk dan gaya tak konservatif, Wtk sehingga Wk + Wtk = EK Jika pada system hanya bekerja gaya konservatif, maka Wtk = 0 dan persamaan di atas menjadi Wk + 0 = EK => Wk = EK Telah kita ketahui bahwa Wk = - EP, sehingga -EP = EK atau EP + EK = 0. Jumlah EP + EK sama dengan EM, sehingga dapat kita tulis :

EM = EMak EMaw = 0 EM ak = EM aw Energi mekanik EM = EP + EK, sehingga dapat ditulis : EPak + EKak = EPaw + EKaw Dikenal dengan sebutan hokum kekekalan energi mekanik, merupakan asal mula pernyataan gaya konservatif. Hukum ini berbunyi : Jika pada suatu system hanya bekerja gaya gaya dalam yang bersifat konservatif, energi mekanik system pada posisi apa saja selalu tetap (konstan). Artinya, energi mekanik system pada posisi akhir sama dengan energi mekanik system pada posisi awal. A. Hubungan Gaya Konservatif dengan Hukum kekekalan Energi Mekanik 1) Gaya berat Untuk sistem yang bergerak di bawah gaya berat, misalnya gerak jatuh bebas, gerak vertikal keatas, gerak peluru, energi mekaniknya terdiri dari energi potensial grafitasi EP = mgh dan energi kinetik EK = mv 2. sehingga hukum kekekalan energi mekanik dapat ditulis dengan : mghak + mv2ak = mghaw + mv2aw Contoh soal Seorang peloncat indah dengan berat 640 N meloncat dari sebuah papan menara yang memiliki ketinggian 10 m dari permukaan air. Jika peloncat mendorong papan luncur sehingga ia meninggalkan papan dengan kelajuan awal 2 m/s, tentukan peloncat itu saat : a. Berada pada ketinggian 5 m di atas permukaan air b. Menyentuh permukaan air

Jawab Massa peloncat m = w/g = 640 N/10 m/s = 64 kg a. Kelajuan peloncat pada ketinggian 5 m, maka : mgh2 + mv22 = mgh1 + mv12 (64)(10)(5) + (64)(v2)2 = (64)(10)(10) + (64)(2)2 3200 + 32 v22 = 6400 + 128 32 v22 = 3328, V2 = 10.2 m/s

b. Denggan menggunakan hukum kekekalan energi mekanik pada posisi 3 dan 1 akan anda peroleh kelajuan peloncat ketika menyentuh permukaan air, yakni: V3 = 251 = 14,3 m/s 2) Gaya pegas Untuk sistem yang bergerak di bawah pengaruh gaya pegas, misalnya pada gerak benda yang dihubungkan ke ujung pegas mendatar, energi mekaniknya terdiri dari energi potensial elastis pegas EPpegas = kx2 dan energi kinetik benda EKbenda = mv2. Sehingga hukum kekekalan energi mekanik dapat ditulis : kx2ak + mv2ak = kx2aw + mv2aw B. Aplikasi Kekekalan Energi Mekanik dalam Keseharian Buah jatuh bebas dari pohonnya Ketika buah jatuh dari pohonnya terjadi konversi energi, dari bentuk energi potensial ke enrgi kinetik. Energi potensial (EP) makin berkurang, tetapi energi kinetiknya (EK) bertambah, tetapi energi mekaniknya (EM = EP + EM) adalah konstan di posisi mana saja, asalkan hambatan udara diabaikan. Sehingga energi kinetik saat bola sampai ditanah sama dengan energi potensial saat bola masih menggantung di pohon. Lompat galah Aplikasi kekekalan energi mekanik yang melibatkan energi potensial elastis dapat kita temukan pada oleh raga lompat galah. Energi kimia dalam tubuh pelompat dikonversi menjadi energi kinetik. Energi kinetik pelompat disimpan sementara pada galah yang membengkok menjadi energi potensial elastis galah. Saat galah melurus energi potensial elastis galah dikembalikan ke pelompat sebagai energi potensial gravitasi dan sebagian menjadi energi kinetik untuk melontarkan pelompat dengan kecepatan awal tertentu saat ia melepaskan pegangannya pada galah.

DAFTAR PUSTAKA

Kanginan, Marthen. 2006.Fisika untuk SMA Kelas XI.Jakarta:Penerbit Erlangga. Kanginan, Marthen.2004.Seribu Pena Fisika SMA untuk Kelas XI.Jakarta:Penerbit Eralangga

_ _ _ _ _ _ _.2008.Detik Detik Ujian Nasional Fisika.Klaten:PT.Intan Pariwara.