Anda di halaman 1dari 6

( KOP SURAT PUNGUAN POMPARAN OP. PANTUN JABODETABEK ) Jakarta, Februari 2013 Kepada, Yth : 1.

Ketua Umum Panitia Pembangunan Tugu Raja Siagian; 2. Ketua Pelaksana Harian Pembangunan Tugu Raja Siagian; 3. Ketua Pesta Peresmian/Partangiangan Tugu Raja Siagian. Perihal : Hula-Hula Ni Raja Siagian (Mata Ni Ari Binsar Siagian). LATAR BELAKANG Berdasarkan kesepakatan semula bahwa Pembangunan Tugu Raja Siagian adalah untuk MEMPERSATUKAN Pomparan Raja Siagian, BUKAN UNTUK MEMECAH-BELAH Pomparan Raja Siagian yang ada di dunia ini, maka dengan ini kami mengharapkan agar Panitia Pembangunan Tugu Raja Siagian, dan Panitia Pesta Partangiangan/ Peresmian Tuga Raja Siagian, benar-benar berhati-hati agar tidak menimbulkan perpecahan pada Pomparan Raja Siagian. Perlu kami sampaikan bahwa Pomparan Ompu Pantun Siagian sangat mendukung Pembangunan Tugu Raja Siagian, halmana dapat dilihat dari kerterlibatan beberapa Anak dari Pomparan Ompu Pantun Siagian dalam mendukung baik tenaga, waktu maupun materil dalam jumlah yang cukup signifikan dalam melaksanakan pembangunan Tugu tersebut.. Kami sangat berterimakasih kepada Pomparan Ompu Pantun Siagian yang dengan usaha keras membantu pendanaan dan berbagai keperluan untuk mewujudkan pembangunan Tugu Raja Siagian. Kami juga mendukung diadakannya Pesta Partangiangan apabila pelaksanaan pembangunan Tugu Raja Siagian telah selesai. Namun demikian sehubungan dengan rencana Pelaksanaan Pesta Partangiangan/ Peresmian Tugu Raja Siagian, sesuai informasi yang kami terima, bahwa Panitia Pembangunan/Pesta Partangiangan/ Peresmian Tugu Raja Siagian bermaksud mangojakhon Marga Sibarani menjadi Hula-Hula Raja Siagian atau Mata Ni Ari Binsar Marga Siagian, dengan ini kami yang bertanda-tangan dibawah ini Pomparan Ompu Pantun Siagian bersama Pengurus Pomparan Ompu Pantun Siagian Jabodetabek secara resmi menyampaikan keberatan atas penetapan Marga Sibarani menjadi Hula-Hula Ni Raja Siagian, dengan pertimbangan sebagai berikut : A. PERTIMBANGAN MUTLAK. Raja Siagian. I. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Mangaraja Asal Siahaan sebagaimana diuraikan dalam Bukunya berjudul TAROMBO TUAN SORBA DIBANUA dapat kita ketahui hal-hal yang berkaitan dengan Raja Siagian, sebagai berikut : a. Raja Siagian merupakan anak ketiga dari 4 bersaudara anak dari TUAN DIBANGARNA.

b. Anak dari TUAN DIBANGARNA : (1). Raja Panjaitan. (2). Raja Silitonga. (3). Raja Siagian, (4). Raja Sianipar. c. TUAN DIBANGARNA merupakan Anak ketiga SIBAGOT NI POHAN. d. SIBAGOT NI POHAN adalah Putra Pertama TUAN SORBA DIBANUA. (Abang dari SI PAETTUA). e. Anak dari SIBAGOT NI POHAN : (1). Tuan Sihubil. (2). Tuan Somanimbil. (3). TUAN DIBANGARNA. (4). Tuan Sonakmalela. f. Raja Siagian belum memiliki Marga Batak, demikian juga SaudaraSaudaranya dan Ayahnya. g. Ibu dari Raja Siagian tidak diketahui apakah sudah memiliki Marga Batak atau sama dengan Ayahnya Tuan Dibangarna. h. Raja Siagian memiliki 2 (dua putra) yakni : (1). Parpagalote Siagian , dan (2). Pandeanduri Siagian. Apakah ada boru tidak/belum diketahui. Kedua Putra Siagian diatas merupakan generasi pertama Pomparan Raja Siagian yang menggunakan Marga Batak yang berasal dari Nama Ayahnya dan seterusnya turun-temurun sampai dengan generasi sekarang ini Pomparannya selalu mengugunakan Nama Siagian menjadi Marga anak-anaknya atau Nama Keluarga atau bukan Nama Sebenarnya atau biasa disebut Nama Panggilan. II. Berdasarkan penelitian Mangaraja Asal, istri dari Raja Siagian adalah boru Matupang, namun ada catatan bahwa dari wawancara yang dilakukannya, ada yang mangatakan boru Pasaribu. Disimak dari cara penuturannya nampaknya Mangaraja Asal cenderung mangatakan boru Matupang. Ini terlihat dari kata-kata Raja Siagian ripena boru Matupang (alai na deba mandok boru Pasaribu do). Lihat hal 299. B. PERTIMBANGAN PENDUKUNG. I. Nara Sumber. Nara sumber dalam penelitian yang dilakukan oleh Mangaraja Asal adalah Pomparan Raja Siagian kelahiran abad ke XVIII atau kelahiran tahun 1800 an. Raja Siagian diperkirakan merupakan kelahiran Abad ke XVI, jika dilihat dari generasi orang tua sekarang pada umumnya merupakan generasi ke XIX. Jika asumsi satu generasi 25 tahun, maka Raja Siagian merupakan generasi 300 tahun yang lalu.

Dari buku penelitian yang ada hingga saat ini, penelitian baru ada dengan menggunkan Nara Sumber kelahiran Abad XVIII. Belum ditemukan Buku Penelitian yang menggunakan Nara Sumber Abad ke XVII. Dilihat dari Nara Sumber, maka tentunya, Nara Sumber yang memberikan keterangan mengenai Raja Siagian termasuk menyangkut istri dan anak2nya maka menurut hemat kami lebih dapat diterima Nara Sumber kelahiran Abad ke XVIII daripada Nara Sumber kelahiran Abad ke XIX. Pada Buku Penelitian yang dilakukan oleh Mangaraja Asal dengan Nara Sumber Pomparan Raja Siagian kelahiran Abad ke XVIII, tidak satu pun Nara Sumber yang menyebut-nyebut Istri Raja Siagian adalah br Sibarani. Nara Sumber tersebut menyebut Boru Matupang, namun ada juga yang mengatakan Boru Pasaribu. Oleh karena itu, apa yang muncul kepermukaan saat ini dengan menyebut Boru Sibarani sangat tidak masuk akal dan membingungkan. Dari mana Panitia Pembangunan Tugu dan Panitia Pesta Partangiangan/ Peresmian Tugu Raja Siagian memperoleh informasi tersebut, atau informasi tersebut datang dari siapa, atau siapa yang menjadi Nara Sumber. Panitia perlu membandingkan pendapat dari Nara Sumber kelahiran Abad ke XVIII dengan Nara Sumber kelahiran Abad ke XIX, sehingga dapat diputuskan secara objektif. II. Generasi (bukan mutlak, namun patut dipertimbangkan). Generasi Raja Siagian dengan Raja Sibarani merupakan dari generasi yang sama atau dongan satorbang atau diperkirakan kurang lebih dalam perbedaaan umur yang tidak terlalu jauh, namun tentu tidak dapat dipastikan secara tepat. Namun, menurut hemat kami perlu dipertimbangkan. a. Raja Sibarani adalah putra kedua dari Partano. b. Partano adalah Putra Kedua Paettua, dan Paetua adalah Putra Kedua TUAN SORBA DIBANUA. c. Paettua adalah adik dari Sibagot Ni Pohan. d. Raja Sibarani belum memiliki Marga Batak, seperti halnya Ayahnya Partano. e. Marga Sibarani baru ada pada keturunan Raja Sibarani. III. Generasi Raja Siagian dan Raja Sibarani. Berdasarkan uraian dalam Buku Tarombo T.S. Dibanua, Na sinurathon ni Mangaraja Asal Siahaan (lihat hal 539), Raja Siagian dan Raja Sibarani berada pada posisi generasi yang sama yaitu generasi ke 4 (empat) dari TUAN SORBA DIBANUA. a. Raja Siagian, merupakan anak ketiga dari TUAN DIBANGARNA, dan Tuan Dibangarna adalah anak Ketiga dari Sibagot Ni Pohan ( Sibagot Ni Pohan adalah Anak Pertama Tuan Sorba Dibanua). b. Raja Sibarani, merupakan anak pertama dari Partano, dan Partano adalah anak Kedua dari Si Paettua ( Si Paettua adalah anak Kedua Tuan Sorba Dibanua). Raja Siagian dan Raja Sibarani berada dalam posisi Generasi Yang Sama yakni Generasi ke empat dari Pomparan TUAN SORBA DIBANUA.

TUAN SORBA DIBANUA

SIBAGOT NI POHAN (Putra Pertama)

SI PAETTUA (Putra Kedua)

TUAN DIBANGARNA (Putra Ketiga)

PARTANO (Putra Pertama)

RAJA SIAGIAN (Putra Ketiga)

RAJA SIBARANI (Putra Pertama)

(1). Parpagalote Siagian. (2). Pande Anduri Siagian (3). ......boru Siagian (Apabila ada).

(1). ........ Sibarani. (2). ........ boru Sibarani (Apabila ada).

C. PERTIMBANGAN FAKTA REFERENSI. I. Berdasarkan fakta referensi berupa Buku hasil penelitian Mangaraja Asal Siahaan sebagaimana telah kami uraikan diatas, maka kami Pomparan Ompu Pantun Siagian dengan ini secara tegas menolak Penetapan/mangojakkon Marga Sibarani menjadi Hula-Hula Raja Siagian. II. Penetapan Marga Sibarani menjadi Hula-Hula Raja Siagian tidak didukung dengan fakta referensi berupa hasil penelitian. III. Penelitian yang dilakukan Mangaraja Asal sudah dilakukan sejak tahun 1938 yakni dari dilakukannya wawancara dengan antara lain : a. Raja Ompu Dari Siagian, Kepala Negeri Djandjimaria, padas Tahun 1938. b. Raja Elam Siagian, Kepala Negeri Bonandolok, pada tahun 1940. c. Guru Jeremia Siagian, pada tahun 1940. d. Oloan Siagian pada tahun 1940. e. Raja Philemon Siagian, Kepala Kampung Banualuhu pada tahun 1940. f. Friderick Siagian (Assisten Demang) pada tahun 1940. g. Sutan Soaduon Siagian (Demang) pada tahun 1940. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, dengan ini kami mengharapkan agar Panitia Pembangunan Tugu Raja Siagian, dan Panitia Pesta Partangiangan/ Peresmian Tuga Raja Siagian, benar-benar berhati-hati agar tidak menimbulkan perpecahan pada Pomparan Raja Siagian, karena Latar belakang kesepakatan bahwa Pembangunan Tugu Raja Siagian adalah untuk MEMPERSATUKAN Pomparan Raja Siagian, BUKAN UNTUK MEMECAHBELAH Pomparan Raja Siagian yang ada di dunia ini.

Perlu kami sampaikan bahwa Pomparan Ompu Pantun Siagian sangat mendukung Pembangunan Tugu Raja Siagian, halmana dapat dilihat dari kerterlibatan beberapa Anak dari Pomparan Ompu Pantun dalam mendukung baik tenaga, waktu maupun materil dalam jumlah yang cukup signifikan dalam melaksanakan pembangunan Tugu tersebut. Kami sangat berterimakasih kepada Pomparan Ompu Pantun yang dengan usaha keras membantu pendanaan dan berbagai keperluan untuk mewujudkan pembangunan Tugu Raja Siagian. Kami juga mendukung diadakannya Pesta Partangiangan atas telah selesainya pembangunan Tugu Raja Siagian. Demikian, surat pernyataan ini kami buat. Yang bertanda tangan dibawah ini kami Pomparan Ompu Pantun Siagian dan Pengurus Punguan Pomparan Ompu Pantun Siagian Jabodetabek. Jakarta, Pebruari 2013

PENGURUS PUNGUAN POMPARAN OMPU PANTUN SIAGIAN JABODETABEK

Drs. I. BONJOL SIAGIAN Ketua Umum MANOLOPI : PERWAKILAN POMP OP. PANTUN SIAGIAN JABODETABEK : 1. Pomparan Op. Panarsar 2. Pomparan Op. Rumiam 3. Pomparan Op. Sidomdom 4. Pomparan Op. Lumpat : : : : ............................ .............................. .............................. .............................. ...............................

5. Pomparan Op. Pangala Bulan :

Tembusan : 1. Pomparan Ompu Pantun Siagian Di Bonaposogit. d/p. Kepala Desa Bonandolok . 2. Pomporan Ompu Pantun Siagian Di Medan. d/p. Guru Siagian 3. Pomparan Ompu Pantun Siagian Jabodetabek.