Anda di halaman 1dari 20

IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN PERIKANAN DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG SULAWESI TENGAH

Oleh:

Hikmah, M.Si Ellen Suryanegara, S.Si

BALAI BESAR PENELITIAN SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KELAUTAN DAN PERIKANAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

2013

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ..................................................................................................................................1 DAFTAR TABEL ............................................................................................................................2 DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................................2 I. II. PENDAHULUAN ...................................................................................................................3 KONDISI UMUM KABUPATEN PARIGI MOUTONG .................................................................4 2.1. Gambaran Potensi Sumberdaya Alam ..................................................................................... 4 2.2. Jumlah Kecamatan, Kelurahan dan Desa ................................................................................. 7 2.3. Keadaan Penduduk dan Ketenegakerjaan ............................................................................... 7 2.4. Infrastruktur dan Aksesibilitas ................................................................................................ 8 a. Transportasi Darat .............................................................................................................. 8 b. Transportasi Laut ................................................................................................................ 9 c. Telekomunikasi ................................................................................................................... 9 d. Listrik ................................................................................................................................... 9 III. POTENSI SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN.......................................................... 10 3.1. Potensi Sumberdaya Perikanan Tangkap ............................................................................... 10 3.2. Potensi Sumberdaya Perikanan Budidaya ............................................................................. 12 3.3. Potensi Usaha Pengolahan Rumput Laut ............................................................................... 13 3.4. Sumberdaya Masayarakat...................................................................................................... 15 3.5. Kelembagaan Masyarakat ...................................................................................................... 15 3.6. Peluang-Peluang Ekonomi Kreatif .......................................................................................... 16 IV. LOKASI POTENSIAL PELAKSANAAN KEGIATAN KIMBIS ......................................................... 17 V. KESIMPULAN ..................................................................................................................... 19

VI. DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 19

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Tabel 2. Tabel 3. Tabel 4. Tabel 5. Tabel 6. Tabel 7. Tabel 8. Tabel 9.

Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong , 2010................................................................................................................... 5 Jumlah Kecamatan, Desa/Kelurahan di Kabupaten Parigi Moutong. ................................ 7 Kondisi Jalan Kabupaten Parigi Moutong ........................................................................... 9 Pembangkit Listrik di Kabupaten Parigi Moutong ............................................................ 10 Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kecamatan dan Subsektor di kabupaten Parigi Moutong, 2010-2011 .............................................................................................. 11 Jumlah Perahu/ Kapal Menurut Kecamatan dan Jenis Kapal di kabupaten Parigi Moutong, 2011 ................................................................................................................. 12 Peta sebaran Wilayah Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Parigi Moutong ................. 13 Kelompok pengolahan rumput laut skala UMKM di Kabupaten Parigi Moutong ............ 14 Lokasi Potensial Pelaksanaan Kegiatan Kimbis ................................................................. 18

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Peta Kabupaten Parigi Moutong ......................................................................................... 5 Gambar 2. Angkatan Kerja di Kabupaten Parigi Moutong menurut Pendidikan dan Daerah Tahun 2010 ......................................................................................................................... 8 Gambar 3. Beberapa jenis perahu/kapal penangkapan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong ........................................................................................................................... 11 Gambar 4. Macam-macam produk olahan perikanan yang mayoritas dilakukan oleh UMKM ......... 14

IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN PERIKANAN DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG, SULAWESI TENGAH

I. PENDAHULUAN Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu kabupaten yang relatif baru di Provinsi Sulawesi Tengah, yang mempunyai potensi wilayah, kondisi geografis maupun potensi khas lain yang berbeda dengan kabupaten/kota lainnya. Potensi sumber daya alam yang cukup besar dan bervariasi, baik terdapat di bawah tanah, di dalam tanah berupa berbagai jenis bahan tambang mineral dan lainnya, serta di atas tanah dengan berbagai jenis dan ragam sumber daya hayati diantaranya bersifat endemik, hasil pertanian dan perkebunan, peternakan juga kekayaan pesisir dan kelautan yang melimpah serta ragam budaya dan keindahan alam sebagai kekayaan obyek dan atraksi pariwisata. Potensi Sumber Daya Alam Kabupaten Parigi Moutong sebagian besar belum sepenuhnya diolah secara optimal dan bahkan ada yang belum diolah, sehingga nilai tambah kekayaan sebagai anugerah tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat, dan upaya untuk ini membutuhkan peran kalangan dunia usaha dengan kemampuan investasi serta penguasaan kemampuan dalam merespon implementasi dan aktivitas ekonomi yang berlangsung sangat dinamis baik dalam lingkup domestik maupun global. Terkait dengan pentingnya identifikasi kebutuhan dan potensi dalam proses perencanaan pembangunan daerah, maka berbagai pendekatan model perencanaan pembangunan dapat dilakukan untuk menentukan arah dan bentuk kebijakan yang diambil. Salah satu model pendekatan pembangunan daerah yaitu pendekatan sektoral. Azis (1994) menyatakan bahwa pendekatan sektoral dalam perencanaan pembangunan selalu dimulai dengan pertanyaan sektor ekonomi apa yang perlu dikembangkan. Hal tersebut merupakan upaya agar setiap wilayah memiliki keunggulan tertentu yang berbeda dengan daerah lainnya. Dengan mengembangkan produk unggulan, maka eksistensi suatu wilayah akan tetap terjamin. Oleh karena itu identifikasi dan analisis sektor ekonomi

potensial menjadi hal penting bagi setiap kabupaten, apalagi untuk Kabupaten Parigi Moutong sebagai daerah otonom yang relatif baru.

II. KONDISI UMUM KABUPATEN PARIGI MOUTONG 2.1. Gambaran Potensi Sumberdaya Alam Kabupaten Parigi Moutong Tergolong Kabupaten muda di Sulawesi Tengah, terbentuk berdasarkan UU No 10 tahun 2002 yang sebelumnya termasuk wilayah Kabupaten Donggala. Kabupaten ini terletak kurang lebih 90 km arah timur Kota Palu, ibukota Propinsi Sulawesi Tengah yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat selama kurang lebih 1,5 jam. Kabupaten Parigi Moutong terletak di pesisir / belahan timur pulau Sulawesi yang membentang sepanjang teluk tomini sec ara geografis, tepatnya pada posisi 119o45 - 121006 Bujur Timur dan posisi 0o14 Lintang Selatan 04o40 Bujur Utara. Dengan batas-batas wilayah : - Sebelah Utara : berbatasan dengan Kabupaten Buol, Kabupaten Toli-Toli dan Propinsi Gorontalo - Sebelah Timur - Sebelah selatan : berbatasan dengan Teluk Tomini : berbatasan dengan Kabupaten Poso dan Propinsi Sulawesi Selatan - Sebelah Barat : berbatasan dengan Kota Palu dan Kabupaten Donggala Kabupaten Parigi Moutong juga memiliki keistimewaan dilewati oleh garis meridian 120 o Bujur Timur yang menjadi acuan dari penentuan waktu untuk wilayah yang termasuk dalam Waktu Indonesia Tengah (Wita). Selain itu Kabupaten Parigi Moutong berada pada ketinggian 0 2.900 mdpl dan garis pantai.

Gambar 1. Peta Kabupaten Parigi Moutong

Luas wilayah kabupaten Parigi Moutong sebesar 6.231,85 km2 yang terdiri dari 22 Kecamatan dengan jumlah populasi penduduk 421.234 jiwa. Wilayah kecamatan terluas dan terpadat penduduknya adalah kecamatan Tinombo dengan luas wilayah 638,62 km 2 dan jumlah populasi penduduk sebesar 34.820 jiwa.
Tabel 1. Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong , 2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kecamatan Sausu Torue Balinggi Parigi Parigi Selatan Parigi Barat Parigi Utara Parigi Tengah Ampibabo Kasimbar Toribulu Siniu Tinombo Tinombo Selatan Luas Area (Km2) 410,32 275,84 223,88 23,50 396,42 118,29 75,10 98,63 191,44 280,78 212,38 118,96 638,62 379,81 (%) 6,58 4,43 3,59 0,38 6,36 1,90 1,21 1,58 3,07 4,51 3,41 1,91 10,25 6,09 Jumlah Populasi Penduduk (org) (%) 21.977 5,22 18.986 4,51 16.594 3,94 29.158 6,92 21.989 5,22 7.266 1,72 5.697 1,35 8.272 1,96 20.944 4,97 21.186 5,03 16.891 4,01 8.722 2,07 34.820 8,27 25.988 6,17

No 15 16 17 18 19 20 21 22

(Km2) Tomini 216,38 Mepanga 207,10 Palasa 613,16 Moutong 581,01 Balano Lambunu 382,47 Taopa 243,26 Balano 164,26 Ongka Malino 380,24 Parigi Moutong 6.231,85 Sumber: Parigi Moutong dalam Angka, 2012

Kecamatan

Luas Area (%) 3,47 3,32 9,84 9,32 6,14 3,90 2,64 6,10 100

Jumlah Populasi Penduduk (org) (%) 18.301 4,34 28.051 6,66 27.163 6,45 20.705 4,92 20.362 4,83 12.870 3,06 15.577 3,70 19.715 4,68 421.234 100

Secara umum Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu daerah agraris di Sulawesi Tengah sehingga sektor pertanian merupakan sektor yang memegang peranan penting dalam roda perekonomian daerah dan merupakan penyumbang terbesar terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yaitu sebesar 52,98 persen (http://sulteng.go.id). Komoditas perkebunan yang telah dikembangkan terdiri dari kakao, kelapa, cengkeh, kopi, kapuk, kemiri dan jambu mete. Pada tahun 2009 komoditas yang paling banyak dihasilkan adalah kakao sebesar 73.568 ton dengan luas areal tanam 65.565 Ha, produksi kelapa mencapai 41.600 ton dengan luas areal tanam 24.906 Ha, produksi cengkeh mencapai 875 ton dengan luas areal tanam 3.357 Ha, produksi kopi mencapai 358 ton dengan luas areal tanam 327 Ha, produksi kapuk mencapai 171 ton dengan luas areal tanam 379 Ha, produksi kemiri mencapai 180 ton dengan luas areal tanam 260 Ha, produksi jambu mete mencapai 130 ton dengan luas areal tanam 864 Ha. Kabupaten Parigi Moutong memiliki areal hutan seluas 396.236 Ha, terdiri dari hutan lindung 162.640 Ha, hutan produksi biasa tetap 22.467 Ha, hutan produksi terbatas 127.607 Ha, hutan yang dapat dikonversi 22.808 Ha, hutan suaka alam dan hutan wisata 60.714 Ha. Jenis kayu yang dihasilkan terdiri dari meranti, palapi, nyatoh, motoa, cempaka, rimba campuran, rotan dan damar. Jumlah potensi lestari di Kabupaten Parigi Moutong yang terkandung dalam wilayah laut khusus Teluk Tomini mencapai 68.000 ton/tahun, terdiri dari ikan pelagis (3,2 ton/km2 per tahun) dan ikan demersal (2,9 ton/Km2 per tahun). Dari luas areal penangkapan yang mencapai 28.208 Km2, baru berproduksi sekitar 21.072,2 ton/tahun yang berarti baru 30,9 persen dari jumlah potensi lestari. Belum optimalnya pemanfaatan potensi perikanan tangkap disebabkan masih kecilnya jumlah armada yang beroperasi serta masih sederhananya teknologi yang digunakan. Pada tahun 2009 produksi perikanan tangkap laut dan umum mencapai 23.583,13 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 267.913.000.000,-, produksi perikanan budidaya tambak mencapai 1.188,70 ton dengan nilai produksi Rp. 49.166.000.000,-, produksi perikanan budidaya laut mencapai 7.886,50 ton dengan nilai produksi Rp. 24.920.000.000,- dan produksi perikanan budidaya kolam mencapai 92,60 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 1.452.000.000,-.

2.2. Jumlah Kecamatan, Kelurahan dan Desa Secara administrasi Kabupaten Parigi Moutong terdiri atas 20 kecamatan 176 Desa, dan 5 Kelurahan yang terbentang dari Sausu (kecamatan paling Selatan) sampai di Moutong (kecamatan paling utara) sepanjang 472 km di Teluk Tomini dengan luas wilayah 6.231,85 km 2. Kecamatan yang terluas adalah kecamatan Bolano Lambunu yaitu 1.033,70 km2 dan yang terkecil adalah Kecamatan Parigi yaitu sebesar 38,82 km2. Perkembangan pembentukan Kecamatan, Desa dan Kelurahan sejak dibentuknya Kabupaten Parigi Moutong dapat dilihat pada Tabel berikut ini.
Tabel 2. Jumlah Kecamatan, Desa/Kelurahan di Kabupaten Parigi Moutong.

No. 1 2 3

Kegiatan Pemekaran Kecamatan Desa Kelurahan

2002 6 104 4

2003 6 104 4

2004 8 115 4

Tahun 2005 2006 10 14 118 143 4 4

2007 19 175 4

2008 20 176 5

Sumber : Data Statistik Kabupaten Parigi Moutong 2009.

2.3. Keadaan Penduduk dan Ketenegakerjaan Berdasarkan hasil Susenas 2009, jumlah penduduk di Kabupaten Parigi Moutong paling banyak merupakan penduduk usia produktif (65,22 persen) walaupun angka ketergantungan usia tidak produktif masih besar. Dependency ratio Kabupaten Parigi Moutong sebesar 53,32 artinya setiap 100 orang penduduk produktif mempunyai tanggungan lebih dari 53 orang yang tidak produktif. Walaupun angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya (51,81), namun masih lebih tinggi dibandingkan dengan Provinsi Sulawesi Tengah yang mempunyai dependency ratio sebesar 49,08 pada tahun 2009 (IPM Parigi Moutong 2011). Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010, penduduk Kabupaten Parigi Moutong mencapai 413.588 jiwa, yang terdiri dari 212.809 jiwa penduduk laki-laki dan 200.779 jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan. Ditinjau dari jenis kelamin, penduduk Kabupaten Parigi Moutong yang berjenis kelamin lakilaki lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan dengan rasio jenis kelamin 106. Artinya di antara 100 penduduk perempuan terdapat 106 penduduk laki-laki. Jika dibandingkan dengan tahun 2000, laju pertumbuhan penduduk per tahun pada tahun 2010 yaitu sebesar 1,95 persen. Pertumbuhan penduduk tertinggi yaitu pada Kecamatan Palasa sebesar 3,44 persen pertahun, sedangkan Kecamatan Siniu memiliki pertumbuhan penduduk yang masih rendah yaitu sebesar 0,59 persen pertahun. Konsentrasi sebaran penduduk berada di kecamatan Bolano Lambunu, Tinombo Selatan dan kecamatan Parigi sendiri yang merupakan Ibukota Kabupaten Parigi Moutong.

140,000.00 120,000.00 100,000.00 80,000.00 60,000.00 40,000.00 20,000.00 -

122,044

31,720 9,890.00 2,573.00

26,396 2,387.00 5,975 550.00 4,482 538.00 4,928 482.00

SD

SLTP

SLTA umum

SLTA Diploma Universitas Kejuaruan

Daerah Pedesaan

Gambar 2. Angkatan Kerja di Kabupaten Parigi Moutong menurut Pendidikan dan Daerah Tahun 2010

Sumber: BPS, Kabupaten Parigi Moutong, 2011

2.4. Infrastruktur dan Aksesibilitas Ibukota Kabupaten Parigi Moutong adalah Parigi, berjarak sekitar 80 km dari Pelabuhan Pantoloan dan 90 km dari Bandar Udara Mutiara. Letak geografis kabupaten Parigi Moutong terletak pada posisi strategis karena sebagai wilayah yang dilintasi oleh jalur timur Trans Sulawesi, selain itu juga sebagai penghubung antara pusat pusat kegiatan ekonomi utama di Pulau Sulawesi yaitu antara Kota Palu, Gorontalo, Manado dan bahkan hingga ke Makassar. Kabupaten Parigi Moutong adalah pusat kegiatan lokal di Pulau Sulawesi dengan kota kota utamanya yaitu Parigi dan Moutong. Akses transportasi dari ibukota kabupaten menuju ibukota kecamatan di kabupaten Parigi dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Meskipun demikian masih ada sebagian desa-desa di kabupaten ini yang hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

a.

Transportasi Darat Interaksi antar wilayah di Kabupaten Parigi Moutong dengan ibu kota propinsi dan daerah

lainnya di Sulawesi dimungkinkan dengan tersedianya prasarana dan sarana perhubungan, seperti perhubungan darat, Trans Sulawesi dan perhubungan laut yang semakin memadai. Jaringan

transportasi jalan darat yang dimiliki Kabupaten Parigi Moutong adalah sepanjang 1.165,77 Km dengan klasifikasi sebagai berikut : - Jalan Negara - Jalan Propinsi - Jalan Kabupaten - Jalan Desa : 404,50 Km : 23,00 Km : 1.066 Km : 99,45 Km

Tabel 3. Kondisi Jalan Kabupaten Parigi Moutong

Sumber: BKPM 2012

Letak kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Parigi Moutong memiliki akses langsung dengan Pelabuhan yang ada di Teluk Tomini yaitu Pelabuhan Poso, Pelabuhan Ampana, Pelabuhan Wakai (Kepulauan Togian), Pelabuhan Pagimana, Pelabuhan Gorontalo, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Luwuk dan bahkan sepanjang wilayah kepulauan Sulawesi dan Kepulauan Halmahera (Ternate) serta pulau-pulau di Negara di Philipina.

b.

Transportasi Laut Dalam penataan angkutan laut Nasional Pelabuhan Parigi dan Pelabuhan Moutong merupakan

Pelabuhan yang disinggahi kapal perintis dan kapal-kapal niaga. Sarana dan fasilitas tranpostasi laut dimiliki Kabupaten Parigi Moutong adalah Pelabuhan Umum Moutong, pelabuhan Umum Parigi dan Pelabuhan Umum Tinombo. Pelabuhan Parigi dengan Fasilitas Penampungan Peti Kemas Pelabuhan Ferry Ampibabo Pelabuhan Ferry Tinombo Pelabuhan Ferry Moutong

c.

Telekomunikasi

Sentral Telepon Otomatis (STO) yang dioperasikan oleh PT.TELKOM Operator Telekomunikasi Swasta seperti Telkomsel dan Satelindo

d.

Listrik Pembangkit tenaga listrik yang dioperasikan oleh PT.PLN Ranting, Parigi dan PT.PLN Ranting

Mountong yang terbagi : 1. PLTD Parigi : 16.284.688 KWH 2. PLTD Kasimbar : 1.561.491 KWH 3. PLTD Moutong : 647.920 KWH

Pembangkit Listrik di Kabupaten Parigi Moutong dihasilkan menggunakan mesin diesel. PLN terdiri dari PLN Ranting Parigi yaitu PLTD Parigi dan PLTD Kasimbar dan PLN Ranting Moutong. Untuk pelanggan yang ada di wilayah PLN Unit Palasa, Tinombo, Moutong dan Kota Raya, tenaga listriknya berasal dari PLN Cabang Tolitoli.
Tabel 4. Pembangkit Listrik di Kabupaten Parigi Moutong

Sumber: Kabupaten Parigi Moutong dalam Angka, 2012

III. POTENSI SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN 3.1. Potensi Sumberdaya Perikanan Tangkap Komoditas perikanan merupakan salah satu sektor andalan di Kabupaten Parigi Moutong. Peningkatan produksi terus diupayakan dari tahun ke tahun. Salah satu keberhasilan pembangunan sub sektor perikanan dapat dilihat dari kenaikan produksi. Potensi lestari teluk tomini adalah 587.256 ton/thn terdiri dari ikan pelagis besar 106.000 ton/thn, pelagis kecil 379.440 ton/thn, ikan demersal 83.846 ton/thn dan lain-lain 17.970 ton/thn. Luas areal penangkapan 28.208 Km2. Produksi perikanan laut di Kabupaten Parigi Moutong yang tercatat selama tahun 2010 tercatat sebesar 22.638,98 ton yang berarti baru 3,9% dari potensi lestari yang dapat dimanfaatkan. Pada tahun

2011 produksi perikanan tangkap mencapai 22.821,04 ton. Dari 22

kecamatan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong, kecamatan yang memiliki potensi produksi terbesar adalah kecamatan Parigi, Kecamatn Ampibabo, dan Kecamatan Moutong. Tabel 5 menunjukkan produksi perikanan tangkap menurut kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong.

10

Tabel 5. Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kecamatan dan Subsektor di kabupaten Parigi Moutong, 2010-2011

Sumber: BPS Kabupaten Parigi Moutong, 2012

Dilihat dari jumlah perahu / kapal penangkapan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong mayoritas masih sangat tradisional yaitu perahu tanpa motor dengan jumlah unit sebesar 1768 buah, perahu motor tempel (motorboad) sebanyak 1808 unit dan kapal motor (Ship) sebanyak 41 unit.

Gambar 3. Beberapa jenis perahu/kapal penangkapan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong

11

Tabel 6. Jumlah Perahu/ Kapal Menurut Kecamatan dan Jenis Kapal di kabupaten Parigi Moutong, 2011

Sumber: BPS Kabupaten Parigi Moutong, 2012

3.2. Potensi Sumberdaya Perikanan Budidaya Kabupaten Parigi Moutong mempunyai potensi sumberdaya perikanan dan kelautan yang dapat dikembangkan serta meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Salah satu komoditas unggulan tersebut adalah Rumput Laut. Potensi budi daya rumput laut diteluk Tomini sebesar 13.675 Ha yang tersebar disepanjang garis pantai kabupaten Parigi moutong. Saat ini lahan yang sudah dimanfaatkan sebesar 1.750 Ha atau sebesar 9,6% dengan produksi sebesar : 1. Jenis Cotoni = 8.292 ton kering = 66.340 ton basah

2. Jenis Grasilaria = 7.875 ton basah = 1.125 ton kering


Kabupaten Parigi Moutong dengan luasan potensial area yang dimiliki 13.675 Ha, apabila diasumsikan produktifitas rumput laut sebessar 20-25 Ton/Ha, dalam setahun akan menghasilkan produksi rumput laut sebesar 1.641.000-2.051.250 Ton rumput laut basah atau 328.200-410.250 Ton Kering rumput laut. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, telah menyiapkan lahan baru untuk peruntukan industri pengelolaan rumput laut antara Desa Laimanta dan Desa Silampayang, Kec.Kasimbar.

12

Tabel 7. Peta sebaran Wilayah Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Parigi Moutong No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Sebaran daerah/Kec. Luas areal (Ha) Potensi 1.800 400 800 1.000 2.500 1.500 1.000 1.000 1.000 2.000 1.500 2.000 400 850 800 700 650 200 300 100 500 21.000 Luas areal (Ha) Yang diolah 14 6 12 18 96 18 3 6 5 19 34 5 0 2 3 0 5 0 2 3 0 251 Produksi (Ton) 2011 20 27 55 92 600 112 18 37 31 119 212 13 0 2 2 0 3 0 2 1,5 0 1.345 Keterangan Hak konsesi dengan PT.Adam air Hak konsesi dengan PT. Sinar Mas

Kec.Taopa Kec. Lambunu Kec. Bolano Kec. Ongka Kec. Mepanga Kec. Tomini Kec. Palasa Kec. Sidoan Kec. Sipayo Kec. Tinombo Selatan Kec. Kasimbar Kec. Toribulu Kec. Siniu Kec. Sausu Kec. Balinggi Kec. Torue Kec. P.Selatan Kec. Parigi Kec. P.Utara Kec. Ampibabo Kec. P.Tengah TOTAL Sumber: P2HP, 2012

3.3. Potensi Usaha Pengolahan Rumput Laut Produk olahan rumput laut banyak dipergunakan sebagai bahan tambah maupun bahan utama berbagai produk makanan, produk kosmetik dan obat-obatan. Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor produk olahan rumput laut. Sepanjang 2011, impor karagenan mencapai 1.380 ton, atau 70% dari total kebutuhan dalam negeri. Selain karagenan, Indonesia juga mengimpor 800 ton tepung agar. Dilain pihak Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar dunia dengan produksi tahun 2011 mencapai 4,3 juta ton rumput laut. Dari total produksi tersebut hanya 20% yang diserap dan diolah oleh industri dalam negeri karena sampai saat ini dari 27 produsen pengolahan rumput laut nasional, baru satu sampai dua yang bisa memproduksi karagenan. Sisanya hanya mengolah rumput laut menjadi barang dasar atau bahan baku. Untuk Kabupaten Parigi Moutong pada saat ini rumput laut dipasarkan keluar daerah Kabupaten Parigi Moutong dalam bentuh mentah/belum diolah atau rumput laut yang dikirim dalam kondisi kering. Rumput laut yang berasal dari daerah utara seperti kecamatan Moutong, Taopa dan Bolano Lambunu dipasarkan ke daerah Gorontalo sedangkan yang berasal dari timur dan selatan dipasarkan di kota Palu. Potensi rumput laut bagi Kabupaten Parigi Moutong, dapat kita lihat sebagai berikut : 1. Rumput laut sebagai sumber pangan, energi dan bahan penunjang industri; 2. Pasar internasional terbuka lebar, kebutuhan dunia meningkat 10-15 % per tahun; 13

3. Pemanfaatan potensi secara nasional berkisar 7%; dan Sulawesi Tengah, khususnya di laut sekitar 9,6 %; 4. Instrumen pengentasan kemiskinan (pro poor), penyerapan tenaga kerja (pro job), pertumbuhan ekonomi wilayah (pro growth). Usaha pengolahan rumput laut di Kabupaten Parigi Moutong pada umumnya masih berskala UMKM, dilakukan secara individu maupun kelompok. Kelompok unit pengolahan rumput laut di Kabupaten Parigi Moutong dapat dilihat pada berikut.
Tabel 8. Kelompok pengolahan rumput laut skala UMKM di Kabupaten Parigi Moutong No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Nama Kelompok Ikan BulanBulan Kamboja 1 Sintuvu Maroso Sedap Malam Teratai Mawar Indah Mawar Putih Maju Bersama Mitra Bahari Alamat Desa Tolai Kec.Torue Desa Olaya Kec.Parigi Desa Olaya Kec.Parigi Tengah Desa Ampibabo Utara Kec. Ampibabo Desa Ampibabo Utara Kec. Ampibabo Desa Lemo Utara Kec. Ampibabo Desa Tolole Utara Kec. Ampibabo Desa Silampayang Kec.Kasimbar Desa Silampayang Kec.Kasimbar Ketua kelompok Darmiati Zulfian Dewi Marlin Hartatia Andi nari Munira Mansur Atong K Jenis olahan Pilus rumput laut Pilus rumput laut - Cistik rumput laut - Dodol rumput laut Sambal rumput laut Pilus rumput laut Pilus rumput laut Cistik rumput laut Krupuk rumput laut - Dodol rumput laut - Kacang kentaki rumput laut Pilus rumput laut

10. Bahari Sintuvu Sumber: P2HP, 2012

Desa Laemanta Kec.Kasimbar

Rusia

Gambar 4. Macam-macam produk olahan perikanan yang mayoritas dilakukan oleh UMKM

14

3.4. Sumberdaya Masayarakat Kualitas sumberdaya masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong dapat dilihat dari produk-produk yang dihasilkan masyarakat diwilayah tersebut. Hasil survey sumberdaya wilayah dan sumberdaya manusia yang dilakukan pada bulan Mei 2013 di Kabupaten Parigi Moutong umumnya menunujukkan tingkat inovasi masayarakat masih berkisar antara rendah sampai sedang. Namun secara umum lebih dominan masyarakat masih termasuk kategori rendah. Karakteristik wilayah pada umumnya bercorak pertanian dan perkebunan. Namun kegiatan masyarakat cukup beragam selain pertanian dan perkebunan, masayarakat juga ada yang berusaha di sektor perikanan, perdagangan dan jasa. Produk yang dihasilkan masyarakat cukup beragam antara lain produk pertanian (coklat, kopra, cengkeh, jagung, ubi jalar, ubi kayu, kacang hijau), ternak (babi, sapi, kambing, ayam dan itik), dan industri hasil pertanian (kopi bubuk, tepung, kelapa, beras, kayu, rotan,meubel). Produk ini dipasarkan pada skala lokal dan luar provinsi. Produk yang dipasarkan hanya pada skala pasar lokal antara lain padi, kacang tanah, durian, rambutan, sayur mayor, jambu mete, lada, kemiri, ikan laut, indutri rumah tangga (tahu, tempe, toge, minyak kelapa, niru, gula merah, virgin oil, kripik pisang, anyaman tikar, pot bunga, paving, batako, produk pertukangan: almari, meja, kursi, pengolahan limbah kakao (untuk pakan ternak), industri makan kecil (roti, kripik, kue, dan emping). Disamping itu, masyarkat berusaha di bidang jasa dan perdagangan seperti usaha penjahitan, salon, penginapan, rumah makan, bahan bangunan, barang-barang kelotong, kebutuhan komonikasi, air isi ulang, pabrik es, perbenkelan, rental mobil, ojek, perbengkelan, jasa hiburan, jasa konstruksi, pertukangan, praktek dokter dan bidan, dealer mobil, percetakan dan lain sebagainya. Berdasarkan uraian di atas menggambarkan bahwa usaha-usaha masayarakat di Kabupaten Parigi Moutong sangat beragam. Namun untuk mencapai keunggulan produk dan meraih keberhasilan dalam pemasaran lokal dan di luar wilayah, masyarakat harus meambah kreatifitas untuk meningkatkan kualitas dan ragam produknya.

3.5. Kelembagaan Masyarakat Kelembagaan yang telah ada contohnya adalah klaster rumput laut adalah dengan mengembangkan klaster bisnis rumput laut secara utuh dimana Usaha Kecil Mikro (UKM) dan Koperasi ada dan berperan didalamnya serta bantuan dari pemerintah dan stakeholder lainnya untuk akses ke sumber permodalan. Adapun hasil Apresiasi Kelembagaan Klaster Rumput Laut Laemanta adalah sebagai berikut:

15

- Beberapa manfaat Koperasi bagi masyarakat pembudidaya rumput laut di Kecamatan Kasimbar yaitu: dapat memberikan jaminan harga rumput laut ditingkat petani; Anggota Koperasi mempunyai tabungan di Koperasi dan akan digunakan bagi kesejahteraan anggota. - Hasil produksi rumput laut anggota, harus dibayar tunai oleh Koperasi kepada petani rumput laut; - Koperasi harus membuat kontrak dengan anggota; - Koperasi harus membuat kontrak dengan Buyer; - Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten melalui Instansi terkait harus memberikan pendampingan teknis dan permodalan; - Jenis alga yang diusahakan adalah Spinossum dan Cottonii diharapkan dengan adanya kelembagaan klaster rumput laut Teluk Tomini dapat lebih mengangkat produksi dan pendapatan para pembudidaya rumput laut di kawasan pesisir Teluk Tomini Koperasi yang memiliki peran dalam pembelian hasil panen rumput laut para pembudidaya disini adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) Teluk Tomini. Koperasi ini berlokasi di desa Laemanta Kecamatan Kasimbar. Saat ini KSU Teluk Tomini telah memiliki pabrik rumput laut yang memproduksi ATC yang dibangun dekonsentrasi Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sulawesi Tengah dengan sinergisitas dari Kementerian Perindustrian (pengadaan alat pengolahan ATC) dan Kementerian Daerah Tertinggal (pengadaan sarpras budidaya rumput laut). Namun pada prakteknya saat ini pabrik pengolahan tersebut belum dapat berjalan, kendala utama yang menghambat yaitu kendala modal, dimana untuk menjalankan pabrik pengolahan tersebut membutuhkan modal yang besar. Sedangkan koperasi ini juga masih belum dapat berjalan secara optimal dikarenakan kurang aktifnya pengurus maupun anggota sehingga menjadikan koperasi ini sulit untuk maju dan berkembang.

3.6. Peluang-Peluang Ekonomi Kreatif Sepanjang pesisir pantai Kabupaten Parigi Moutong yang membentang dari Kecamatan Sausu sampai dengan Kecamatan Moutong umumnya memiliki ekosistem utama berupa hutan bakau (mangrove), padang lamun (sea grass beds), terumbu karang (coral reefs) dan pulau-pulau kecil. Ironisnya belum sempat pulau-pulau ini dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan ekonomi tetapi sudah mengalami kerusakan akibat eksploitasi berlebihan oleh masyarakat. Areal terumbu karang yang terdapat di sekitar pulau menjadi lahan penangkapan ikan secara destruktif yaitu menggunakan bom dan bius. Padahal apabila dikembangkan lebih jauh, ekosistem pulau-pulau kecil ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai areal budidaya laut dan sebagai lokasi pariwisata yang cukup potensial. 16

Selain itu, ekosistem mangrove dengan keanekaragaman biota yang ada di dalam hutan mangrove seperti burung, monyet, ular, buaya, ikan, kepiting, udang dan keanekaragaman jenis mangrove juga dapat dikembangkan menjadi salah satu tujuan ekowisata sekaligus dijadikan kawasan perlindungan laut yang terintegrasi dengan ekosistem padang lamun dan terumbu karang. Begitu pula dengan ekosistem terumbu karang, selain sebagai habitat dari berbagai biota yang berasosiasi dengan terumbu karang juga dapat dikembangkan menjadi area wisata untuk penikmat bawah air (snorkeling dan diving) yang saat ini sedang digemari oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. IV. LOKASI POTENSIAL PELAKSANAAN KEGIATAN KIMBIS Sebagai kabupaten dengan wilayah pesisir yang cukup panjang dan desa pesisir yang cukup banyak di Propinsi Sulawesi Tengah ini, menjadikan Kabupaten Parigi-Moutong sebagai wilayah yang strategis untuk pengembangan ekonomi berbasis perikanan dan kelautan. Dalam mempercepat pembangunan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil tersebut, maka diperlukan komitmen dan tanggung jawab moral pembangunan dari segenap aparatur pemerintah,masyarakat maupun swasta, sehingga pembangunan sektor kelautan dan perikanan dapat dilakukan secara efektif, efisien, terintegrasi dan sinkron dengan pembangunan sektor lainnya dan berwawasan lingkungan. Menyikapi berbagai tantangan dan ancaman dalam pengembangan minabisnis dan kawasan pesisir & pulau-pulau kecil, maka diperlukan terobosan program, yang melibatkan berbagai pihak yang perlu dilakukan secara terarah dan terkoordinasi. Perlu adanya media yang dapat menjadi sarana untuk mengembangkan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang dimiliki Kabupaten Parigi Moutong agar dapat dikelola dan dimanfaatkan secara adil dan berkelanjutan. Oleh karena itu, maka diharapkan pendirian Klinik Iptek Mina Bisnis di Kabupaten Parigi Moutong ini dapat menjadi penggerak dalam rangka pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Parigi Moutong yang berorientasi pada pembangunan bisnis perikanan dan kelautan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Beberapa lokasi yang dijadikan alternatif pendirian KIMBis adalah Kecamatan Ampibabo dan Kecamatan Kasimbar, pemilihan lokasi ini didasarkan pada beberapa isu pokok yaitu potensi sumber daya alam , pemasaran, pengolahan, dan keterjangkauan.

17

Tabel 9. Lokasi Potensial Pelaksanaan Kegiatan Kimbis

Isu Pokok a. Sumber daya alam dan sumber daya kelautan dan perikanan

b. Teknologi

c. Pemasaran hasil perikanan

d. Pengolahan produk perikanan

e. Keterjangkauan

Lokasi Potensial Pelaksanaan Kegiatan Kimbis Kec. Ampibabo Kec. Kasimbar Potensi energi dari tenaga air mini dan mikro terdapat di Terdapat potensi energi panas bumi di Kecamatan Kecamatan Ampibabo (Sungai Uwepolo) Kasimbar (Dusun Ranang). Sebagai wilayah pesisir hampir seluruh wilayah kecamatan Sebagai wilayah pesisir hampir seluruh wilayah memiliki laut yang dapat menghasilkan berbagai jenis ikan dan kecamatan memiliki laut yang dapat menghasilkan tempat pembudidayaan rumput laut. berbagai jenis ikan dan tempat pembudidayaan rumput laut. Kecamatan Kasimbar merupakan salah satu sub pusat pengembangan kawasan minapolitan Produksi perikanan sebagian besar masih menggunakan alat Produksi perikanan sebagian besar masih tangkap dan metode budidaya yang bersifat tradisional dan menggunakan alat tangkap dan metode budidaya konvensional. yang bersifat tradisional dan konvensional. Terdapat industri pengolahan es batu; yang digunakan untuk pengawetan ikan sebelum dijual terutama untuk ke daerahdaerah yang lebih jauh. Terdapat pelabuhan perikanan; yang digunakan terutama Terdapat koperasi yang memiliki peran dalam untuk pengapalan hasil laut ke berbagai daerah di Sulawesi pembelian hasil panen rumput laut para Tengah pembudidaya, yaitu Koperasi Serba Usaha (KSU) Teluk Tomini yang berlokasi di desa Laemanta Kecamatan Terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI); digunakan untuk Kasimbar transaksi (jual beli) ikan oleh masyarakat, baik untuk konsumsi masyarakat setempat, maupun untuk pengusaha mikro dan pengusaha kecil menengah Terdapat beberapa usaha pengolahan rumput laut berskala Terdapat beberapa usaha pengolahan rumput laut UMKM yang dilakukan secara individu maupun kelompok berskala UMKM yang dilakukan secara individu maupun kelompok Terdapat sarana pabrik rumput laut yang memproduksi ATC Kecamatan Ampibabo, luas wilayah 369,72 km2, berjarak 44 Kecamatan Kasimbar, luas wilayah 305,69 km2, km dari ibukota kabupaten Parigi Moutong berjarak 86 km dari ibukota Kabupaten Parigi Moutong 18

V. KESIMPULAN

Besarnya potensi sumberdaya alam khususnya sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh Kabupaten Parigi Moutong, memberi peluang bagi masyarakat yang bermukim di daerah tersebut untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber-sumberdaya yang tersedia dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun disadari bahwa saat ini pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut di Kabupaten Parigi Moutong belum berjalan secara
optimal. Oleh karena itu dengan didirikannya Klinik Iptek Mina Bisnis di Kabupaten Parigi Moutong ini diharapkan dapat menjadi penggerak dalam rangka pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Parigi Moutong yang berorientasi pada pembangunan bisnis perikanan dan kelautan yang berkelanjutan. Beberapa lokasi yang dijadikan alternatif pendirian KIMBis adalah Kecamatan Ampibabo dan Kecamatan Kasimbar. Dari kedua puluh dua wilayah kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, Kecamatan Ampibabo dan Kasimbar merupakan salah satu wilayah kecamatan yang cukup potensial untuk dikelola dalam meningkatkan taraf hidup masyarakatnya karena memiliki berbagai jenis potensi sumber daya alam, pemasaran, pengolahan, dan keterjangkauan yang cukup baik.

VI. DAFTAR PUSTAKA Aziz, Iwan Jaya. 1994. Ilmu Ekonomi Regional dan Beberapa Aplikasinya Di Indonesia. Lembaga Penerbit FE-UI, Jakarta. BPS Kab. Parigi Moutong. 2012. Kabupaten Parigi Moutong dalam Angka (Parigi Moutong Regency in Figures). Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parigi Moutong. 2011. Laporan Akhir Master Plan Minapolitan Kabupaten Parigi Moutong. Sulawesi Tengah. RPJP Daerah Kabupaten Parigi Moutong 2005-2025. Sulawesi Tengah.

19