TOPIK 6
Kelas IBD 8
Bagaimana
mekanisme proses
inspirasi sehingga
udara dapat
masuk ke dalam
paru, dan
bagaimana pula
udara dari dalam
paru dapat keluar
pada saat
ekspirasi ?
Sistem Pernapasan
Pernapasan adalah
suatu proses yang
terjadi secara
otomatis walau
dalam keadaan
tertidur karena sistem
pernapasan
dipengaruhi oleh
susunan saraf
otonom
Fungsi Sistem Pernapasan
Menyediakan O2 dan
menghilangkan CO2 dalam darah
Membantu meregulasi pH darah
Produksi suara atau vokalisasi
Membantu menjalankan fungsi
proteksi dan gerakan refleks non-
respirasi (contoh batuk dan bersin)
Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka
pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu
pernapasan luar dan pernapasan dalam
Pernapasan Luar adalah
pertukaran udara yang
terjadi antara udara
dalam alveolus dengan
darah dalam kapiler
Pernapasan Dalam
adalah pernapasan yang
terjadi antara darah
dalam kapiler dengan sel-
sel tubuh.
Masuk keluarnya
udara dalam paru-
paru dipengaruhi
oleh perbedaan
tekanan udara
dalam rongga dada
dengan tekanan
udara di luar tubuh.
Sehubungan dengan organ yang terlibat
dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan
pengeluaran udara (ekspirasi) maka
mekanisme pernapasan dibedakan atas dua
macam, yaitu pernapasan dada
dan pernapasan perut.
Tekanan yang berperan dalam ventilasi
Tekanan yang ditimbulkan oleh berat udara di
atmosfer oada benda di permukaan bumi
Tekanan
atmosfer
Tekanan didalam alveolus
Udara cepat mengalir menuruni gradien
tekannanya setiap tekanan intra-alveolus
berbeda dari tekanan atmosfer
Tekanan Intra-
alveolus
(Tekanan
intraparu
Tekanan didalam kantung pleura. Tekanan yang
ditimbulkan di luar paru di dalam rongga thoraks.
Tekanan ini tidak menyeimbangkan dengan
tekanan atmosfer.
Tekanan
intrapleura
Anatomi otot pernapasan
Otot inspirasi tambahan (aksesoris):
Sternokleidomastoides
Skalenus
Otot Inspirasi Utama:
Sternum
Iga
Interkostal Eksternal
Diafragma
Otot Ekspirasi Aktf (Paksa):
Interkostal Internal
Otot Perut
Proses Inspirasi Pasif
Diafragma
berkontraksi
Otot interkostal
eksternal
berkontraksi
Memperbesar
volume rongga
toraks
Memperbesar
paru
Tekanan intra-
alveolus
menurun*
Udara mengalir
ke dalam paru
Inspirasi Dalam
Jika kita menghirup udara lebih banyak dapat
dilakukan dengan mengontraksikan diafragma dan
otot interkostal eksternal secala lebih kuat dan
mengaktifkan otot inspirasi tambahan (aksesoris)
untuk semakin memperbesar rongga toraks.
Otot Inspirasi tambahan ada di bagian leher, yaitu
sternokleidomastoides dan skalenus.
Aktivitas otot pernapasan sewaktu
inspirasi
Proses Ekspirasi
Diafragma
relaksasi
Otot interkostral
eksternal
relaksasi
Rongga toraks
kembali seperti
semula
Paru kembali
mengecil
Tekanan intra-
alveolus
meningkat*
Udara keluar
Ekspirasi Aktif (Paksa)
Proses mengosongkan paru secara lebih dan lebih
cepat dari pada yang dicapai selama pernapasan
tenang.
Untuk menghasilkan ekspirasi paksa, otot otot
ekspirasi harus lebih berkontraksi untuk mengurangi
volume rongga toraks dan paru.
Otot ekspirasi yang paling penting adalah otot
dinding abdomen (otot perut).
Otot lain yang juga berperan adalah otot
interkostal internal
Otot pernapasan sewaktu ekspirasi
Mekanisme Pernapasan Dada
Mekanisme Pernapasan Perut
Pertanyaan
1. Udara masuk ke paru-paru pada waktu kita
menarik nafas atau inspirasi, dan keluar dari paru
pada saat membuang nafas atau ekspirasi.
b) Struktur apa sajakah yang dilalui oleh
udara pernafasan ketika masuk ke dalam
paru-paru?
Struktur
Saluran pernapasan
Makroskopik
Saluran Nasal ( Hidung )
Faring ( tenggorokan )
Laring ( pangkal tenggorokan )
Trakea
Bronkus
Pulmo ( paru paru )
Saluran Nasal ( Hidung )
Saluran nasal ini adalah organ yang pertama kali
dilalui oleh udara atmosfer untuk bisa masuk ke dalam
paru-paru. Saluran nasal ini terbagi menjadi dua
lubang yang dibatasi oleh sekat, lubang itu adalah
lubang sebelah kanan dan lubang sebelah kiri, selain
itu saluran nasal juga berhubungan dengan mulut.
Faring ( tenggorokan )
Faring ini merupakan suatu saluran bersama dimana digunakan
untuk sistem pernafasan dan juga sistem pencernaan sehingga faring
ini dilalui oleh udara dan makanan .
Laring ( pangkal tenggorokan )
Sebelum udara masuk ke dalam trakea, udara akan melalui laring
terlebih dahulu. Di laring terdapat glotis dan pita suara.
Trakea
trakea merupakan saluran pernafasan yang memanjang dari
pangkal rongga mulut sampai dengan rongga dada. Fungsi trakea
ini menghubungkan rongga hidung maupun rongga mulut dengan
paru-paru.
Bronkus
Merupakan bagian dari cabang trakea yang terbagi menjadi dua
yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri yang selanjutnya akan
terhubung dengan paru paru kanan dan kiri sesuai posisi dari
bronkus itu sendiri . Bronkus mempunyai cabang yang semakin kecil,
sempit, banyak dan pendek yang disebut dengan bronkiolus .
Pulmo ( paru paru )
Pulmo terletak pada rongga dada dan tepatnya di atas diafragma
yang merupakan sekat yang membatasi rongga dada dan rongga
perut. Pulmo mempunyai selaput elastis yang menyelubunginya yang
disebut dengan pleura, Paru paru atau pulmo mempunyai dua terdiri
dari dua bagian yaitu kanan dan kiri. Pulmo merupakan tempat
terdapatnya bronkus dan bronkiolus. Pada bronkiolus ini akan
mengalami percabangan lagi dengan membentuk saluran yang kecil,
sempit, banyak dan pendek yang disebut alveolus 2. Dinding alveolus
sangat tipis dan elastis yang mengandung kapiler kapiler darah. Di
dinding alveolus inilah proses pertukaran gas antara oksigen dan
karbondioksida terjadi
Struktur
Saluran Pernafasan Mikroskopik
Alveolus makrofag
kapiler kapiler darah
Pneumatic/ Alveolar Tipe I dan II. Alveolar tipe 1
berfungsi untuk ventilasi udara, sedangkan
alveolar tipe 2 untuk memproduksi surfaktan
yang membantu proses inspirasi ekspirasi
udara
Nomor 1.c.
Hidung
dengan lendir+bulu hidung untuk menyaring udara
Faring
katup epligotis meisahkan udaran dan makanan
Laring
pembentukan suara
Trakhea
Bronkus dan bronkiolus
menangkap udara
Alveoli
pertukaran O
2
dan CO
2
Paru-paru
2 Apa yang dimaksud dengan ventilasi paru
Ventilasi adalah Pertukaran pertama di pernapasan.
[1]
Ventilasi yaitu proses keluar dan masuknya udara ke dalam paru,
serta keluarnya karbondioksida dari alveoli ke udara luar.
Ventilasi paru atau ventilasi semenit adalah vol udara yang dihirup
dan dihembuskan dalam satu menit.
[2]
Ventilasi Paru
Ventilasi paru atau ventilasi semenit:
Volume udara yang dihirup dalam satu menit.
Ventilasi paru (ml/mnt) = volume alun napas (ml/napas) x
kecepatan pernapasan (jumlah
napas/mnt)
Variasi Volume & Kapasitas Paru
Volume Tidal (VT)
volume masuk/ keluarnya udara dalam satu kali bernapas.
Nilai rerata sekitar 500ml saat istirahat
Volume Cadangan Inspirasi (IRV)
volume udara tambahan yang dapat dihirup secara
maksimal diatas volume tidal istirahat
Nilai reratanya sekitar 3000ml.
Kapasitas Inspirasi (IC)
Volume udara maksimal yang dapat dihirup saat akhir
ekspirasi tenang normal
(IC= IRV + TV). Nilai reratanya sekitar 3500ml
Volume cadangan Ekspirasi (ERV)
volume udara tambahan yang dikeluarkan secara aktif dengan berkontraksinya
otot-otot ekspirasi secara maksimal melebihi udara normal yang dihembuskan
secara pasif pada akhir volume tidal istirahat.
Nilai rerata sekitar 1000ml
Volume Residual (RV)
Volume udara yang tertinggal didalam paru dengan kadar minimal, setelah
ekspirasi maksimal.
Nilai rerata sekitar 1200ml.
Kapasitas Residual Fungsional (FRC)
volume udara yang berada diparu saat akhir ekspirasi pasif normal
(FRC= ERV+RV) dengan nilai rerata sekitar 2200ml
Kapasitas Vital (VC): volume udara
maksimal yang dapat dikeluarkan setelah inspirasi maksimal dalam satu kali
proses pernafasan
(VC= IRV + TV + ERV)
untuk menentukan kapasitas fungsional paru, dengan nilai rerata sekitar 4500ml.
Kapasitas Paru Total (TLC)
volume udara dengan jumlah maksimal yang dapat ditampung oleh paru
dengan nilai rerata sekitar 5700ml
Volume Ekspirasi Paksa dalam 1
detik(FEV
1
)
volume udara yang dapat dihembuskan
selama detik pertama ekspirasi dengan
penentuan VC.
Biasanya nilai dari EFV ini 80% dari VC,
keadaan normal 80% udara yang
dihembuskan paksa dalam satu detik
dari paru yang mengembang maksimal.
Fungsi menunjukan laju aliran udara
paru maksimal yang dapat dicapai
Identifikasilah vol. paru yang bisa digunakan dalam
pemeriksaan fungsi paru
[2]
Klasifikasi gangguan ventilasi
(% nilai prediksi)
[3]
Gangguan restriksi: Vital Capacity (VC) < 80% nilai prediksi; FVC <
80% nilai prediksi
Gangguan obstruksi:FEV1 < 80% nilai prediksi; FEV1/FVC < 75% nilai
prediksi
Gangguan restriksi dan obstruksi: FVC < 80% nilai prediksi; FEV1/FVC <
75% nilai prediksi.
Selain oksigen, apakah komponen
udara pernafasan kita dan
bagaimana komposisinya?
Karbondioksida
7%
Carbamino
Compounds
23%
Ion Bikarbonat
70%
Struktur apa yang harus dilalui oleh O2 dan
CO2 pada proses difusi (dari alveoli ke
darah kapiler dan sebaliknya)?
rongga
alveoli
membran
kapiler
alveolar
plasma
darah
dinding sel
darah merah
interior sel
darah merah
(berikatan
dengan
hemoglobin)
Oksigen
Karbondioksida
Difusi Oksigen dan
Karbondioksida di alveolus
1. PO2 alveolus lebih tinggi,
sedangkan PCO2 lebih
rendah dibanding kapiler
darah
2. PO2 dan CO2 kapiler
darah kebalikan dari
alveolus
3. Keadaan ini memicu
terjadinya difusi pasif O2
dan CO2
4. Darah mengandung O2
yang tinggi dan CO2 yang
rendah
Gambar 10. Pertukaran O2 dan CO2
2
5. Sel jaringan yang
memiliki PO2 yang tinggi
dan PCO2 rendah,
mengonsumsi O2 dan
memproduksi CO2
6. Gradien pertukaran gas di
tingkat jaringan mendorong
perpindahan pasif O2 keluar
darah emnuju sel untuk
menunjang kebutuhan
metabolik sel
7. Setelah mengalami
keseimbangan di sel
jaringan, darah
meninggalkan jaringan
tersebut
8. Darah kembali ke paru
untuk berdifusi kembali.
2
Gambar 10. Pertukaran O2 dan CO2
2
Oksigen
Tekanan udara luar sebesar
1 atm (760 mmHg)
Tekanan parsial O
2
di paru-
paru sebesar 160 mmHg
Tekanan parsial pada
kapiler darah arteri 100
mmHg, dan di vena 40
mmHg
Karbondioksida
Tekanan parsial CO
2
dalam
vena 47 mmHg
Tekanan parsial CO
2
dalam
arteri 41 mmHg
Tekanan parsial CO
2
dalam
alveolus 40 mmHg
Oksigen di dalam tubuh kita diikat oleh sebuah protein
tetramerik eritrosit yaitu hemoglobin, yang
mengangkut O2 ke Jaringan dan mengembalika
CO2 dan proton ke paru-paru.
Faktor yang Mempengaruhi
Kadar Oksigen dalam Darah
Suhu tubuh (temperature)
pH
BPG (2,3-Biphosphogliserat)
PERTUKARAN GAS
O DAN CO
Pertukaran O dan CO Menembus
Kapiler Paru akibat Gradien
Tekanan Parsial
Pertukaran O dan CO Menembus
Kapiler Sistemik akibat Gradien
Tekanan Parsial
Transpor O Di Dalam Darah
Transpor CO Di Dalam Darah
No. 5
DARAH DAPAT MENGALIR
DALAM PEMBULUH
DARAH KE SELURUH TUBUH
KARENA JANTUNG
MEMOMPA DARAH KE
SELURUH PEMBULUH
DARAH UNTUK DI BAWA
KE PARU-PARU MELALUI
SIRKULASI KECIL (PARU-
PULMONER) DAN KE
SELURUH JARINGAN
TUBUH MELALUI SIRKULASI
BESAR (SISTEMIK)
A) Jelaskan secara garis
besar (dengan
menggunakan
gambar/bagan) struktur
dan fungsi sirkulasi paru
(pulmoner) dan sirkulasi
sistemik
Sistem sirkulasi darah
Sirkulasi Paru
(Pulmoner)
Ventrikel
Dexter
Arteri
Pulmonalis
Paru-paru
Vena
Pulmonalis
Atrium
Sinister
Sirkulasi Sistemik
Ventrikel
Sinister
Aorta
Seluruh
Tubuh
(selain
paru-paru)
Vena
Cava
Atrium
Dexter
Gambar Sirkulasi Pulmonar dan
Sistemik
B) Jelaskan
struktur
anatomi-
histologi
jantung
sehingga jelas
karakteristik
dan fungsi
struktur-struktur
berikut ini:
1. Perikardium
2. Endokardium
3. Atrium
4. Ventrikel
5. Katup-katup jantung
6. Arteri dan vena
7. Arteri koronaria
8. Otot jantung/miokardium
9. Simpul SA
10. Simpul AV
11. Berkas His (Bundle of His)
Perikardium
Endokardium
Endokardium tersusun dari
lapisan endotelial yang melapisi
bagian dalam jantung, katup,
dan menyambungkan dengan
lapisan endotelial yang melapisi
pembuluh darah yang
memasuki dan meninggalkan
jantung
Ruang-ruang Pada Jantung
Ada 4 ruang pada jantung
Atrium
Kanan
Atrium
Kiri
Ventrikel
Kanan
Ventrikel
Kiri
Menerima darah
dari seluruh tubuh
melalui tiga vena :
Cava Superior,
Inferior dan Vena
Koroner.
Menerim
a darah
kaya O2
dari paru-
paru
Memompa darah
dari atrium kanan
ke paru-paru
melalui batang
pulmonar
Ruang
paling tebal;
Memompa
darah kaya
O2 ke
seluruh
tubuh
melalui aorta
S
e
p
t
u
m
I
n
t
e
r
a
t
r
i
a
l
S
e
p
t
u
m
I
n
t
e
r
v
e
n
t
r
i
c
u
l
a
r
Trikuspidalis Bikuspidalis
Katup-katup Jantung
Katup-Katup Jantung
Arteri Koronaria
Arteri koronaria kanan dan kiri merupakan cabang aorta
tepat diatas katup semilunar aorta. Arteri ini terletak diatas
sulkus koroner.
Cabang utama arteri koroner kiri
1. Arteri interventrikular anterior: mensuplai darah ke anterior
ventrikel kanan dan kiri dan membentuk satu cabang yaitu
arteri merginalis kiri untuk mensuplai darah ke ventrikel kiri.
2. Arteri Sirkumfleksa: mensuplai darah ke atrium kiri dan
ventrikel kiri
Cabang utama arteri koroner kanan
1. Arteri interventrikular posterior: mensuplai darah untuk kedua
dinding ventrikel
2. Arteri marginalis kanan: mensuplai darah untuk atrium kanan
dan ventrikel kanan
Otot Jantung/Miokardium
Memiliki struktur sarkomer
Memiliki satu nukleus
Terhubung secara elektris
Memiliki taut celah yang terspesialisasi
(duktus interkalaris)
Disarafi oleh sistem saraf otonom
Terdapat di Jantung
Fungsi : Bertanggung jawab atas
aktivitas tubuh tidak sadar, seperti
denyut jantung.
Simpul SA (Sinoatrial)
Lokasi: di dinding posterior atrium
kanan, tepat dibawah
pembukaan vena cava superior
Melepaskan impuls 72 kali
permenit
Mengatur frekuensi kontraksi
irama sehingga disebut pemacu
jantung
Simpul AV
(Atrioventrikular)
Lokasi: dibawah dinding posterior
atrium kanan
Menunda impuls seperatusan
detik, sampai ejeksi darah atrium
selesai sebelum terjadi kontraksi
ventrikular
Berkas His (Bundle of His)
Berkas His merupakan sekelompok besar serabut
Purkinje yang berasal dari simpul AV dan
membawa impuls di sepanjang septum
interventrikular menuju ventrikel.
Berkas His dibagi menjadi dua cabang:
1. Cabang berkas kanan: memanjang disisi dalam
ventrikel kanan. Serabut bercabang menjadi serabut
Purkinje kecil yang menyatu dalam serabut otot
jantung untuk memperpanjang impuls
2. Cabang berkas kiri: memanjang di sisi dalam
ventrikel kiri dan bercabang ke dalam serabut otot
jantung kiri
c) Darimana sumber impuls
(atau kegiatan listrik)
jantung yang dapat
memicu kontraksi otot
jantung? Dan bagaimana
arah perambatan impuls
tersebut?
Sumber Impuls Listrik
Kontraksi jantung untuk memompa darah dipicu oleh potensial aksi yang
dihasilkan oleh jantung itu sendiri, sifat ini dikenal dengan sebutan
otoritmisitas. Pada dasarnya ada dua macam sel yang menyusun jantung
yaitu :
1. Sel Kontraktil, sel yang menyusun 99% sel otot jantung, namun sel ini tidak
dapat menghasilkan potensial aksinya sendiri melainkan hanya
menghantarkan potensial aksi yang telah terbetuk dan melakukan
kontraksi.
2. Sel Otoritmik, meskipun sel ini hanya menyusun 1%, namun sel ini dapat
menciptakan potensial aksi yang menyebabkan kontraksi otot jantung.
Sel-sel otoritmik jantung tidak memiliki potensial istirahat, namun secara aktif
memicu potensial membrane terdepolarisasi secara perlahan dan bergeser
menuju ke ambang. Pergeseran secara lambat ini disbut sebagai potensial
pemacu. Hal inilah yang menyebabkan potensial aksi yang kemudian akan
menyebar ke seluruh permukaan jantung.
Arah Perambatan
Sel-sel jantung yang memiliki kecepatan potensial aksi tertinggi terdapat
pada nodus SA, yaitu 70-80 potensial aksi per menit. Selanjutnya potensial
aksi ini akan menyebar ke kedua atrium. Ada dua jalur penghantaran yang
bercabang dari nodus SA :
1. Jalur antaratrium, yang mengarah pada atrium kiri, hal ini untuk
memastikan bahwa kedua atrium terdepolarisasi untuk dapat
berkontraksi secara bersamaan.
2. Jalur antarnodus bercabang mengarah pada nodus AV yang
berfungsi menghantarkan potensial aksi menuju nodus AV
Setelah potensial aksi tiba pada nodus AV terjadi perlambatan depolarisasi
selama 0,1 detik untuk memastikan bahwa seluruh darah telah masuk ke
dalam ventrikel akibat kontraksi atrium yang terjadi sebelumnya. Lalu
potensial aksi diteruskan menuju berkas HIS yang mencabang menjadi serat-
serat Purkinje yang melapisi seluruh bagian miokardium jantung ventrikel
kanan maupun kiri yang mendorong terjadinya kontraksi ventrikel dan
menyebabkan darah keluar dari jantung.
Aktivitas Listrik Jantung
Mekanisme Sistem Hantar Listrik Jantung
Sehubungan Dengan Potensial Aksi
Simpul SA
Jalur
Antaratrium
Kontraksi
atrium
Jalur
Antarnodus
Nodus AV Berkas His
Berkas
Purkinje
Kontraksi
Ventrikel
d) Apa peran/pengaruh
sistem saraf otonom:
simpatis dan parasimpatis
pada kegiatan listrik dan
kontraksi jantung?
Peran/Pengaruh Sistem Saraf Otonom:
Simpatis Dan Parasimpatis Pada
Kegiatan Listrik Dan Kontraksi Jantung
Area yang dipengaruhi Efek dari rangsangan
parasimpatis
Efek dari rangsangan
simpatis
Simpul SA Menurunkan tingkat
depolarisasi ambang
batas, memperlambat
denyut jantung
Meningkatkan tingkat
depolarisasi ambang
batas, mempercepat
denyut jantung
Simpul AV Menurunan eksitabilitas,
meningkatkan
perlambatan simpul AV
Meningkatkan eksitabilitas,
menurunkan perlambatan
simpul AV
Otot Atrium Menurunkan kontraktilitas,
memperlemah kontraksi
Meningkatkan
kontraktilitas, memperkuat
kontraksi
Otot Ventrikel Tidak ada efek Meningkatkan
kontraktilitas, memperkuat
kontraksi
e)
Elektrokardiografi
(EKG-ECG)
1. APA ARTI KATA ELEKTRO-
KARDIO-GRAFI?
2. APA FUNGSI PENCATATAN
EKG?
3. SEBUTKAN PENAMAAN
GELOMBANG-GELOMBANG
EKG, DAN APA
HUBUNGANNYA DENGAN
PERAMBATAN KEGIATAN
LISTRIK JANTUNG?
4. APA HUBUNGAN
GELOMBANG-GELOMBANG
EKG DENGAN KEGIATAN
KONTRAKSI OTOT JANTUNG?
Elektrokardiografi merupakan rekaman grafik aktivitas listrik yang menyertai
kontraksi atrium dan ventrikel jantung
Fungsi pencatatan EKG yaitu untuk membantu mendiagnosis abnormalitas
jantung dan kecenderungan atau perubahan fungsi jantung
Depolarisasi atrium menghasilkan
gelombang P
Depolarisasi ventrikel menghasilkan
gelombang QRS
Repolarisasi ventrikel menghasilkan
gelombang T
Segmen PR: jeda/penundaan nodus AV
Segmen ST: tidak adanya transmisi impuls
karena periode refrakter di sel otot
jantung
Penamaan Gelombang EKG
Hubungan Peristiwa Listrik
Dengan Siklus Mekanis Jantung
PERISTIWA LISTRIK BENTUK GELOMBANG
EKG
SIKLUS MEKANISME
JANTUNG
Impuls yg berasal dari
SA nodus dan
menyebar ke atrium
(depolarisasi atrium)
Gelombang P Kontraksi atrium,
pengisian ventrikel
Impuls menyebar dari
atrium melalui nodus
AV ke berkas His
Interval PR
Impuls menyebar
melalui cabang berkas
dan purkinje
(depolarisasi ventrikel)
Kompleks QRS Kontraksi isovolumik,
pemompaan ventrikel
Ventrikel pulih
(reporalisasi ventrikel)
Gelombang T Relaksasi isovolumik,
pengisian ventrikel
No. 6
Jenis Pembuluh Darah
Pembuluh Darah Struktur Fungsi
Arteriola Berukuran mikrosopis dengan
diameter 15-300 m, dinding
sangat berotot, persarafan
lengkap, radius kecil.
Mengangkut darah ke
kapiler;
Membantu regulasi aliran
darah dari arteri ke kapiler.
Kapiler Pembuluh darah terkecil dengan
diameter 5-10 m, dinding tipis
hanya terdiri dari lapisan endotel,
luas penampang melintang total
besar
Memungkinkan pertukaran
nutrisi dan limbah antara
darah dan cairan interstisium;
Mengangkut darah ke venula
Venula Berukuran mikroskopis dengan
diameter 10-50 m, dinding tipis,
berpori
Mengangkut darah dari
kapiler dan bergabung
membentuk vena.
Vena Terletak dekat permukaan
tubuh, dinding tipis,
sangat mudah teregang,
terdapat katup tiap 2-4
cm
Mengangkut darah ke
jantung; berfungsi
sebagai reservoar
darah
Arteri Terletak agak dalam,
radius besar, dinding
tebal dan elastis, terdapat
satu katup di pangkal
Mengangkut darah
dari jantung ke organ;
berfungsi sebagai
reservoar tekanan.
6.a Jenis pembuluh darah apa saja yang dilalui oleh darah yang
mengalir dari jantung ke jaringan maupun sebaliknya?
Bagaimana karakteristiknya?
Sumber : Silverthorn; Human Physiology Integrated Approach 5
th
edition.
Tekanan darah
Kekuatan atau usaha yang dilakukan darah untuk melawan dinding
pembuluh darah
Tekanan dalam pembuluh darah selama 1 siklus jantung
Tekanan terdapat dua macam yaitu tekanan sistolik dan diastolik
Tekanan sistolik adalah tekanan tertinggi dalam aorta, dihasilkan dari
ventrikel kiri, dan rata-rata 120 mmHg
Tekanan diastolik merupakan tekanan terendah dalam pembuluh darah
pengaruh konstriksi pembuluh
darah arteri terhadap tekanan
darah
arteri dilapisi otot halus yang memungkinkan arteri
mengembang dan mengerut pada saat darah
mengalir, makin lentur arteri, semakin sedikit
tahanannya terhadap aliran darah. Sehingga,
sedikit tenaga dibebankan pada dindingnya.
Jika arteri kehilangan kelenturannya atau terjadi
konstriksi, maka tahanan terhadap aliran darah
meningkat dan diperlukan tenaga yang lebih besar
untuk memompa darah keseluruh tubuh.
Peningkatan tenaga ini dapat berperan pada
kenaikan tekanan darah (Sheps, 2005).
Sumber : Silverthorn; Human Physiology Integrated Approach 5
th
edition.
Pengaruh viskositas (kekentalan)
darah pada tekanan darah
Semakin kental darahnya maka resistensinya
semakin besar. Semakin encer, resistensi menurun.
Semakin tinggi resistensi maka tekanan darah
semakin meningkat, dan sebaliknya jika semakin
rendah resistensi maka tekanan darah semakin
berkurang
Keadaan yang mungkin dapat
mempengaruhi viskositas darah
bila kadarnya naik, maka viskositas
naik.
Kadar protein
plasma
bila suhu tubuh naik, maka viskositas
turun
Tubuh
bila kecepatan aliran darah turun,
maka viskositas naik.
Kecepatan aliran
darah
Pengukuran tekanan darah
secara tidak langsung
menggunakan sfigmomanometer dan stetoskop.
Sfigmomanometer tersusun atas manset yang
dapat dikembungkan dan dipasang secara
eksternal untuk mengukur tekanan. Alat ini
dikalibrasi sedemikian rupa sehingga tekanan yang
terbaca pada manometer sesuai dengan tekanan
dalam milimeter air raksa yang dihantarkan oleh
arteri brakialis (Smeltzer & Bare, 2001).
Sumber : Silverthorn; Human Physiology Integrated Approach 5
th
edition.
Proses Pemeriksaan
dimulai dengan membalutkan manset dengan kencang dan
lembut pada lengan atas
Mencari denyut nadi brakhialis dengan menggunakan cara
palpasi. Tujuannya adalah untuk menentukan lokasi arteri
brakhialis,
Stetoskop diletakkan diatas arteri brakhialis.
Kemudian dilakukan palpasi pada nadi radialis di pergelangan
tangan dan sambil jari-jari tangan kita melakukan palpasi, tangan
yang lain memompa mengisi manset sampai suatu tekanan di atas
tekanan dimana nadi radialis menghilang,
Manset dikembangkan lagi sebesar 20 sampai 30 mmHg diatas
titik hilangnya denyutan radial.
Tekanan didalam manset di turunkan perlahan-lahan. Guna
mempertahankan penurunan tekanan secara terus menerus,
maka katup pengeluaran harus dibuka makin lebar dengan
menurunnya tekanan.
Dengan menurunnya tekanan, tidak akan
terdengar suara sampai tekanan darah sistole
tercapai, yaitu bila suara yang seirama
dengan denyut jantung terdengar lewat
stetoskop. Ini menandakan tekanan darah
sistole. Dengan makin menurunnya tekanan
manset, suara-suara menjadi semakin keras,
tetapi pada saat terciptanya tekanan darah
diastole, suara tersebut berubah sifatnya
menjadi suara tertutup. Sedikit lebih bawah
suara-suara itu akhirnya menghilang dan tidak
muncul lagi. Titik dimana suara menjadi
tertutup dianggap sebagai tekanan darah
diastole
Referensi
[1] Silverthorn, D.U. Human Physiology An Integrated Approach 6
th
edition. United States of America: Pearson Education, Inc. 2013.
[2] Sherwood, L. Human Physiology: From Cells to System 7
th
Edition. USA:
Nelson Education, Ltd. 2010.
[3] http://prodia.co.id/pemeriksaan-penunjang/spirometri (diakses 7 Juli
2014)
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23287/5/Chapter%20II.p
df
http://books.google.co.id/books?id=AIDbNCmkNtgC&pg=PA144&lpg=P
A144&dq=mengapa+jika+viskositas+darah+rendah,+tekanan+darah+jug
a+rendah%3F&source=bl&ots=8R7Xf_GON1&sig=xyUHZaHN3WGitq1Ncnj
dDfreqxc&hl=id&sa=X&ei=Yei3U72XMseJuATsnIK4AQ&redir_esc=y#v=one
page&q=mengapa%20jika%20viskositas%20darah%20rendah%2C%20tek
anan%20darah%20juga%20rendah%3F&f=false
Tortora G, Derrickson B. Principles of anatomy & physiology. 13
th
ed.
Hoboken: John Wiley & Sons; 2012.