Anda di halaman 1dari 5

MACAM-MACAM MAJAS

A. Macam-macam Majas Penegasan



Dan berikut ini adalah berbagai macam dari majas penegasan beserta contohnya :
Majas Klimaks : Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut
semakin lama semakin meningkat. Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran,
kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.
Majas Antiklimaks: Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin
lma semakin menurun. Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya,
pendiam, dan tidak terkenal namanya
Majas Koreksio: Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian
memperbaikinya. Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.
Majas Asindeton : Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa
menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan.
Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang
melepaskan nyawa.
Majas Interupsi adalah : gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat
yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat.
Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.
Majas Eksklmasio : Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan
bunyi. Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.
Majas Enumerasio : Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan
satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas. Contoh : Laut
tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-
lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-
bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah
keindahan sejati.
Majas Silepsis dan Zeugma : Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi
rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya
salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya
salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama. Contoh : ia menundukkan kepala
dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.
Majas Apofasis atau Preterisio : Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang
menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal. Contoh : Saya tidak mau
mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah
uang negara
Majas Pleonasme : Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau
menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan. Contoh: Saya naik tangga ke
atas.

Majas Aliterasi: Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama. Contoh :
Keras-keras kena air lembut juga
Majas Paralelisme: Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada
baris atau kalimat. Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang
Majas Tautologi: Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau
mempergunakan kata-kata yang diterangkan atau mendahului. Contoh : Kejadian itu tidak
saya inginkan dan tidak saya harapkan
Majas Antanaklasis : adalah yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang
berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
Majas Anastrof atau Inversi : Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat
kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan. Contoh : Pergilah ia meninggalkan
kami, keheranan kami melihat peranginya.
Majas Retoris : Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan
tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama
sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
Majas Elipsis: Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang
dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca. Contoh : Kami ke rumah
nenek ( penghilangan predikat pergi )
Majas Alonim : Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
Majas Kolokasi : Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan
dalam kalimat.
Majas Pararima : Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang
berlainan.
Majas Preterito : Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang
sebenarnya.
Majas Sigmatisme : Pengulangan bunyi s untuk efek tertentu.
Majas Polisindenton : Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata
penghubung.

B. Macam -macam Majas Perbandingan

Dan berikut ini adalah berbagai macam dari majas perbandingan beserta contohnya :

Majas Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan
diri. Contoh: Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku atau
Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )

Majas Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan
tersebut menjadi tidak masuk akal.ah mencapai langit. Contoh: Kita berjuang sampai titik
darah penghabisan

Majas Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan
kepada sesuatu yang bukan manusia. Atau yang mengumpamakan benda mati sebagai
makhluk hidup. Contoh: Hujan itu menari-nari di atas genting

Majas Simile : Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata
depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, umpama, ibarat,bak, bagai.
Membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya.
contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta
berkorban apa saja.

Majas Metafora: Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena
mempunyai sifat yang sama atau hampir sama. contoh: Cuaca mendung karena sang raja
siang enggan menampakkan diri.

Majas Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang
berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.

Majas Sinestesia: yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat
ungkapan rasa indra lainnya.

Majas Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran. Contoh:
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang
kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang
pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

Majas Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya
sebagian. contoh:Indonesia bertanding volly melawan Thailand.

Majas Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan
kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus. contoh:Dimana saya bisa menemukan
kamar kecilnya?

Majas Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas
sebagaimana adanya.

Majas Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan
bertutur kata. contoh:Perilakunya seperti ular yang menggeliat.

Majas Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam
cerita.

Majas Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.

Majas Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata. contoh:Kita bermain
ke rumah Ina.

Majas Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk
menyatakan maksud.

Majas Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.
Contoh: Masalahnya rumit, susah mencari jalan keluarnya seperti benang kusut.

Majas Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal. Contoh:
Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya

Majas Antonomasia: Adalah yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan
seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri
pertemuan ini.

Majas Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.

Majas Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi
merek, ciri khas, atau atribut. Contoh:Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah (Motor
merk Jupiter)

Majas Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk
menunjukkan hubungan karib.

Majas Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau
tidak bernyawa.

Majas Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan
objek. contoh:Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.

C. Macam-macam Majas Pertentangan

Dan berikut ini adalah berbagai macam dari majas pertentangan beserta contohnya :

Majas Oksimoron : adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan
mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. Contoh : Keramah-
tamahan yang bengis

Majas Antitesis : Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan
maknanya. Contoh : Kaya miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban
terhadap keamanan bangsa.

Majas Anakronisme : Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian
uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat
itu. Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu
jam belum ada)

Majas Paradoks : Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah
bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda. Contoh :
Dia besar tetapi nyalinya kecil.

Majas Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap
penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai

Majas Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan
pada bagian sebelumnya.

D. Macam-macam Majas Sindiran

Dan berikut ini adalah berbagai macam dari majas sindiran beserta contohnya :

Majas Sinisme : Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan
terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi). Contoh: Kamu kan sudah pintar ? Mengapa
harus bertanya kepadaku ?

Majas Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam
atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll. Ungkapan yang menertawakan atau menolak
sesuatu. Contoh : Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!

Majas Innuendo: Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang
sebenarnya. Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya

Majas Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan
kebalikan dari fakta tersebut. Contoh: Suaramu merdu seperti kaset kusut.

Majas Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar. Adalah gaya bahasa yang paling kasar,
bahkan kadang-kadang merupakan kutukan. Contoh: Mampuspun aku tak peduli, diberi
nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ketelinga

Diatas adalah macam-macam majas dan contohnya, termasuk untuk Majas perbandingan,
sindiran, penegasan dan, pertentang dan berbagai jenis seperti Litotes, Hiperbola,
Personifikasi, Simile , Metafora, Antropomorfisme Antropomorfisme, Alegori, Totum pro
parte, Eufimisme, Disfemisme, Parabel, Fabel, Perifrasa, Eponim, Simbolik, Asosiasi,
Alusio, Antonomasia, Aptronim, Metonimia, Hipokorisme, Depersonifikasi, Pars pro toto,
Sinisme , Satire, Innuendo, Ironi, Sarkasme, Klimaks , Antiklimaks, Koreksio, Asindeton ,
Interupsi , Eksklmasio , Enumerasio , Silepsis dan Zeugma , Apofasis atau Preterisio ,
Pleonasme, Aliterasi, Paralelisme, Tautologi, Antanaklasis Anastrof atau Inversi , Retoris ,
Elipsis, Alonim, Kolokasi, Pararima, Preterito, Sigmatisme, Polisindenton, Oksimoron ,
Antitesis , Anakronisme , Paradoks , Reptisi , Kontradiksi interminus. Masih ada beberapa
majas diatas yang belum blogbintang.com tambahkan contoh, jika para pembaca mengetahui
contohnya harap saling berbagi untuk menambah lengkap artikel ini.

Sekian Untuk Berbagi Pengetahuan bersama, dengan berbagi pengetahuan kita akan
mendapatkan wawasan baru.

Anda mungkin juga menyukai