Anda di halaman 1dari 17

i

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dariNya,
saya diberikan kemudahan untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik dan dalam waktu
yang tepat.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir dari mata kuliah Akuntansi
Keuangan Lanjutan I.Makalah ini membahas tentang konsinyasi. Pada kesempatan ini saya
juga mengucapkan terimakasih kepada dosen pengampu yang telah membimbing serta
memberikan masukan dalam menyelesaikan makalah ini.
Saya sangat menyadari bahwa makalah ini masih memliki banyak kekurangan yang
disebabkan berbagai keterbatasan.Oleh karena itu merupakan sebuah kehormatan bagi saya
jika setiap pihak yang menggunakannya memberi masukan demi perbaikan dan
penyempurnaan makalah ini di masa yang akan datang
Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Mei 2014

Penyusun
ii

Daftar Isi

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i
DAFTAR ISI .............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
A, Latar Belakang .................................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah.............................................................................................................. 1
C. Tujuan Makalah ................................................................................................................. 1
Bab II Pembahasan .................................................................................................................... 2
A. Konsinyasi ......................................................................................................................... 2
B. OPERASI KONSINYASI ................................................................................................. 5
C. AKUNTANSI UNTUK KONSINYASI ........................................................................... 6
BAB III Penutup ...................................................................................................................... 14
A.Kesimpulan ....................................................................................................................... 14
B. Saran ................................................................................................................................ 14
Daftar Pustaka .......................................................................................................................... 15


1

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bagi perusahaan yang baru saja membuka usahanya tentu sangat sulit untuk menjual barang
dagangannya,karena barang yang mereka produksi adalah barang yang belum dikenal oleh
masyarakat.Perusahaan kemudian menitipkan barangnya disebuah toko atau yang sering disebut
sebagai penjualan konsinyasi.Konsinyasi juga tidak hanya dilakukan oleh perusahaan baru atau
yang memproduksi barang baru tapi juga perusahaan yang ingin menambah volume
penjualannya.Konsinyasi memliki keunikan tersendiri,dimana saat konsinyor (pemilik barang /
yang menitipkan barang ) menyerahkan barangnya ke konsinyi ( orang yang dititipkan barang )
maka pada saat itu transaksi belum terjadi,dan konsinyor tidak memilki hak kepada konsinyi
begitu juga dengan konsinyi tidak memilki kewajiban kepada konsinyor,hak dan kewajiban itu
muncul hanya pada saat barang itu sudah laku dijual.Oleh karena keunikan transaksi ini,maka
penulis tertarik untuk membahas lebih dalam lagi tentang konsinyasi .
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dibuat beberapa rumusan masalah yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan konsinyasi ?
2. Apa saja karakteristik dan sifat dari konsinyasi?
3. Apa saja hak dan kewajiban yang terjadi antara konsinyor dan konsinyi?
4. Bagaimana akuntansi untuk konsinyasi?

C. Tujuan Makalah
Maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui apa sebenarnya konsinyasi dan apa saja perbedaannya dengan
transaksi lain?
2. Untuk mengetahui apa saja karakteristik dan sifat dari konsinyasi
3. Untuk mengetahui apa saja hak dan kewajiban anatara konsi dan konsinyor
4. Untuk mengetahui akuntansi untuk konsinyasi
2

Bab II Pembahasan
A. Konsinyasi
Konsinyasi adalah penjualan dengan cara pemilik menitipkan barang kepada pihak lain
untuk dijualkan dengan harga dan syarat yang telah diatur dalam perjanjian. Perjanjian
konsinyasi berisi mengenai hak dan kewajiban kedua belah pihak. Konsinyor menetapkan pihak
konsinyi sebagai pihak yang bertanggung atas barang-barang yang diserahkan kepadanya sampai
barang-barang yang dititpkan itu laku terjual tetapi pihak konsinyi tidak memiliki hak terhadap
barang-barang yang dititipkan atau tidak dapat menganggap barang itu ebagai miliknya dan juga
sebaliknya pihak konsinyi tidak bertanggung jawab atas barang yang dititipkan padanya.
Pihak Pihak yang terlibat pada konsinyasi adalah :
1. Pengamanat (consignor/ konsinyor) adalah pihak yang menitipkan barang atau pemilik
barang. Pengamanat akan tetap mencatat barang yang dititipkannya sebagai persediaan
selama barang yang dititipkan belum terjual atau menunggu laporan dari komosioner.
2. Konsinyi (consignee) adalah pihak yang menerima titipan barang
Terdapat 4 hal yang merupakan ciri dari transaksi Konsinyasi yaitu :
1. Barang konsinyasi harus mencatat sebagai persediaan oleh konsinyor, karena hak untuk
barang masih berada pada konsinyor dan bukan menjadi milik konsinyi
2. Pengiriman barang konsinyasi tidak menimbulkan pendapatan bagi konsinyor dan sebaliknya
bagi konsinyi tidak akan menimbulkan pengeluran baik secara kas ataupun dengan hutang
karena barang tersebut hanya dititipkan bagi pihak konsinyi bukan dibeli oleh konsinyi
3. Pihak konsinyor bertanggungjawab terhadap semua biaya yang berhubungan dengan barang
konsinyasi kecuali ditentukan lain atau tergantung perjanjian yang dibuat oleh kedua belah
pihak.
4. Konsinyi dalam batas kemampuannya berkewajiban untuk menjaga keamanan dan
keselamatan barang-barang komisi yang diterimanya.




3

Konsinyor lebih menyukai penjualan dengan sistem konsinyasi karena beberapa alasan
diantaranya adalah :
1. Konsinyasi mungkin merupakan satu-satunya cara yang memungkin
dilakukan untuk memperoleh daerah pemasaran (pelanggan),terutama
jika
a. Permintaan terhadap barang yang dijual tidak pasti atau tidak
diketahui
b. Barang yang dijual harganya cukup mahal sehingga sangat sulit
jika agen penjual membelinya kerena membutuhkan investasi yang
besar
c. Produk yang dijual tidak tahan lama sehingga pihak agen penjual
setuju membeli barang jika kerugian akan resiko yang timbul
ditanggung oleh pihak lain (konsinyor)
d. Penjualan di waktu yang lalu tidak menguntungkan sehingga
dibuat sistem penjualan lain

2. Harga jual dapat dikendalikan oleh konsinyor karena konsinyor adalah
pemilik barang.Dan untuk mengendalikan harga jual sangat sulit
bahkan mungkin tidak akan terjadi apabila barang dijual kepada agen
penjual (sepenuhnya menjadi milik penjual)
3. Konsinyor dapat memperoleh spesialis penjualan.Imbalan untuk jasa
ini seringkali kali beruapa komisi yang dapat berupa persentase harga
jual atau jumlah yang tetap untuk setiap unit batang yang dijual.

Sementara itu pihak konsinyi lebih menyukai barang konsinyasi dikarenakan beberapa
alasan diantaranya adalah:
1. Pihak konsinyi terlepas dari resiko yang akan timbul selama penjualan misalnya
resiko kegagalan menjual barang atau rugi.Konsinyi mempertimbangkan hal ini
karena brang yang dijual yang dijual atas dasar konsinyasi mereupakan produk baru
yang belum dikenal oleh masyarakat atau barang barang yang dijual adalah pertama
4

kali dijual di suatu daerah tertentu.Untuk menghindari hal tersebut maka pihak
konsinyi lebih menyukai barang konsinyasi
2. Meghindari resiko fisik dan fluktuasi harga.Karena resiko ini biasanya terjadi barang
yang mudah rusak atau barang yang harganya tidak naik-turun atau musiman
contohnya ternak,hasil bumi dan lain-lain.
3. Konsinyi tidak memiliki modal yang cukup karena barang tersebut terlalu mahal atau
karena penetapan harga pokok persediaan barang konsinyasi dilakukan oleh pihak
konsinyor. Selain itu,kebutuhan akan modal kerja dapat dikurangi, sebab
adanya barang-barang konsinyasi yang di titipkan oleh pengamat.

Baik konsinyor maupun komisioner konsinyi mendapat keuntungan dengan adanya
konsinyasi ini. Bagi konsinyor melalui konsinyasi secara tidak langsung dapat dijadikan sebagai
sarana promosi produknya dan menaikkan omzet penjualan serta memperluas daerah pemasaran.
Bagi konsinyi akan mendapat komisi bila berhasil menjualkan barang konsinyasi. Selain itu
konsinyi tidak perlu menambah modal kerja untuk membeli persediaan barang dagangan dan
tidak menanggung risiko kerugian bila barang yang dititipkan tidak laku karena dapat
dikembalikan kepada konsinyor.
Konsinyasi sangat berbeda dengan transaksi biasa karena pada transaksi biasanya saat
penjual menyerahkan barangnya kepada pembeli maka peristiwa tersebut sudah dicatatat sebagai
transaksi masing-masing pihak sudah memiliki hak dan kewajiban.Saat barang dilepaskan maka
barang tersebut sudah sepenuhnya milik pembeli dan jika pembeli menjualnya kepada yang lain
maka yang menetapkan harga jual adalah si pembeli itu sendiri bukan lagi si penjual.Dan saat
barang itu dilepaskan oleh penjual maka pembeli memiliki kewajiban untuk melunasinya dan si
penjual berkewajiban menyerahkan barang tersebut dan penjual tidak memiliki hak atas barang
yang sudah diserahkan,penjual akan mencatatnya sebagai pendapatan sementara pembeli akan
mencatatnya sebagai persediaan barang dagangan.Berbeda dengan konsinyasi pada saat barang
diserahkan oleh konsinyor kepada konsinyi,maka konsinyor harus mencatatnya sebagai
persediaan barang dagang karena barang tersebut masih menjadi milik konsinyor sedangkan
pihka konsinyi tidak berhak mencatatnya sebagai persediaan barang dagang.Konsinyi tidak
berhak menetapkan harga jual atau bisa saja membuat harga jual sendiri tapi tidak boleh dibawah
5

harga jual yang sudah ditetapkan.dan konsinyi hanya memperoleh komisi dari persentase barang
yang dijual

B. OPERASI KONSINYASI
Dalam penyerahan barang yang dilakukan oleh pihak konsinyor kepada konsinyi harus
disusun kontrak yang menunjukkan hubungan antara pihak konsinyor dan pihak
konsinyi,umumnya perjanjiann adalah seperti ini:
a. Beban yang dikeluarkan oleh konsinyi harus diganti oleh pihak konsinyor
b. Komisi atau laba yang harus diberikan kepada konsinyi
c. Pemeliharaan dan penanganan barang konsinyi dan hasil penjualan barang-barang
konsinyasi
d. Pengiriman uang dan penyelesaian transaksi serta laporan yang harus dibuat oleh
konsinyi

Hak bagi pihak konsinyi:
a. Pihak konsinyi berhak memperoleh penggantian atas pengeluaran yang berkaitan dengan
barang konsinyasi dan berhak atas komisi atas barang yang sudah terjual.Jika hasil
penjualan tidak cukup untuk menutup pengeluran yang dilakukan oleh pihak konsinyi
dapat menuntut kekurangannya kepada pihak konsinyor.
b. Untuk menjamin pemasaran barang yang bersangkutan komisioner berhak
memberikan syarat-syarat pembayaran kepada langganan seperti yang berlaku
pada umumnya untuk barang-barang yang sejenis, mskipun konsinyor dapat
mengadakan pembatasn-pembatasn yang harus dinyatakan dalam perjanjian.

Kewajiban bagi Pihak Konsinyi
a. Melindungi keamanan dan keselamatan barang-barang yang diterima dari
pihak pengamat.
b. Mengelola secara terpisah baik dari segi phisik maupun administratip
terhadap barang-barang milik pengamat, sehingga identitas barang-barang
tersebut tetap dapat diketahui setiap saat.Jika pemisahan fisik tidak dapat
6

dilakukan maka barang konsinyasi tersebut harus diberi tanda khusus oleh
pihak konsinyi

c. Membuat laporan secara periodik tentang barang yang diterima, barang-
barang yang berhasil dijual dan barang-barang yang masih dalam persediaan
serta mengadakan penyelesaian keuangan seperti dinyatakan dalam
perjanjian.Laporan ini berisi informasi mengenai barang konsinyasi yang
diterima oleh konsinyi dan berapa yang sudah laku terjual,harga
jual,pengeluaran yyang timbul atas barang konsinyi,jumlah uang yang
dikirimkan serta jumlah uang yang terutang.

C. AKUNTANSI UNTUK KONSINYASI
Ada 2 metode pencatatan dalam konsinyasi baik di buku konsinyor ataupun di buku
konsinyasi yaitu diantaranya adalah :
1. Transaksi konsinyasi dimana R/L konsinyasi dicatat secara terpisah dari R/L atas
penjualan biasa
Di dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari kegiatan
konsinyasi akan disajikan secara terpisah dari rugi laba yang biasa. Untuk
memisahkan tersebut maka pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan
kegiatan konsinyasi juga harus dipisahkan .Laba atas penjualan konsinyasi harus
ditetapkan tersendiri maka pihak konsinyi harus harus menyelenggarakan sebuah
perkiraan konsinyasi- masuk untuk masing-masing konsinyasi.Perkiraan ini didebet
untuk semua beban yang harus ditutup oleh pihak konsinyor dan dikredit untuk
semua hasil penjualan konsinyasi.Komisi dipindahkan dari perkiraan konsinyasi
masuk ke perkiraan pendapatan tersendiri dan saldo dalam perkiraan konsinyasi
masuk menunjukkan jumlah yang terhutang kepada pihak konsinyor yang harus
diselesaikan.





7

Secara garis besarnya dapat dilihat dari tabel dibawah ini:
a. Buku Pihak Konsinyi,Jika laba konsinyasi ditetapkan tersendiri
Keterangan Debet Kredit
Penyerahan barang
konsinyasi dari
konsinyor ke tangan
konsinyi
Memorandum Memorandum
Beban pihak konsinyi
ditetapkan pada
konsinyasi
Konsinyasi masuk Kas
Penjualan Oleh Pihak
Konsinyi
Kas atau piutang Konsinyasi masuk
Komisi atas penjualan
yang harus diterima
konsinyi
Konsinyasi Masuk Perkiraan pendapatan
yang bersangkutan (
komisi atas penjualan)
Pengiriman uang kas dan
perkiraan penjualan
konsinyasi oleh pihak
konsinyi
Konsinyasi Masuk Kas

b. Buku Pihak Konsinyor Jika laba konsinyasi ditetapkan tersendiri

Keterangan Debet Kredit
Penyerahan barang
kepada konsinyi
Konsinyasi keluar Perkiraan Persediaan
Beban pihak
konsinyor yang
ditetapkan pada
konsinyasi
Konsinyasi keluar Kas
Perkiraan kewajiban
Beban pihak konsinyi
yang ditetapkan pada
konsinyasii,penjualan
serta komisi
Tidak ada ayat
jurnal,sampai pihak
konsinyor menerima
laporan dari pihak
konsinyi
Tidak ada ayat
jurnal,sampai pihak
konsinyor menerima
laporan dari pihak
konsinyi
Pengiriman uang kas a.Kas(sebesar kas yang Konsinyasi keluar (sebesar
8

dan perkiraan
penjualan konsinyasi
oleh Pihak konsinyi
diterima)
b.Konsinyasi keluar (total
beban)
penjualan kotor)
Untuk penjualan
konsinyasi bersih
Kas Konsinyasi keluar (hasil
penjualan bersih)


2. Transaksi konsinyasi dimana R/L konsinyasi tidak dicatat secara terpisah dari R/L
atas penjualan biasa
Apabila transaksi konsinyasi harus disatukan dengan transaksi biasa maka ayat
jurnal-jurnal untuk penjualan konsinyasi harus disertai dengan ayat-ayat jurnal yang
mendebet perkiraan Pembelian atau perkiraan harga pokok penjualan dan
mengkredit pihak konsinyor untuk jumlah yang harus dibayar atas barang-barang
yang terjual.Beban yang harus ditutup oleh pihak konsinyor didebet pada perkiraan
konsinyor.Saldo yang timbul dalam perkiraan konsinyor menunjukkan jumlah yang
terutang dalam penyelesaian akhir yang harus dibayar oleh konsinyi terhadap
konsinyor.Jika laba atas penjualan konsinyasi ditetapkan tersendiri maka pihak
konsinyor harus membuat sebuah perkiraan konsinyasi keluar untuk masing-masing
konsinyi dan untuk semua beban yang berkaitan dengan konsinyasi,perkiraan ini
dikredit untuk penjualan yang dilakukan oleh konsinyi. Laba atau rugi atas penjualan
konsinyasi akhirnya dipindahkan dari perkiraan konsinyasi keluar ke perkiraan
ikhtisar rugi laba yang mengikhtisarkan hasil bersih dari konsinyasi.

Secara garis besarnya dapat dilihat dari tabel dibawah ini:

a. Buku pihak Konsinyi ,jika laba tidak ditetapkan tersendiri

Keterangan Debet Kredit
Penyerahan barang
kepada konsinyi
Memorandum Memorandum
Beban Pihak konsinyi
yang ditetapkan pada
konsinyasi
Perkiraan beban Kas
Penjualan oleh pihak
konsinyi
Perkiraan pembelian atau
HPP
Perkiraan pihak
konsinyor
9

Kas atau perkiraan
sejenisnya
Komisi atau laba yang
harus diterima pihak
konsinyi
Tidak ada ayat jurnal
,pendapatan atas
penjualan konsinyasi
akan tergambar dalam
dalam laba kotor pihak
konsinyi
_____
Pengiriman uang kas dan
perkiraan penjualan
Perkiraan pihak
konsinyor
kas


b. Buku Pihak Konsinyor Jika laba konsinyasi ditetapkan tersendiri

Penyerahan barang
kepada konsinyi
Memorandum Memorandum
Beban pihak konsinyor
yang ditetapkan pada
konsinyasi
____ ____
Beban pihak konsinyi
yang ditetapkan pada
konsinyasii,penjualan
serta komisi
Tidak ada ayat
jurnal,sampai pihak
konsinyor menerima
laporan dari pihak
konsinyi
Tidak ada ayat
jurnal,sampai pihak
konsinyor menerima
laporan dari pihak
konsinyi
Pengiriman uang kas
dan perkiraan
penjualan Konsinyasi
oleh pihak konsinyi
a.kas (sebesar uang kas
yang diterima)
b.perkiraan beban
Perkiraan penjualan
(sebesar penjualan kotor)



Contoh Soal
Pada tanggal 1 november PT Aman mengirimkan 100 buah buku kepada Toko
Citra atas dasr konsinyasi .Buku-buku ini dijual dengan harga iklan @ Rp
50.000.Pihak komisi diberikan komisi sebesar 25 % dan setiap biaya-biaya yang
10

dikeluarkan oleh konsinyi harus diganti oleh pihak konsinyor.Pada tanggal 23
november 2014 pihak konsinyi mengirimkan uas kas kepada konsinyornuntuk
menyelesaikan perhitungan beserta dengan perkiraan penjualan konsinyasi.























PERKIRAAN PENJUALAN KONSINYASI
No. 123
23 Nov 2014
Penjualan untuk perkiraan PT Aman
Alamat: Jalan Sentosa No 23 Medan
Untuk melaporkan penjualan 80 buah buku
Yang dilakukan oleh :
PT CITRA
Jalan Buntu No 23
Tanggal Penjelasan Jumlah
2Nop-22
Nop 2014
Penjualan :80 buah buku @ Rp 50.000
Belum terjual : 20 buah buku
Beban:Beban angkut
Beban Pengepakan
Beban Pemeliharaan Buku
Komisi (15 % dari penjualan)
Saldo
Pengiriman uang terlampir
Saldo Terutang


Rp 200.000
Rp 150.000
Rp 100.000
Rp 600.000

Rp 4.000.000




Rp 1.050.000
Rp 3.950.000
Rp 3.950.000
0




11

Perkiraan akan beban yang dibebankan pada pada pendapatan sekarang dan pendapatan
berikutnya adalah
Total Beban Beban yang
ditetapkan pada
penjualan
konsinyasi (80
buah buku)
Beban yang
ditetapkan pada
persediaan
konsinyasi (20
buah buku )
Beban Pihak konsinyor:
Harga pokok barang konsinyasi
Pengangkutan ke pihak konsinyi
Beban Pihak konsinyi:
Beban angkut masuk
Beban Pengepakan buku
Beban pemeliharaan buku
Komisi
Jumlah


Rp 1.200.000
Rp 100.000

Rp 200.000
Rp 150.000
Rp 100.000
Rp 600.000
Rp 2.350.000

Rp 1.280.000
Rp 80.000

Rp 160.000
Rp 120.000
Rp 80.000
Rp 600.000
Rp 2.320.000

Rp 320.000
Rp 20.000

Rp 40.000
Rp 30.000
Rp 20.000
-
Rp 430.000


Transaksi Buku Pihak Konsinyasi
Jika laba konsinyasi
ditetapkan tersendiri
Jika laba konsinyasi tidak
ditetapkan tersendiri
2 Nop
Pengiriman 100 buah buku
atas konsinyasi harga bagi
pihak konsinyor @ Rp 20.000

(Memorandum)
Diterima 100 buah buku dari
PT Aman atas konsinyasi yang
harus dijual dengan @ Rp
50.000.Komisi 15 % .Dan
konsinyor bersedia mengganti


(Memorandum)
2 Nop
Beban pihak konsinyor yang
ditetapkan pada konsinyasi
Pengangkutan ke konsinyasi
Rp 160.000

2 Nop- 21 Nop
Beban pihak konsinyi yang
harus dibebankan konsinyor
Beban angkut masu Rp
200.000
Beban pengepakan buku
Rp 150.000
Beban pemeliharaan buku
Rp 100.000
Konsinyasi masuk
PT Aman Rp 450.0000
Kas Rp 450.000







PT Aman Rp 450.000
Kas Rp 450.000






12

2 Nop 22 Nop
Penjualan 80 buah buku @
Rp 50.000
Kas Rp 4.000.00
Konsinyasi masuk
PT Aman Rp 4.000.00
Kas Rp 4.00.000
Penjualan Rp 4.000.000
Pembelian Rp 1.600.000
PT Aman Rp 1.600.000
22 Nop
Pembebanan oleh pihak untuk
komisi atas penjualan 15 % X
Rp 600.000
Konsinyasi masuk
PT Aman Rp 600.000
Komisi atas penjualan
Rp 600.000

22 Nop
Pengiriman uang dalam
penyelesaian perhitungan
bersama-sama dengan
perkiraan penjualan
konsinyasi,yang diserahkan
oleh pihak konsinyi

Konsinyasi masuk
PT Aman Rp 2.950.000
Kas Rp 2.950.000
PT Aman Rp 2.950.000
Kas Rp 2.950.000

Transaksi Jika laba konsinyasi ditetapkan
tersendiri
Jika laba konsinyasi tidak
ditetapkan tersendiri
2 Nop
Pengiriman 100 buah
buku atas konsinyasi
harga bagi pihak
konsinyor @ Rp 20.000

Konsinyasi keluar
PT Citra Rp 2.000.000
Pengiriman barang
Konsinyasi
Rp 2.000.000

(Memorandum)
Dikirimkan 100 buah buku dari PT
Citra atas konsinyasi yang harus
dijual dengan @ Rp 50.000.Komisi
15 % .Dan konsinyor bersedia
mengganti


2 Nop
Beban pihak konsinyor
yang ditetapkan pada
konsinyasi
Pengangkutan ke
konsinyasi
Rp 160.000
Konsinyasi keluar
PT Citra Rp 160.000
Beban angkut
keluar
Rp 160.000


2 Nop- 21 Nop
Beban pihak konsinyi
yang harus dibebankan
konsinyor
Beban angkut masu Rp
200.000
Beban pengepakan buku
Rp 150.000
Beban pemeliharaan
buku
Rp 100.000

13


2 Nop 22 Nop
Penjualan 80 buah buku
@ Rp 50.000

22 Nop
Pembebanan oleh pihak
untuk komisi atas
penjualan 15 % X Rp
600.000

22 Nop
Pengiriman uang dalam
penyelesaian
perhitungan bersama-
sama dengan perkiraan
penjualan
konsinyasi,yang
diserahkan oleh pihak
konsinyi

Kas Rp 2.950.000
Konsinyasi keluar
PT Citra Rp 1.050.000
Konsinyasi keluar
PT Aman Rp 4.000.000
Konsinyasi keluar
PT Aman Rp 1.680.000
Laba konsinyasi Rp 1.680.000


Kas Rp 2.950.000
Pengangkutan Rp 40.000
Pengepakan Rp 30.000
Pemeliharaan Rp 20.000
Komisi Rp 600.000
Barang
Konsinyasi Rp 360.0000
Penjualan Rp4.000.000
Barang konsinyasi Rp 430.000
Ikhtisar R/L Rp 320.000
Beban angkut keluar Rp 110.000




14

BAB III Penutup
A. Kesimpulan
Konsinyasi adalah penjualan dengan menitipkan pemilik barang menetapkan barangnya
kepada pihak lain untuk dijualkan dengan harga dan syarat yang telah diatur dalam
perjanjian.Konsinyasi bermanfaat jika dilakukan oleh perusahaan yang baru mengeluarkan
barang atau produk baru yang belum dikenal oleh masyarakat. Baik konsinyor maupun
komisioner konsinyi mendapat keuntungan dengan adanya konsinyasi ini. Bagi konsinyor
melalui konsinyasi secara tidak langsung dapat dijadikan sebagai sarana promosi produknya dan
menaikkan omzet penjualan serta memperluas daerah pemasaran. Bagi konsinyi akan mendapat
komisi bila berhasil menjualkan barang konsinyasi. Selain itu konsinyi tidak perlu menambah
modal kerja untuk membeli persediaan barang dagangan dan tidak menanggung risiko kerugian
bila barang yang dititipkan tidak laku karena dapat dikembalikan kepada konsinyor.

B. Saran
Bagi pihak konsinyi sangat disarankan untuk menerima barang secara konsinyasi barang-
barang yang cepat rusak atau barang yang sering mengalami fluktuasi harga karena resiko yang
ditimbulkan lebih kecil dibandingkan membeli barang secara langsung yang resikonya lebih
besar.Sedangkan bagi pihak konsinyor sangat disarankan untuk menjual produk baru secara
konsinyor secara tidak langsung dapat dijadikan sebagai sarana promosi produknya dan
menaikkan omzet penjualan serta memperluas daerah pemasaran.

15

Daftar Pustaka
http://dahlanforum.wordpress.com/2008/04/21/penjualan-konsinyasi/
Drebin R,Allan.1999.Advanced Accounting.Jakarta:Erlangga
purniajhegheg.blogspot.com
http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/07/metode-pencatatan-penjualan-konsinyasi.html
http://dwiermayanti.wordpress.com/2011/12/09/penjualan-konsinyasi/
http://www.slideshare.net/rizkynurulchasanah/akuntansi-keuangan-lanjutan-konsinyasi
http://aangkuro.blogspot.com/2013/12/akuntansi-keuangan-lanjutan-1-konsinyasi.html