Anda di halaman 1dari 4

RSCM

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional


Dr. Cipto Mangunkusumo

PRIMING PRISMAFLEX UNTUK PERSIAPAN


CRRT
Nomor Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

00

1/4

ANS.ICU.SPO.013
No.Dokumen Unit:

ANS.ICU.IK.041
Nama
Jabatan

Ditetapkan Oleh :
Direktur Medik dan Keperawatan

Disiapkan oleh :

Disetujui Oleh :

Dr. Rudyanto S,Sp.An KIC

Dr.Susilo, Sp.An.FRCA

Kepala Intensive Care Unit

Kepala Dept. Anestesiologi


dan Intensif Care

Tanda
Tangan

INSTRUKSI KERJA

Tanggal Terbit :
1 Januari 2012

DR.dr.C.H.Soedjono, SpPD(K)Ger
NIP.196006121985121001
Unit Kerja :
Intensive Care Unit

Tujuan :
Mengisi line sirkuit dialisat agar siap pakai untuk tindakan Continuous Renal Replacement Therapy
(CRRT). CRRT berfungsi menggantikan ginjal selama periode yang ditetapkan, selama 24 jam perhari
sebagai pengatur keseimbangan cairan tubuh, mengatur keseimbangan asam basa, sebagai pengatur
keseimbangan cairan elektrolit dan pengatur tekanan darah.
Ruang Lingkup :
Dilakukan pada pasien yang mempunyai masalah dengan ginjal dilakukan oleh perawat yang sudah
tersertifikasi.
Prosedur/Teknis Pelaksanaan :
1. Terapi berkelanjutan penggantian ginjal menggunakan ginjal buatan ( hemofilter, dialyzer ). Dengan
membrane semipermiabel untuk membuat dua kompartemen yang terpisah, seperti kompartemen
darah dan kompartemen cairan dialysis, karena memungkinkan pergerakan molekul kecil elektrolit dan
kreatinin ukuran sedang dan bahkan zat vasoaktif.
2. Terapi berkelanjutan penggantian ginjal menggunakan dua sistem, yaitu sistem pompa dan sistem
tanpa pompa. Sistem pompa seperti : (SCUF, CAVH, CAVHD, CAFHDF), sedangkan yang sistem
tanpa pompa yaitu: (CVVH, CVVHD, CVVHDF).
3. Penilaian pasien :
Tanda-tanda vital, parameter hemodinamik berat, nilai-nilai laboratorium (urea nitrogen darah)
kreatinin, elektrolite, hemoglobin, hematrokit, status neurologis.
4. Persiapan pasien
a. Beri penjelasan pada pasien atau keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan, pastikan pasien
memahami tindakan yang akan dilakukan
b. Berikan sedasi atau analgetik jika diperlukan
5. a. Persiapan alat:
- Resep dokter
- Mesin Prismaflex
- Set Prismaflex
- Larutan saline 1 liter + 5000 u heparin
- Larutan saline 500 cc (1)
- Spuit 20 cc
- Alkohol swab

PRIMING PRISMAFLEX UNTUK PERSIAPAN


CRRT

RSCM

Nomor Dokumen :

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional


Dr. Cipto Mangunkusumo

No. Revisi :

Halaman :

00

2/4

ANS.ICU.SPO.013
No.Dokumen Unit:

ANS.ICU.IK.041
-

Larutan Hemosol (resep dokter)


Sarung tangan steril
Menyalakan mesin
Terlihat Set Up Mode (diujung kiri atas layar)

b. Langkah langkah :
1) Set Up Mode (berada diujung kiri atas layar), pilih :
Same patient : pasien yang sama
New patient : pasien yang baru
Last treatment : terapi terakhir
2) Terlihat id pasien : ketik nama pasien
Weight pasien

: ketik berat badan pasien

3) Tekan ENTER
4) Pilih terapi : SCUF, CVVH, CVVHD, CVVHDF
5) Pemasangan set Prisma flex
Pasang set prisma flex (bentuk plastic transparan)
Pasang pressure pods, ada 3 buah : 1 buah berwarna kuning (atas), 2 buah merah (bawah)
Gantungkan line access/effluent (line berwarna merah/kuning)/ Y-line
Pasang deaeration chamber (bentuk seperti rumah keong). Sambungkan line return

pressure (warna biru) kearah mesin, kemudian kencangkan


Pasang line yang menuju ke blood leak detector, air detector dan klem return line
Gantungkan kantong effluent di scale yang bertanda kuning.
Tekan LOAD
Periksa ke 5 pompa, apakah kedudukannya baik di dalam pompa.
Di layar akan tampil mengenai bar code, cek apakah sesuai dengan filter yang dipakai. Di
tunggu sebentar, akan keluar petunjuk yang dijalankan selanjutnya,
Tekan continue.

6) Persiapkan pemakaian cairan (jalankan satu persatu petunjuk yang keluar dilayar).
Sambungkan Y line ke larutan saline 1 liter yang sudah berisi heparin 5000 U (gantungkan

kembali bagian kiri mesin)


Sambungkan Pre Blood Pump (PBP) (line berwarna putih)
Sambungkan cairan / hemosol replacement (line berwana ungu)
Sambungkan cairan / hemosol dialisat (line berwarna hijau)
Sambungkan line return (line berwarna biru) ke kantong sampah (effluent)
Continue
Pasang syringe untuk antikoagulan yang sudah di isi dengan antikoagulan sesuai dosis
resep

Pilih (

) untuk menaikan pump atau (

) untuk menurunkan pump.

RSCM
Rumah Sakit Umum Pusat Nasional
Dr. Cipto Mangunkusumo

PRIMING PRISMAFLEX UNTUK PERSIAPAN


CRRT
Nomor Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

00

3/4

ANS.ICU.SPO.013
No.Dokumen Unit:

ANS.ICU.IK.041

Lakukan pemasangan syringe, adjust pump, jika syringe terpasang dengan benar maka
akan muncul CONFIRM.
Tekan confirm (jika pemasangan syringe pump belum pas maka tulisan CONFIRM tidak
akan muncul, maka ulangi prosedur pemasangan)
Setelah semua terpasang dengan baik, keluar konfirmasi untuk membuka semua line.

7) Tekan PRIME (otomatis akan berlangsung Prime untuk prismaflex set, waktu yang dibutuhkan
untuk priming adalah 5 menit).
Pastikan gelembung udara keluar dari filter dan selang line set.
Tekan REPRIME, untuk mengulang priming
Note : disarankan lakukan priming paling tidak 2 x, sebelum menekan REPRIME, siapkan 1
liter saline lagi, agar saat REPRIME salinenya tercukupi.
Y line di klem pindahkan ke botol saline 1 liter yang sudah disiapkan.
Reprime menggunakan 1 liter saline tanpa menggunakan heparin.
Pastikan tidak ada gelembung pada filter dan blood line.
Bila masih ditemukan gelembung udara dalam sirkuit, bisa dilakukan MANUAL PRIME,
dengan menekan terus Manual Prime sampai gelembung tersebut keluar.
Setelah dipastikan tidak ada gelembung, langkah selanjutnya

8) Tekan PRIMETEST
Prime test menggunakan saline yang baru 500 cc, saline yang pertama kali diganti.
Prime test : prime yang dilakukan 1 kali lagi untuk membuat komplit, dimana mesin

melakukan sendiri untuk menilai set baik.


Keluar Tulisan PRIME TEST PASSED
Amati hal - hal berikut selama prosedur priming:
- Pastikan sterilitas dalam priming
- Pastikan gelembung udara sudah keluar dari filter dan saluran darah.
- Pastikan gelembung tidak masuk kembali.
- Waktu yang dibutuhkan setengah jam.
- Pastikan gelembung tidak masuk kembali.

9) Periksa batas cairan dalam deaeration chamber. Atur cairan pada batas yang diinginkan.
10) Atur excess patient fluid loss or gain limit.
11) Atur kecepatan aliran syringe pump antikoagulan secara kontinyu dan bolus sesuai dosis yang
diresepkan dokter (pemberian segera secara bolus hanya tersedia pada RUN MODE).

12) Atur kecepatan blood flow, pre-blood pump, dialysate dan/atau replacement dan kecepatan
patient fluid removal sesuai resep dokter.

13) Bersiap menghubungkan ke pasien untuk memulai pengobatan.

RSCM
Rumah Sakit Umum Pusat Nasional
Dr. Cipto Mangunkusumo

PRIMING PRISMAFLEX UNTUK PERSIAPAN


CRRT
Nomor Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

00

4/4

ANS.ICU.SPO.013
No.Dokumen Unit:

ANS.ICU.IK.041
6. Monitor dasar dan perawatan untuk pasien :
a. Lihat kondisi klinis dan catat berat badan setiap hari
b. Catat pemeriksaan awal dan berkelanjutan seperti :
Tanda-tanda vital
Distensi jugular vena
Adanya edema
Intake dan output
Penilaian otot, saraf dan paru
c. Pantau sirkulasi ekstremitas
d. Pantau elektrolit, glukosa dan albumin
e. Koreksi penggunaan obat yang membuat perubahan elektrolit.
f. Monitor sirkuit dan penggunaan mesin CRRT sesuai instruksi pengoperasian.
7. Instruksi penting yang harus ditulis di status pasien:
a. Kondisi akses vaskuler tentang patensi, kualitas aliran darah.
b. Tanggal dan waktu ganti balut di luka insersi.
c. Untuk sistem pompa, kaji laju aliran darah dan tekanan di arteri dan vena.
d. Pantau dan catat tanda-tanda vital dan berat badan.
e. Jumlah keseimbangan cairan per jam.
f. Lihat hasil penilaian data laboratorium
8. Lakukan pemeriksaan dasar:
a. Darah rutin, kimia darah, kalau perlu profil koagulasi.
b. Pemeriksaan mikrobiologi kalau perlu
c. Analisa Gas Darah
d. Foto thorak (setelah terpasangnya jalur kateter vena sentral atau arteri pulmonalis)
e. EKG
9. Jelaskan rencana penatalaksanaan pasien pada staff perawat.
10. Informasikan pada konsultan harian ICU yang bertugas.
11. Pemeriksaan tambahan lain apotek diperlukan.
12. Semua hasil pemeriksaan dan instruksi harus ditulis di lembar obervasi dan implementasi harian pasien
di ICU.

Unit terkait :
1. ICU Dewasa
2. ICU IGD
3. ICU Kencana