Anda di halaman 1dari 6

3.

A.

Status Ekonomi Keluarga Dan Cara Perawat Melakukan Pengkajian Status

Ekonomi Keluarga
Status ekonomi keluarga adalah kedudukan keluarga dimasyarakat berdasarkan
pendapatannya per bulan. Status ekonomi dapat dilihat dari pendapatan yang disesuaikan dengan
harga barang pokok (Kartono,2006).
Status

ekonomi

kemungkinan

besar

merupakan

pembentuk

gaya

hidup

keluarga

(Soetjiningsih,2004). Status ekonomi dapat ditentukan dari pendapatan baik dari kepala keluarga
maupun anggota keluarga lainnya yang ikut menanggung kebutuhan keluarga. Selain itu status
ekonomi keluarga juga ditentukan pula oleh kebutuhan-kebutuhan yang dikeluarkan oleh
keluarga serta barangn-barang yang dimiliki oleh sebuah keluarga.
Cara melakukan pengkajian status ekonomi keluarga :
Pengkajian Status ekonomi yang dapat didapatkan dengan menanyakan jumlah penghasilan yang
diperoleh keluarga. Perlu juga diketahui siapa yang menjadi pencari nafkah dalam keluarga, dana
tambahan ataupun bantuan yang diterima oleh keluarga, serta bagaimana keluarga mengaturnya
secara finansial. Selain itu juga perawat perlu mengetahui sejauh mana pendapatan tersebut
memadai serta sumber-sumber apa yang dimiliki oleh keluarga terutama yang berhubungan
dengan pelayanan kesehatan seperti asuransi kesehatan, kecakapan penanggulangan penyakit
yang diderita anggota keluarga maupun pencegahan terhadap sakit.
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi ekonomi keluarga adalah :
a)Sejauh mana keluarga memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan
b)Sejauh mana keluarga memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat dalam
upaya peningkatan status kesehatan keluarga.
Contoh Fungsi Ekonomi yang dikaji perawat :
Sumber pendapatan

: Ibu

Cara Manajemen Keuangan : Dipegang Ibu, gaji 2,5 juta perbulan


Keluarga belajar hidup hemat : makan sehari-hari habisnya kurang lebih 20rb per
hari, uang jajan anak 5ribu perhari.
Tabungan dan asuransi

: punya tabungan dibank, punya ASKES

Akses pelayanan ekonomi : tidak ada


Status ekonomi keluarga sangat mendukung terhadap kesembuhan penyakit. Biasanya
karena faktor ekonomi orang segan untuk mencari pertolongan dokter ataupun petugas kesehatan
lainnya. (Friedman, 1998 )

B. Cara Mengkaji Stress Dan Koping Keluarga


Stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan tekanan, perubahan,
ketegangan emosi (Sunaryo,2004).
Koping adalah proses atau ccara untuk berespon terhadap lingkungan (stimulasi) untuk
mencapai kondisi adaptasi (Prayetni,1999).

Mengkaji indikator stres dan koping dalam semua dimensi adaptasi


1. Indikator fisiologis
Yang perlu dikaji dr segi fisik klien :

Kenaikan tekanan darah


Peningkatan ketegangan otot leher,bahu,punggung
Peningkatan denyut nadi & frekuensi RR
Telapak tangan berkeringat
Tangan & kaki dingin
Postur tubuh tidak tegap
Keletihan
Sakit kepala
Gangguan lambung
suara yang bernada tinggi
Mual,muntah,diare
Perubahan nafsu makan
Perubahan berat badan
Perubahan frekuensi berkemih
hasil lab abnormal : peningkatan hormon

kortisol,ACTH,katekolamin,hiperglikemia
Gelisah : sulit tidur, sering terbangun saat tidur

Dilatasi pupil

2. Indikator perkembangan
Sampai tahap manakah sebuah keluarga mengalami stressor penyakit akibat stress dan
sampai mana tiap anggota keluarga dalam perkembangan fisik maupun mentalnya
3. Indikator emosional & perilaku stres

ansietas
Depresi
Kepenatan
Peningkatan penggunaan bahan kimia
Perubahan dalam kebiasaan makan,tidur & pola aktivitas
Kelehan menal
perasaan bingung
Kehilangan harga diri
Peningkatan kepekaan
kehilangan motivasi
Ledakan emosional & menangis
Penurunan produktivitas & kualitas kinerja
Kecendrungan membuat kesalahan
Mudah lupa & pikiran buntu
Kehilangan perhatian terhadap hal-hal yang rinci
Ketidakmampuan bekonsentrasi
Letargi
Rentan terhadap kecelakaan

4. Indikator intelektual

kehilangan motivasi
Ledakan emosional & menangis
Penurunan produktivitas & kualitas kinerja
Kecendrungan membuat kesalahan
Mudah lupa & pikiran buntu
Kehilangan perhatian terhadap hal-hal yang rinci
Ketidakmampuan bekonsentrasi
Letargi
Rentan terhadap kecelakaan

5. Indikator sosial
Menggali bersama klien tentang besarnya tipe, kualitas interaksi sosial yang ada.
6. Indikator spiritual
Kaji sejauh mana klien menghadapi stressor terhadap hubungan klien dengan
keyakinan spiritualnya. Pada stress berat klien terkadang melampiaskan Kemarahan pada
Tuhan ,Individu memandang stresor sebagai hukuman dr Tuhan.
Stress dan koping keluarga
a. Stressor jangka pendek dan panjang
- Stressor jangka pendek yaitu stressor yang dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian
dalam waktu + 6 bulan
- Stressor jangka panjang yaitu stressor yang dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian
dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor
Hal yang perlu dikaji adalah sejauhmana keluarga berespon terhadap situasi/stressor.
c. Strategi koping yang digunakan
Strategi koping apa yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan.
d. Strategi adaptasi disfungsional
Dijelaskan mengenai strategi adaptasi disfungsional yang digunakan keluarga bila menghadapi
permasalahan

C. Pengertian Status Nutrisi/ Pemenuhan Nutrisi Keluarga Dan Cara Mengkaji Status
Nutrisi Keluarga

Gizi adalah suatu proses menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal untuk
mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta
menghasilkan energi. Keadaan gizi atau nutrisi adalah keadaan akibat dari keseimbangan antara
konsumsi dan penyerapan gizi dan penggunaan zat gizi tersebut atau keadaan fisiologi akibat
dari tersedianya zat gizi dalam sel tubuh .
Jadi, status gizi atau nutrisi keluarga merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi
makanan dan penggunaan zat gizi yang didapat oleh keluarga. Dibedakan atas status gizi buruk,
gizi kurang, gizi baik, dan gizi lebih. Status gizi merupakan faktor yang terdapat dalam level
individu (level yang paling mikro). Faktor yang mempengaruhi secara langsung adalah asupan
makanan dan infeksi. Pengaruh tidak langsung dari status gizi ada tiga faktor yaitu ketahanan
pangan di keluarga, pola pengasuhan anak, dan lingkungan kesehatan yang tepat, termasuk akses
terhadap pelayanan kesehatan.
Penilaian Status Gizi
Penilaian status gizi secara langsung menurut Supariasa (2001) dapat dilakukan dengan:
1 Antropometri
Antropometri adalah ukuran tubuh manusia. Sedangkan antropometri gizi adalah berhubungan
dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dan tingkat umur dan
tingkat gizi. Antropometri secara umum digunakan untuk melihat keseimbangan asupan protein
dan energi. Antropometri sebagai indicator status gizi berdasarkan : umur,BB, tinggi badan,
Lingkar Lengan Atas, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar piinggul, dan tebal lemaak dibawah
kulit (Supariasa,2001 dan Wijono,2009).
2 Klinis
Pemeriksaan klinis adalah metode untuk menilai status gizi berdasarkan atas perubahan
perubahan yang terjadi dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi, seperti kulit, mata, rambut,
dan mukosa oral atau organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid.
3 Biokimia
Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris
yang dilakukan pada berbagai macam jaringan. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain darah,
urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.
4 Biofisik

Penilaian status gizi secara tidak Iangsung menurut Supariasa, IDN (2001) dapat dilakukan
dengan:
1) Survey Konsumsi Makanan
Survey konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara tidak
langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat dan gizi yang dikonsumsi.
2) Statistik Vital
Yaitu dengan menganalisis data beberapa statistik kesebatan seperti angka
kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian karena penyebab tertentu dan
data lainnya yang berhubungan dengan gizi.
3) Faktor Ekologi
Malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi antara beberapa
faktor fisik, biologis dan lingkungan budaya. Jumlah makanan yang tersedia sangat
tergantung dan keadaan ekologi seperti iklim, tanah, irigasi, dan lain-lain.

D. Pengertian Pengkajian Harapan Keluarga


Biasanya dilakukan di akhir pengkajian, perawat menanyakan harapan keluarga terhadap
petugas kesehatan yang ada.

http://www.scribd.com/doc/127662162/Pengkajian-Keluarga
http://jiisajis.wordpress.com/penjelasan-pengkajian-asuhan-keperawatan-keluarga/
http://www.slideshare.net/HeriEstesa/pengkajian-keperawatan-keluarga
http://www.academia.edu/5772037/Asuhan_Keperawatan_Keluarga