Anda di halaman 1dari 38

MAKANAN POKOK AYAM ADUAN:

Makanan sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan maupun stamina


ayam aduan
Pemilihan makanan sebaiknya disesuaikan oleh tipe tarung dan postur
tubuh,sudah barang tentu makanan yg berbeda akan mempengaruhi bobot
pukulan maupun kelincahan
A.Beras merah
Diberikan setelah ayam dewasa yaitu setelah pertumbuhan bulunya selesai
,beras merah
Memiliki kadar protein yang tinggi mengandung rendah lemak,mudah dicerna
biasanya
Ayam yg diberikan beras merah akan menjadi kekar dan padat hanya bobot
ayam menjadi berat namun sesuai dengan ayam yg mempunyai dasar pukulan
yang keras.
Cocok diberikan pada ayam yg tipe jalu yaitu pertumbuhan jalu yang sangat
cepat .Ayam jalu yang baik mempunyai tipikal harus cepat memyelesaikan
pertarungan.
B.Gabah
Pemberian gabah menjadikan tubuh ringan dan kesat mirip dangan beras merah
hanya ga
Bah mempunyai kandungan vitamin yg lebih komplek ,kalsium yang tinggi dan
ekonomis, memperkuat bulu,jago tidak mudah rontok bulu.gabah sangat sesuai
dengan
Ayam tipe jalu yang memerlukan kelincahan terbang untuk menyerang cepat
.pemberian
Gabah hendaknya direndam air dulu gabah yg mengapung dipisahkan.
C.Jagung
Diberikan pada ayam pukul, mempunyai pertumbuhan jalu lambat maupun lepek
(tidak tumbuh jalu )mempunyai kandungan karbohidrat yg tertinggi diantara
beras merah dan gabah ,kandungan fosfor dan kalsium berpengaruh baik
terhadap pertumbuhan tulang,pertulangan ayam menjadi kuat dan besar
Karbohidrat menjadikan ayam mempunyai tenaga yang besar dan pukulan
keras ,penggunaan jagung direndam dulu sebelum diberikan supaya lebih lunak .

PEMBERIAN PAKAN AYAM ADUAN


AYAM JALU : Ayam jalu yang baik adalah yang bertipe 'nimpuk' atau memukul
terus menerus tanpa mematuk, memukul sesering mungkin dalam waktu
sesingkat-singkatnya. Faktor kecepatan sangat menentukan. Karena ayam jalu
amat mengandalkan kecepatan, maka menu ransum yang paling tepat adalah
yang mengandung protein tinggi dan sedikit lemak. Hal ini hampir sama dengan
menu makanan atlit pelari sprint seperti Carl Lewis. Keunggulan ransum protein
tinggi adalah menjamin tenaga yang besar, dan kecepatan gerak sangat tinggi.
Kelemahan ransum protein tinggi adalah otot mudah kelelahan (tidak bisa untuk
full time).

Formula ransum yang bisa dipakai : 2 kg konsentrat ayam petelur + 8 kg bekatul


atau dedak (awas hati-hati ... sudah setahun ini beredar dedak palsu yang
dicampur serbuk kayu !). Formula ini adalah menu makanan pokok yang harus
diberikan dengan dicampur air. Sebagai suplemen, dalam kadar sedikit, Anda
dapat memberi jagung, beras merah, atau gabah. Sebaiknya, setiap hari ayam
dijemur di atas alas pasir yang ditaburi pecahan batako. Pecahan batako
tersebut akan dimakan ayam sebagai sumber kalsium yang menguatkan tulang.

AYAM PUKUL : Untuk ayam pukul yang dirancang menang dalam waktu kurang
dari 2 ronde, menu ransum sama dengan ayam jalu. Namun, jika ayam Anda
dirancang untuk lebih tahan hingga 4 atau 5 ronde, menu yang tepat adalah
tinggi protein dan tinggi energi.
Formula ransum ayam pukul : 5 kg jagung halus + 2 kg dedak atau bekatul + 3
kg konsentrat ayam petelur.
CATATAN :
1. Formula di atas hanya digunakan pada ayam yang dipelihara secara semi
intensif atau ekstensif. Jika Anda memelihara secara intensif (ayam tidak
diumbar), Anda harus menambahkan 1 ons susu bayi pada formula di atas.
2. Formula di atas hanya dapat digunakan selama 14 hari berturut-turut. Lebih
dari 14 hari harus diselingi makanan lain selama beberapa hari.

:: Babon Unggul dan Babon Cetak Ayam Petarung ::

Bagi penghobi breeding ayam bangkok, memahami cara memilih indukan yang baik adalah
wajib. Seekor babon, adalah mesin utama dalam sebuah peternakan, dan khusus untuk urusan
breeding,
sering
berperan
lebih
penting
daripada
jago.
Memilih babon yang baik adalah tidak mudah, dan lebih sulit daripada memilih jago yang
baik. Seekor jago bisa dipilih dengan melihat cara bertarungnya menghadapi berbagai tipe
lawan,
tetapi
seekor
babon
yang
baik
tidak
cukup
demikian.
Dalam perindukan ayam, dikenal dua jenis babon istimewa yaitu babon unggul dan babon
cetak.
Babon unggul adalah babon pilihan, memiliki silsilah perindukan yang baik, struktur tulang
yang bagus, bentuk badan ideal (seperti botol) dan menunjukkan teknik bertarung yang baik.
Babon ini juga harus memiliki sifat dominan pada keturunan, sehingga anak-anak yang
dihasikan cenderung akan mewarisi kelebihan induknya. Bahkan ketika dikawinkan dengan
jago yang kurang baguspun, anak yang dihasilkan akan cenderung ikut induk dan lebih bagus
dari
bapaknya.
Babon
unggul
biasanya
berasal
dari
galur
murni.

Babon cetak adalah babon yang punya kecenderungan resesif dalam keturunan. Anak yang
dihasilkan akan cenderung mirip atau fotocopy dengan bapaknya. Seekor babon cetak yang
baik, harus menghasilkan anak yang jelek ketika jagonya jelek. Sebaliknya harus
menghasilkan anak bagus ketika jagonya bagus. Jika babon cetak dikawinkan dengan jago
jelek dan anaknya bagus, maka ia gugur dalam kriteria babon cetak dan harganya turun.
Babon cetak bisa cetak fisik, cetak teknik, atau cetak semuanya. Untuk uji cetak fisik, adalah
dengan mengawinkan berbeda bulu atau bentuk jengger yang beda. Seekor babon cetak
berwarna hitam harus menghasilkan anak berwarna putih ketika jagonya putih. Jika
dikawinkan dengan ayam katai, maka anaknyapun harus kecil-kecil. Untuk uji cetak teknik,
harus dikawinkan dengan jago berteknik jelek, lalu dengan jago berteknik bagus. Seekor
babon yang cetak sempurna, harganya bisa amat mahal dan tidak realistis. Babon cetak bisa
berasal dari galur murni (BK) maupun campuran (F1 maupun F2) atau turunan yang sudah
jauh.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 11:22 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Ayam Petarung Pukul dan Ayam Petarung Taji ::

Taji atau jalu adalah senjata ayam yang cukup menentukan. Taji yang baik harus memiliki
struktur lapisan yang kuat, besarnya proporsional dengan kaki, dan posisi terbaik adalah
dekat
dan
searah
jari
kaki
belakang
ayam.
Ayam bangkok ada juga yang tidak memiliki taji, hanya berupa tonjolan ruas taji yang keras
yang besarnya bisa beragam. Ayam yang tidak memiliki taji ini disebut dengan ayam keplek.
Berdasarkan taji yang dimiliki serta gaya bertarungnya, dikenal ada dua kelompok yaitu
ayam pukul dan ayam taji. Umumnya semua ayam keplek adalah ayam pukul dan semua
ayam bertaji adalah ayam taji. Tetapi dalam pengamatan lebih serius, sebenarnya ini juga
berpengaruh
pada
gaya
bertarung
dan
postur
badan
yang
ideal.
Ayam pukul umumnya memiliki pukulan mematikan, keras dan jitu pada bagian kepala,
leher, dan bahu lawan. Ayam pukul biasanya akan menyerang dengan pukulan yang efektif.
Postur ayam pukul haruslah kekar, tulang kuat dengan otot-otot yang besar agar
menghasilkan pukulan yang keras. Karena itu, pola makan juga lebih mengarah pada
pembentukan tubuh yang kekar. Jagung adalah menu murah dan baik untuk ayam pukul.
Sesekali
bisa
dikombinasikan
dengan
beras
merah.
Ayam taji umumnya memiliki pukulan yang produktif. Pukulan tak selalu harus pada bagian
mematikan tetapi harus sesering mungkin memukul. Pukulan dengan taji yang tajam, selalu
memiliki efek serius meskipun tidak pada bagian yang mematikan. Postur ideal ayam taji
adalah ramping dan padat, dengan dukungan bulu sayap yang sempurna agar mampu
bergerak gesit dan cepat dalam melontarkan pukulan. Ayam taji sebaiknya menghindari
benturan fisik, dan yang terbaik adalah menjaga jarak sambil terus menyerang dengan taji.
Menu makan untuk ayam taji sebaiknya yang tidak akan membuat gemuk dan kekar, tetapi
lebih mengarah pada pembentukan badan yang ramping padat dan ringan. Gabah (padi)
adalah
menu
utama
yang
ideal
bagi
ayam
taji.
Ayam pukul biasanya memiliki kesiapan lebih dini dibanding ayam taji. Pada umur 12 bulan,
ayam pukul sudah bisa dijadikan petarung, tetapi untuk ayam taji, idealnya 18 bulan untuk
menunggu agar tajinya benar-benar sudah mencapai pertumbuhan ideal. Banyak juga pelatih
ayam taji yang baru menarungkan ayamnya setelah proses bluru yang pertama.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 11:17 0 komentar

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook


Link ke posting ini

:: Badan Botol dan Badan Bronggal Ayam Petarung ::

Ayam bangkok jika dilihat dari depan maupun dari samping memang memiliki penampilan
paling gagah dibanding ayam ras lain. Secara umum badannya terlihat tegap, dengan dada
yang
membusung
dan
otot
paha
yang
kokoh.
Tetapi memilih bentuk badan yang ideal, tidaklah cukup dengan hanya mengamati
penampilannya. Mau tidak mau, badan ayam harus kita pegang untuk mengetahui secara
persis bagaimana bentuk badannya. Cara memegangnya adalah dengan meletakkan tangan di
samping kiri dan kanan badan ayam, kedua jempol bersentuhan di punggung dan dua jari
tengah saling bertemu di dada tepat pada pangkal paha bagian depan. Bentuk ayam yang
ideal adalah bulat memanjang seperti botol dengan bagian dada yang melebar. Bentuk bulat
seperti botol ini tidak tergantung dari ukuran ayam. Baik ayam berpostur kecil maupun besar,
tetap pegangannya akan terasa enak. Ayam yang pegangannya enak, biasanya akan memiliki
teknik
bertarung
yang
baik
dan
gerakan
yang
bagus.
Dalam kasus tertentu, ada juga bentuk badan ayam yang menonjol pada tulang dada bawah
sehingga pegangannya jadi mengganjal dan tidak nyaman. Ayam ini disebut dengan ayam
bronggal. Sebenarnya teknik tarung ayam bronggal tidak selalu jelek, dalam beberapa kasus
malah punya kecenderungan pukulan yang keras dan tahan pukul. Tetapi ayam bronggal jelas
memiliki kerugian dalam hal gandeng. Karena pegangannya yang besar, seringkali harus

menghadapi lawan yang ukurannya di atasnya tetapi jatuhnya pegangan sama. Selain itu
bentuk
badan
bronggal
juga
membuat
ayam
relatif
kalah
gesit.
Badan bronggal adalah faktor genetik. Cara untuk menghindarinya adalah dengan
mengawinkan jago bronggal yang memiliki teknik tarung berkualitas dengan babon yang
berbadan botol sempurna dan ramping. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan
membuat tenggeran untuk tidur bagi anak-anak ayam yang sejak kecil sudah bisa
diidentifikasi akan berbadan bronggal. Cara tidur yang bertengger akan membuat tulang dada
bawah bersentuhan dengan tenggeran yang akan membuatnya tidak terlalu berkembang
menonjol.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 11:06 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Ayam Petarung Leher Perkasa ::

Leher ayam bangkok yang ideal adalah yang memenuhi kriteria antara lain lentur agar mudah
menghindar, kokoh untuk menahan pukulan dan liat sehingga efektif untuk mengunci.
Banyak cara untuk melatih leher ayam, salah satunya dengan rajin mengurut. Selain itu,
ketika ayam memasuki masa uji coba tarung (abar), maka setiap pukulan yang diterima leher
secara
alami
akan
membuat
otot
leher
terbentuk.
Ukuran leher ayam harus proporsional, tidak terlalu panjang dan terlalu pendek. Leher yang
terlalu panjang, akan membuat sulit menghindar dari pukulan lawan. Sebaliknya leher yang
terlalu pendek, akan membuat sulit untuk mengunci (ngalung) lawan.
Yang terpenting lagi, selain memiliki otot leher yang baik, ruas tulang leher juga harus rapat.
Ini sangat penting untuk menawan pukulan ke leher. Banyak kasus ayam KO adalah karena
pukulan ke arah leher yang membuat ruas tulang terbuka sehingga syaraf yang ada di leher
terganggu sekaligus cedera tulang leher.

Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 10:59 0 komentar


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Ayam Petarung Badan Bantat ::

Setiap pelatih selalu menginginkan ayam aduannya memiliki tubuh yang prima. Badan yang
tahan pukul, pukulan yang keras, lompatan yang tinggi dan keunggulan fisik lainnya. Untuk
itu mereka berupaya melatih ayamnya dengan berbagai metode seperti renang, jalan jongkok,
jantur, diputar (mengelilingi ayam lain dalam kurungan) dan metode lainnya.
Seringkali karena porsi latihan yang terlalu berat, otot ayam terbentuk sedemikian rupa mirip
seorang binaraga. Ayam yang terlalu berotot ini memang akan tahan pukul karena tebalnya
otot yang dimiliki terutama otot dada dan paha. Namun kondisi ini juga dibarengi dengan
menurunnya kelincahan ayam. Ayam menjadi kaku, susah bergerak dan jarang mampu
melompat. Dalam pertarungan yang berimbang kekuatan, ayam bantat akan menjadi terlalu
pasif,
tidak
produktif
dan
lebih
cepat
lelah.
Cara yang paling efektif untuk mengatasi badan ayam yang bantat adalah dengan berkipu
atau mandi dengan pasir/tanah halus. Ayam pun secara alami akan senang melakukannya.

Anda tinggal menyediakan tempat untuk itu, sejengkal tanah yang diberi pasir atau tanah
lembut (debu). Selain itu beri kesempatan ayam untuk bergerak secara bebas pada ruang yang
cukup dan sediakan tempat bertengger agar sering melompat.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 10:57 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Mengatasi Ayam Petarung Leres (Jatuh Mental) ::

Ayam leres (jatuh mental) adalah salah satu masalah besar bagi para pemilik ayam aduan.
Leres atau jatuh mental adalah suatu kondisi ketika ayam menjadi tidak percaya diri dan tidak
memiliki keberanian bertarung. Jika beranipun biasanya akan segera lari begitu merasakan
sakit. Ayam leres bisa karena beberapa kondisi: (1) trauma kekalahan, (2) shock karena takut
atau
kaget,
dan
(3)
keturunan
(genetik)
*Trauma
kekalahan
Ayam jago yang pernah kalah, apalagi kalah telak, bisa mengalami kondisi leres atau jatuh
mental. Karena rasa sakit yang diderita, ayam akan merasa takut berkelahi dan tidak memiliki
hati
atau
keberanian
terhadap
ayam
lain.
*Shock
karena
takut
atau
kaget
Ayam jago juga bisa mengalami leres karena takut atau kaget. Leres karena takut bisa terjadi
jika ayam mengalami kejadian dikejar binatang yang lebih besar, misal anjing. Sedang leres
karena kaget biasanya terjadi karena kejadian yang begitu tiba-tiba dan mengagetkan

misalnya kejatuhan dahan pohon atau ada kendaraan yang hampir menabraknya. Jika
kejadian tersebut memang amat menakutkan atau mengagetkan bagi si ayam, akan dapat
membuat hati ayam menjadi kecil dan tidak memiliki keberanian bertarung.
*Keturunan
(genetik)
Leres bisa juga karena keturunan. Ada ayam-ayam tertentu yang memiliki kecenderungan
hati yang lemah. Ayam-ayam seperti ini, meskipun memiliki teknik tarung dan postur yang
baik, biasanya bernyali kecil dan begitu merasa sakit atau terkena pukulan keras akan lari.
Menyembuhkan ayam leres bukanlah pekerjaan mudah. Perlu waktu lama dan kesabaran
dalam proses. Kegagalan dalam penanganan akan membuat proses harus dimulai dari awal
atau
malah
kehilangan
peluang
sama
sekali.
Berikut

adalah

kiat-kiat

untuk

menyembuhkan

ayam

leres:

Fase 1, biarkan ayam jago yang leres berkumpul dengan ayam-ayam betina saja. Bisa juga
kalau dicampur dengan ayam-ayam yang masih kecil, yang tidak mungkin memiliki
keberanian berkelahi dengan si pasien. Lakukan ini antara 2 minggu sampai satu bulan, atau
sampai anda yakin ayam tersebut mulai memiliki kepercayaan diri. Selama proses ini jangan
sampai ada jago lain (meskipun lebih lemah) yang masuk ke wilayahnya. Yang perlu
diperhatikan, area penyembuhan ini juga benar-benar bebas dari intimidasi ayam jago lain,
misal masih ada ayam jago lain yang terlihat oleh ayam jago yang leres meskipun areanya
dibatasi. Bahkan meskipun tidak bisa melihat tapi suara kokok yang terlalu keras karena
tempat yang berdekatan, bisa membuat penyembuhan mentalnya berjalan lambat.
Fase 2, setelah melewati fase 1 dengan baik, tahap berikutnya adalah dengan memasukkan
ayam-ayam lancur yang mulai berani kokok tapi belum memiliki keberanian bertarung.
Keberadaan ayam-ayam lancur yang secara fisik sudah besar tapi tidak berani berkelahi ini,
akan membuat ayam leres menjadi lebih percaya diri. Ia akan cenderung mengejar dan
mengintimidasi
ayam-ayam
muda
tersebut.
Fase 3, adalah fase uji coba mental. Setelah anda yakin fase 2 terlampaui dengan baik, anda
bisa mencoba mengadu ayam tersebut dengan ayam lain yang sudah pasti kalah. Bisa ayam
yang lebih muda dan lemah atau ayam kampung yang fisiknya lebih lemah. Kemenangan
terhadap ayam-ayam musuhnya tersebut sangat mempengaruhi kepercayaan dirinya. Lakukan
berulang kali dengan ayam-ayam lain yang lebih lemah sampai benar-benar kepercayaan
dirinya
pulih.
Jika fase 3 ini sudah dilakukan dengan baik, maka yang anda perlu lakukan tinggal
menyiapkan fisiknya secara baik untuk pertarungan yang sesungguhnya.
Banyak orang yang berpendapat bahwa ayam leres tidak dapat diambil keturunannya lagi
karena rasa penakutnya akan turun ke anak-anaknya kelak. Pendapatnya ini nampaknya tidak
benar. Ayam leres dapat saja diambil keturunannya, kecuali ayam leres yang memang karena
garis keturunan.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 10:55 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Pola Pertarungan Ayam Petarung ::

Di antara binatang lain, ayam memiliki keunikan dalam pertarungan. Dua ekor ayam yang
berhadapan, tidak serta merta berkelahi begitu saja. Ada tiga tahap dalam pertarungan ayam,
yaitu: tahap penjajagan (abar), tahap pertarungan, dan tahap penyelesaian.
*Tahap
Penjajagan
(Abar)
Pertama kali berhadapan, dua ekor ayam yang bertarung akan melakukan tahap penjajagan.
Pada tahap ini dua ayam akan saling menyerang tapi sama-sama menjaga jarak.
Pertarungapun lebih sering terjadi di udara yaitu dua ayam sama-sama melompat kemudian
melepaskan pukulan ke depan, sehingga sering terjadi benturan dengan kaki lawan. Tahap ini
digunakan oleh ayam untuk saling mengukur tenaga dan kecepatan lawan. Lama tahap
penjajagan ini bervariasi, jika sudah merasa cukup maka seperti sepakat dua ayam yang
bertarung
akan
mengubah
ke
pertarungan
yang
sesungguhnya.
*Tahap
Pertarungan
Pada tahap ini, dua ekor ayam akan bertarung pada jarak dekat dengan berusaha saling
membelit atau menumpangkan leher di atas leher lawan. Teknik tarung ayam baru akan
kelihatan pada tahap ini. Dua ayam akan saling menyerang dengan pola tarung masingmasing, saling tukar pukulan dan jarang sekali terjadi adu kaki seperti tahap abar. Tahap ini
adalah pertarungan yang sesungguhnya dan bisa berlangsung lama jika kedua ayam
berimbang.
*Tahap
Penyelesaian
Pada saat kedua fisik ayam sudah sama-sama melemah, maka pertarungan akan berlangsung
lebih lambat dan terlihat kedua ayam mencoba memukul secara efisien. Yang terlihat adalah
dua ayam saling menumpangkan leher dengan gerakan lambat sambil bergerak memutar ke
kiri dan kanan. Jika kedua ayam bertarung secara berimbang pada babak sebelumnya, maka
pada tahap inilah betul-betul teruji seorang ayam petarung yang sempurna. Pada tahap ini
secara umum akan menjadi penentu siapa yang lebih kuat. Seekor ayam petarung yang baik
biasanya memiliki simpanan pukulan mematikan pada tahap ini. Namun ada juga ayam yang
menguasai pertarungan tapi tidak memiliki pukulan mematikan. Bisa terjadi meskipun lawan
sudah tidak mampu membalas, namun karena tidak punya pukulan mematikan pertarungan
berakhir
dengan
draw.
Tiga tahap tersebut adalah tahap normal. Jika ayam memiliki killing punch yang baik,
dengan taji maupun pukul, pertarungan bisa berakhir pada tahap mana saja.

Pada ayam betina, tahap abar tidak ada. Begitu mereka berhadapan maka mereka langsung
bertarung dengan tempo cepat.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 10:42 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

Senin, 24 Januari 2011


:: Sejarah Ayam Bangkok ::

Ayam bangkok pertama kali dikenal di Cina pada 1400 SM. Ayam jenis ini selalu dikaitkan
dengan kegiatan sabung ayam (adu ayam). Lama-kelamaan kegiatan sabung ayam makin
meluas pada pencarian bibit-bibit petarung yang andal. Pada masa itu, bangsa Cina berhasil
mengawinsilangkan ayam kampung mereka dengan beragam jenis ayam jago dari India,
Vietnam, Myanmar, Thailand dan Laos. Para pencari bibit itu berusaha mendapat ayam yang
sanggup
meng-KO
lawan
cuma
dengan
satu
kali
tendangan.
Menurut catatan, sekitar seabad lalu, orang-orang Thailand berhasil menemukan jagoan baru
yang disebut kings chicken. Ayam ini punya gerakan cepat, pukulan yang mematikan dan
saat bertarung otaknya jalan. Para penyabung ayam dari Cina menyebut ayam ini: leung hang

qhao.

Kalau

di

negeri

sendiri,

ia

dikenal

sebagai

ayam

bangkok.

Asal tahu saja, jagoan baru itu sukses menumbangkan hampir semua ayam domestik di Cina.
Inilah yang mendorong orang-orang di Cina menjelajahi hutan hanya untuk mencari ayam
asli yang akan disilangkan dengan ayam bangkok tadi. Harapannya, ayam silangan ini
sanggup
menumbangkan
keperkasaan
jago
dari
Thailand
itu.
Konon, pada era enam puluhan di Laos nongol sebuah strain baru ayam aduan yang sanggup
menyaingi kedigdayaan ayam bangkok. Namun setelah terjadi kawin silang yang terusmenerus maka nyaris tak diketahui lagi perbedaan antara ayam aduan dari Laos dengan ayam
bangkok
dari
Thailand.
Di Thailand dan Laos, ada beberapa nama penyabung patut dicatat, seperti Vaj Kub, Xiong
Cha Is dan kolonel Ly Xab. Pada 1975, ayam bangkok milik Vaj Kub sempat merajai
Nampang, arena adu ayam yang cukup bergengsi di negeri gajah putih itu. Ayam yang
bernama Bay itu merupakan salah satu hasil tangan dingin Vaj Kub dalam melatih dan
mencari
bibit
ayam
aduan
yang
handal.
Kedigdayaan ayam-ayam hasil ternakan Vaj Kub berhasil disaingi rekan sejawatnya dari kota
Socra, Malaysia. Mereka dari negeri jiran itu mampu menelurkan parent stock atau indukan
unggul. Hanya saja pada generasi berikutn ya, Mr.Thao Chai dari Thailand berhasil
menumbangkan dominasi peternak dari Malaysia. Mr.Thao memberi nama jagoan baru
itu,Diamond
atau
Van
Phet.
Thailand memang tak perlu diragukan lagi sebagai negara penghasil ayam bangkok unggul.
Malahan sektor ini sudah diakui sebagai penambah devisa negeri gajah putih tersebut. Dari
Thailand bisnis ayam aduan ini tak hanya merambah kawasan Asia Tenggara saja, namun
meluas
ke
Meksiko,
Inggris
dan
Amerika
Serikat.
Ada kebiasaan yang berbeda antara sabung ayam di Thailand dan negara kita. Di Thailand
ayam yang bertarung tak diperbolehkan memakai taji atau jalu. Alhasil, ayam yang diadu itu
jarang ada yang sampai mati. Kebalikannya di Indonesia, ayam aduan itu justru dibekali taji
yang
tajam.
Taji
justru
menjadi
senjata
pembunuh
lawan
di
arena.
Di Indonesia, hobi mengadu ayam sudah lama dikenal, kira-kira sejak dari zaman Kerajaan
Majapahit. Kita juga mengenal beberapa cerita rakyat yang melegenda soal adu ayam ini,
seperti cerita Ciung Wanara (di daerah ciamis), Kamandaka dan Cindelaras. Cerita rakyat itu
berkaitan erat dengan kisah sejarah dan petuah yang disampaikan secara turun-temurun.
Kota Tuban, Jawa Timur diyakini sebagai kota yang berperan dalam perkembangan ayam
aduan. Di sini, ayam bangkok pertama kali diperkenalkan di negara kita. Tak ada keterangan
yang bisa menyebutkan perihal siapa yang pertama kali mengintroduksi ayam bangkok dari
Thailand.
Sebetulnya, jenis ayam aduan dari dalam negeri(lokal)tak kalah beragam, seperti ayam
wareng (Madura) dan ayam kinantan (Sumatra). Namun ayam-ayam itu belum mampu untuk
menyaingi kedigdayaan ayam bangkok.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 13:52 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Penyakit Ngorok Ayam Petarung ::

Penyakit Ngorok biasa dalam bahasa kedokteran biasa disebut dengan Chronic Respiratory
Disease (CRD) atau mikoplasmosis atau Sinusitis atau Air Sac. Penyakit Chronic Respiratory
Disease disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum.Biasanya menyerang ayam pada
usia 4-9 minggu. Penularan terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang, tempat
makan dan minum, serta manusia. Lihat Selengkapnya, telur tetas atau DOC yang terinfeksi.
Faktor predisposisi atau faktor pendukung
- Kondisi kandang yang lembab
- Kepadatan kandang yang terlalu tinggi
- Litter yang kering
- Kadar amonia yang tinggi.
Cara penularan
Penularan penyakit terjadi baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal dapat
melalui induk yang menularkan penyakit melalui telur dan horizontal disebarkan dari ayam
yang sakit ke ayam yang sehat. Penularan penularan tidak langsung dapat melalui kontak
dengan tempat peralatan, tempat pakan, hewan liar maupun petugas kandang.
Gejala klinis
Ngorok basah, adanya leleran hidung lengket dan terdapat eksudat berbuih pada mata dan
ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya. Pada kasus kronis mengakibatkan kekurusan
dan keluarnya cairan bernanah dari hidung.
Pengobatan
Pengobatan CRD pada ayam yang sakit dapat diberikan baytrit 10% peroral, mycomas
dengan dosis 0.5 ml/L air minum, tetraclorin secara oral atau bacytracyn yang diberikan pada
air minum.
Pencegahan
Membeli ayam baik indukan, pejantan dan anakan yang benar-benar terbebas dari chronic
respiratory disease (CRD).Menjaga kebersihan dan tingkat kelembaban kandang dan area
ayam.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 13:43 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Jubah-Jubah Ayam Petarung ::

Salah satu bagian menarik dari penampilan ayam aduan adalah warna bulunya. Warna bulu
ayam jago begitu beragam. Ada beberapa penghobi yang justru suka mengoleksi berbagai
warna tapi ada juga yang fanatik pada warna-warna tertentu.

Berikut adalah beberapa nama ayam berdasarkan corak dan warna bulunya:
*WIRING
Bulu ayam bangkok jantan yang paling populer dan berkelas adalah warna wiring. Corak
warna ini adalah terdiri dari warna dasar hitam dengan bulu rawis leher dan rawis ekor
berwarna kuning kemerahan. Jika warna rawis yang dominan adalah kuning keemasan, maka
disebut sebagai WIRING KUNING. Jika warna rawis cenderung merah tua kecoklatan disebut
WIRING GALIH.
*WANGKAS
Berbeda dengan wiring yang memiliki warna dasar hitam, ayam wangkas memiliki warna
dasar yang hampir sama dengan rawisnya yaitu kuning kemerahan. Jika warna bulu
cenderung kuning keemasan disebut WANGKAS EMAS dan jika warna lebih gelap kemerahan
disebut dengan WANGKAS GENI.
*KLAWU
Warna klawu memiliki warna dasar abu-abu. Jika rawisnya berwarna gelap atau abu-abu
kehitaman disebut dengan KLAWU KETHEK dan jika rawisnya berwarna kuning kemerahan
disebut KLAWU GENI.
*BLOROK
Warna blorok adalah kondisi ketika bulu ayam berwarna totol-totol dan merupakan kumpulan
dari berbagai warna. Warnak blorok yang sederhana biasanya hanya terdiri dari warna dasar
putih bertotol hitam dengan rawis berwarna merah. Namun warna blorok akan dianggap
istimewa jika kombinasi warna dasarnya lengkap, yaitu putih, hitam, merah dan hijau dengan
rawis putih kemerahan. Warna ini disebut dengan BLOROK MADU.
*JRAGEM
Warna ini adalah warna hitam, berikut rawisnya. Jika kulit tubuh, paruh, mata serta sisiknya
hitam semua disebut warna CEMANI. Untuk ayam bangkok jarang yang memiliki warna ini.

Warna ini biasanya terjadi bila ada garis keturunan yang bersilangan dengan ayam kampung
jenis Cemani.
*JALI
Warna jali adalah warna blorok yang merupakan campuran beberapa warna tapi dalam noktah
atau garis-garis kecil. Ini berbeda dengan blorok yang cenderung berpola totol. Jarang ayam
bangkok yang berwarna jali. Ada orang tertentu yang sangat memburu bangkok asli dengan
warna ini karena kelangkaannya dan berkesan eksotis.
*PUTIH
Ayam bangkok dianggap berbulu PUTIH SETA bila ayam bangkok berbulu putih semua baik
warna dasar maupun waris. Beberapa ayam jenis ini ada juga yang memiliki rawis warna lain
tetapi warna dasarnya adalah putih.
Warna-warna ayam di atas adalah warna-warna utama. Dalam persilangan lebih lanjut bisa
saja masing-masing warna memiliki varian yang beragam. Sebagian pengadu menganggap
warna sebagai standar kualitas. Warna WIRING dan WANGKAS adalah warna paling berkelas
dibanding warna-warna lain.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 13:41 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Pertarungan Ayam Petarung antar Jawara ::

Bagaimana jika ayam bangkok, ayam vietnam dan ayam philipine saling diadu, siapa yang
akan menang?Berikut adalah hasil analisa saya kemungkinan yang bisa terjadi.
*Ayam Bangkok vs Ayam Vietnam.
Ayam bangkok sudah pasti unggul dalam hal teknik bertarung. Ayam vietnam, dalam
beberapa kasus dapat memiliki kelebihan dalam kerasnya pukulan dan ketahanan menerima
pukulan. Secara umum, ayam bangkok memiliki peluang lebih besar untuk menang, terutama
untuk tipe solah, pranggal dan mular. Tetapi jika ayam bangkoknya bertipe kontrol maka
kemungkinan ayam vietnam dapat memenangkan pertarungan karena akan sering terjadi jual
beli pukulan.
*Ayam Bangkok vs Ayam Philipine.
Ayam bangkok sudah pasti unggul dalam ketahanan badan, postur dan teknik bertarung.
Sedangkan ayam philipine unggul dalam hal kecepatan dan kegesitan bergerak, dan memiliki
kelebihan dalam pergerakan di udara. Jika ayam bangkok berhasil memukul ayam philipine,
di bagian manapun baik kepala maupun badan, baik bertaji maupun tidak, akan berpengaruh
berat pada ayam philipine. Bisa saja sekali pukul ayam philipine langsung KO. Satu-satunya
peluang ayam philipine adalah memukul dengan taji pada bagian mematikan (mata,syaraf di
kepala,dan ruas leher). Pukulan taji di badan ayam bangkok tak akan langsung berpengaruh.

Jika taji ayam philipine tidak tajam, maka pukulan ayam philipine nyaris tak berpengaruh
pada ayam bangkok. Ayam bangkok juga bukan sasaran empuk bagi serangan cepat ayam
philipine, karena umumnya ayam bangkok memiliki teknik menghindar yang baik.
*Ayam Philipine vs Ayam Vietnam.
Ayam philipine memiliki kelebihan dalam kecepatan gerak dan pertarungan udara, ayam
vietnam memiliki kelebihan dalam kekerasan pukulan dan ketahanan badan. Ini pertarungan
yang memiliki peluang sama untuk menang, tapi sebenarnya kurang menarik untuk dilihat.
Jika ayam philipine bisa dengan cepat mengambil peluang, maka ayam vietnam adalah
sasaran yang empuk untuk tajinya karena umumnya ayam vietnam lebih mengandalkan
ketahanan dibanding kemampuan menghindar. Sebaliknya, jika sekali saja ayam vietnam
mampu memukul kepala ayam philipine, maka bisa langsung KO. Pukulan di badan maupun
sayap juga bisa membuat ayam philipine lemas. Jadi ini adalah soal siapa yang berhasil
memukul kelak duluan.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 13:37 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Ayam Petarung Turun Urat ::

Turun urat adalah salah satu penyakit pada ayam yang cukup mengganggu, khususnya di
dalam pergerakan sehingga menyebabkan keterbatasan gerakan saat melakukan tarung
ataupun berjalan. Dari beberapa pengalaman yang didapat para rekan-rekan penghoby ayam
bangkok, mereka punya beberapa pengalaman dalam melakukan perawatan ayam yang turun
urat dan cukup berhasil/sembuh.
Penyebab terjadinya turun urat pada ayam dapat disebabkan beberapa hal yaitu:
Ayam yang terlalu muda waktu di Gebrak atau ayam muda di gebrak lawan ayam tua, dimana
ayam yang terlalu muda struktur tulang dan otot-otornya masih belum maksimal dan kuat.
Pada kasus yang lain, ada juga ayam yang cukup umur tapi bisa turun urat karena benturan
yang terlalu keras.
Ciri-ciri ayam yang mengalami turun urat:

Sesudah di Gebrak kaki ayam lebih panas dari biasanya ini bisa di ketahui dengan cara
meraba. Ayam suka mengangkat kakinya dan saat berjalan terlihat pincang dan tidak mau
bertumpu pada kaki yang mengalami turun urat.
Beberapa perawatan yang dapat dilakukan:
Sesering mungkin kaki ayam yang turun urat diperban/dibungkus kain dengan menempelkan
daun SERE yang di tumbuk halus. Diusahakan agar kaki ayam bisa menginjak tanah
(dibungkus seperti merawat orang patah tulang). Di saat akan mengganti daun Sere,
sebaiknya kaki ayam di rendam dengan air dingin/air es beberapa menit, kemudian dibungkus
lagi seperti semula. Ayam diberi minum obat Rheumatik atau sejenisnya. Mudah-mudahan
dengan melakukan terapi tersebut penyakit turun ayam akan dapat teratasi.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 13:35 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Rawatan Gelanggang Ayam Petarung ::

Menurunkan ayam ke gelanggang adalah hal yang paling penting untuk


mengukur sejauh mana hasil ternakan ataupun hasil rawatan kita pada
ayam selama ini. Akan tetapi turun gelanggang juga menjadi momok bagi
kebanyakan penggemar karena disinilah nama dan ayam bangkok yang
kita miliki sesungguhnya di ukur sejauh mana kualitas dan ketahanannya.
Dan inilah yang membuat kebanyakan penggemar selalu ragu untuk turun
ke gelanggang.

Menurunkan ayam bangkok ke gelanggang bukanlah suatu hal yang


mudah. Karena ayam harus benar-benar dalam kondisi yang prima baik
dari sisi mental, daya tahan, tenaga, kecepatan dan faktor penting
lainnya. Karena bila tidak, tak jarang turun ke gelanggang hanya
membuat kita mengorbankan ayam yang kita miliki dan tak jarang
penggemar yang pulang dari gelanggang harus membawa muka merah
akibat kekalahan yang diterima. Sehingga kapanpun kita memutuskan
untuk turun gelanggan, maka segala sesuatunya harus siap, baik untuk
ayam maupun kita sendiri. Karena apapun ceritanya, sebagus manapun
rawatan ayam yang telah kita lakukan, yang namanya Ayam akan tetap
kalah sama Ayam. Dan sampai sekarang tidak ada yang bisa menjamin
kalau ayam yang kita miliki akan selalu menang di gelanggang.
Disini kami akan mencoba untuk men-share sedikit tips untuk
mempersiapkan ayam yang akan diturunkan ke gelanggang, khususnya di
dalam melakukan latihan fisik.
Persiapan Fisik Ayam
Ayam yang akan turun ke gelanggang, biasanya kami berikan training
minimal selama 30 hari penuh. Beberapa training yang kami lakukan
setiap harinya yaitu:
Memberikan sedikit senam pada ayam di pagi hari (antara Jam 8-9 pagi)
untuk melatih dan melenturkan otot. Training yang dapat dilakukan antar
lain:
Senaman leher, dengan cara memutar leher ayam dengan tangan
kearah kiri dan kanan sebanyak masing-masing 30 putaran Putaran
jangan dilakukan terlalu cepat, lakukan kira-kira 1 detik per putaran.
Fungsi senaman leher adalah melatih otot leher agar lebih lentur
sewaktu menekuk leher lawan ataupun mencari kepala lawan untuk
dipukul.
Senaman badan, dengan cara memutar badan ayam kearah kiri
dan kanan masing-masing 30 putaran. Ayam diputar dengan cara
memasukkan tangan kita ke salah satu celah sayap ayam dan
memutarnya secara perlahan (putaran kanan tangan di sayap kiri,
dan sebaliknya). Fungsi senaman badan adalah untuk membiasakan
ayam melakukan putaran saat bertarung, khususnya posisi kaki dan
badan.

Senaman sayap + kaki, dengan cara mengangkat ayam pada


dada dengan menggunakan telapan tangan. Ayam akan terlihat
seakan-akan memberikan pukulan kaki ke lawan di depannya
sekaligus mengepakkan sayapnya, latihan ini dapat diberikan 30
kali.

Senaman kaki, dengan cara menekang punggung ayam ke arah


bawah sambil mendorongnya ke arah depan. Latihan ini biasa
disebut dengan push-up ayam. latihan juga dapat diberikan 30 kali
setiap harinya.

Senaman sayap, dengan cara menjantur ayam. Dalam menjantur


ayam, jangan sekali-kali melakukan janturan secara statis,
maksudnya ekor ayam dipegang terus menerus di atas sampai

beberapa detik. Janturan statis hanya akan membuat kerusakan


pada ekor ayam dan tak jarang menyebabkan kerusakan pada
pinggang ayam. Janturan yang lebih bagus akan "Janturan
ikutan". Dimana ayam diangkat setinggi-tingginya dengan kedua
tangan, satu tangan memegang dada ayam dan satunya lagi
memegang ekor di dekat panggal. Kemudian tangan di dada ayam
di lepas sambil tangan satunya yang memegang pangkal ekor ikut
turun kebawah searah dengan jatuhnya ayam. Latihan ini dapat
dilakukan 5-10 kali.

Senaman di atas sudahlah cukup di pagi harinya dan biasanya akan


memakan waktu 5-10 menit untuk menyelesaikan seluruh senaman
tersebut. Setelah ayam mendapat senaman, maka ayam kita
lepaskan sebentar untuk melemaskan kembali otot-ototnya sekitar
5 menit, kemudian langsung bisa dimandikan dan dijemur di panas
pagi hari. Memandikan ayam tidak perlu terlalu basah, ini hanyalah
untuk menyegarkan ayam setelah memperoleh senaman. Ayam
dijemur jangan terlalu lama, 15 menit waktu penjemuran sudah
cukup. Setelah dijemur, ayam bisa dilepas kembali ataupun
dimasukkan ke kandang umbaran sampai siang hari. Di siang hari
ayam diistirahatkan di kandang tidurnya, kalau istilah kami
diberikan "Bobok Siang".

Setelah memperoleh Bobok Siang, di sore hari di pukul 16.00-17.00 ayam


kembali kita beri training. Training yang akan kita berikan adalah
"Training Lari" yang dapat dilakukan melalui lari kurung/songkok (sorry
kalo istilahnya beda di kota lain).
Untuk lari kurung, alat bantu yang kita perlukan yaitu sepasang
kurungan ukuran besar dan kecil dan 1 ekor ayam pejantan lainnya. Ayam
jantan lainnya di letakkan di dalam kurungan kecil, kemudian ditutup
kembali dengan kurungan besar sehingga terdapat jarak sekitar 10cm.
Kemudian ayam yang akan kita latih dilepaskan di luar kurungan besar.
Bila kita lakukan hal ini, maka ayam yang menerima latihan akan
mencoba untuk bertarung dengan ayam yang terletak di dalam kurungan
kecil. Karena adanya jarak antar kurung kecil dan besar, maka ayam akan
terus mencari-cari celah untuk bertarung yang akhirnya membuatnya
berlari terus menerus mengelilingi kurungan besar. Lari ayam akan
dimulai perlahan dan semakin cepat sejalan dengan semangatnya untuk
bertarung, latihan ini bisa kita lakukan 15-30 menit setiap harinya.
Setelah memperoleh latihan lari, ayam kembali kita lepaskan 5 menitan
untuk melemaskan otot-ototnya. Setelah itu ayam akan kita berikan
vitamin dan suplemen.
Setelah sehari-melakukan rawatan Fisik ayam maka training yang selanjutnya harus kita
lakukan adalah memperkuat mental dan pengalaman tarung ayam. Satu-satunya cara yang
dapat kita lakukan adalah dengan menjajal ayam dengan untulan ataupun ayam petarung
lainnya. Latihan ini sangat diperlukan oleh ayam petarung yang akan diturunkan ke
gelanggang untuk memperkuat mental dan memberikan pengalaman tarung yang lebih
padanya.
Dalam waktu 30 hari, semakin banyak latihan jajal yang kita lakukan
maka semakin baik hasil yang akan kita peroleh. Jajal bisa dilakukan 5 hari

sekali, dan paling sedikit adalah 7 hari sekali, sehingga dalam waktu
training 30 hari ayam akan menerima minimal 4-7 kali latihan tarung.
Jajalan yang biasa kami lakukan adalah di sore hari di pukul 16.00-17.00.
Bila ayam memperoleh latihan jajal, maka latihan lari tidaklah perlu
dilakukan. Di Jajalan pertama, tidak perlu dilakukan terlalu lama,
biasanya hanya 1 ronde (10 menit) dan inipun dilakukan dengan
membungkus paruh dan jalu ayam baik untuk ayam yang akan dilatih
maupun lawan tandingnya. Tujuan membungkus paruh dan jalu ayam
selain untuk menghindari terjadinya luka pada ayam yang akan dilatih
adalah untuk meningkatkan emosi ayam bila bertarung. Paruh dan jalu
yang dibungkus akan membuat ayam susah untuk melakukan pukulan
dan kebanyakan hanya mengeluarkan teknik-teknik yang memberikan
banyak gerakan cepat sehingga sangat bagus untuk otot-otot
ayam. Sampai dengan jajal ke-2, kita tetap membungkus paruh dan
jalu ayam dan jajal dilakukan sama selama 10 menit.
Di jajal ke-3 sampai ke-4, paruh dan jalu masih dalam keadaan
terbungkus, durasi jajal ditingkatkan menjadi 2 ronde (2x10 menit).
Di jajal ke-5, latihan mulai mencapai puncaknya dan jajal kita lakukan
3x10 menit, paruh dan jalu ayam yang akan kita latih tidak akan kita
bungkus, akan tetapi paruh dan jalu lawan masih dalam kondisi
dibungkus. Di jajal ke-5 ini, akan terlihat perbedaan dan peningkatan
gaya, kecepatan dan pengalaman tarung ayam yang sedang kita latih.
Biarkan ayam melakukan pukulan-pukulan ke arah lawan yang kondisi
paruh dan jalunya terbungkus, sehingga disinilah akan mulai membentuk
mental tarung yang sepenuhnya. Mental dan Rasa percaya diri ayam akan
meningkat dengan baik karena terus-terusan bisa memukul lawan dengan
mudah. Walaupun terkesan seperti menyiksa lawan tarung, hal ini sangat
diperlukan bagi ayam yang kita latih. Di jajal ke-5 ini, bisa kita pastikan
kalau memang ayam yang kita latih adalah tipe ayam pukul, maka ratarata pukulannya akan mengenai tempat-tempat vital lawan. Bila ayam
tersebut adalah tipe jalu, maka minimal di 5 menit pertama, beberapa
tikaman sudah tersarang ke lawan tarungnya. Bila tidak ada satupun
tikaman jalu yang tersarang, berarti ayam yang kita latih bukan tipe
ayam jalu, sebaiknya jalu yang dimilikinya kita potong saja karena
akan merugikannya bila di gelanggang harus bertemu dengan lawan lain
yang memiliki jalu.
Di jajal ke-6, latihan sudah masuk ke tahap seperti aslinya. Paruh lawan
tarung sudah tidak dibungkus lagi, akan tetapi jalu lawan tetap kita
bungkus untuk menghindari luka serius pada ayam yang kita latih. Jajal
ke-6 tetap selama 3x10 menit. Di jajal ini ayam yang kita latih akan
merasakan bagaimana menerima patukan-patukan dan banyak pukulan
dari lawan. Dan yang pasti ayam yang kita latih akan mengalami
pendarahan disekitar mukanya akibat patukan. Hal yang kita harapkan
adalah, semakin banyak patukan dan darah di mukanya, maka semakin
tinggi semangat dan mental tarungnya. Hal ini karena ada sedikit mitos
tentang ayam petarung, bahwa semakin banyak darah yang
dikeluarkannya maka akan semakin tinggi pula semangat tarungnya.
Setelah jajal ke-6 adalah saatnya untuk istirahat minimal selama 5 hari
untuk menyembuhkan luka dan mengembalikan tenaganya. Ayam tidak

perlu menerima latihan lari di sore hari, senaman pagi tetap kita lakukan.
Hal ini untuk menghindari terjadinya kelelahan yang terlalu tinggi pada
ayam. Bila di jajal ke-6 ayam mengalami banyak luka di bagian muka,
maka pengobatan harus dilakukan agar luka-luka cepat kering dan
sembuh. Bekas-bekas luka yang timbul secara tidak langsung
memberikan nilai lebih bagi ayam, karena kulit-kulit mukanya akan
semakin tebal dan lebih tidak mudah untuk terluka.
Setelah masa istirahat dan penyembuhan luka selesai, maka jajal
ke-7 (terakhir) bisa kita lakukan. Bagi kami, jajalan ini adalah yang
terakhir sebelum ayam dapat turun ke gelanggang. Jajalan dilakukan full
5x10 menit ataupun sampai lawannya lari, diusahakan untuk mencari
lawan tarung yang memiliki mental yang cukup kuat sehingga dapat
menyelesaikan maksimal tarung 5x10 menit.
Di jajal ke-7 ini, ayam yang kita latih harus mampu menyelesaikan 5x10
menit durasi tarung, bila ternyata ayam tidak mampu dan dironde ke 4
atau ke-5 tenaga ayam habis dan tidak bisa memukul lagi, maka jajal kita
stop dan berarti ayam yang kita latih belum siap untuk turun ke
gelanggang. Ayam yang siap ke gelanggang adalah ayam harus mampu
menyelesaikan durasi tarung minimal 5x10 menit.
Hal yang perlu diingat bahwa,sebisanya lawan-lawan tanding yang
diperoleh ayam yang kita latih memiliki teknik tarung yang berbeda-beda
sehingga pengalaman yang akan diperolehnya pun akan semakin banyak.
Akhir kata, semakin banyak jajal yang diterima ayam yang kita latih, maka
akan semakin kuat mental dan pengelaman tarung yang diperolehnya.
Akan tetapi semua jajalan yang kita lakukan tetaplah harus
memperhatikan unsur kehati-hatian, karena kalau tidak, tak jarang upaya
latihan yang telah kita berikan hanyalah sia-sia belaka.
Setelah sehari-hari melakukan rawatan Phisik dan Mental ayam, maka perawatan yang
terpenting lainnya adalah menjaga pola makan dan suplemen yang akan kita berikan ke ayam.
Pola makan dan suplemen ayam harus kita jaga sebaik-baiknya dengan teratur dan disiplin,
sehingga saat memperoleh latihan senam dan jajal, ayam tidak akan mengalami kekurangan
gizi (sakit kuning).
Makanan
Utama
Untuk pemberian makanan utama, dapat dibedakan untuk jenis ayam yang akan kita latih.
Bila ayam yang dilatih adalah tipe pukul, maka makanan yang diberikan harus lebih
banyak mengandung unsur karbohidrat dan protein untuk memperkuat otot-ototnya.
Kandungan lemak juga penting untuk ayam tipe pukul untuk cadangan tenaganya. Makanan
utama yang biasa kami berikan adalah Jagung yang telah direndam semalaman ataupun
campuran antara Jagung gabah dengan perbandingan 1:1. Pemberian makanan utama
diberikan di pagi hari setelah menerima latihan senaman dan di sore hari setelah menerima
latihan lari. Bila di Sore hari ayam menerima latihan jajal, maka makan sore tidak perlu
dilakukan.
Untuk tipe ayam jalu, maka Makanan utama harus banyak mengandung karbohidrat, akan
tetapi tidak perlu mengandung terlalu banyak protein dan lemak. Ayam jalu memerlukan
kelincahan pukulan sehingga kandungan karbohidrat yang terpenting untuk tenaga, sedang
kandungan lemak dan protein hanya akan membuat ayam mengalami peningkatan berat
badan dan pembentukan otot yang tidak terlalu diperlukan. Makanan yang biasa diberikan
adalah gabah rendaman murni ataupun campuran gabah jagung dengan perbandingan
3:1.Pemberian makan utama sama dilakukan seperti di atas.

Dalam pemberian makanan utama, takaranya tidak perlu terlalu banyak sampai-sampai
tembolok ayam sangat besar, akan tetapi diberikan sesuai dengan ukuran berat badannya,
yang bisa diberikan dengan perbandingan berat badan dengan makanan adalah 15-20:1 sesuai
dengan kebutuhannya. Dengan kata lain bila berat badan ayam adalah 4kg, maka sekali
makan bisa diberikan sebanyak 200-250gram sesuai dengan tingkat nafsu makan ayam. Dan
jangan lupa untuk memberikan ayam minum setelah makanan utamanya dihabiskan.
Makanan/Vitamin Suplemen Makanan/Vitamin Suplemen biasanya diberikan di malam
hari tepat sebelum ayam tidur di malam harinya, hal ini ditujukan agar seluruh kandungan
gizi yang diberikan dapat terserap dengan baik pada ayam. Makanan dan vitamin suplemen
yang diberikan rutin setiap harinya adalah sebagai berikut:
Vitamin lengkap A,B Compex,C,D,E,K yang diberikan masing-masing 1 butir.
Vitamin yang diberikan tidak perlu vitamin yang mahal, kami biasa memberikan
vitamin keluaran IPI.
1/2 jempol gula merah yang dilunakkan dengan air (Untuk tambahan karbohidrat)

1/4 atau 1/2 buah Tomat. (Untuk menyegarkan dan membantu pencernaan ayam)

1 Butir telur puyuh bulat yang telah direbus. (Untuk tambahan protein). Untuk tipe
ayam jalu pemberian telur puyuh rebus bisa diperjarang menjadi 2-3 hari sekali.

Suplemen yang diberikan 4-5 hari sekali (sebaiknya di malam setelah ayam memperoleh
latihan jajal):
1 butir pil minyak ikan. (Untuk mempercepat pertumbuhan dan memperkuat bulu)
1 butir pil kalq. (Untuk memperkuat tulangan)

1/4 jempol kunyit (Untuk membantu pencernaan dan menyehatkan perut ayam)

Bila kita ingin memperoleh hasil yang lebih maksimal, seminggu sekali ayam bisa diberikan
suplemen Brands sari pati ayam sebanyak 1 buah sendok teh. Akan tetapi pemberian ini tidak
terlalu diperlukan hanya ditujukan untuk memaksimalkan pemberian makanan.
Perlu diingat bahwa, selama periode training sebelum turun ke gelanggang, latihan senam dan
jajal yang kita lakukan pada ayam akan sangat sangat menguras tenaga ayam sehingga pola
makan dan suplemen yang baik dan teratur sangatlah diperlukan untuk menjaga
keseimbangan kesehatannya. Banyak cara ataupun metode lain ataupun suplemen lain yang
diberikan oleh penggemar kepada ayam, akan tetapi pola makan dan suplemen di atas
sudahlah sangat cukup bagi ayam yang kita latih untuk turun ke gelanggang. Dan selain itu
faktor biaya perawatan juga harus menjadi perhatian kita.
Memang benar, bila dilihat dari pola latihan senam, jajal, serta pola makan dan suplemen
akan sangat banyak menguras tenaga dan biayanya, akan tetapi hal ini akan menjadi setimpal
dengan hasil dan kesenangan yang akan diperoleh bila nantinya ayam yang kita turunkan ke
gelanggang memperoleh kemenangan. Dan bila hal ini dapat kita peroleh, maka tenaga dan
biaya yang kita keluarkan akan terasa lebih ringan.
Akhir kata, pola makan dan suplemen di atas adalah kebiasaan yang kami lakukan sewaktu
melakukan perawatan ayam untuk turun ke gelanggang, akan tetapi seluruh pola di atas dapat
disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing penggemar.
Setelah kita selesai melakukan latihan senaman, latihan jajal serta
menjaga pola makan dan suplemen sehari-hari pada ayam yang kita latih,
maka hal yang tetap perlu kita lakukan adalan melihat sejauh mana
perkembangan kemajuan persiapan ayam untuk turun ke gelanggang.
Seluruh latihan dan pola makan yang kita berikan kita harapkan nantinya

akan mampu memberikan hasil yang maksimal sewaktu ayam bertarung


di gelanggang yang akhirnya akan membuahkan kemenangan.
Dan sebagai penutup, hal terakhir yang perlu kita lakukan adalah
memberikan usaha terakhir sebelum ayam turun di gelanggang. Dan hal
ini kita lakukan adalah tepat di malam hari sebelum ayam turun ke
gelanggang. Hal yang kita lakukan dengan memberikan suplemen terakhir
bagi ayam kesayangan kita. Suplemen yang diberikan ditujukan agar
ayam mampu mengeluarkan dan menghasilkan tenaga yang maksimal
sewaktu bertarung.
Banyak macam suplemen terakhir yang diberikan sebelum bertarung,
akan tetapi hal yang biasa kami berikan adalah dengan memberikan
suntikan suplemen Neurobion cair sebanyak 2-3cc. Memang ini terkesan
seperti memberikan dopping ke ayam, akan tetapi dari pengalaman yang
kami peroleh cukup baik memberikan hasil bagi ayam yang diturunkan ke
gelanggang.
Neurobion cair dapat dibeli secara bebas di apotik, dan ini memang
diperuntukkan bagi manusia untuk meningkatkan stamina, dan bagi ayam
hal yang sama juga dapat kita peroleh.
Akan tetapi, pemberian suntikan neurobion tidak bisa sembarangan
dilakukan, biasanya suntikan diberikan tepat di malam hari sebelum ayam
turun ke gelanggang di besoknya dan diberikan pada saat ayam benarbenar dalam kondisi tenang, biasanya kami berikan tepat saat ayam akan
tidur di malam hari.
Banyak pertanyaan mengapa hal ini harus dilakukan pada saat kondisi
ayam sedang tenang dan saat hampir tidur. jawabannya adalah karena
cairan neurobion ataupun sejenis dopping ayam lainnya akan secara
langsung berpengaruh terhadap metabolisme ayam khususnya aliran
darah dan jantung ayam. Sehingga bila diberikan saat ayam sedang aktif,
maka lebih cenderung menyebabkan ayam menjadi semakin aktif bahkan
bisa-bisa tidak tidur semalaman yang menyebabkan kecapaian di besok
harinya. Dan tak jarang menyebabkan efek negatif terhadap ayam seperti
pernafasan yang berat (mulut cengap-cengap) dan bisa-bisa muka ayam
menjadi merah padam bahkan biru. Sehingga atas alasan inilah mengapa
pemberian harus kita lakukan saat ayam tenang dan hampir tidur
sehingga tubuh ayam lebih gampang menyesuaikan cairan/dopping yang
baru disuntikkan padanya.
Perlu diingat bahwa pemberian neurobion ataupun dopping lainnya
haruslah sesuai dengan dosisnya, jangan pernah memberikan suntikan
neurobion lebih dari 3cc karena hanyalah efek negatif yang jadinya akan
timbul pada ayam. Setelah diberi suntikan, maka sebisa mungkin ayam
harus benar-benar bisa kita istirahatkan dan tidur bila ayam menjadi
semakin aktif maka bisa dipastikan besok hari bukanlah waktu yang tepat
untuk menurunkannya ke gelanggang.
Di pagi hari sebelum ayam kita bawa ke gelanggang, hal terakhir yang
biasa kami lakukan adalah memberikan ayam setengah (1/2) jempol gula
merah lunak dan parutan seperempat (1/4) timun dan diberikan minum
secukupnya. Ayam tidak perlu diberikan makan karena masihlah cukup
kandungan gizi dari hasil pemberian kita di hari-hari sebelumnya. Jangan

lupa, pemberian suplemen vitamin, minyak ikan, telur puyuh, dan lain-lain
harus di stop 1 hari sebelum ayam diturunkan ke gelanggang.
Akhir kata, setelah seluruh upaya kita memberikan latihan dan menjaga
pola makan pada ayam, hal terakhir yang kita lakukan adalah berharap
semoga ayam yang akan kita turunkan ke gelanggang dapat menang.
Jangan lupa, apapun cerita dan hasilnya, Ayam akan kalah dengan
ayam. Kalau memang kita memutuskan untuk turun ke gelanggang, maka
menang atau kalah adalah hal yang biasa dan harus kita terima. Tapi
walaupun begitu paling tidak kita telah memberikan usaha yang maksimal
pada ayam kesayangan kita.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 13:31 2 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Pencegahan Penyakit Ayam Petarung ::

Dalam memelihara ayam bangkok maupun ayam lain pada umumnya, dapat terjadi banyak
sekali variasi penyakit yang sudah sangat dipahami atau familiar bagi peternak, baik peternak
ukuran kecil, menengah maupun skala besar.
Berbicara keberhasilan mengenai peternakan (tanpa tergantung skala bisnisnya) oleh seorang
peternak ditentukan dari pengetahuan dan pemahaman dengan pengenalan sumber hambatan
dan ancaman dari penyakit yang mungkin dapat menjadikan ledakan penyakit menular dan
berakibat sangat merugikan. Oleh sebab itu, pengamanan dan menjauhkan ternak ayam dari
sumber wabah dan hambatan potensial tersebut menjadi prioritas dan perhatian khusus.

Dimulai dengan pemilihan indukan yang unggul, pengelolaan yang baik, sanitasi,
peningkatan daya tahan ayam dengan vaksinasi dan usaha menjauhkan ternak ayam dari
sumber penyakit adalah kunci sukses dalam beternak ayam.
Pada prinsipnya,penyakit ayam dapat disebabkan oleh 3 macam hal utama yaitu :
1. Penyakit yang menular dan disebabkan oleh bakteriprotozoa, virus, parasit dan jamur.
2. Penyakit yang disebabkan oleh faktor atau sebab lainnya.
3. Penyakit yang disebabkan oleh defisiensi atau kekurangan zat-zat makanan yang
diperlukan dalam perkembangan dan ketahanan tubuh ayam yang lebih disebabkan
karena ketergantungan ayam pada kualitas makanan yang diberikan oleh peternak
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 13:27 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Teknik Pukulan Ayam Petarung ::

*Teknik Pukulan Satu.


Ayam petarung yang memiliki jurus ini fisiknya terkenal kuat, dadanya tegap, serta pundak
dan lehernya tidak beruas. Di arena adu ayam, ayam ini sering disebut berian atau di
Thailand disebut mai li. Para petaruh jarang yang menjagokan ayam jenis ini, karena pukulan
yang dikeluarkan hanya satu persatu. Namun, ketika pukulan tersebut tepat mengenai

lawannya, dapat dipastikan lawan tersebut akan kaget dan terpojok. Teknik pukulan yang
biasa dipakai adalah pukul depan dan pukul serong.
*Teknik Pukulan Seri.
Gaya bertarung pukulan seri ditandai oleh banyaknya pukulan yang terlontar dengan cepat
tetapi terkarang kurang akurat. Jika ayam tersebut berasal dari induk yang pernah menjadi
jagoan kalangan, pukulannya sangat akurat sehingga tidak akan lama menghabisi lawanlawannya. Ayam petarung dengan gaya bertarung seperti ini biasanya memiliki gerakan yang
sangat lincah, dan lebih suka memukul lawannya dari arah depan. Di Thailand ayam ini
terkenal dengan nama mai dien.
*Teknik Kunci Pukul.
Gaya bertarung seperti ini sangat ditakuti dan sangat sulit dipukul oleh lawan karena mampu
mengunci gerakan kepala dan leher lawan. Caranya adalah menindih kepala dan leher lawan
sehingga lawan mengalami kesulitan mencari kepala musuh. Di kalangan, ayam tipe ini
disebut ngalungin. Pukulan serong adalah senjata terbaiknya untuk memukul balik lawan.
Jika terkena pukulan ini, bagian atas leher dan kepala lawan bisa robek atau bengkak. Di
Thailand,ayam aduan tipe ini disebut mai rau.
*Teknik Pukulan Belakang.
Gaya bertarung ayam ini termasuk unik, karena suka menyerang dan memukul lawannya dari
arah belakang atau terkenal dengan istilah ngonde. Selain terkenal sangat ampuh dan
mematikan, pukulan dari belakang juga sulit diantisipasi lawan. Ketika bertarung, ayam akan
masuk dan mematuk kepala lawan, lalu dengan gerakan yang cepat memutar badan dan
mematuk kepala lawan dari belakang. Di Thailand, ayam aduan dengan gaya bertarung
seperti ini disebut may deo.
*Teknik Pukulan Teleh atau Janggut.
Sebelum melontarkan pukulah teleh, ayam akan memainkan kepalanya di bawah leher lawan.
Setelah itu, dari bawah dagu lawan, ia melepaskan pukulan yang sangat keras. Kekuatan
pukulan tersebut menjadi dua kali lipat karena tenaga lawan yang bersiap untuk melakukan
pukulan ikut tersedot sehingga bebannya menjadi dua kali lipat. Di Thailand, ayam ini
disebut mai u.
*Teknik Ngoyor.
Gaya bertarung tipe ini termasuk yang paling buruk, sebab musuh dapat dengan mudah
memukul kepala yang sering berada di bawah. Namun, jika posisi kepalanya sangat rendah
musuh akan mengalami kesulitan untuk melakukan pukulan. Ayam dengan gaya bertarung
tipe ini hanya memiliki senjata andalan berupa pukulan satu. Jika tidak memiliki pukulan satu
yang mematikan, ayam yang di Thailand disebut mai day do ini jarang diminati.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 13:20 2 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Teknik Bertarung Ayam Petarung ::

Ayam petarung, terutama ayam bangkok memiliki ragam teknik bertarung yang bervariasi.
Seorang pelatih tidak bisa mengubah teknik bertarung ayamnya karena (akut) bawaan ayam
sendiri. Yang bisa dilakukan adalah meningkatkan daya tahan tubuh, memperpanjang nafas
dan mengeraskan pukulan.
Beberapa ragam teknik tarung antara lain:
KONTROL
Teknik ini adalah teknik bertarung yang paling polos. Ayam cenderung tidak berusaha
mencari peluang alternatif untuk memukul lawan, tetapi hanya berusaha agar posisi kepala
tegak dan ada di atas kepala lawan, mematuk lalu melepaskan pukulan. Keunggulan teknik
ini adalah lebih hemat dalam energi sehingga nafas bisa bertahan lebih lama.
SOLAH
Teknik ini adalah yang paling liar dan paling memakan energi. Ayam bertipe solah akan terus
bergerak dengan amat bervariasi. Dia seolah hendak melakukan satu teknik ngalung, tapi
tidak bersungguh dan lama, segera mengubah gerakan dari kiri ke kanan dan sebaliknya lalu
segera disusul dengan gerakan atau percobaan pukulan lain. Ayam solah biasanya amat
memukau, tetapi teknik ini amat menguras energi dan umumnya ayam solah kurang memiliki
ketahanan badan.
PRANGGAL(MERANGGAL)
Teknik ini adalah memukul tanpa mematuk lawan. Teknik pranggal memiliki kelebihan
dibanding dengan teknik lain karena pukulan bisa dilepaskan dengan seketika tanpa perlu
sebuah pegangan seperti teknik lain. Dalam teknik lainnya, ayam harus mematuk, menggigit
lalu memukul dengan kedua kaki.
MULAR
Ini adalah teknik tarung dengan lari dan jaga jarak. Ayam berteknik mular akan menjauh dari
lawannya ketika terdesak atau sulit memukul. Ketika lawannya mengejar di belakang, secara
tiba-tiba ia bisa berbalik dan melepaskan pukulan ketika lawannya belum siap. Ayam mular
umumnya memiliki pergerakan kaki yang baik serta nafas yang tahan lama.
NGALUNG
Teknik ini adalah merengkuh leher lawan dan menguncinya, seolah mengalungi. Dengan
teknik ini maka lawan akan kesulitan memukul, mati langkah dan selanjutnya bisa dipukul
tanpa mampu menghindar. Ayam ngalung umumnya memiliki urat leher yang bagus serta

struktur tulang leher yang rapat. Tanpa memukul pun ayam ngalung bisa membuat lawan
frustasi.
NGGANDUL
Teknik ini mirip dengan ngalung tetapi gerakan leher lebih menumpang dibanding
merengkuh sehingga lawan juga akan menanggung beban karena ditumpangi.
NYAYAP
Teknik ini adalah kepala masuk ke sayap lawan, keluar dari ketiak dan setelah posisi
memungkinkan akan melepaskan pukulan ke arah kepala. Efek teknik nyayap, selain pukulan
ke kepala, juga akan menyakiti bahu dan sayap lawan karena dipaksa untuk renggang dari
badan.
DONGKRAK
Teknik ini dilakukan dengan masuk di antara kaki lawan, ambil nafas dan mencari posisi, lalu
dengan sekuat tenaga berusaha muncul dari arah ekor lawan sehingga badan lawan akan
terangkat (didongkrak). Ketika lawan sedang berusaha menguasai keseimbangan, maka
lawan dapat dipukul pada berbagai sasaran dari arah belakang.
DOBRAK
Teknik ini agak langka, ayam biasanya akan masuk di antara dua kaki lawan lalu mematuk
paha dan memukul badan bagian bawah. Serangan ini sulit diantisipasi dan biasanya lawan
akan kesakitan dan sulit membalas karena posisi musuh selalu di bawah.
Pada beberapa daerah nama-nama teknik ini bisa berbeda-beda. Secara umum, seekor ayam
petarung akan memiliki salah satu teknik dominan sejak lahir. Satu atau dua teknik yang lain
mungkin untuk dimiliki sebagai kelebihan tapi sangat mustahil bagi seekor ayam untuk
memiliki semua teknik bertarung.(komplit)
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 13:02 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Kriteria Ayam Petarung Ideal ::

Sebagian orang beranggapan, bahwa ayam yang punya teknik bagus, nge-'lock' kiri kanan,
dianggap ayam bagus. Disisi lain, ayam dengan teknik sederhana dianggap kurang 'mewah'.
Banyak juga ayam yang dianggap jelek (ngoyor) ternyata mampu mengalahkan ayam yang
dianggap
bagus
(lock
kiri-kanan).
Hal
ini
membingungkan,
Ayam
bagus
koq
kalah?
Mungkin ini karena salah persepsi, bahwa pandangan hobi ayam petarung saat ini pada
umumnya masih 'terpesona' dengan teknik main yang indah, mampu bongkar pasang dan
ngelock
kiri
kanan.
Padahal, teknik tarung hanyalah sebagian kecil dari syarat seekor ayam yang bagus. Maka
tidak heran bila teknik bagus saja belum bisa menjamin keunggulan ayam di kalangan.
Kriteria ayam petarung yang bagus menurut saya adalah harus memenuhi unsur-unsur berikut
:
1.Teknik
tarung
2.
Teknik
pukulan
3.
Konstruksi
tulangan
4.
Darah
keturunan
5.
Ciri
fisik/Katuranggan.
1.
Teknik
tarung.
Seperti apa teknik tarung yang bagus? Apakah yang bisa ngalung kiri kanan? Yang bisa
bongkar keluar masuk sayap? Kontrol yang bagus? Ataukah memiliki ciri unik seperti lari
atau
ngendul?
Semua bena, namun dari hal-hal yang dianggap bagus ini, ada 1 kesamaan dari kesemuanya.
Yaitu, teknik tarung yang dianggap bagus adalah yang sulit dipukul lawan. Apapun gaya
tekniknya, Kontrol, bongkar, lari, dorong, ngendul, ngumpet, dan lain-lain. Sekali lagi yang
terpenting
dan
harus
kita
perhatikan
adalah
:
sulit
dipukul.
2.
Teknik
pukulan.
Banyak tipe pukulan yang dianggap baik. Mulai dari pukul gledek, pukul jalu, pukul badan,
pukul antik, dan lain-lain. Kesemuanya bermuara pada satu kesimpulan bahwa pukulan yang
bagus adalah yang mampu membuat efek negatif pada musuh yg terkena pukulan. Biasanya,
pukulan yang membuat efek negatif ini adalah pukulan yang bersih, tepat mengena pada

sasarannya.
3.
Konstruksi
tulangan.
Tulangan yang baik harus tebal, kekar dan padat. Otot-oto dan daging lembut namun tetap
padat berisi dan enak/pas dipegang. Hal ini berguna sebagai penunjang daya tahan tubuh
ketika menerima pukulan dari musuh. Selain itu, konstruksi tulangan yang bagus mampu
menyimpan
tenaga
dan
stamina
yang
bagus
pula.
4.
Darah
keturunan.
Ayam petarung yang bagus harus jelas asal usulnya. Tidak boleh dari keturunan mental yang
cengeng dan mudah menyerah. Ayam yang bermental baja lebih baik mati dalam
pertempuran atau menghindar dari musuh apabila tidak sanggup lagi melawan. Pantang
baginya
mengeluarkan
bunyi
keok
tanda
menyerah.
5.
Ciri
fisik/katuranggan.
Banyak orang percaya bahwa katuranggan/ciri fisik yang bagus mampu membawa berkah
bagi pemiliknya. Selain itu, katuranggan yang baik dipercaya memberi wibawa pada ayam
sehingga musuh menjadi takut bahkan bila hanya mendengar kokoknya saja.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 12:43 1 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Cara Merawat Ayam Petarung ::

*Kapan kita ketahui bahwa ayam tersebut siap untuk dirawat ?


Ayam siap untuk dirawat sekitar umur 7 bulan. Ditandai dengan suara kokoknya yang sudah
lantang dan terlihat lebih 'sombong', mengayomi betina dan ayam-ayam yang lebih muda.
Pisahkan ayam tersebut dalam kurungan tersendiri selama seminggu. Jangan didekatkan
denggn jago yang jauh lebih tua.
*Bagaimana cara perawatannya?
Cara merawat ayam muda, yang pertama adalah membangun mentalnya lebih dulu. Jangan
sampai ayam trauma atau takut dengan ayam lain yang lebih tua. Kemudian baru secara
bertahap meningkatkan volume ototnya dan memperbaiki staminanya. Untuk ayam muda,
jangan diabar menerima pukulan keras dahulu. Tubuhnya masih dalam masa pertumbuhan.
Pukulan yg terlalu keras dapat mengakibatkan luka serius dan membuat ayam menjadi cacat.

Gebraklah secara bertahap sesuai kemampuannya. Kalau cuma kuat 5 menit, ya harus
diangkat jangan dipaksakan. Rawat lagi agar minggu depan mencapai target kuat 10 menit.
Begitu terus selanjutnya sampai benar-benar siap.
*Diukur dari mana bahwa ayam yang kita rawat ada peningkatannya?
Standart ukur peningkatan kinerja bisa macam-macam. Bisa dilihat dari staminanya, tenaga,
akurasi pukulan, bobot pukulan, dan lain-lain. Kalau saya pribadi, ayam dikatakan ada
peningkatan bila staminanya bertambah baik. Kalau sekarang cuma kuat gebrak 10 menit,
minggu besok kuat 1 ronde, itu tandanya ada peningkatan. Perhatikan nafasnya... Biasanya
bila nafas (stamina) sudah bagus, maka artinya otot-otot sudah mulai berkembang.
Selanjutnya akurasi pukulan akan ikut bagus dengan sendirinya. Tinggal kita meningkatkan
tenaganya saja (bobot pukul).
*Berapa lama seekor ayam dirawat ( dari lancur )?
Standart waktu perawatan ayam sangat relatif. Tergantung cara perawatan dan tipikal ayam.
Ada ayam yg cepat jadi, ada juga beberapa kasus ayam lama jadinya. Tapi untuk ukuran saya
pribadi, standart lama perawatan sampai siap adu kurang lebih 8-9 kali gebrak. Kurang lebih
2-3 bulan. Itupun dengan catatan, grafik kinerjanya naik terus dan ayam tidak terganggu
kesehatannya.
*Bilamana seekor ayam siap untuk tarung?
Ayam siap tarung ketika volume ototnya sudah bagus serta staminanya sudah baik. Untuk
otot bisa diraba sendiri dari bentuk paha, otot dada, leher, pegangan, dan lain-lain. Untuk
stamina, patokan saya adalah abar 20 menit tidak boleh ngos-ngosan. Dilanjutkan ronde ke
dua (20 menit lagi). Di ronde ke-2 bobot pukul harus konstan dan akurasi pukulnya bagus.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 12:20 3 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Cara Merawat Ayam Petarung Sebelum Turun ke Kalangan/Gelanggang ::

Pelatihan sebelum ayam turun ke kalangan


Untuk soal melatih ayam sebelum turun ke kalangan biasanya setiap pagi saya memandikan
& menjemur ayam antara pukul 9 sampai pukul 12 siang selama 1 jam (tergantung cuaca),
terus ayam tersebut sekalian saya puterin sekitar 5 menit setelah itu ayam diumbar dikandang
umbaran 2x2m (jika ada) sampai sore. Jika tidak ada cukup dilepas bebas secukupnya,
setelah itu kembali ke kandang istirahat.
Makanan yang diberikan

untuk makanan cukup diberi makanan sehari-hari + seminggu cukup diberi 1 butir telur (klo
ada telur itik) kalau untuk obat-obatan cukup diberi B-compleks 1 minggu 2x2 butir setelah
ayam makan sore.
Nb: hentikan pemberian telur dan obat-obatan 3 hari sebelum ayam mau diadu (turun) ke
kalangan
Kapan ayam mulai dilatih?
untuk soal kapan ayam siap dilatih itu tergantung kondisi ayam tersebut harus sehat (Fit) baru
ayam tersebut baru bisa kita latih.
Sebaiknya umur berapa ayam pertama kali di bawa ke gelanggang/kalangan?
untuk soal Umur mungkin menurut pendapat masing-masing pasti semua botoh tidak sama
untuk umuran berapa ayam tersebut bisa dibawa ke kalangan....kalau menurut saya sich, jika
ayam sudah banyak pengalaman (sering di test) baru ayam tersebut baru bisa di bawa ke
kalangan.
Ayam yang seperti apa yang disebut dengan siap tanding?
biasanya kalau ayam sudah siap tanding, bisa kita liat ayam tersebut sangat agresif dan lincah
(bukan ayam liar) dan saat kita pegang ayam tersebut seperti memberontak, kotorannya padat
berwarna hijau, disela-sela jari kaki berwarna merah.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 11:59 3 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Kemenangan : Ayam Petarung atau Pemilik ::

Menurut sebagian besar orang, menang atau kalah tergantung pada ayamnya.
Tapi menurut saya, menang atau kalah itu justru tergantung orangnya. Karena menang atau
kalah adalah tujuan manusianya, bukan ayamnya. Ayam hanyalah objek atau alat yg
mengikuti nalurinya saja utk bertarung. Ayam tidak peduli seberapa besar kemampuannya
dalam bertarung, tidak peduli apakah ia dalam kondisi fit/tidak, apakah musuhnya berjalu
lebih tajam, apakah musuhnya lebih tua, lebih besar atau lebih tinggi.
Ayam hanya menjalankan tugasnya sebagai petarung sejati.

Kemenangan dipengaruhi banyak sekali faktor. Bukan semata-mata urusan ayamnya saja.
Maka untuk memperkecil kemungkinan kalah, sudah selayaknya pemilik harus
memperhatikan :
1. Memilih ayam yg bagus.
2. Dirawat sampai 100% fit siap adu.
3. Cari musuh sebisa mungkin yg lebih jelek, lebih kecil, minimal sepadan (tandingan).
4. Pakai bebotoh yg berpengalaman.
Jadi, soal menang atau kalah itu sebagian besar (75%) berkaitan erat dengan diri kita sendiri
sebagai pemilik/perawat.
Jangan pernah menyalahkan ayam yang kita gunakan untuk meraih tujuan kemenangan itu.
Karena saya yakin, ayam yang kita gunakan sudah berusaha semaksimal mungkin,
mempertaruhkan nyawanya demi sebuah kemenangan yang kita inginkan.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 11:50 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Perbedaan Ayam Bangkok Asli dan Lokal ::

Ayam bangkok yang asli import dapat diketahui dengan cara memperhatikan struktur tulang
atau tulangan, warna pangkal bulu, mental, dan gaya bertarung.
Berikut penjelasannya:
*STRUKTUR TULANG ATAU TULANGAN
Untuk mengetahuinya tidak cukup dilihat, tetapi harus dipegang. Struktur tulang atau
tulangan ayam bangkok yang asli lebih padat. Hal ini disebabkan oleh pakan mineral,
terutama kalium dan fosfor yang baik. Dengan suplai mineral yang bagus, pembentukan
tulang sejak anakan akan semakin baik dan menjadi sempurna ketika ayam mencapai usia
dewasa. Keadaan ini akan menjadi suatu kelebihan yang belum dimiliki oleh ayam jenis
lokal.
*WARNA PANGKAL BULU

Ayam Bangkok asli memiliki tanda-tanda khusus yang berbeda dengan Bangkok lokal.
Sepintas perbedaan tersebut nyaris tidak ada. Ayam Bangkok asli memiliki warna kekuning
kuningan di pangkal bulu dan permukaan kulit. Warna tersebut terdapat di semua bagian
bulu, baik bagian perut, punggung, sayap leher, maupun kaki. Warna ini dikenal dengan
istilah Khemine.
Khemine digunakan untuk menguatkan kulit ayam bangkok. Pemberian larutan berwarna ini
di pangkal bulu akan memperkuat permukaan kulit tempat melekat atau menancapnya bulu,
sehingga bulu tidak mudah rontok. Selain itu, Khemine juga berfungsi sebagai anti kutu.
*MENTAL BERTARUNG ATAU HATI
Perbedaan paling nyata Ayam Bangkok asli dengan Ayam Bangkok peranakan atau lokal
adalah mental bertarungnya. Ayam Bangkok asli sangat berani atau dikenal dengan istilah
"Hati". Ayam Bangkok merupakan tipe ayam petarung yang berani dan tidak kenal takut.
Sifat menonjol Ayam Bangkok asli adalah tidak mau kalah dan terus bertarung tanpa
mengenal lelah. Lebih hebatnya lagi, tidak jarang Ayam Bangkok bertarung sampai mati.
Ayam Bangkok yang bagus lebih memilih mati atau menghindari musuh jika sudah terdesak
daripada harus berbunyi keok.
*GAYA BERTARUNG
Ayam Bangkok yang terlahir sebagai Ayam Petarung sejati akan memiliki gaya atau "Jurus
cantik"dalam setiap aksi tarungnya. Secara umum ada empat gaya bertarung yang sering
dilakukan Ayam Bangkok, yaitu: teknik kontrol, teknik kunci, teknik bongkar singkap
sayap,dan teknik berlari. Teknik yang paling disukai para penggemar Sabung Ayam adalah
teknik kunci dan teknik kontrol. Ayam yang memiliki teknik berlari sangat jarang. Dalam
teknik berlari, Ayam akan menyerang terus sampai lawannya kalah atau menyerah.
Mudah-mudahan dengan tulisan di atas teman teman dapat mendapatkan informasi tentang
cara memilih Ayam Bangkok yang Asli dan tidak kena tipu oleh penjual ayam yang ngakungaku menjual Ayam Bangkok Asli tapi ternyata Palsu Alias Lokal.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 11:49 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Perawatan Ayam Petarung Pasca Bertarung ::

Perawatan ayam setelah ditarungkan merupakan faktor penting yang menentukan karir ayam
anda dalam bertarung menghadapi lawan berikutnya. Hal ini terkadang disepelekan oleh
penggemar ayam aduan.
Ayam akan mengalami kelelahan yang luar biasa setelah bertarung dalam waktu yang cukup
lama, atau bertarung dengan musuh yang sama kuatnya, istilahnya COR-CORAN. Panjang
ronde yang lazim di Indonesia biasanya 15 menit, ayam akan mengalami kelelahan yang
sangat, bila bertarung lebih dari 4 ronde. Akibatnya bila perawatan pasca tarung diabaikan,
bisa berakibat buruk terhadap si ayam. Umumnya kelumpuhan dan badan menjadi kurus,
sering kita istilahkan SOAK. Bila si ayam menjadi soak, mentalnyapun bisa rusak sehingga
menjadi
ayam
keok/pedot!
Ada
berapa
tahap
dalam
perawatan
pasca
pertarungan:
1.PERAWATAN
LANGSUNG
SETELAH
TARUNG
teteskan langsung cairan antibiotika pada luka. Pemberian obat luka seperti larutan yodium,
yang membakar kulit akan meninggalkan keropeng yang membutuhkan waktu untuk rontok
atau mengelupas. Suntikkan antibiotik tadi pada badan ayam dan teteskan juga pada luka di
badan si ayam akibat jalu lawannya. Hentikan segera pendarahan, biasanya bebotoh
menggunakan bubuk kopi, kalau terjadi pendarahan hebat, usahakan dijahit. Teteskan juga
cairan
antibiotik
pada
luka
yang
dijahit.
Bila paruh terlepas, usahakan pasang kembali dengan cara mengikat paruh dengan benang ke
jengger, bila paruh lepas tanpa pelindung, akan mengakibatkan cacat setelah sembuh,
sehingga
ayam
akan
kesulitan
mematuk.
Berikan gula merah setelah bertarung untuk digunakan sebagai sumber karbohidrat yang
mudah diserap si ayam. Setelah dibawa pulang, tempatkan agak menyendiri, jangan terlalu
dekat dengan ayam jago lain. Setelah mau makan, anda bisa kumpulkan dengan ayam betina,
untuk memperbaiki sifat pemimpin ayam (LEADER OF THE PECK). Ayam umumnya adalah
unggas yang hidup berkelompok dan yang terkuat jadi pemimpin, yang menguasai seluruh
babon. Untuk menjaga naluri si ayam, sesekali dikawinkan. Pada umumnya ayam yang
mengalami kekurangan gizi, kondisi lemah mempunyai nafsu kawin yg rendah.
2.SEHARI
SETELAH
PERTARUNGAN
Umumnya ayam tidak mau makan setelah mengalami kelelahan yang sangat, berikan larutan
gula, sedikit susu cair dan vitamin mineral dengan cara pemberian langsung ke dalam

tembolok dengan menggunakan alat spet yang ujungnya diberi selang kecil. Bila ayam tidak
mau makan, jangan dipaksa dengan meloloh pada hari 1 s/d hari ke-3. Pada tahap ini
usahakan pemberian karbohidrat dan protein yang mudah diserap ayam, karena proses
pencernaan
belum
berfungsi
sempurna.
Hari ke-4 boleh diberikan sedikit voer yang dicampur susu cair. Bila nafsu makan ayam
belum ada, jangan memaksa diloloh, karena pencernaan masih terganggu. Bila terlanjur
diloloh dan tembolok tidak turun, maka dapat diberikan enzim pembantu pencernaan, seperti
ENZYMFORT atau PANKREOFLAT, sehari 2 sampai 3 kali. Sekali-kali jangan diberikan
makanan keras, berikan gula merah dan susu serta vitamin mineral. Sediakan selalu air
minum
dalam
kurungan.
3.LATIHAN
SETELAH
SEMBUH
Minimal 2 minggu setelah bertarung, anda boleh melatih lagi ayam jika menang dalam waktu
singkat. Lakukan sparring ringan dengan waktu 10 menitan saja. Usahakan ayam beristirahat
cukup, jangan terburu nafsu untuk menarungkan si ayam. Bila kondisi belum pulih sempurna,
akan mempengaruhi mental si ayam. Ayam bisa lari sendiri ketika bertarung walaupun si
lawan sudah tidak bisa menyerang/tak ada perlawanan. Hal ini terjadi bukan karena mental
ayam yang jelek tetapi faktor stamina ayam yang masih down.
Diposkan oleh Dedeng Haryanto di 11:44 1 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini

:: Ciri Ayam Petarung Fit/Siap Bertarung ::

Setiap Bebotoh bisa dipastikan ada cara tersendiri mengindentifikasi


bahwa ayam siap untuk tarung dan kesehatanya sudah prima.
Ciri-cirinya:

Pegangan ayam bobotnya sudah turun kebawah.( arah ke kaki)


Otot sudah sempurna bila di pegangan di bagian leher ayam akan menkeret ( ototnya
melawan)

Otot paha atas kelihatan nonjol keluar dan padat.

Wajah ayam memerah cerah.

Brutu merah dan berminyak.

Cela jari juga ada merah, sekitar dengkul juga ada merah .

Dan sisik dibawah dengkul umumnya yang bagian luar dari atas urutan 3 s/d 6 ada
perbedaan lebih kering ( seperti ada kapur).Kewaspadaan ayam meningkat,
dilihat dari gerak kepalanya.