Anda di halaman 1dari 16

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEMBUATAN DAN PENGAWASAN SUMUR PANTAU


DAN SISTEM TELEMETRI DI ..
T.A. .........................
- Nama Pekerjaan

: Pembuatan dan pengawasan sumur pantau dan sistem


telemetri air tanah di
: di CAT ., CAT . dan CAT

- Lokasi

- Pejabat Pembuat Komitmen

- Dana

: Rp..

- Sumber Dana

: APBD Propinsi ....................... TA .....................

I.

LATAR BELAKANG
Sumberdaya air tanah merupakan sumberdaya vital dan strategis dalam kehidupan
manusia serta

menyangkut

hajat hidup

orang

banyak yang

memerlukan

pengelolaan secara bijaksana dengan bertumpu pada azas manfaat, kelestarian


sumberdaya dan lingkungan keberadaannya. Ketersediaan dan potensi air tanah
suatu daerah yang ditentukan oleh faktor alami, merupakan sesuatu yang diterima
apa adanya (given) sebesar kemampuan alam itu sendiri, perlu dikelola dengan baik
agar ketersediaanya dapat berkelanjutan.
Pengelolaan air tanah yang didasarkan pada konsep satuan wilayah cekungan air
tanah, mulai dari

daerah

imbuh (recharge area)

(discharge area) yang tidak mengenal

sampai

ke daerah lepasnya

batas wilayah administrasi, memerlukan

kegiatan eksplorasi, rencana eksploitasi, pemantauan dan upaya konservasi yang


didukung pengetahuan teknis dalam bidang pengelolaan air tanah.
Pesatnya perkembangan pembangunan di sektor industri, perumahan, pertanian dan
kegiatan usaha lainnya di wilayah Propinsi ........................ telah mengakibatkan
semakin meningkatnya kebutuhan air bersih dari tahun ke tahun.
Salah satu

sumber air

bersih yang

tersedia

di alam

adalah

air tanah.

Ketergantungan pasokan air bersih dari air tanah sangat besar mengingat sumber
pasokan lainnya (air permukaan) memerlukan biaya pengolahan yang mahal. Hal
ini telah berakibat pada peningkatan pemanfaatan air tanah secara besar-besaran,

sehingga penurunan muka air tanah semakin besar terjadi. Dampak yang lebih luas
adalah

terjadinya degradasi sumber daya air tanah yang berpengaruh kepada

berkelanjutan air tanah dimasa yang akan datang.


Eksploitasi air tanah yang melebihi daya dukung atau potensi akan menyebabkan
kerusakan lingkungan air tanah dan lingkungan fisik sekitarnya. Pada beberapa kota
besar di pulau Jawa

seperti .., , ..

dan

akibat pengambilan air tanah secara berlebihan untuk memenuhi


kebutuhan industri, telah menyebabkan pada kondisi cekungan air tanah rawan dan
kritis, adanya penurunan muka air tanah, kontaminasi air permukaan terhadap air
tanah, penurunan muka tanah (land subsidence), banjir dan intrusi air laut.
Untuk cekungan air tanah ., perkembangan pengambilan air tanah
yang pesat di daerah ini telah mengakibatkan terjadinya perubahan kondisi dan
lingkungan air tanah secara nyata. Bukti bukti

yang menunjukkan

adanya

perubahan tersebut diantaranya :

Penurunan kuantitas air tanah pada sistem akuifer tertekan yang diindikasikan
dengan adanya penurunan muka air tanah yang mencapai lebih dari .. m
apabila dihitung dari kondisi awal.

Penurunan kualitas air tanah

pada sistem

akuifer

tertekan

di dataran

terutama di kawasan-kawasan industri.

Gejala penurunan/amblesan tanah di beberapa tempat dataran yang


telah mengakibatkan kerusakan bangunan (retak-retak).

Dalam rangka mengurangi dampak negatif dari pemanfaatan air tanah diperlukan
pengawasan dan pengendalian pemanfaatan air tanah yang serius dan terpadu antar
instansi yang terkait dan yang kompeten sangat diperlukan terutama pada daerahdaerah yang pengambilan air tanahnya sudah demikian intensif.
Salah satu

upaya

pemanfaatan

air bawah tanah

adalah melalui

pemantauan

penurunan muka air tanah pada alat perekam Automatic Water Level Recorder
(AWLR) yang dipasang pada sumur pantau.
AWLR adalah suatu alat yang dapat merekam secara otomatis gerakan naik
turunnya muka air tanah secara terus menerus dalam suatu seri waktu (hidrograf air
tanah).

Mengingat selama ini pemantauan muka air tanah melalui AWLR ini memerlukan
waktu yang cukup lama, karena data fluktuasi muka air tanah harus diambil
langsung pada alat tersebut yang keberadaannya tersebar di , maka
sangat dirasakan pengumpulan data fluktuasi muka air tanah tidak efektif dan tidak
efisien.
Dengan demikian

diperlukan cara alternatif yang lebih cepat dan akurat dalam

memantau naik turunnya muka air tanah. Dalam hal ini telah tersedia alat yang
disebut Telemetri Digital.
Telemetri Digital

adalah suatu

sistem

pemantau

dan pencacatan

kedalaman

permukaan air tanah secara elektronik dan merupakan pengembangan dari alat
yang telah ada yaitu AWLR yang menggunakan mekanik.
Dengan menggunakan sistem ini, kita dapat memantau permukaan sumur-sumur
dengan sistem telemetri yang berarti bahwa kita bisa memantau semua sumur
pantau tersebut yang berjarak relatif jauh hanya dari satu lokasi tanpa harus
mendatangi sumur-sumur pantau tersebut.
Data yang didapat dari sumur tersebut disimpan/direkam dan digambarkan dalam
bentuk

grafik pada layar

monitor

komputer (di lokasi

pusat pemantau) dan

kemudian grafik tersebut bisa di print out menggunakan printer.


Dengan masih terbatasnya keberadaan sumur pantau dan alat telemetri yang ada di
mengakibatkan pemantauan belum dapat dilakukan pada seluruh
wilayah, untuk itu diperlukan pembangunan sumur pantau dan pemasangan telemetri.

II.

DASAR HUKUM
1.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

2.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air;

3.

PP Nomor 43/2008 Tentang Air Tanah;

4.

Keputusan

Menteri

Energi

1451.K/10/MEM/200 tentang

dan

Sumberdaya

Pedoman Teknis

Mineral

Penyelenggaraan

Nomor
Tugas

Pemerintahan di Bidang Pengelolaan Air Bawah Tanah;


5.

Peraturan

Daerah

Nomor

Tahun

tentang

III. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari pekerjaan pembuatan sumur pantau dan pemasangan alat telemetry
adalah :
a

Mengetahui fluktuasi kondisi muka air bawah tanah secara berkesinambungan.

Menjaga tetap terpelihara serta berfungsinya sumur pantau, baik sumur pantau
milik pemerintah maupun swasta, sehingga diperoleh data kondisi muka air
tanah yang cepat dan akurat.

Sedangkan tujuan dari pekerjaan pembuatan sumur pantau dan pemasangan alat
telemetry sebagagai berikut :
a

Tersedianya data kondisi muka air bawah tanah secara lengkap, cepat dan
berkesinambungan dari setiap sumur pantau secara akurat.

Tersedianya hasil evaluasi kondisi muka air bawah tanah , sebagai bahan untuk
menentukan

kebijakan

dalam rangka

pengawasan, pengendalian dan

pengelolaan pengambilan serta pemanfaatan air bawah tanah di .


IV.

OUT PUT (Keluaran)


a. Tersedianya .. () titik sumur pantau
b. Tersedianya . (...) unit peralatan Telemetri Digital;

V.

OUT COME (Hasil Akhir)


Outcome dari kegiatan ini adalah :
1.

Diperolehnya data fluktuasi muka air tanah secara cepat pada daerah tertentu
(sesuai penempatan telemetri);

2.

Diketahuinya penurunan muka air tanah pada daerah-daerah yang selama ini
pengambilan airnya sangat intensif, khususnya daerah yang katagorinya sudah
rusak dan kritis;

VI. BENEFIT (Manfaat)


Dengan diketahuinya kondisi air tanah secara cepat dan akurat di .. dapat
dirumuskan kebijakan terhadap pengelolaan air tanah secara tepat dalam rangka
penetapan kebijakan peningkatan efektivitas pengelolaan air tanah di ...

VII. IMPACT (Dampak)


Dampak yang diharapkan dengan adanya kebijakan peningkatan efektivitas
pengelolaan air tanah di .. adalah :
1. Tersedianya kebijakan pengelolaan air tanah sebagai acuan bagi para stakeholder
dalam mengelola air tanah secara bertanggung jawab..
2. Terbentuknya pemahaman

dari para

stakeholder

bahwa

managemen

pengelolaan air bawah tanah harus mengacu pada managemen Cekungan air
tanah.
3. Tumbuhnya kesadaran dari para pengambil air tanah untuk selalu berupaya
melakukan penghematan pengambilan air tanah.

VIII.

RUANG LINGKUP PEKERJAAN


Pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi :
a). Pekerjaan pemboran
1. Pekerjaan persiapan
1). Mobilisasi dan demobilisasi peralatan, material dan personil;
2). Persiapan lokasi, setting peralatan, dan lain-lain.
2. Pemboran
1). Pemboran Pilot Hole
a. Kedalam pemboran 180 meter
b. Menggunakan mata bor 8 inchi;
c. Pemboran yang dilaksanakan adalah pemboran untuk jenis sumur
pantau air tanah, dengan menyadap satu atau lebih akifer air tanah
tertekan (air tanah dalam).
2). Pembesaran Lobang Bor (Reaming)
a. Kedalaman Pemboran 180 meter;
b. Menggunakan mata bor 10 inchi;
c. Jenis mata bor disesuaikan dengan kondisi batuan setempat
d. Pelumpuran harus dicampur dengan bentonite, sehingga lumpur bor
mempunyai viscocity 32-38 detik/quart.
e. Dilakukan sampling cutting pemboran tiap interval 1 meter atau
bilamana terdapat perubahan lapisan batuan.

3. Logging Geofisika
1) Logging Geofisika dilakukan pada lubang bor sebelum konstruksi
dengan menggunakan metode pengujian :
a. SP Log
b. Resistivity Log
c. Gamma Ray
2) Pelaksanaan Logging harus menggunakan alat yang memiliki tingkat
ketelitian yang tinggi.
3) Hasil Logging dilengkapi deskripsi dan symbol litologi serta rencana
konstruksi sumur bor.
4) Pelaksanaan loging harus disaksikan oleh unsur terkait dan dibuatkan
berita acara serta dilampiri rencana konstruksi sumur bor yang telah
disepakati bersama, unsur terkait dimaksud, sebagai berikut :
a. Pelaksana Teknis Operasional;
b. Instansi terkait setempat
c.

Tokoh Masyarakat

d.

Konsultan Pengawas

4. Pekerjaan Konstruksi Sumur Bor


Pekerjaan konstruksi sumur adalah pekerjaan instalasi sumur yang terpasang
setelah proses pengeboran atau penggalian serta penyelesaian sumur selesai,
yang terdiri atas pekerjaan pemasangan : pipa jambang, saringan, pembalut
kerikil, penyekat lempung dan penyekat semen;
1) Pipa Jambang
a. Konstruksi jambang lurus ;
b. Pipa GIF Medium SII 6 inchi 92 meter;
c. Bagian bawah pipa jambang ditutup (doop);
d. Bibir sumur bor + 100 cm dari lantai beton
e. Bagian atas jambang dipasang penutup sumur, dilengkapi lobang
pemantau muka iar tanah inchi yang telah dilengkapi penutup
yang tidak mudah dibuka dengan tangan (flugdrat);
f.

Pemasangan konstruksi sumur bor harus disaksikan oleh unsure


berwenang, antara lain :

1) Pelaksana Teknis Oprasional


2) Instansi terkait setempat
3) Tokoh Masyarakat (Kepala Desa)
4) Konsultan Pengawas
2) Saringan Screen
a. Saringan Low Carbon 6 inchi 18 meter
b. Jenis pipa saringan sesuai SNI
c. Celahan (slot) pipa saringan menyesuaikan dengan akuifer yang akan
disadap
d. Posisi saringan dipasang pada akuifer air tanah tertekan dan tidak
boleh diletakkan pada air tanah bebas.
3) Pembalut kerikil
a. Pembalut kerikil adalah pembalut yang terbentuk kerikil yang diisikan
kedalam ruang antara dinding lubang bor dan saringan, yangberfungsi
untuk menjaga kemampuan saringan dalam meluluskan air dan
menahan butir-butir batuan lepas yang akan masuk kedalam sumur.
b. Kerikil pembalut harus dipilih yang tidak mudah berubah bentuk, tidak
lapuk, berbutir berbundar, diutamakan yang mempunyai kandungan
silica tinggi, dan tidakmengandung gamping, zat organic, lumpur dan
kotoran lainnya, atau kerikil artificial.
c. Diameter kerikil pembalut menyesuaikan dengan celah pipa saringan
yang akan dipasang (antara - 1 cm).
4) Lempung Penyekat
a. Lempung penyekat adalah penyekat yang terbentuk dari lempung yang
dimasukkan kedalam ruang antara dinding lubang bor dan pipa naik;
b. Ditempatkan diatas pembalut kerikil, dengan ketebalan minimum 1
meter.
5) Penyekat Semen (Grouting)
a. Penyekat semen adalah penyekat yang terbuat dari bubur semen yang
diinjeksikan kedalam ruang antara dinding lubang bor dan pipa
jambang atau pipa naik. Penyekat semen berguna untuk mencegah

tercemarnya air tanah, serta untuk menahan agar dinding lubang bor
tidak penuh.
b. Komposisi bubur semen yang dipakai 40 kilogram semen setiap 22
liter air. Semen yang digunakan harus memenuhi SNI 15-2049-1994
(Mutu dan cara uji Portland semen jenis I).
c. Kedudukan penyekat semen diantara dinding lubang bor dan pipa
jambang atau pipa naik sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam
SIP (Surat Ijin Pengeboran)
d. Bagian atas ditutup dengan beton (100 x 100 x 25) cm.
5.

Pekerjaan Well Development


1) Well development atau penyempurnaan sumur ini dilakukan dengan
tujuan memperbaiki kehancuran formasi yang terjadi selama operasi
pemboran sehingga sifat-sifat hidrolika formasi dapat dipulihkan
kembali.
2) Metoda development yang dipergunakan adalah Water Jetting.
3) Development harus diteruskan sampai air bersih dan bebas pasir pada
debit pemmpaan maksimum. Kadar pasir pada kandungan air harus
mencapai kurang dari 20 ppm.

6.

Pekerjaan Pumping Test


1) Uji pemompaan dilakukan dalam dua tahapan yaitu uji pemompaan
dengan

debit

bertingkat

danuji

pemompaan

menerus

yang

sebelumnya didahului dengan uji pemompaan pendahuluan. Pada


masing-masing tahap pengujian selalu diakhiri dengan uji kambuh
(recovery).
2) Uji pemompaan pendahuluan dilakukan sampai kondisi air bersih
(selama kurang lebih 4 jam).
3) Uji pemompaan menerus; pemompaan ini dilakukan dengan
menggunakan debit konstan . Uji pemompaan ini dilaksanakan
dengan mengukur penurunan muka air tanaha akibat dari pemompaan
pada

waktu-waktu

tertentu

selama

dilakukan

pemompaan.

Pengukuran dimulai dari kondisi muka air tanah semula sampai pada
penurunana muka air tanah tertentu karena dipompa selama 72 jam.

4) Uji kambuh; uji ini dilakukan pada saat uji pemompaan debit
bertingkat maupun uji pemompaan menerus dihentikan, yaitu dengan
mengamati

kenaikan

muka air tanah akibat penghentian

pemompaan sampai muka air tanah pada keadaan semula (selama 12


jam).
b). Pemasangan Alat Automatic Water Level Recording (AWLR)
Jenis AWLR yang akan dipasang adalah Telemetry Digital dengan spesifikasi
sebagai berikut :
1) Remote Terminal Unit (RTU) berfungsi untuk mengukur dan merekam
ketinggian (level) permukaan zat cair secara elektronik dengan ketelitian
sampai dengan satuan milimeter (mm).
2) Alat telemetry harus dapat menyimpan data dalam satu memory dengan
interval waktu penyimpanan data yang bisa diatur sesuai dengan
kebutuhan.
3) Biaya perawatan yang relatif rendah
4) Real Time Data
5) Tenaga listrik menggunakan tenaga surya
c).

Pembuatan Pagar Pengaman


Sumur pantau yang telah dipasang telemetry digital harus dilengkapi dengan
pagar pengaman dengan spesifikasi sebagai berikut :
1) Lebar pagar 2 x 2 m
2) Tinggi pagar 3 meter
3) Pagar dilengkapi dengan papan nama
4) Pintu masuk dilengkapi dengan kunci pengaman.

d).

Pembuatan Papan Petunjuk AWLR


sebagai papan petunjuk keberadaan kepemilikan peralatan telemetri di lokasi
tersebut;

e). Expose Hasil Pekerjaan


Setelah pekerjaan pembuatan sumur pantau dan pemasangan telemetry selesai,
maka harus di sosialisasikan dengan melakukan expose mengenai hasil
pekerjaan yang telah dilaksanakan.

10

e).

Pelaporan
Pelaporan dilaksanakan selama pekerjaan pembuatan sumur pantau dan
pemasangan alat telemetry digital dengan tahapan sebagai berikut :
1) Pelaksana pekerjaan wajib membuat laporan pelaksanaan pekerjaan harian
kemudian direkap dalam bentuk laporan mingguan.
2) Pelaksana pekerjaan stiap akhir bulan kalender atau sewaktu-waktu atas
permintaan Pejabat Pembuat Komitmen (P2K).
3) Materi laporan meliputi pelaksanaan pekerjaan, kemajuan pekerjaan,
kondisi cuaca, permasalahan yang dijumpai, dan sebagainya, dilengkapi
dengan progres report (Kurva S).
4) Setiap laporan harus diketahui oleh Konsultan Pengawas.
5) Laporan Akhir, yang berisi tentang :
a. Kajian Hydrologi setempat
b. Laporan pelaksanaan pekerjaan secara lengkap
c. Spesifikasi teknis peralatan & bahan terpasang, berikut umur teknis
peralatan & bahan tersebut.
d. Petunjuk teknis pemeliharaan sumur pantau
e. Berita Acara : Logging geofisika sesuai kedalaman sumur bor,
pemasangan konstruksi, pemasangan meter air, pumping test, dan
dokumen lain yang dianggapa perlu.
f.

Analisis air tanah

11

IX. METODA PELAKSANAAN


a. Koordinasi dengan instansi terkait di Kabupaten/Kota yang akan dibuat
sumur pantau dan dipasang peralatan telemetri.
b. Pemboran air tanah
c. Water jetting
d. Pumping Test
e. Pemasangan peralatan telemetri dan kelengkapannya
f. Pengoperasian peralatan.
g. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan.

X.

TENAGA AHLI

Tenaga ahli yang dibutuhkan untuk pekerjaan pembuatan sumur pantau dan
pemasangan alat telemetry yaitu :
1.

Tenaga ahli Geologi /Hydrogeologi


Sarjana Teknik Geologi bidang keahlian Geohidrologi/Hidrogeologi (S1)
dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun dalam bidang
perencanaan teknis air tanah dengan system pemboran serta wajib dapat
menyelesaikan/menangani bagian pekerjaan yang dibebankan serta harus
bertanggung jawab atas hasil pekerjaannya.

2.

Juru Bor (Bor Master)


Memiliki sertifikat juru bor yang diterbitkan oleh instansi berwenang dan
memiliki pengalaman kerja sesuai bidangnya.

3.

Tenaga operator computer

XI. PERALATAN
Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan pembuatan sumur pantau harus
didukung dengan menggunakan peralatan yang lengkap dan dapat
berfungsi dengan baik sesuai dengan peruntukkannya.
Peralatan yang harus disediakan oleh pelaksana pekerjaan adalah :
1.

Perangkat pemboran

5.

Mesin Las

2.

Pompa lumpur

6.

Alat Pancing

3.

Pompa Sirkulasi

7.

Pompa

Summersible,

12

4.

Compressor

dsb.

Peralatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan dirinci dalam


dokumen teknis meliputi : Jenis, Type, Merk, Tahun pembuatan,
Kapasitas, Negara asal, dsb.
XII. WAKTU PELAKSANAAN DAN MASA PEMELIHARAAN
a.

Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan pekerjaan pembuatan sumur pantau dan pemasangan
alat telemetry adalah 120 (Seratus Dua Puluh ) hari kalender.(sesuai
dengan jadwal).

b.

Masa Pemeliharaan

1. Pelaksana pekerjaan berkewajiban melaksanakan pemeliharaan selama 6


(enam) bulan kalender sejak pekerjaan dinyatakan selesai dan diterima
dengan baik oleh Pejabat Pembuat Komitmen.
2. Selama masa pemeliharaan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan
dimaksud menjadi tanggung jawab pelaksana pekerjaan.
3. Selama masa pemeliharaan diwajibkan melaporkan perkembangan kondisi
hasil pekerjaan secara kontinyu kepada Pejabat Pembuat Komitmen.

13

Penyusunan dan Pembahasan KAK

Penyusunan dokumen pengadaan

x x

barang dan jasa

Survey calon lokasi sumur pantau

pengeboran sumur pantau dan

x x x x

x x x x x x x x x x x x x x x x

pemasangan alat telemetri

Monitoring pembuatan sumur

pantau

Pengawasan sumur pantau dan

x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x

telemetri milik pemerintah dan


swasta

x x x x

Evaluasi dan Pelaporan

14

XIII. ORGANISASI

Struktur Organisasi
-

Pejabat Pembuat Komitmen

Pejabat Pelaksana Teknis

Pembantu Bendahara

Tim Pelaksana
Pemasangan peralatan telemetri dan sarana pendukungnya dilaksanakan oleh
penyedia barang

Tim Supervisi
Difasilitasi oleh penyedia barang

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

PEJABAT PELAKSANA
TEKNIS KEGIATAN

PEMBANTU BENDAHARA
KEGIATAN

15

XIV. RENCANA ANGGARAN BIAYA


Biaya pekerjaan pembuatan dan pengawasan sumur pantau dan sistem telemetri
alat telemetry air tanah di . dibebankan kepada Anggaran Biaya
TA. dengan pagu anggaran sebesar Rp. ,(..).

Bandung,

. .

KUASA PENGGUNA ANGGARAN

..
NIP.

16