Anda di halaman 1dari 27

DAFTAR I SI

D A F T A R I S I........................................................................................................................................................i
BAB I
U R A I A N .................................................................................................................................................. 1
1.1. RUANG LINGKUP ..................................................................................................................................... 1
1.2. PENGERTIAN.......................................................................................................................................... 1
BAB II

PERSYARATAN.............................................................................................................................................. 2
2.1. PERSYARATAN UMUM................................................................................................................................ 2
2.2. PERSYARATAN TEKNIS............................................................................................................................... 2
2.3. SURVEY LAPANGAN DAN PERENCANAAN TEKNIK ................................................................................................ 4
2.4. JENIS INTAKE ........................................................................................................................................ 4
2.5. SURVEY DAN PENGAMATAN LAPANGAN........................................................................................................... 5

BAB III

CARA PENGERJAAN ....................................................................................................................................... 6


3.1. TAHAP PERSIAPAN ................................................................................................................................... 6
3.2. PEMBUATAN BANGUNAN INTAKE .................................................................................................................. 6
3.2.1. Bangunan Sadap (Intake Tipe 3) ......................................................................................................... 6
3.2.2. Saluran Penyadap........................................................................................................................... 9
3.2.3. Pemasangan Dinding Bak Penampung ................................................................................................... 9
3.2.4. Pembuatan Tutup dan Lubang Pemeriksa Bangunan Penyadap ....................................................................10
3.2.5. Bangunan Bak Penampung ...............................................................................................................11
3.2.6. Pekerjaan Kontruksi Hidran Umum .....................................................................................................16
A. Pekerjaan Pondasi dan Tangki Air..................................................................................................16
B. Pekerjaan Lantai dan Saluran Pembuangan Air ..................................................................................18

BAB IV

CARA PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN........................................................................................................19


4.1. PENGOPERSIAN......................................................................................................................................19
4.1.1. Persiapan Penoperasian ..................................................................................................................19
4.1.2. Pelaksanaan Pengoperasian..............................................................................................................19
4.2. PEMELIHARAAN......................................................................................................................................19

BAB V

R E F E R E N S I...........................................................................................................................................22
Petunjuk Praktis Pembangunan
Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. i

BAB I
URAIAN
1.1.

RUANG LINGKUP
Mencakup pengertian, persyaratan dan cara pengerjaan pembangunan Intake untuk Air Permukaan dengan kualitas baik
(tidak memerlukan pengolahan).
1.2. PENGERTIAN
1) Bangunan Intake (Bangunan Sadap) adalah bangunan untuk
mengambil (menyadap) sebagian air baku dari sumbernya
2) Air baku adalah air yang berasal dari sumber air yang perlu atau
tidak perlu diolah untuk menjadi air bersih.
3) Air bersih adalah air yang memenuhi ketentuan baku mutu air
bersih yang berlaku.
4) Air permukaan adalah sumber air baku yang yang terdapat pada
permukaan bumi, dapat berasal dari sungai, saluran irigasi, danau,
waduk, kolam, rawa, embung.
5) Bak pengendap adalah penadah air baku yang didalamnya terjadi
proses pengendapan
6) Komunal adalah sekelompok penduduk yang hidup bersama dan tinggal berdekatan
7) Bak Penampung adalah bangunan yang berfungsi untuk menampung air sehingga dapat menjamin kontinuitas pelayanan air
bersih
8) Hidran Umum (HU) adalah wadah penampung air bersih untuk masyarakat secara komunal

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 1

BAB II
PERSYARATAN

2.1.

PERSYARATAN UMUM
Dalam pembuatan bangunan Intake harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
1. Bangunan Intake harus kuat dan kedap air.
2. Penempatan lokasi Intake harus dapat menerima menyadap debit pada saat aliran minimum.
3. Penempatan dan bentuk bangunan Intake harus menjamin dalam kontinuitas penyediaan air baku.
4. Perlu partisipasi masyarakat dan pengurus LKMD setempat dalam pelaksanaan pembangunan Intake.

2.2.

PERSYARATAN TEKNIS
1) Disain bangunan intake hanya untuk menyadap pada saat debit sungai minimum
2) Kualitas air baku (sungai) relatip baik (tidak keruh)
3) Unit-unit pengolahan terdiri dari: intake, kolam penampung dan kran/hidran umum
4) Sistim pengaliran menggunakan sistim grafitasi
5) Bahan seperti pada tabel berikut :
No

Komponen

Bahan

Intake

Cor Beton/Pasangan Batu kali

Bangunan Penampung

Pasangan batu kali/batu bata

Tangki

Serat kaca/plastik

Dudukan Tangki

Pasangan Batu

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 2

Tabel 2.1
Kebutuhan Bahan Bangunan Penyadap (Intake Tipe 3)
No

Jenis Bahan

Satuan

Tabel 2.2
Kebutuhan Bahan Bangunan Penampung Air

Volume

No

Jenis Bahan

Satuan

Volume

Semen

Zak

15

Semen

Zak

20

Pasir Urug

M3

0,60

Pasir Urug

M3

1,2

Pasir Pasang

M3

2,50

Pasir Pasang

M3

2,2

Pasir beton

M3

1,5

Pasir beton

Kerikil

M3

0.5

Kerikil

M3

0,8

Batu Kali

M3

Batu Kali

M3

2,2

Besi Beton dia. 8 mm

Batang

12

Batu Bata

Buah

800

Besi Beton 6 mm

Batang

Besi Beton dia. 8 mm

Batang

18

Paku

Kg

Besi Beton 6 mm

Batang

14

10

Kawat Beton

Kg

10

Paku

Kg

11

Kayu Bekisting

M3

0,2

11

Kawat Beton

Kg

10

12

Pipa GIP dia. 3

Batang

12

Kayu Bekisting

M3

0,5

13

Bend 45 GIP dia. 3

Buah

13

Pipa GIP dia. 3

Batang

14

Pipa GIP

Batang

15

Bend 90 GIP dia. 3

Buah

16

Tee GIP 3

Buah

17

Kran dia.

Buah

18

Dop GIP dim. 3

Buah

19

Socket GIP dia.

Buah

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 3

Tabel 2.3
Kebutuhan Bahan Bangunan Hidran Umum
No

2.3.

Jenis Bahan

Satuan

Volume

Semen

Zak

10

Pasir Urug

M3

0,8

Batu Kali

M3

2,5

Pipa GIP dia. 3

Batang

Tergantung Jarak

Pipa GIP

Batang

Bend 90 GIP dia. 3

Buah

Tee GIP 3

Buah

Kran dia.

Buah

Socket GIP dia.

Buah

10

Tangki Fiber Kapasitas 4 m3

Buah

SURVEY LAPANGAN DAN PERENCANAAN TEKNIK


Kegiatan survey lapangan/pengamatan dan perencanaan teknik bangunan pengolahan air bersih perlu dilakukan sebelum kegiatan
pembangunan, hal ini terutama menyangkut perletakan bangunan intake dan bangunan lainnya serta penentuan sistim pengaliran air
baku.

2.4.

JENIS INTAKE
Jenis-jenis Intake yang umum digunakan untuk sistim penyediaan air bersih perdesaan diantaranya adalah:
1. Intake Tipe 1

: Umumnya digunakan untuk sumber air permukaan (Sungai) yang tingkat kekeruhannya relatif tinggi

2. Intake Tipe 2

: Digunakan untuk sumber air permukaan (Sungai) yang tingkat kekeruhannya lebih rendah dari Intake tipe 1
Petunjuk Praktis Pembangunan
Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 4

3. Intake tipe 3

: Digunakan untuk sumber air permukaan (Sungai) yang tingkat fluktuasi antara debit maksimum dan minimum
relatif tinggi, dan penyadapan hanya dilakukan pada debit rata-rata dan minimum

4. Intake Tipe 4

: Digunakan untuk sumber air permukaan (Sungai) yang tingkat kekeruhannya relatif rendah

Dalam Modul ini yang akan dibahas lebih rinci adalah bangunan Intake Tipe 3

2.5.

SURVEY DAN PENGAMATAN LAPANGAN


Survey lapangan dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan :
1. Penentuan lokasi sumber air yang akan digunakan
2. Pengumpulan informasi dari masyarakat setempat mengenai muka air minimum pada musim kemarau dan muka air maksimum
pada musim hujan.
3. Pengumpulan informasi pemanfaatan sungai dari pelaksana pengelola.
4. Pengumpulan informasi tentang besarnya debit aliran dan kualitas air dan kontinuitas aliran sumber air.
5. Pengambilan sampel air untuk pemeriksaan laboratorium untuk mendapatkan data kualitas air.
6. Penentuan lokasi bangunan sadap pada bagian yang tidak pernah kering, bebas dari bahaya erosi dan sedimentasi serta mudah
dilaksanakan.
7. Pengukuran ketinggian/beda tinggi antara bangunan sadap dengan daerah pelayanan.
8. Pengukuran jarak tempat bangunan sadap dengan daerah pelayanan.
9. Penentuan kelayakan sumber air.
10. Pengumpulan informasi mengenai rata-rata lamanya musim hujan/banjir (misal 3 jam)
11. Penentuan jumlah jiwa yang akan dilayani

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 5

BAB III
CARA PENGERJAAN
3.1.

TAHAP PERSIAPAN
Persiapan pelaksanaan dilakukan sebagai berikut
1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan
2. Siapkan bahan yang diperlukan
3. Siapkan tenaga kerja
4. Tentukan lokasi Intake dan penempatannya. Pada Intake Tipe 3 peletakan bangunan intake diusahakan di tengah-tengah sungai
sehingga penyadapan air baku lebih maksimum (penyadapan dilakukan pada saat debit minimum dengan kualitas air baik)
5. Tentukan ketinggian muka air sungai minimum, untuk menentukan ketinggian bangunan terjenun

3.2.

PEMBUATAN BANGUNAN INTAKE

3.2.1. Bangunan Sadap (Intake Tipe 3)


1) Tentukan lokasi bangunan sadap pada bagian muka sungai yang relatip datar
2) Alihkan aliran air sungai dari lokasi bangunan intake
3) Bersihkan lahan dari kotoran dan akar pohon
4) Tandai dengan patok sesuai ukuran pada gambar (Panjang = 1 m,
Lebar = 1 dan tinggi = 1) meter, seperti pada gambar 1
5) Hubungkan patok yang satu dengan yang lain dengan benang/tali
hingga mempunyai ketinggian yang sama, seperti pada gambar 1
6) Tempatkan bahan-bahan di dekat lokasi bangunan sadap

Gambar 1
Pematokan lokasi badan pondasi

7) Gali tanah untuk pondasi hingga kedalaman 50 cm, seperti pada


gambar 2

Gambar 2
Penggalian Pondasi

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 6

8) Pasang lantai pasir padat setebal 10 cm. gambar 3

Gambar 3
Pemberian pasir pada lantai pondasi

9) Pasang batu kosong , gambar 4

Gambar 4
Pemberian pasangan batu kosong

10) Pasang pondasi pasangan batu kali yang terbuat dari bahan
batu kali dengan campuran 1 semen : 3 pasir hingga
ketinggian 60 cm, gambar 5 dan 6

Gambar 5 Pemasangan pondasi

Gambar 6 Pondasi yang sudah


terpasang

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 7

11) Isi lubang bekas galian pondasi dengan tanah urug, seperti
pada gambar 7

12) Rakit pembesian untuk slop beton sepanjang pondasi dengan


ukuran 15 cm x 15 cm seperti pada gambar 8

Gambar 7 Pengurugan lubang bekas


galian pondasi

13) Rakit pembesian (ukuran tulangan 15 cm x 15 cm) untuk tiang


disetiap sudut pondasi hingga mencapai ketinggian bak (1.3
meter) seperti pada gambar 8

Gambar 8
Pembesian pada tiang-tiang dan slop

14) Buat cetakan dari papan untuk mencetak adukan pada slop
beton dan tiang beton, seperti pada Gambar 9 dan 10

15) Tuangkan campuran beton dengan campuran beton 1 semen : 2


pasir : 3 kerikil pada cetakan tersebut

16) Biarkan beton sampai kering untuk memudahkan pekerjaan


selanjutnya
Gambar 9
Pembuatan cetakan slop beton

Gambar 10
Pembuatan cetakan tiang beton

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 8

3.2.2 Saluran Penyadap

1) Gali tanah untuk tempat pemasangan pipa penyadap yang


akan menghubungkan antara sumber air (sungai) dengan
kolam penampung. Kedalaman galian minimal adalah 50
cm dari atas dasar sungai, seperti pada gambar 11
2) Siapkan pipa penyadap (jenis PVC dengan diameter 100
mm)

Gambar 11
Penggalian tanah untuk
pemasangan pipa penyadap

3) Pasang pipa penyadap yang menghubungkan sungai dengan


kolam penampung dengan pipa berlubang berada pada
bagian sungai
4) Tutup galian dengan tanah urug

Gambar 12
Pemasangan dinding dan pipa

3.2.3. Pemasangan Dinding Bak Penampung


1) Lakukan pemasangan batu kali dengan adukan 1 semen : 4 pasir, seperti pada gambar 12
2) Pasang pipa peluap sekitar 10 - 15 cm dari permukaan dinding atas dan pipa keluar yang
menembus dinding pada bagian dasar lantai setinggi 20 - 30 cm, seperti pada gambar 12
3) Tutup celah-celah bekas pemasangan pipa-pipa pada butir 10 dengan mortar semen,
campuran 1 semen : 2 pasir
4) Plester dinding bak dengan adukan campuran 1 semen : 2 pasir, seperti pada Gambar 13
Gambar 13
Pekerjaan plester dinding
Petunjuk Praktis Pembangunan
Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 9

3.2.4. Pembuatan Tutup dan Lubang Pemeriksa Bangunan Penyadap


1) Pasang bekisting untuk pembuatan tutup bangunan
sadap, seperti pada gambar 14
2) Pasang cetakan (terbuat dari bahan triplek) di atas
bekisting, seperti pada, seperti pada gambar gambar 15
3) Susun pembesian ukuran 8 mm - 15 mm yang telah
dirakit, sesuai ukuran tutup bangunan Sadap yang akan
dicor di atas cetakan, seperti gambar 15
Gambar 14 Pemasangan bekisting
pada tutup bangunan tutup

4) Ganjal batu setebal 2 - 3 cm diseluruh bidang di bawah


pembesian

Gambar 15 Pemasangan cetakan dan


pembesian tutup

5) Buat sekat ukuran 60 cm X 60 cm dari kayu tipis pada


bagian tutup bak kontrol, seperti pada gambar 16
6) Lakukan pengecoran dengan memasukkan adukan
dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil
sambil dirojok agar seluruh bidang terisi dan pembesian
tertutup rata, seperti pada gambar15Buat cetakan
untuk tutup lubang pemeriksa (man hole), seperti pada
gambar gambar 17

Gambar 16
Susunan pembesian

7) Pasang pembesian untuk tutup lubang pemeriksa dan


lengkapi dengan pegangan yang terbuat dari besi
inchi, seperti pada gambar 17

Gambar 17 Cetakan dan pembesian


pada lubang pemeriksa

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 10

8) Cor tutup beton dengan ketebalan kurang lebih 10 cm,


biarkan hasil pengecoran 3 sampai 4 hari (sampai kering),
seperti pada gambar 18
9) Plester tutup bak dengan adukan perbandingan 1 pasir : 2
semen, seperti pada gambar 19

Gambar 18 Pembesian dan


Pengecoran tutup manhole

Gambar 19 Pekerjaan plesteran tutup


bak

3.2.5. Bangunan Bak Penampung


1) Tentukan lokasi bangunan bak penampung (diusahakan berdekatan dengan bangunan
intake)
2) Bersihkan lahan dari kotoran dan
akar pohon
3) Tandai dengan patok sesuai ukuran
pada gambar (Panjang = 2 m, Lebar =
2 dan tinggi = 1) meter, seperti pada
gambar 20

Gambar 20 . Penggalian Pondasi

lokasi bangunan sadap

4) Hubungkan patok yang satu dengan


yang lain dengan benang/tali hingga
mempunyai ketinggian yang sama,
seperti pada gambar 21
5) Tempatkan bahan-bahan di dekat

Gambar 21 Pematokan lokasi badan pondasi

6) Gali tanah untuk pondasi hingga kedalaman 50 cm, seperti pada gambar 20

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 11

7) Pasang lantai pasir padat setebal 10 cm.


gambar 22
8) Pasang batu kosong , gambar 23
Gambar 22
Pemberian pasir pada lantai pondasi

9) Pasang pondasi pasangan batu kali yang terbuat


dari bahan batu kali dengan campuran 1 semen
: 3 pasir
hingga ketinggian yang telah
ditetapkan gambar 24 dan 25
10) Isi lubang bekas galian pondasi dengan tanah
urug, seperti pada gambar 26

Gambar 23
Pemberian pasangan batu kosong

Gambar 24 Pemasangan pondasi

Gambar 25 Pondasi yang sudah


terpasang

Gambar 26 Pengurugan lubang


bekas galian pondasi
Petunjuk Praktis Pembangunan
Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 12

11) Rakit pembesian untuk slop beton sepanjang


pondasi dengan ukuran 15 cm x 15 cm seperti
pada gambar 27
12) Rakit pembesian (ukuran tulangan 15 cm x 15
cm) untuk tiang disetiap sudut pondasi hingga
mencapai ketinggian bak (1.3 meter) seperti
pada gambar 28
Gambar 27
Pembuatan cetakan tiang beton

Gambar 28
Pembesian pada tiang-tiang dan

13) Buat cetakan dari papan untuk mencetak adukan


pada slop beton dan tiang beton, seperti pada
gambar 29
14) Tuangkan campuran beton dengan campuran
beton 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil pada cetakan
tersebut
15) Biarkan beton sampai kering untuk memudahkan
pekerjaan selanjutnya, seperti pada gambar 30
16) Buka cetakan kayu pada slop beton dan tiang
beton bila betonan sudah kering ( 2 hari)

Gambar 29
Pembuatan cetakan tiang beton

Gambar 30
Pembuatan lantai Bak Penampung

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 13

17) Pasang dinding bak dengan kontruksi batu bata hingga


mencapai ketinggian bak, seperti pada Gambar 31
18) Buat lubang-lubang pada dinding bak penampung untuk
memasang pipa outlet, penguras, peluap dan kran
diameter inchi sebanyak 4 buah
Gambar 31
Pemasangan dinding Bak

19) Tutup celah-celah bekas pemasangan pipa-pipa pada


butir 10 dengan mortar semen, campuran 1 semen : 2
pasir

Gambar 32
Pekerjaan plester dinding bak

20) Plester dinding bak dengan adukan campuran 1 semen :


2 pasir, seperti pada gambar 32
21) Pasang bekisting untuk pembuatan tutup bangunan
sadap, seperti pada gambar33
22) Pasang cetakan (terbuat dari bahan triplek) di atas
bekisting, seperti pada, seperti pada gambar gambar
34

Gambar 33 Pemasangan bekisting


pada tutup bangunan tutup

Gambar 34 Susunan pembesian

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 14

Gambar 35
Pekerjaan pengecoran tutup

Gambar 37 Pembesian dan pengecoran


tutup manhole

23) Susun pembesian ukuran 8 mm - 15 mm yang telah


dirakit, sesuai ukuran tutup bangunan Sadap yang akan
dicor di atas cetakan, seperti gambar 34
24) Ganjal batu setebal 2 - 3 cm diseluruh bidang di bawah
pembesian
25) Buat sekat ukuran 60 cm X 60 cm dari kayu tipis pada
bagian tutup bak kontrol, seperti pada gambar 34
26) Lakukan pengecoran dengan memasukkan adukan
dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil
sambil dirojok agar seluruh bidang terisi dan pembesian
tertutup rata, seperti pada gambar 35
27) Buat cetakan untuk tutup lubang pemeriksa (man
hole), seperti pada gambar gambar 36
28) Pasang pembesian untuk tutup lubang pemeriksa dan
lengkapi dengan pegangan yang terbuat dari besi
inchi, seperti pada gambar 36
29) Cor tutup beton dengan ketebalan kurang lebih 10 cm,
biarkan hasil pengecoran 3 sampai 4 hari (sampai
kering), seperti pada gambar 37
30) Plester tutup bak dengan adukan perbandingan 1 pasir :
2 semen, seperti pada gambar 38
31) Pasang pipa out let (PVC dia. 3 inchi) untuk
dihubungkan pada bangunan kran umum

Gambar 36 Cetakan dan pembesian pada


lubang pemeriksa

Gambar 38 Pekerjaan plesteran tutup


bak

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 15

3.2.6. Pekerjaan Kontruksi Hidran Umum


A. Pekerjaan Pondasi dan Tangki Air

1) Buat lingkaran pada tanah di lokasi Hidran


Umum dengan diameter (lingkaran) luar
2,20 meter , seperti pada gambar 39
2) Gali tanah untuk pondasi berbentuk
lingkaran dengan lebar diameter luar 2,2 m
dan diameter dalam 0,6 m dengan
kedalaman 60 cm, seperti pada gambar 40
3) Lapisi dengan pasir padat setebal 5 cm,
seperti pada gambar 41
Gambar 39
Pembutan lingkaran untuk diameter

4) Pasang batu kosong sepanjang lingkaran


pondasi, seperti pada gambar 41
5) Pasang pondasi dari batu kali dengan

Gambar 40 Penggalian tanah

adukan 1 semen : 4 pasir di atas pasangan


batu kosong, seperti gambar 42
6) Urug pinggir pondasi dengan tanah urug dan
padatakan, seperti pada gambar 42
6) Lanjutkan pemasangan pondasi hingga
mencapai ketinggian 50 cm dari muka
tanah, seperti pada gambar 42

Gambar 41
Pemberian pasangan batu kosong

7) Urug celah antar pondasi dengan tanah


urug dan padatkan hingga ketinggian 50 cm
dari muka tanah sejajar dengan tinggi
pondasi yang mengelilinginya seperti pada
gambar 42
Gambar 42
Pemasangan pondasi dan pengurugan

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 16

8) Buat
campuran
beton
tumbuk
dengan
perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil
9) Buat lantai kerja dengan cara menuangkan
campuran beton tumbuk setebal 5 cm di atas
pondasi dan lahan yang dibatasi oleh pondasi.
Ratakan lantai kerja dengan roskam (Alat perata
dari Kayu), seperti pada gambar 43

Gambar 43
Pemasangan Pondasi

Gambar 44
Pembuatan lantai kerja Turap

10) Biarkan lantai beton sampai kering


11) Pasang tangki fiber di atas pondasi tersebut dan pasang pipa masuk (besi/GI) dengan
diameter 1 inchi dan pipa keluar untuk kran diameter inci sebanyak 4 unit, seperti
pada gambar 45

Gambar 45
Pemasangan Tangki fiber dan perpipaan

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 17

B. Pekerjaan Lantai dan Saluran Pembuangan Air


1) Kupas (gali) tanah dasar 1/3 lingkaran sepanjang
1,20 m dari sisi (pinggir) pondasi dengan
kedalaman 20 cm, seperti pada gambar46
2) Lapisi dengan pasir padat setebal 5 cm, seperti
pada gambar 47
3) Pasang batu kali atau batu bata dengan adukan
semen : 4 pasir, seperti pada gambar 48
4) Tuangkan campuran beton setebal 3 cm dan
ratakan dengan roskam (Alat perata dari Kayu),
seperti pada gambar 49
5) Biarkan beton sampai kering
6) Pasang saluran pembuangan dengan konstruksi
pasangan batu, seperti pada gambar 50

Gambar 48
Pengupasan tanah dasar Turap

Gambar 47 Pengupasan tanah dasar


1/3 lingkaran

Gambar 49 Pemasangan batu kali

Gambar 50 Meratakan campuran beton


dan saluran pembuangan air

Gambar 51 Pembuatan saluran


Petunjuk Praktis Pembangunan
Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 18

BAB IV
CARA PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN
4.1.

PENGOPERSIAN

4.1.1. Persiapan Penoperasian

1) Periksa semua peralatan di instalansi apakah telah terpasang dan berfungsi dengan baik
2) Bersihkan bangunan dari semua kotoran dan bahan sisa pembangunan
4.1.2. Pelaksanaan Pengoperasian

1) Buka katup inlet yang ada di bangunan penampung dan Hidran Umum
2) Lakukan pembersihan jika telah terjadi kemacetan pada pada pipa inlet
4.2.

PEMELIHARAAN

4.2.1. Pemeliharaan harian atau mingguan


1) Bersihkan saringan dari kotoran dan sampah-sampah
2) Bersihkan saluran pembawa air baku dari endapan
3) Bersihkan kolam penampung dari sampah, daun dan kotoran
4) Bersihkan batu kali resapan dari sampah, kotoran
5) Bersihkan sumur pengambilan dan sekitarnya dari dan kotoran
6) Cek pompa (untuk bangunan yang menggunakan pompa) dan perlengkapannya dari kebocoran, genangan dan pompa
serta bersihkan pompa dari kotorannya dan bersihkan rumah pompa dari sampah, rumput, lumut dan kotoran
7) Cek bangunan terhadap keretakan dan kebocoran
8) Bersihkan dudukan dari tanah dan kotoran serta cek terhadap pelapukan untuk kontruksi kayu, karat untuk kontruksi
besi dan kerusakan lainnya
9) Cek SPL terhadap kebocoran dan keretakan bangunan, cek terhadap katup dan cek pipa terhadap kebocoran
10) Bersihkan saluran pembuangan dari rumput dan kotoran serta periksa keretakan

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 19

4.2.2. Pemeliharaan Bulanan dan Tahunan


1) Periksa pipa pembawa air baku terhadap kondisi pipa
2) Keruk kolam penampung dari endapan lumpur dengan cara:
Tutup pipa saluran pembawa pada intake
Kuras kolam penampung
Keruk endapan lumpur
Perbaiki kondisi fisik kolam penampung
Bersihkan batu kali resapan dan keruk kolam penampung dengan cara penyemprotan pada batu resapan tersebut
Bersihkan bagian dalam sumur pengambilan dari lumut, rumput dan kotoran serta kuras lumpur pada sumur dengan
cara pengerukan
Bersihkan dinding resapan sumur dari lumpur
Periksa pompa pada bagian kipas, seal, klep dan komponen lainnya
Catat tutup rumah pompa bila terbuat dari plat
3) Buat kelengkapan cara pemeliharaan dan pasang di dekat IPAS, sesuai tabel berikut:
Perlengkapan
Sistem
1. Sumur intake, pompa, ruang
pompa, saluran pembuang,
kontruksi, penyangga
2. Pipa pembawa air baku ,
kolam penampung, batu kali
resapan,
sumur
intake,
pompa,
ruang
pompa,
penyangga, , pipa saluran
pembuang, penguras, ruang
katup, tempat pencucian
pasir

Pemeliharaan
Harian/Mingguan
Bulanan

Tahunan

Keterangan
- Bersihkan dari kotoran,
sampah, daun
- periksa keretakan, kebocoran

- Pengecatan, perbaikan,
penggantian komponen yang
rusak

4.2.3. Perbaikan
1) Penambalan bangunan
2) penggantian komponen
Petunjuk Praktis Pembangunan
Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 20

4.2.4. Pelaporan
1) Catat kerusakan yang ada pada masing-masing bagian
2) Catat perbaikan yang telah dilaksanakan
3) Catat tinggi rendah permukaan air sungai, danau pada bangunan penangkap air setiap bulan dan gambarkan kedalaman grafik
4) Simpan catatan pada pengelola bangunan untuk pedoman perbaikan dan pemeliharaan sesuai keperluan

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 21

BAB V
REFERENSI
Sumber data yang utama dari instansi terkait dengan pembangunan dan pengoperasian sarana dan prasarana sistem penyediaan air bersih
perdesaan seperti berikut ini.
1.
2.
3.
4.
5.

Tata cara pembuatan bangunan sistem instalasi pengolahan air sederhana, Departemen Pekerjaan Umum 1998
Spesifikasi Bangunan sistem instalasi pengolahan air sederhana, Departemen Pekerjaan Umum 1998
Tata cara operasi dan pemeliharaan sistem instalasi pengolahan air sederhana, Departemen Pekerjaan Umum 1998
Survey dan evaluasi air tanah untuk penyediaan air bersih, Departemen Pekerjaan Umum 1998
Survey dan evaluasi sistem instalasi pengolahan air sederhana, Departemen Pekerjaan Umum 1998

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 22

BANGUNAN INTAKE
INTAKE
TIPE 3
SEDERHANA
Hidran Umum Kap m

Kran Penguras

Bak
Penangkap Air

15

Manhole 50x50

Lubang
B

Pipa PVC 4"

250

130

Kolom 12x12

Sumber Air
Baku (Sungai)

15

B
15

200

15

Beton Cor 1:2:3


Ring Balk
Pasangan Bata
5 15
1:2
Plester
1:2

200

15 5

Pipa Outlet
PVC 1"

100

Plat Beton
Bertulang 1:2:3
Pasir Padat
Tanah Urug

30

POTONGAN A-A
Pasangan
Batu Kali 1:4

25
60

100

30

Hidran Umum Kap m

30

Kolam
Penampung

10 10 60

Sungai

60

100

Pipa PVC 4"


Bak Penangkap
Air
M.A. Minimum

DENAH

30

Hidran Umum Kap m


A

Kolam
Penampung

165

Pipa Outlet
PVC 2"

Pipa Outlet
PVC 2"
Pipa Outlet
PVC 1"

Kran "

Pasangan
Batu Kali 1:4
Pasangan Batu Kosong
Pasir Padat

Beton Cor 1:2:3

15 10

50

25

M.A. Minimum

100

20

30

Dasar Sungai

30

100

30

POTONGAN B-B

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 23

INTAKE TIPE 1

Pompa

MA. Max

Terpal plastik
Terpal plastik

Ke pompa

75
100

MA. Min

70

Dop 100 mm

100

Batu kali
peresapan

400

40

POTONGAN E-E

POTONGAN F-F

TANPA SKALA

100

TANPA SKALA

300

Kolam
Penampung

100

Sumber air baku

100

Bagian berlubang

Variabel

100

100

400

E
100

300

100

POTONGAN D-D
TANPA SKALA

DENAH SUMUR INTAKE


TANPA SKALA
Petunjuk Praktis Pembangunan
Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 24

INTAKE TIPE 2

Pompa

Terpal plastik
Terpal plastik

Ke pompa

70

100

75

TAMPAK SAMPING
TANPA SKALA

Batu kali
peresapan

100

100

100

Bagian berlubang

Variabel

40

POTONGAN E-E

POTONGAN F-F

TANPA SKALA

TANPA SKALA

Pompa

300

Sungai

DENAH SUMUR INTAKE


TANPA SKALA

DENAH
TANPA SKALA
Petunjuk Praktis Pembangunan
Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 25

BANGUNAN
INTAKE
INTAKE TIPE
4
TYPE II
Hidran Umum Kap m
Pipa Penguras
PVC 2"

Sumber Air
(Sungai)

DOP 100 mm

B
A

Pipa Outlet
PVC 2"

Pipa GIV 4"

Pasangan Batu

Hidran Umum Kap m

75

30

30

200

DENAH
Pasangan Batu
1 PC : 3 PS

30

30
Pipa GIV 4"

Pipa Outlet
PVC 2"

Hidran Umum Kap m

250

Pasangan Batu

50

50

100

MA. Minimum

75

200

Kran "

75

POTONGAN A-A

15

50

50

Pipa GIV 4"

75

POTONGAN B-B

15

40

15

DETAIL A (RUMAH VALVE)

15

40

15

DETAIL B (RUMAH VALVE)

Petunjuk Praktis Pembangunan


Pembangunan Intake Air Permukaan
Hal. 26