Anda di halaman 1dari 2

AMBULANS GAWAT DARURAT 118 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GENTENG

(AGD 118 RSUD GENTENG)


Di Indonesia angka kejadian lalu lintas masih
sangat tinggi. Pada tahun 2008 jumlah insiden
kecelakaan lalu lintas berjumlah 30.000 angka
kejadian kecelakaan. Hal ini tentu tidak hanya
membawa korban materi saja, namun juga
hilangnya jumlah usia produktif sebagai
korban kecelakaan tersebut. Sehingga ketika
usia
produktif
berkurang,
maka
ketergantungan usia belum dan tidak produktif
semakin tinggi sehingga akan terpelihara
kondisi kemiskinan di Negara kita.
Sebenarnya angka kesakitan dan kematian bisa
ditekan jika sistem dan penanggulangan gawat
darurat terpadu berjalan dengan baik. Salah satu komponen sistem tersebut yaitu pelayanan
transportasi medik dan tentu saja harus bersinergi dengan fase Unit Gawat Darurat Rumah Sakit
(UGD RS). Selama ini penanganan gawat darurat di Indonesia masih belum memadai. Masalah
pada sistem airway, breathing, circulation, disability terkadang tidak pernah memberi toleransi
kepada korban. Hal ini karena tidak ada pertolongan tanggap darurat ke lokasi kejadian
kecelakaan dengan cepat, tepat, dan cermat. Atas dasar inilah maka akhirnya Rumah Sakit
Umum Daerah Genteng membentuk Tim Ambulans Gawat Darurat 118 (AGD 118).
Ambulans Gawat Darurat (AGD) merupakan suatu kendaraan alat angkut medis yang digunakan
untuk layanan gawat darurat dan transportasi medis rujukan. Di beberapa daerah atau kota sudah
mengembangkan pelayanan AGD 118 yang merupakan komponen Sistem Penanggulangan
Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Termasuk Rumah Sakit Umum Daerah Genteng yang sudah
mengembangkan pelayanan AGD 118 yang merupakan sebagai salah satu Rumah Sakit Rujukan
yang ada di Banyuwangi. Ambulans Gawat Darurat 118 Rumah Sakit Umum Daerah Genteng
(AGD 118 RSUD Genteng) adalah layanan kegawat daruratan yang dimiliki Rumah Sakit
Umum Daerah Genteng yang melakukan pelayanan selama 24 jam secara paripurna pada pasien
gawat darurat mulai dari permintaan panggilan atau penjemputan pasien ke tempat kejadian,
penanganan pasien gawat darurat di tempat kejadian dan dalam perjalanan ke layanan kesehatan
yang lebih berkompeten, merujuk pasien ke layanan kesehatan yang lebih besar dan Iengkap.
Yang dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli di bidang kesehatan yang sudah terlatih dan memiliki
sertifikat.
Tujuan dibentuknya Ambulans Gawat Darurat 118 Rumah Sakit Umum Daerah Genteng (AGD
118 RSUD Genteng) adalah memberikan pertolongan pada pasien gawat darurat dengan cepat,
tepat, dan cermat oleh tim AGD 118 RSUD Genteng yang professional baik dari segi
pengetahuan, keterampilan, dan sarana prasarana pendukung tindakan medis menuju rumah sakit
yang bisa melayani dan menangani kasus yang sedang dialami pasien.
AGD 118 RSUD Genteng melakukan pelayanan selama 24 jam secara paripurna pada pasien
gawat darurat untuk semua kasus baik kasus pada pasien bayi, anak, dan dewasa. Dan juga kasus
trauma (kasus kecelakaan, jatuh dan ketinggian) atau kasus non trauma (kasus obstetri, pediatri,

penyakit jantung) yang meliputi pelayanan permintaan panggilan atau penjemputan pasien yang
mengalami kejadian baik pasien yang ada di rumah maupun pasien yang ada di luar rumah
(jalan) menuju layanan kesehatan yang diinginkan. Merujuk pasien ke layanan kesehatan yang
lebih besar dan Iengkap. Waktu pelayanan AGD 118 RSUD Genteng dalam melakukan
pelayanan 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Hotline: 0333-845849 atau 0333-118
(kode Ambulans 118). Pembentukan Ambulans Gawat Darurat 118 Rumah Sakit Umum Daerah
Genteng (AGD 118 RSUD Genteng) berlandaskan:
1. UU Kesehatan No 36 Tahun 2009.
2. UU RS No 44 Tahun 2009.
3. SK MENKES No 856/Menkes/SK/IX/2009 tentang standart IGD Rumah Sakit.
4. Kepmenkes No 0152/Yanmed/RSKS/1987 tentang standarisasi kendaraan pelayanan
medik.
5. Kepmenkes No 143/MenKs-Kesos/SK/II/2001 tentang Standarisasi Kendaraan Pelayanan
Medik Dipelihara Standarisasi Perlengkapan Umum dan Medik pada kendaraan
ambulans AGDS, khususnya untuk keseragaman.
6. UU RI No. 22 Tahun 2009 tentang ketentuan mobil penumpang yang dijadikan mobil
ambulans di beberapa institusi pelayanan ambulans.
7. UU RI No. 22 Tahun 2009 tentang hak dan kewajiban setiap pengguna jalan.
Tim AGD 118 RSUD Genteng beranggotakan dokter, paramedik (perawat), dan driver (sopir)
yang telah memiliki sertifikat pelatihan Ambulans Gawat Darurat 118 dan BLS-BTCLS yang
terdiri dari:
1. dr. Sugiyo (dokter)
2. dr. Junaidi Malik (dokter)
3. dr. Anita Fanani (dokter)
4. Hafiful Malik, Amd.Kep (perawat)
5. Asroful, Amd.Kep (perawat)
6. Siti Saudah, Amd.Kep (perawat)
7. Citra Primawati, Amd.Kep (perawat)
8. Stamet (driver)
9. Fauzan (driver)