Anda di halaman 1dari 4

PR ODS Katarak Senilis Matur

Nama : Delina Putri Agustini


NIM : 082011101012
1. Pemberian midriasil pada katarak insipient/imatur?
Midrisil diberikan pada pasen dengan kekeruhan lensa di tengah. Pupil
dilebarkan dengan midriatikum sehingga pasien dapat melihat dari celah
lensa yang tidak keruh. Perlakuan ini disebut atropinisasi (bersifat
sementara), hingga katarak menjadi matur.
2. Kenapa operasi dimulai mata kanan dan tidak langsung kedua mata?
Pada katarak senilins matur yang terjadi pasa ODS, jika didapatkan
perbedaan ketebalan lensam maka ekstraksi dilakukan pertama pada lensa
yang lebih tebal. Sedangkan jika ketebalan katarak sama, maka dilakukan
pada mata kanan terlebih dahulu, mengikuti aturan pemeriksaan pada
ophthalmology yang selalu memulai pemeriksaan dari mata kanan, lalu
kiri, untuk mencegah terjadinya kekeliruan/kesalahan pada oprasi atau
perawatan pasca operasi. Ekstraksi tidak dilakukan langsung pada kedua
mata

karena

proses

ekstraksi

dikhawatirkan

akan

menimbulkan

komplikasi, seperti edem kornea, luka yang tidak sempurna menutup


sehingga membuat BMD sempit. jika dilakukan langsung pada kedua
mata, dikhawatirkan resiko terjadinya komplikasi pasca bedah akan lebih
tinggi.
3. Perbandingan ECCE dan ICCE?
ECCE:
a. Tindakan pembedahan pada lensa katarak di mana dilakukan
pengeluaran isi lensa dengan memecah atau merobek kapsul lensa
anterior sehingga massa dan korteks lensa dapat keluar melalui
robekan tersebut.
b. Dilakukan pada katarak muda, pasien dengan kelainan endtel,
bersama-sama keratoplasti, implantasi IOL posterior, predisposisi
prolaps badan kaca, ablasi retina, sitoid makular oedem, pasca bedah
ablasi, mencegah penyulit pembedahan katarak seperti prolaps badan
kaca.

c. Bisa timbul penyulit berupa katarak sekunder.


d. Keuntungan : Karena bedah dilakukan dengan insisi yang kecil, maka
kondisi intraoperasi lebih terkendali,

menghindari penjahitan,

perbaikan luka lebih cepat dengan derajat distorsi kornea yang lebih
rendah, mengurangi peradangan intraocular pasca operasi, rehabilitasi
penglihatan yang lebih singkat.
e. Kerugian : resiko lebih tinggi terjadinya pergeseran materi nucleus ke
posterior melalui suatu robekan kapsul posterior
ICCE:
a. Pengeluaran seluruh lensa bersama kapsul.
b. Dilakukan bila Zonula Zinn telah rapuh sehingga mudah diputus.
c. Tidak akan terjadi penyulit berupa katarak sekunder.
d. Kontraindikasi; pasien berusia <40 tahun yang masih memiliki
ligamen hialoidea kapsular.
e. Penyulit; astigmat, glaukoma, uveitis, endoftalmitis, perdarahan.
f. Kerugian : resiko tinggi terjadinya ablasio retina pascaoperasi.
4. Macam-macam IOL?
IOL dibagi menjadi 2, yaitu Posterior chamber IOL dan Anterior chamber
IOL. Anterior chamber IOL walaupun masih diproduksi tetapi jarang
digunakan, kecuali pada kasus-kasus dimana mengalami komplikasi
sehngga tidak bisa ditanam Posterior chamber IOL. Untuk komponen
optik yang sering digunakan, yaitu :
a. Acrylic : merupakan polimer ester dari methacrylic acid, yang
terbagi menjadi 2 tipe yaitu tipe keras (rigid) dan tipe fleksibel.
Tipe keras menggunakan bahan PMMA (polimeththylmetacrylate),
dimana bahannya kaku bersifat hidrofobik. Bahan hidrofobik ini
memudahkan

menempelnya

sel-sel

radang

maupun

mikroorganisme pada permukaan optic lensa. Bahan acrylic yang


bersifat fleksibel bersifat lentur bergantung pada temperature, dan
bersifat hidrofobik.
b. Silicone : Silikon merupakan polimer dari polyorganosiloxane,
dimana bahan dasar ini bersifat lentur
5. Kapan lensa tanam dipasang di depan dan di belakang iris?
Tidak ada sumber yang menyebutkan indikasi pemasangan IOL di depan
atau di belakang iris. Tetapi, IOL umumnya ditanam di belakang iris,
dengan tujuan, lensa yang dipasang semakin dekat dengan retina, lensa

akan semakin cembung dan kekuatannya semakin besar, sehingga akan


semakin maksimal dalam meneruskan cahaya ke retina.
6. Visus mata tanpa lensa (afakia) dan jika ECCE tanpa IOL apa terapi
selanjutnya?
Pada afakia, visus umumnya menjadi 1/60, sehingga pada pasien yang
tidak dipasang IOL akan terjadi Hipermetrop (berkisar 10 Dioptri), yang
dapat dikoreksi dengan kacamata sferis +10D, dan untuk baca perlu addisi
Sferis + 3,00 Dioptri.
7. Patofis Glaukoma kronis?
Glaukoma kronis atau glaucoma sudut terbuka merupakan sebagian besar
dari glaucoma ( 90- 95 % ), yang meliputi kedua mata. Timbulnya
kejadian secara lambat. Disebut sudut terbuka karena humor aquos
mempunyai pintu terbuka ke jaringan trabekular. Pengaliran dihambat oleh
perubahan degeneratif jaringan trabekular , saluran schlemm dan saluran
yang berdekatan. Perubahan degeneratif saraf optic juga dapat terjadi.
Gejala awal biasanya tidak ada, kelainan terdiagnosa dengan adanya
peningkatan Tekanan Intra Okular .
8. DD mata tenang visus menurun?
a. Katarak.
b. Glaukoma kronis.
c. Kelainan retina (retinopati diabetik, retinopati hipertensi, retinoati
akibat kelainan darah, retinitis pigmentosa)
d. Kelainan makula (senile macular degeneration)
e. Kelainan mata akibat intoksikasi (metanol, klorokuin, etambutol)
f. Kelainan mata akibat kenaikan tekanan intrakranial.
9. Apakan setelah ECCE katarak dapat rekuren?
Pada pasien yang telah dilakukan ECCE+IOL, katarak tidak akan
mengalami rekurensi. Ini adalah salah satu keuntungan dari penggunaan
IOL, yaitu dapat digunakan seumur hidup, tanpa harus mengganti. Selain
itu

penggunaan

IOL

juga

tidak

menimbulkan

efek

samping.

Kekurangannya hanya pasien membutuhkan addisi sferis +3,00D.


10. Iris shadow?
` TUJUAN
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui dengan kekeruhan lensa
DASAR

Makin sedikit llensa keruh pada bagian posterior maka makin besar
banyangan iris pada lensa yang keruh tersebut sedangkan makin tebal
kekeruhan lensa makin kecil bayangan iris pada lensa yang keruh
ALAT
a. Lampu sentolop
b. Loupe
TEKNIK
Sentolop disinarkan pada pupil dengan membuat sudut 45 dengan
dataran iris
Dengan loupe dilihat bayangan iris pada lensa yang keruh
NILAI
bila bayangan iris pada lensa terlihat besar dan letaknya jauh
terhadap pupil bearti lensa belum keruh seluruhnya ( belum sampai
kedepan), ini terjadi pada karak imatur, keadaan ini disebut test eye
shadow (+)
apabila bayangan iris pada lensa kecil dan dekat terhadap pupil
berarti lensa udah keruh seluruhnya (sampai pada kapsul anterior)
terdapat katarak matur (eye shadow (-))
bila katarak hipermatur lensa sudah keruh seluruhnya , mengecil
serta terletak jauh dibelakang pupil sehingga bayangan, sehingga
bayangan iris pada lensa besar dan keadaan ini disebut
pseudopositif