Anda di halaman 1dari 5

SEJARAH PROMOSI KESEHATAN DAN

RUANG LINGKUP PROMOSI KESEHATAN

OLEH :
NAMA ; GUSTYARI JADURANI GIRI
NIM: P07134013039

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
ANALIS KESEHATAN
2014

SEJARAH PROMOSI KESEHATAN


Perkembangan Promosi Kesehatan tidak terlepas dari perkembangan sejarah Kesehatan
Masyarakat di Indonesia dan dipengaruhi juga oleh perkembangan Promosi Kesehatan
International yaitu di mulai program Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) pada
tahun 1975 dan tingkat Internasional tahun 1978 Deklarasi Alma Ata tentang Primary Health
Care tersebut sebagai tonggak sejarah cikal bakal Promosi Kesehatan (Departemen Kesehatan,
1994)
Istilah Health Promotion (Promosi Kesehatan) sebenarnya sudah mulai dicetuskan
setidaknya pada tahun 1986, ketika diselenggarakannya Konfrensi Internasional pertama tentang
Health Promotion di Ottawa, Canada pada tahun 1965. Pada waktu itu dicanangkan the Ottawa
Charter, yang didalamnya memuat definisi serta prinsip-prinsip dasar Health Promotion. Namun
istilah tersebut pada waktu itu di Indonesia belum terlalu populer seperti sekarang. Pada masa
itu, istilah yang cukup terkenal hanyalah Penyuluhan Kesehatan, dan disamping itu pula muncul
dan populer istilah-istilah lain seperti KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), Social
Marketing (Pemasaran Sosial) dan Mobilisasi Sosial.
1. Sebelum Tahun 1965
Pada saat itu istilahnya adalah Pendidikan Kesehatan. Dalam program-program kesehatan,
Pendidikan Kesehatan hanya sebagai pelengkap pelayanan kesehatan, terutama pada saat terjadi
keadaan kritis seperti wabah penyakit, bencana, dsb. Sasarannya perseorangan (individu), supaya
sasaran program lebih kepada perubahan pengetahuan seseorang.
2. Periode Tahun 1965-1975
Pada periode ini mulai perhatiannya kepada masyarakat. Saat itu juga dimulainya
peningkatan tenaga profesional melalui program Health Educational Service (HES). Tetapi
intervensi program masih banyak yang bersifat individual walau sudah mulai aktif ke
masyarakat. Sasaran program adalah perubahan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.
3. Periode Tahun 1975-1985.
Istilahnya mulai berubah menjadi Penyuluhan Kesehatan. Tingkat Departemen Kesehatan
ada Direktorat PKM. PKMD menjadi andalan program sebagai pendekatan Community
Development. Saat itu program UKS di SD diperkenalkannya Dokter Kecil. Sudah mulai aktif
membina dan mem- berdayakan masyarakat. Saat itulah Posyandu lahir sebagai pusat
pemberdayaan dan mobilisasi masyarakat. Sasaran program adalah perubahan perilaku
masyarakat tentang kesehatan.
4. Periode Tahun 1985-1995.
Dibentuklah Direktoral Peran Serta Masyarakat (PSM), yang diberi tugas memberdayakan
masyarakat. Direktoral PMK berubah menjadi Pusat PKM, yang tugasnya penyebaran informasi,
komunikasi, kampanye dan pemasaran sosial bidang kesehatan. Saat itu pula PKMD menjadi

Posyandu. Tujuan dari PKM dan PSM saat itu adalah perubahan perilaku. Pandangan (Visi)
mulai dipengaruhi oleh Ottawa Charter tentang Promosi Kesehatan.
5. Periode Tahun 1995-Sekarang
Istilah PKM menjadi Promosi Kesehatan. Bukan saja pemberdayaan kearah mobilisasi massa
yang menjadi tujuan, tetapi juga kemitraan dan politik kesehatan (termasuk advokasi). Sehingga
sasaran Promosi Kesehatan bukan saja perubahan perilaku tetapi perubahan kebijakan atau
perubahan menuju perubahan sistem atau faktor lingkungan kesehatan. Pada Tahun 1997
diadakan konvensi Internasional Promosi Kesehatan dengan tema Health Promotion Towards
The 21stCentury, Indonesian Policy for The Future dengan melahirkan The Jakarta
Declaration.
Pengertian Promosi Kesehatan
Lawrence Green (1984) merumuskan definisi promosi kesehatan adalah segala bentuk
kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan
organisasi, yang dirancang untuk memeudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang
kondusif bagi
kesehatan. dari batasan ini jelas, bahwa promosi kesehatan pendidikan kesehatan plus, atau
promosi kesehatan adalah lebih dari pendidikan kesehatan. Promosi kesehatan bertujuan untuk
menciptakan suatu keadaan, yakni perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
Green (1984), promosi kesehatan adalah
segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi,
politik dan organisasi, yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan
yang kondusif bagi kesehatan.
Ottawa Charter (1986), the process of enabling people to control over and improve their
health. (Proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi
kesehatannya). Victorian Health Fundation Australia (1997),a program are design to bring
about change within people, organization, communities and their environment. Sedangkan
Bangkok Charter (2005), the process of enabling people to increase control over their health
and its determinants, and thereby improve their health.
Ruang Lingkup Promosi Kesehatan
Ruang Lingkup Promosi Kesehatan atau bidang garapan promosi kesehatan baik sebagai
ilmu (teori) maupun sebagai seni mencakup berbagai bidang atau cabang keilmuan lain. Ilmuilmu yang dicakup promosi kesehatan dapat dikelompokkan menjadi 2 bidang yaitu,
a. Ilmu Perilaku, yakni ilmu0ilmu yang menjadi dasar dalam membentuk perilaku manusia
terutama psikologi, antropologi, dan sosiologi.
b. Ilmu-Ilmu yang diperlukan untuk intervensi perilaku (pembentukkan dan perubahan
perilaku), antara lain pendidikan komunikasi, manajemen, kepemimpinan dan
sebagainya.

Disamping itu, promosi kesehatan juga didasarkan pada dimensi dan tempat pelaksanaannya.
Oleh sebab itu ruang lingkup promosikesehatan dapat didasarkan kepada 2 dimensi, yaitu
dimensi aspek sasaran pelayanan kesehatan, dan dimensi tempat pelaksanaan promosi
kesehatan atau tatanan (setting).
1. Ruang Lingkup Promosi Kesehatan berdasarkan aspek pelayanan kesehatan secara garis
besarnya terdapat 2 jenis pelayanan kesehatan yaitu,
a. Pelayanan Preventif dan promotif, adalah pelayanan bagi kelompok masyarakat yang
sehat, agar kelompok itu tetap sehat bahkan meningkat status kesehatannya. Pada
dasarnya pelayanan ini dilaksankan oleh kelompok profesi kesehatan masyarakat.
b. Pelayanan Kuratif dan Rehabilitative, adalah pelayanan kelompok masyarakat yang
sakit, agar kelompok ini sembuh dari sakitnya dan menjadi pulih kesehatannya. Pada
prinsipnya pelayanan jenis ini dilakukan profesi kedokteran.
2. Ruang Lingkup Promosi Kesehatan berdasarkan tatanan (tempat pelaksanaan)
a. Promosi Kesehatan pada tatanan keluarga.
b. Promosi Kesehatan keluarga pada tatanan sekolah.
c. Promosi Kesehatan pada tempat kerja.
d. Promosi Kesehatan di tempat-tempat umum.
e. Pendidikan kesehatan di institusi pelayanan kesehatan.
Sasaran Promosi Kesehatan
Secara prinsipil, sasaran promosi kesehatan adalah masyarakat. Masyarakat dapat dilihat
dalam konteks komunitas, keluarga maupun individu. Sasaran promosi kesehatan juga dapat
dikelompokkan menurut ruang lingkupnya, yakni tatanan rumah tangga, tatanan sekolah, tatanan
tempat kerja, tatanan tempat-tempat umum, dan institusi pemayanan kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Soekidjo Notoatmodjo, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta,2003
Soekidjo Notoatmodjo, Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta,
2010
http://www.scribd.com/doc/180469776/Sejarah-Promosi-Kesehatan (diakses tanggal 25 April
2014)