Anda di halaman 1dari 3

NAMA NIM PRODI

: FIRMAN FIRDAUZ SAPUTRA : 12031002 : PSIKM III

POLITIK DALAM STRATEGI PROMOSI KESEHATAN Dalam zaman modern seperti sekarang ini kita tidak bisa lepas dari yang namanya politik, hamper semua bidang yang ada pasti mempunyai unsure politik di dalamnya dan tidak terkecuali dalam bidang kesehatan khususnya dalam bidang strategi promosi kesehatan. Dalam strategi promkes terdapat beberapa unsur ataupun usaha politik seperti advokasi dan kemitraan. Sebelum kita membahas lebih jauh, ada baiknya kita mempelajari apa arti dari politik itu sendiri. Menurut Kartini kartolo, politik adalah aktivitas perilaku atau proses yang yang menggunakan kekuasaan untuk menegakkan peraturan peraturan dan keputusan keputusan yang sah dan berlaku di tengah lingkungan masyarakat dari suatu negara. Dalam strategi promosi kesehatan ada beberapa kegiatan atau usaha politik yang dapat di lakukan guna melancarkan proses atau kegiatan promosi kesehatan, yaitu : 1) Advokasi Dari banyaknya pengertian advokasi yang di kemukakan oleh para ahli misal pendapat dari Hopkins (1990) yang menyatakan advokasi adalah usaha untuk mempengaruhi kebijakan politik melalui bermacam macam bentuk komunikasi persuasif. jadi Advokasi dapat di artikan sebagai upaya atau proses untuk memperoleh komitmen yang dilakukan secara persuasif dengan menggunakan informasi yang akurat dan tepat. Advokasi memiliki beberapa tujuan, yaitu : a) Komitmen politik (political comitment) Komitmen para pembuat keputusan atau alat penentu kebijakan di tingkat dan disektor manapun terhadap permasalahan kesehatan tersebut. Pembangunan nasional tidak terlepas dari pengaruh kekuasaaan politik yang sedang berjal. b) Dukungan kebijakan (policy support) Dukungan kongkrit yang diberikan oleh para pemimpin institusi disemua tingkat dan disemua sektor yang terkait dalam rangka mewujudkan pembangunan di sektor kesehatan. Dukungan politik tidak akan berarti tanpa dilanjutkan dengan dikeluarkannya kebijakan kongkret dari para pembuat keputusan tersebut.

c) Penerimaan Sosial ( social acceptance) Penerimaan sosial, artinya diterimanya suatu program oleh masyarakat. Suatu program kesehatan apapun hendaknya memperoleh dukungan dari sasaran utama program tersebut, yakni masyarakat, terutama tokoh masyarakat.
d) Dukungan Sistem (System Support)

Adanya sistem atau organisasi kerja yang memasukkan uinit pelayanan atau program kesehatan dalam suatu institusi atau sektor pembangunan adalah mengindikasikan adanya dukungan system Ada berbagai bentuk atau kegiatan yang dapat kita lakukan dalam advokasi, yaitu : a. Lobi Politik (political lobying) Lobi adalah bincang-bincangsecara informal dengan para pejabat untuk menginformasikan dan membahas masalah dan program kesehatan yang dilaksanakan b. Serminar / Presentasi Seminar / presentasi yang di hadiri oleh para pejabat lintas program dan sektoral. Petugas kesehatan menyajikan maslah kesehatan diwilayah kerjanya, lengkap dengan data dan ilustrasi yang menarik, serta rencana program pemecahannya. Kemudian dibahas bersama-sama, yang akhirnya dharafkan memproleh komitmen dan dukungan terhadap program yang akan dilaksanakan tersebut. c. Media Advokasi media (media advocacy)adalah melakukan kegiatan advokasi dengan mengumpulkan media, khususnya media massa. d. Perkumpulan (asosiasi) Peminat Asosiasi atau perkumpulan orang-orang yang mempunyai minat atau interes terhadap permaslahan tertentu atau perkumpulan profesi, juga merupakan bentuk advokasi. 2) Kemitraan Kemitraan adalah upaya yang melibatkan berbagai sektor, kelompok masyarakat, lembaga pemerintah maupun bukan pemerintah, untuk bekerjasama dalam mencapai suatu tujuan bersama berdasarkan kesepakatan prinsip dan peran masing-masing. Dalam kemitraan terdapat beberapa prinsip, yaitu : a) b) c) d) e) f) Saling menguntungkan Pendekatan berorientasi hasil Keterbukaan atau transparansi Kesetaraan Keterbukaan Saling melengkapi

Untuk tercapainya kemitraan yang optimal, maka harus mengikuti langkah langkah yang ada dengan tertib dan teratur. langkah langkah yang di lakukan dalam proses kemitraan yaitu : 1. Penjajakan 2. Penyamaan persepsi 3. Pengaturan peran 4. Komunikasi intensif 5. Melaksanakan kegiatan 6. Pemantauan dan penilaian Dalam proses kemitraan tidak selalu di ikuti oleh pihak pemerintah, tetapi juga di ikuti oleh pihak swasta yaitu pihak atau organisasi yang non pemerintah. Selain pihan pemerintah dan swasta, kemitraan juga bisa di jalin dengan lembaga swadaya masyarakat atau organisasi massa yang ada di masyarakat. Dan yang terakhir bisa berasal dari organisasi profesi.