Anda di halaman 1dari 8

KIMIA KLINIK

Pembentukan Badan Keton

Oleh :
I Putu Bandem Arista Putra
P07134013045

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2014

Pembentukan Badan Keton


A. Definisi
Ketone bodies (senyawa keton dalam tubuh) adalah hasil oksidasi asam lemak yang
tidak sempurna. Ketidakseimbangan hormonal terutama produksi insulin yang tidak cukup
untuk mengimbangi aktivitas glukagon di dalam tubuh memungkinkan kondisi metabolisme
yang cenderung mengarah ke produksi yang relatif banyak ketone bodies yang disebut
ketosis.
Pengertian lain Ketogenesis adalah pembentukan keton dari proses glukoneogenesis
yang berlangsung dalam hepar. Keton merupakan senyawaan asam bilamana diproduksi
berlebihan menyebabkan KETOASIDOSIS atau KETOSIS.
Beberapa penyebab gejala ketonemia atau ketosis:
(1) Keadaan Kelaparan atau STARVATION,
(2) Penderita Diabetes mellitus, dan
(3) Diet Abnormal.
Karena tubuh kekurangan glukosa maka asam lemak akan digunakan secara besarbesaran sehingga produksi aseton tinggi terjadilah Ketosis tersebut. Oleh karenanya diet pada
penderita DM harus dikendalikan ketat. Ciri ketosis adalah bau mulut seperti aseton, terutama
penderita DM tipe II (berat).
Badan keton terdiri dari 3 senyawa, yaitu aseton, asam asetoasetat, dan asam hidroksibutirat, yang merupakan produk metabolisme lemak dan asam lemak yang
berlebihan. Badan keton diproduksi ketika karbohidrat tidak dapat digunakan untuk
menghasilkan energi yang disebabkan oleh :
1. Gangguan metabolisme karbohidrat (mis. diabetes mellitus yang tidak terkontrol)
2. Kurangnya asupan karbohidrat (kelaparan, diet tidak seimbang : tinggi lemak rendah
karbohidrat)
3. Gangguan absorbsi karbohidrat (kelainan gastrointestinal)
4. Gangguan mobilisasi glukosa, sehingga tubuh mengambil simpanan asam lemak untuk
dibakar
5. Pengaruh obat : asam askorbat, senyawa levodopa, insulin, isopropil alkohol,
paraldehida, piridium, zat warna yang digunakan untuk berbagai uji (bromsulfoftalein
dan fenosulfonftalein).
Jika produksi keton bodies melebihi penggunaannya di luar sel hati, maka keton
bodies ini akan terakumulasi dalam plasma darah (ketonemia), dan diekskresikan bersama
urin (ketonuria). Karena keton bodies adalah asam kuat moderat dengan pKa sekitar 4,
1 | Keton Bodies

maka dapat menurunkan nilai pH plasma darah (ketoacidosis) sehingga dapat menghabiskan
cadangan basa (mis. bikarbonat, HCO3) dalam tubuh dan menyebabkan asidosis.
Pada ketoasidosis diabetik, keton serum meningkat hingga mencapai lebih dari 50
mg/dl. Keton memiliki struktur yang kecil dan dapat diekskresikan ke dalam urin. Namun,
kenaikan kadarnya pertama kali tampak pada plasma atu serum, kemudian baru urin.
Ketonuria (keton dalam urin) terjadi akibat ketosis. Benda keton yang dijumpai di urine
terutama adalah aseton dan asam asetoasetat.
Aceton merupakan zat keton yang terpenting diantara benda-benda keton tersebut, dan
bersifat mudah menguap. Karena sifat itulah pada pemeriksaan ini, urin yang digunakan
harus segar. Kalau urin dibiarkan, maka asam aceto acetat akan berubah menjadi aceton.
Begitu pula asam beta-hidroksibutirat akan menjadi asam aceto acetat, yang akhirnya menjadi
aceton. menguapnya aceton karena urin yang dibiarkan dapat mengurangi kemungkinan hasil
yang positif menjadi negative.
Pada test Rothera sangat peka untuk mendeteksi adanya asam aceto acetat, sedangkan
asam beta-hidroksibutirat tidak dapat terdeteksi.
B. Sintesis Keton Bodies
Sintesis keton bodies terjadi di dalam hati.

Tujuan sintesis keton bodies adalah:


(1) Untuk mengalihkan sebagian acetyl-coa yang terbentuk dari asam lemak di dalam hati
dari oksidasi selanjutnya

2 | Keton Bodies

(2) Untuk mengangkut acetyl-coa menuju jaringan lain untuk dioksidasi menjadi CO2 dan
H2O (salah satu cara distribusi bahan bakar ke bagian lain dalam tubuh).
C. Ketosis Pada Keadaan Lapar Atau Masa Puasa

Jika seseorang dalam keadaan puasa, ketersediaan karbohidrat sangat rendah sehingga
produksi insulin juga sedikit. Karena rendahnya kadar insulin akan menyebabkan asam lemak
banyak terdapat di dalam darah dan akhirnya membentuk ketone bodies. Jantung, otot, dan
bagian tertentu dari buah pinggang menggunakan ketone bodies sebagai bahan bakar.
Sesudah beberapa hari dalam keadaan ketosis, otak juga mulai memetaboliser ketone bodies
untuk energi. Ini adalah suatu respon penyesuaian (adaptive response) yang penting terhadap
puasa. Karena semakin banyak sel-sel tubuh mulai menggunakan ketone bodies untuk sumber
energi, kebutuhan akan glukosa sebagai sumber energi makin berkurang. Hal ini kemudian
mengurangi kebutuhan bagi buah pinggang dan hati untuk menghasilkan glukosa dari asam
amino, akan menghemat protein yang dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Penghematan jumlah protein dengan cara seperti ini merupakan kunci utama
kemampuan utntuk melewati masa puasa atau keadaan lapar. Kematian dapat terjadi bila kirakira separoh dari protein tubuh berkurang, biasanya sesudah kira-kira 50-70 hari puasa total.

D. Proses Ketogenesis.
Proses ketogenesis merupakan proses pembentukan badan-badan keton di mana
proses ini terjadi akibat pemecahan lemak dan karbohidrat tidak seimbang. Proses
ketogenesis sering terjadi pada keadaan kelaparan dan DM yang tak terkontrol.
Asetil KoA yang terbentuk pada oksidasi asam lemak akan memasuki daur asam sitrat
hanya jika pemecahan lemak dan karbohidrat terjadi secara berimbang. Karena masuknya
3 | Keton Bodies

asetil KoA ke dalam daur asam sitrat tergantung pada tersedianya oksaloasetat untuk
pembentukan sitrat. Tetapi konsentrasi oksaloasetat akan menurun jika karbohidrat tidak
tersedia atau penggunaannya tidak sebagaimana mestinya. Oksaloasetat dalam keadaan
normal dibentuk dari piruvat.
Pada puasa atau diabetes, oksaloasetat dipakai untuk membentuk glukosa pada jalur
glukoneogenesis dan demikian tidak tersedia untuk kondensasi dengan asetil KoA. Pada
keadaan ini asetil KoA dialihkan kepembentukan asetoasetat dan D-3hidroksibutirat.
Asetoasetat, D- 3- hidroksibutirat dan Aseton disebut dengan zat keton.
Asetoasetat dibentuk dari asetil KoA dalam tiga tahap. Dua molekul asetil KoA
berkondensasi membentuk asetoasetil KoA. Reaksi yang dikatalisis oleh tiolase ini
merupakan kebalikan dari tahap tiolisis pada oksidasi asam lemak. Selanjutnya astoasetil
KoA bereaksi dengan asetil KoA dan air untuk menghasilkan 3 - hidroksi- 3 metilglutaril
KoA ( HMG - KoA ) dan KoA. Kondensasi ini mirip dengan kondensasi yang dikatalisis oleh
sitrat sintase.Keseimbangan yang tidak menguntungkan bagi pembentukan asetoasetil KoA
diimbangi oleh reaksi ini, yang keseimbangannya menguntungkan karena hidrolisis iaktan
tioester. 3 - Hidroksi - 3 - metilglutaril KoA kemudian terpecah menjadi asetil KoA dan
asetoasetat. Hasil dari keseluruhan reaksi adalah:
2Asetil

KoA

H20

Asetoasetat

+2

KoA

H+

3Hidroksibutirat terbentuk melalui reduksi asetoasetat di matriks mitokondria.


Rasio hidroksibutirat terhadap astoasetat tergantung pada rasio NADH / NAD+ di
dalam mitokondria . Karena merupakan asam keto - , asetasetat secara lambat mengalami
dekarboksilasi spontan menjadi aseton . bau aseton dapat dideteksi dalam udara pernafasan
seseorang yang kadar asetoasetat dalam darahnya tinggi.
Asetoasetat adalah merupakan salah satu bahan bakar yang utama dalam jaringan.
Situs utama produksi asetasetat dan 3 - hidroksibutirat adalah hati. Senyawa-seyawa ini
berdifusi dari mitokondria hati ke dalam darah dan diangkut ke jaringan perifer. Asetoasetat
dan 3- hidroksibutirat merupakan bahan bakar normal pada metabolisme energi dan secara
kwantitatif penting sebagai sumber energi .
Otot jantung dan korteks ginjal menggunakan asetoasetat sebagai sumber energi
dibanding glukosa. glukosa merupakan bahan bakar utama bagi otak dan sel darah merah
pada orang yang mempunyai gizi baik dengan diet seimbang. Tapi otak dapat beradaptasi dan
menggunakan asetoasetat dalam keadaan kelaparan dan diabetes. Pada kelaparan
berkepanjangan, 75% bahan bakar yang diperlukan oleh otak didapat dari asetoasetat.
Asetoasetat dapat diaktifkan melalui pemindahan KoA dari suksinil KoA dalam suatu
reaksi yang dikatalisis oleh suatu koA transferase spesifik. Kemudian, asetoasetil KoA
4 | Keton Bodies

dipecah oleh tiolase menjadi dua molekul asetil KoA, yang selanjutnya memasuki daur asam
sitrat. Hati dapat membekali organ-organ lain dengan asetoasetat karena hati tidak memiliki
KoA transferase spesifik ini.
Asam lemak dilepaskan oleh jaringan adiposa dan diubah menjadi unit- unit astil oleh
hati, yang kemudian mengeluarkannya sebagai asetoasetat. Kadar asetoasetat yang tinggi
dalam darah menandakan berlimpahnya unit asetil yang menyebabkan berkurangnya laju
lipolisis di jaringan adiposa.
Asetoasetat atau keton bodies

yang diproduksi secara terus menerus akan di-

DEKARBOKSILASI sehingga terbentuk ASETON dan b-HIDROKSIBUTIRAT. Kedua


senyawaan inilah yang dikenal sebagai KETON BODIES. Produksi yang meningkat dari
asetoasetat atau keton bodies dalam darah menyebabkan penyakit KETONEMIA, sedangkan
proses pembentukan keton (KETOGENESIS) yang cepat sehingga jumlahnya berlebihan
akan dibuang bersama urin. Kadar senyawa keton yang tinggi dalam urin dikenal sebagai
KETONURIA, sedangkan penderitanya dikenal mengalami gejala KETOSIS. Gejala ketosis
sering disertai dengan gejala ASIDOSIS, karena bersama oksibutirat juga terbentuk H + yang
menyebabkan pH darah sangat asam.
Karena tubuh kekurangan glukosa maka asam lemak akan digunakan secara besarbesaran sehingga produksi aseton tinggi terjadilah Ketosis tersebut. Oleh karenanya diet pada
penderita DM harus dikendalikan ketat. Ciri ketosis adalah bau mulut seperti aseton, terutama
penderita DM tipe II (berat).
E. Masalah Klinis
Uji keton positif dapat dijumpai pada : Asidosis diabetic (ketoasidosis), kelaparan atau
malnutrisi, diet rendah karbohidrat, berpuasa, muntah yang berat, pingsan akibat panas,
kematian janin. Pengaruh obat : asam askorbat, senyawa levodopa, insulin, isopropil alkohol,
paraldehida, piridium, zat warna yang digunakan untuk berbagai uji (bromsulfoftalein dan
fenosulfonftalein).
F. Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Laboratorium

Diet rendah karbohidrat atau tinggi lemak dapat menyebabkan temuan positif palsu.

Obat tertentu (Lihat pengaruh obat)

Urin disimpan pada temperature ruangan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan
hasil uji negaif palsu

Adanya bakteri dalam urin dapat menyebabkan kehilangan asam asetoasetat

Anak penderita diabetes cenderung mengalami ketonuria daripada penderita dewasa.

5 | Keton Bodies

Daftar Pustaka
Anggun,

Sri.

2014.

Percobaan

Keton

https://id.scribd.com/doc/218604627/Percobaan-Keton-Bodiess

Bodiess
(Diakses

27

November 2014)
Citra,

Maulidania.

2013.

Pembentukan

Badan

https://www.scribd.com/doc/179580676/Pembentukan-Badan-Keton

Keton.
(Diakses

27

November 2014)
Edi.

Rina.

2012.
Makalah
Biokimia
Ketogenesis
http://edisukarman.blogspot.com/2012/06/makalah-biokimia-ketogenesis.html
(Diakses 27 November 2014)

2011.

Pemeriksaan

Badan

Keton

http://chaterinaryan.blogspot.com/2011/04/pemeriksaan-benda-keton-metoderothera.html (Diakses 27 November 2014)

6 | Keton Bodies

7 | Keton Bodies