Anda di halaman 1dari 1

KELOMPOK 12 192-194

Macam Transduksi
Dewasa ini dikenal dua tipe transduksi yaitu transduksi umum (generalize transduction)
dan transduksi khusus (specialize transduction) atau transduksi terbatas. Fenomena transduksi
tersebut ditemukan tatkala para peneliti tersebut tengah mengkaji apakah suatu mekanisme
konjugasi terjadi pada bakteri Salmonella typhimurium.
Transduksi Umum
Pada transduksi umum, potongan DNA bakteri yang ditangkap oleh fag yang kemudian
dipindahkan ke bakteri resipien merupakan potongan acak kromosom bakteri (Russel, 1992).
Potongan acak DNA bakteri itu juga tidak diintegrasikan pada tapak-tapak pelekatan yang
khusus (Gardner, dkk. 1991). Dalam hal ini gen apapun dapat ditransduksikan.transduksi
umum diperantarai oleh beberapa fag virulen dan yang bersifat virulen sedang tertentu, yang
kromosoomnya tidak terintegrasi di tapak pelekatan khusus ada kromosom inang. Partikelpartikel fag yang terlibat pada transduksi umum diproduksi selama siklus litik. Bagan
kejadian transduksi umum ditunjukkan pada Gambar 12.3.
Dari gambar tersebut terlihat bahwa pada tahap 1, sel donor E.coli yang tergolong
wild-type terinfeksi fag P1 yang terinfeksi virulen seang. Lebih lanjut DNA sel inang
terpotong-potong selama siklus litik (tahap 2); dan pada tahap 3 selama perakitan fag turunan
beberapa potongan kromosom potongan bakteri dicakupkan kedalam beberapa fag turunan
sehingga menghasilkan fag-fag pentransduksi. Pada tahap 4 menyusuli lisis sel sejumlah kecil
fag pentransduksi ditemukan didalam lisat fag. Pada tahap 5 fag pentransuksi sedang
menginfeksi suatu bakteri resipien yang bersifat auksotrofik; sedangkan pada tahap 6 terlihat
bahwa suatu kejadian pindah silang ganda mengakibatkan terjadinya pertukaran gen antara
donor dan sel resipien. Akhirnya pada tahap 7 terbentuk suatu transduksi stabil; semua
turunan dari sel tersebut memiliki genotip yang sama.