Anda di halaman 1dari 2

Simple Guided Imagery (Penuntun Imagery Sederhana)

6000
DEFINISI : Penggunaan imajinasi secara penuh untuk mencapai relaksasi dan atau ,engalihkan
perhatian terhadap sensasi yang tidak diinginnkan
AKTIVITAS :
1.

Saring masalah emosional yang berat, riwayat penyakit psychiatrik, halusinasi, penurunan
energi atau ketidakmampuan berkonsentrasi

2.

Deskripsikan rasional dari keuntungan, pembatasan dan jens tehnik

3.

Gali informasi tentang koping terhadap masalah yang sama di masa lalu, mungkin dapat
membantu penyelesaian masalah saat ini

4.

Tentukan kemampuan untuk melakukan imagery guided tanpa perawat (contoh; sendiri atau
dengan tape)

5.

Dorong individu untuk memilih jenis-jenis tehnik imagery (contoh; dengan petunjuk
perawat atau tape)

6.

Anjurkan individu untuk memilih posisi yang nyaman, dengan pakaian yang tidak
mengganggu atau dengan mata tertutup

7.

Berikan/ciptakan lingkungan yang nyaman tanpa gangguan jika memungkinkan (contoh;


menggunakan headpone)

8.

Diskusikan dengan pasien untuk membayangkan hal yang indah dan menyenangkan.
Seperti bersantai di pantai, menyaksikan turunya salju, bersampan, dan melihat matahari
terbit dan terbenam.

9.

Individu disuruh memilih untuk membayangkan sesuatu sesuai agama dan kepercayaanya,
ketertarikan artistik, atau pilihan lainya

10. Pilih pengamatan yang melibatkan lebih dari lima pengertian, jika memungkinkan
11. Buat pasien menerima relaksasi (contoh; gambaran ketenangan, sensasi menyenangkan atau
irama nafas yang teratur)
12. Buat suara yang teratur dan enak saat memandu latihan imagery
13. Sudahkah pasien mengalami pengalaman mental dan bantu mendeskripsikan secara detail
14. Gunakan tehnik permisive direction dan suggestion ketika latihan imegery. Seperti jika
kamu ingin dan bila kamu suka
15. Anjurkan pasien melakukan latihan dnegan pelan. Bgaimana membau, mleihat, mendengar,
merasa kan.

16. Gunakan kata atau kalimat yang menyenangkan saat latihan, seperti ; mengapung, meleleh,
dan melepaskan
17. Kembangkan tehnik imagery (contoh; semua rasa nyeri akan hilang)
18. Bantu pasien mengembangkan metode untuk mengakhiri tehnk imagery, seperti; tarik nafas
dalam dengan pelan, bergerak dnegan pelan, relaksasi dan berwaspada.
19. Dorong pasien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan tentang ketakutanya
20. Persiapkan pasien untuk mengekspresikan perasaanya, misalkan; menanggis
21. Anjurkan pasien untuk mempraktekkan tehnik imagery, jika memungkinkan
22. Gunakan tape recorder untuk latihan imagery, jika diperlukan
23. Rencanakan dengan pasien waktu yang tepat untuk panduan imagery
24. Gunakan tehnik imagery preventif
25. Rencanakan tindak lanjut untuk membantu efek dari imagery dan perubahan hasil yang
dinginkan
26. Gunakan sendiri petunjuk imagery atau hubungkan dengan pengukuran lain, jika
memungkinkan
27. Evaluasi dan dokumentasikan respon pasien dalam mengikuti panduan imagery

BACAAN PENDUKUNG :
Herr. K.A., & Mobily, P.R. (1992). Interventions related to pain. In G.M. Bulechek & J.C.
McCloskey (Eds.), Symposium on Nursing Clinics of North America, 27(2). 347-370.
McCaffery. M., & Beebe, A. (1989). Pain. Clinical manual for nursing practice. St.Louis: Mosby.
Scandrett.Hibdon, S., & Uecker, S. (1992). Relaxation training. In G.M. Bulechek & J.C.
McCloskey (Eds.). Nursing interventions: Essential Nursing Treatments (2 nd ed.) (pp.434-461).
Philadelphia: W.B. Saunders.
Sodergren, K.M. (1992). Guided Imagery. In M. Snyder (Ed.). Independent Nursing Interventions
(2nd ed.). (pp.95-109). Albany: Delmar Publishers.
Teiman, P.J. (1994). Independent nursing interventions: Relaxation and guided imagery in critical
care. Critical Care Nurse, 14(5), 47-51.