Anda di halaman 1dari 21

TUGAS JARINGAN KOMPUTER

OLEH :
NAMA : NOFRIANDI
NPM : 09753025

PROGRAM STUDY MANAJEMEN INFORMATIKA


JURUSAN EKONOMI DAN BISNIS

POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG


2010
Kata Pengantar

Bismillahirrahmanirrohim

Segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla, dengan ridho serta rahmad-Nya
makalah yang berjudul Macam-Macam Aplikasi Pada TCP/IP ini dapat selesai dan
harapan saya makalah ini dapat digunakan dan bermanfaat tentunya, walaupun masih
banyak kekurangan didalam penulisan makalah ini.

Ini merupakan makalah yang membahas mengenai pengertian dan fungsi atau
cara kerja dari TFTP (Trivial File Transfer Protocol), FTP (File Transfer Protocol),
NPS, SNMP, Telnet & SSH, Login, SMTP, DNS dan DHCP server. Yang semua itu
merupakan macam-macam aplikasi pada Protokol TCP/IP.

Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah ini, baik dari
materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan saya dalam
Protokol TCP/IP. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya
harapkan.

Terima kasih

Penulis
PENDAHULUAN

Kita sering menjumpai kata protokol, tapi cukup sulit untuk


mendenifisikannya secara tepat. Secara sederhana dalam networking protokol dapat
diartikan sebagai sekumpulan aturan dalam komunikasi data, mengatur bagaimana
terjadinya hubungan dan perpindahan data antara dua atau lebih komputer.
Pada masa ini protokol yang digunakan untuk berkomunikasi data adalah NCP
(network communication protocol). Semakin lama ukuran APARNET semakin
memebesar dan NCP tidak sanggup menampung node komputer yang lebih besar.
Kemudian DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum.
Protokol ini dinamakan TCP/IP, dan menjadi standar protokol jaringan pada
Departemen Pertahanan Amerika pada tahun 1982 dan diapdosi menjadi standar
APARNET pada tahun 1983. Perusahaan Bolt Berenak Newman (BBN) memebuat
protokol TCP/IP supaya dapat berjalan pada komputer dengan Sistem Operasi UNIX.
Itulah sedikit penjelasan sejarah perkembangan TCP/IP.
Kemudian dalam TCP/IP terdapat aplikasi-aplikasi yang berjalan didalamnya
seperti TFTP, FTP, SMTP, SSH, Telnet, NFS dan lainnya. Semua itulah yang akan
kita bahas pada makalah ini pada tiap-tiap point.
PEMBAHASAN

1. TFTP (Trivial File Transfer Protocol)

Trivial File Transfer Protocol (disingkat menjadi TFTP) adalah sebuah file
transfer protokol. TFTP menggunakan UDP (user datagram protokol) yang kurang
aman dan tidak memiliki pengecekan eror (kecuali TFTP telah mengimplementasikan
beberapa cehcking eror dalam program yang digunakan untuk menstransfer file).
Sehingga TFTP hanya digunakan pada LAN saja.

Protocol ini sangatlah sederhana sehingga implementasi protokol ini dalam


komputer yang memiliki memori yang kecil sangatlah mudah. Hal ini memang
pertimbangan yang sangat penting pada saat itu. Akhirnya, TFTP pun digunakan
untuk melakukan booting komputer seperti halnya router jaringan komputer yang
tidak memiliki perangkat penyimpanan data. Protokol ini kini masih digunakan untuk
mentransfer berkas-berkas kecil antar host di dalam sebuah jaringan, seperti halnya
ketika terminal jarak jauh X Window System atau thin client lainnya melakukan
proses booting dari sebuah host jaringan atau server.

TFTP dibuat berdasarkan protokol yang sebelumnya, yang disebut dengan Easy
File Transfer Protocol (EFTP), yang merupakan bagian dari kumpulan protokol
PARC Universal Packet (PUP). Pada awal-awal pengembangan protokol TCP/IP,
TFTP merupakan protokol pertama kali yang diimplementasikan dalam sebuah jenis
host jaringan, karena memang sangat sederhana. Versi asli TFTP, sebelum direvisi
oleh RFC 1350, menampilkan sebuah kelemahan protokol, yang diberinama
Sorcerer's Apprentice Syndrome, saat pertama kali diketemukan. TFTP pertama kali
muncul sebagai bagian dari sistem operasi 4.3 BSD. Protokol ini juga masih
dimasukkan ke dalam Mac OS X, paling tidak hingga versi 10.5.

2. FTP (File Transfer Protocol)


File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-
menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP, atau
bisa dikatakan contoh Internet protokol untuk downloading (proses transmisi sebuah
file dari sebuah sistem computer ke sistem komputer yang lainnya) dan uploading
(proses transmisi sebuah file dari sebuah sistem komputer ke sistem komputer yang
lainnya dengan arah yang berkebalikan dengan download) files.

Atau singkatnya sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan


aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar
mesin-mesin dalam sebuah internetwork.

Fungsi atau kegunaan dari FTP ( file Transfer Protocol ) adalah sebagai protocol
atau media untuk melakukan proses mengambil data atau dengan istilah Download
(pengunduhan) maupun untuk mengirim data/file yang biasa disebut Upload
(penggugahan) antara klien/server/user. Dalam proses download maupun Upload baik
dengan FTP ( File Transfer Protocol ) atau yang lainnya, kita harus memperhatikan
ukuran-ukuran yang nantinya akan kita transfer.

FTP dan server FTP.

Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah


FTP ke sebuah server FTP, sementara server FTP adalah sebuah Windows Service
atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah
dari sebuah klien FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah
direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas
komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.

Dan cara kerja FTP menggunakan protokol Transmission Control Protocol (TCP)
untuk komunikasi data antara klien dan server dan melalui langkah-langkah sebagai
berikut dengan ilustrasi pada gambar dibawah, yaitu:
1. Sebelumnya adalah membuat koneksi, port TCP nomor 21 di sisi server akan
"mendengarkan" percobaan koneksi dari sebuah klien FTP dan kemudian akan
digunakan sebagai port pengatur (control port)
2. Setelah klien dan server terkoneksi klien mengirim perintah ke sebuah FTP
kepada server. Kemudian server merspon perintah tersebut dan
mengembalikannya.
3. Sekali koneksi kontrol telah dibuat, maka server akan mulai membuka port
TCP nomor 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan klien untuk
mentransfer data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan
pengunduhan dan penggugahan.

Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource


Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat
menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.

FTP hanya menggunakan metode autentikasi standar, yakni


menggunakan username dan password yang dikirim dalam bentuk tidak terenkripsi.
Pengguna terdaftar dapat menggunakan username dan password-nya untuk
mengakses, men-download, dan meng-upload berkas-berkas yang ia kehendaki.
Umumnya, para pengguna terdaftar memiliki akses penuh terhadap beberapa
direktori, sehingga mereka dapat membuat berkas, membuat direktori, dan bahkan
menghapus berkas. Pengguna yang belum terdaftar dapat juga menggunakan
metode anonymous login, yakni dengan menggunakan nama
pengguna anonymous dan password yang diisi dengan menggunakan alamat e-mail.

3. NFS (Network File System)

Network File System (NFS) adalah protokol yang dapat membagi sumber
daya melalui jaringan. NFS dibuat untuk dapat independent dari jenis mesin, jenis
sistem operasi, dan jenis protokol transport yang digunakan. Hal ini dilakukan dengan
menggunakan RPC. NFS dijelaskan pada RFC 1813 – NFS: NFS Version 3 Protocol
dan RFC 3010 – NFS Version 4 Protocol.
NFS adalah program RPC yang memberikan I/O kepada remote host, setelah
di lakukan permintaan oleh program mount. NFS memperbolehkan user yang telah
diijinkan untuk mengakses file-file yang berada di remote host seperti mengakses file
yang berada di lokal. Protokol yang digunakan :
1. Protokol mount menentukan host remote dan jenis file sistem yang akan diakses
dan menempatkan di suatu direktori
2. Protokol NFS melakukan I/O pada remote file sistem
3. Protokol mount dan protokol NFS bekerja dengan menggunakan RPC dan
mengirim dengan protokol TCP dan UDP.

4. SMTP(Simple Mail Transport Protocol )

Adalah suatu mekanisme yang digunakan client (user) untuk mengirim surat
secara elektronik (lebih dikenal dengan nama e-mail) untuk ditujukan ke user lain
diInternet. Protokol (aturan) standar yang digunakan untuk mengirimkan email ke
sebuah server di jaringan internet yaitu Post Office Protocol (POP).
SMTP (Simple Mail Transport Protocol) mendefinisikan bagaimana cara
suatu Message Transport Agent (MTA) saling menukar e-mail dengan MTA yang
lain.
Prosesnya dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pemakai (user) berinteraksi dengan User Agent (UA),
2. Kemudian pada gilirannya UA ini akan berinteraksi dengan MTA.
3. MTA inilah yang kemudian akan meneruskan e-mail kepada MTA lainnya,
4. MTA juga yang akan menerima pesan dari MTA lain untuk diserahkan kepada
pemakai (user) melalui User Agent (UA).
5. Setelah itu E-mail client membuka sesi dengan melakukan inisialisasi
sirkuit TCP/IP ke port 25, server SMTP kemudian memberikan respon
dengan sebuah nomor ID dan status. Jika server tersedia untuk mentransfer
pesan maka client dapat meneruskan sesi dan mentransfer pesan. Setelah
koneksi TCP diinisialisasikan kemudian e-mail client mengirim perintah
"HELO" bersama-sama dengan nama domainnya, hal ini bertujuan untuk
memperkenalkan identitasnya kepada server sehingga bila server menerima
perintah ini maka server akan menjawab bersama-sama dengan nama
domainnya.
6. Kemudian e-mail client akan mengirim perintah "MAIL FROM:".
Selanjutnya e-mail clientakan mengirimkan perintah "RCPT TO:".
7. Bila seluruh alamat e-mail dari penerima telah dikirim dan diterima oleh
server, client kemudian mengirim perintah "DATA". Pesan tersebut akan
dikirim oleh client jika server telah memberikan konfirmasi yang menyatakan
siap untuk menerima data dari pesan e-mail tersebut.
8. Bila telah selesai, selanjutnya client akan mengirim perintah terakhir yang
akan menunjukkan bahwa pesan telah dikirim yaitu berupa titik("."), setelah
server mengirimkan jawaban yang menyatakan bahwa pesan telah diterima
maka client akan diberikan kesempatan untuk mengirim pesan lagi atau
mengakhiri sesi tersebut yaitu dengan perintah "QUIT".

5. Telnet & SSH

Telnet
Telnet adalah aplikasi remote login Internet. Telnet digunakan untuk login ke
komputer lain di Internet dan mengakses berbagai macam pelayanan umum, termasuk
katalog perpustakaan dan berbagai macam database. Telnet memungkinkan pengguna
untuk duduk didepan komputer yang terkoneksi ke internet dan mengakses komputer
lain yang juga terkoneksi ke internet. Dengan kata lain koneksi dapat terjadi ke mesin
lain di satu ruangan, satu kampus, bahkan setiap komputer di seluruh dunia. Setelah
terkoneksi, input yang diberikan pada keyboard akan mengontrol langsung ke remote
computer tadi. Akan dapat diakses pelayanan apapun yang disediakan oleh remote
machine dan hasilnya ditampilkan pada terminal lokal. Dapat dijalankan session
interaktif normal (login, eksekusi command), atau dapat diakses berbagai service
seperti: melihat catalog dari sebuah perpustakaan, akses ke teks dari USA today, dan
masih banyak lagi service yang disediakan oleh masing-masing host pada di network.
Telnet menggunakan 2 program, yang satu adalah client (telnet) dan server
(telnetd). Yang terjadi adalah ada dua program yang berjalan, yaitu software client
yang dijalankan pada computer yang meminta pelayanan tersebut dan software server
yang dijalankan oleh computer yang menghasilkan pelayanan tadi.

Gambar 1. Interaksi TELNET (Parker, 1994:117)

Gambar 2. Koneksi mesin ketika terjadi TELNER (Parker, 1994:118)


Tugas dari client adalah:
• Membuat koneksi network TCP (Transfer Control Protocol) dengan server.
• Menerima inputan dari user
• Menformat kembali inputan dari user kemudian mengubah dalam bentuk format
standard dan dikirim ke server.
• Menerima output dari server dalam format standard.
• Mengubah format output tadi untuk ditampilkan pada layar.

Sedangkan tugas dari server adalah:


• Menginformasikan software jaringan bahwa komputer itu siap menerima koneksi.
• Menunggu permintaan dalam bentuk format standard.
• Melaksanakan permintaan tersebut.
• Mengirim kembali hasil ke client dalam bentuk format standard.
• Menunggu permintaan selanjutnya.

Gambar 3. Penggunaan Port untuk Server yang dituju oleh banyak pengguna (Parker,
1994:98)

Ketika terjadi koneksi A-B, pada mesin A terjadi Port yang digunakan adalah
Source=350 Destination=23. Pada mesin B Port yang digunakan Source=23
Destination=350. Ketika terjadi koneksi B-C Pada mesin B Porty yang digunakan
Source=400 Destination=23. Pada Mesin C Port yang digunakan Source=23 D
estination=351. Ketika terjadi koneksi C-A. Pada mesin A Source=351
Destination=23 Pada mesin B Source=23 Destination=400.
Telnet adalah program yang memungkinkan komputer host Internet anda
menjadi terminal dari komputer host lain di Internet. Dengan ftp anda dapat membuka
koneksi hanya untuk mentransfer file. Telnet memungkinkan anda untuk login
sebagai pemakai pada komputer jarak jauh dan menjalankan program layanan Internet
yang disediakan oleh komputer tersebut.

SSH (SECURE SHELL)

Pengertian SSH
Pada awalnya SSH dikembangkan oleh Tatu Yl nen di Helsinki University of
Technology. SSH memberikan alternatif yang secure terhadap remote session
tradisional dan file transfer protocol seperti telnet dan relogin.Protokol SSH
mendukung otentikasi terhadap remote host, yang dengan demikian meminimalkan
ancaman pemalsuan identitas client lewat IP address spoofing maupun manipulasi
DNS.

Kegunaan SSH
SSH dirancang untuk menggantikan protokol telnet dan FTP. SSH merupakan
produk serbaguna yang dirancang untuk melakukan banyak hal, yang kebanyakan
berupa penciptaan tunnel antar host. Dua hal penting SSH adalah console login
menggantikan telnet) dan secure filetransfer (menggantikan FTP), tetapi dengan SSH
anda juga memperoleh kemampuan membentuk source tunnel untuk melewatkan
TTP, FTP, POP3, dan apapun lainnya melalui SSH tunel.

Cara Kerja SSH


Saat suatu client mencoba mengakses suatu linux server melalui SSH. SH
daemon yang berjalan baik pada linux server maupun SSH client telah mempunyai
pasangan public/private key yang masing-masing menjadi identitas SSH bagi
keduanya. Langkah-langkah koneksinya adalah sebagai berikut :
a. Langkah 1 : Client bind pada local port nomor besar dan melakukan
koneksi ke port 22 pada server.
b. Langkah 2 : Client dan server setuju untuk menggunakan sesi SSH
tertentu. Hal ini penting karena SSH v.1 dan v.2 tidak kompatibel.
c. Langkah 3 : Client meminta public key dan host key milik server.
d. Langkah 4 : Client dan server menyetujui algoritma enkripsi yang akan
dipakai (misalnya TripleDES atau IDEA).
e. Langkah 5 : Client membentuk suatu session key yang didapat dari client
dan mengenkripsinya menggunakan public key milik server.
f. Langkah 6 : Server men-decrypt session ky yang didapat dari client, meng-
re-encrypt-nya dengan public key milik client, dan mengirimkannya
kembali ke client untuk verifikasi.
g. Langkah 7 : Pemakai mengotentikasi dirinya ke server di dalam aliran data
terenkripsi dalam session key tersebut.
Sampai disini koneksi telah terbentuk, dan client dapat selanjutnya bekerja
secara interaktif pada server atau mentransfer file ke atau dari server. Langkah
ketujuh diatas dapat dilaksanakan dengan berbagai cara (username/password,
kerberos, RSA dan lain-lain).

PERBEDAAN TELNET DAN SSH

Gambar 4. Cara kerja TELNET dan SSH

Disini dapat kita lihat SSH memberikan alternatif yang secure terhadap remote
session tradisional dan file transfer protocol seperti telnet dan relogin.Protokol SSH
mendukung otentikasi terhadap remote host, yang dengan demikian meminimalkan
ancaman pemalsuan identitas client lewat IP address spoofing maupun manipulasi
DNS.
Aplikasi seperti Telnet tidak menggunakan enkripsi sedangkan SSH
dilengkapi dengan enkripsi. Sebab itulah SSH (Secure Shell) dapat memberi
keamanan yang lebih daripada Telnet atau rlogin. Banyak orang menggunakan Telnet
sebagai aplikasi jaringan mereka. Sebenarnya hal tersebut kurang begitu aman sebab
dalam proses mengirim atau menerima data memungkinkan sesion kita terlihat dalam
bentuk text. Sehingga orang yang jahil yang masuk ke network kita dapat mengetahui
username, password, atau perintah-perintah yang kita baca

6. Remote LOGIN

Login adalah proses memasuki sistem, proses ini disebut juga dengan otentifikasi
pemakai (user authentication) atau pengenal untuk mengakses sebuah sistem yang
tertutup, terdiri dari username (juga disebut login name) dan password (kata kunci).

Sedangkan Remote login adalah salah satu layanan internet yang memungkinkan
seorang pengguna internet untuk mengakses (login) ke sebuah remote host dalam
lingkungan jaringan internet.dengan memanfaatkan remote login, seorang user dapat
mengoperasikan sebuah host dari jarak jauh tanpa harus secara fisik berhadapan
dengan host. Dari sana, user dapat melakukan pemeliharaan / maintenance,
menjalankan sebuah program, atau bahkan menginstall program baru di remote host.

Penggunaan remote login umumnya digunakan oleh administrator dalam suatu


jaringan. Dengan adanya layanan remote login, seorang administrator sistem jaringan
dapat terus memegang kendali atas masing- masing komputer di dalam jaringan, tanpa
harus mengaksesnya secara fisik. Layanan remote login juga memungkinkan seorang
administrator menjaga stabilitas dan menyingkirkan bahaya dari luar di dalam suatu
sistem jaringan.

Protokol yang umum digunakan untuk keperluan remote Login adalah TelNet
(Telecommunication network) yang berjalan pada port 23. Namun Remote login
melalui TelNet memiliki risiko keamanan karena data yang dikirimkan
berbentuk plain text (tidak dienkripsi). Sehingga seseorang (termasuk
para cracker)yang menangkap paket pada jaringan (sniffing) dapat mengumpulkan
informasi-informasi mengenai host tersebut dan remote host, termasuk username
dan password. Untuk menanggulanginya, maka dikembangkan protokol SSH (secure
shell) untuk menggantikan TelNet. Berbeda dengan TelNet, SSH bekerja pada port 22
dan data yang dikirimkan sudah dienkripsi.

7. SNMP (Simple Network Management Protocol)

Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) didefinisikan dan digunakan dalam


Internet untuk mengirimkan electonic mail (E-mail). Cara kerja SMTP mirip yang
dilakukan oleh FTP. SMTP menggunakan port TCP nomer 25.
Standar dari protokol ini ada 3 yaitu :
1. Standar yang digunakan untuk pertukaran email antar komputer (STD 10/RFC
821), disebut standar SMTP.
2. Standar yang digunakan untuk format pesan (STD 11) dengan dijabarkan pada
RFC 822 yang berisi tentang sintak mail dan RFC 1049 yang berisi tentang
penggunaan file yang bukan berupa ASCII text (email menggunakan 7bit
ASCII) supaya dapat digunakan pada badan email. Standar ini disebut MAIL.
3. Standar yang digunakan untuk menjalurkan email berdasarkan domain name
system (DNS), dijabarkan pada RFC 974 dengan nama DNS-MX Standar
diatas digunakan untuk email yang menggunakan format bahasa Inggris,
sedangkan standar penggunaan email yang mendukung penggunaan bahasa
lain antara lain :
a. Multipurpose Internet Mail Exchange (MIME) dijabarkan pada RFC 2045
hingga 2049.
b. Pelayanan tambahan dari SMTP berupa : pemberitahuan service extension
pada SMTP client, penggunaan 8bit format data, batas ukuran email.

SNMP adalah sebuah protokol yang dirancang/ didesain untuk memberikan


kemampuan kepada pengguna untuk memantau dan mengatur jaringan komputernya
secara sistematis dari jarak jauh atau dalam satu pusat kontrol saja.
Pengolahan ini dijalankan dengan menggumpulkan data (polling) dan melakukan
penetapan (setting) terhadap variabel-variabel dalam elemen jaringan yang dikelola.
Pengolahan ini dijalankan dengan menggumpulkan data dan melakukan penetapan
terhadap variabel-variabel dalam elemen jaringan yang dikelola.

Elemen-elemen SNMP :
1. Manajer adalah pelaksana dan manajemen jaringan. Pada kenyataannya
manager ini merupakan komputer biasa yang ada pada jaringan yang
mengoperaksikan perangkat lunak untuk manajemen jaringan. Manajer ini
terdiri atas satu proses atau lebih yang berkomunikasi dengan agen-agennya
dan dalam jaringan. Manajer akan mengumpulkan informasi dari agen dari
jaringan yang diminta oleh administrator saja bukan semua informasi yang
dimiliki agen.
2. MIB Manager Information Base, dapat dikatakan sebagai struktur basis data
variabel dari elemen jaringan yang dikelola. Struktrur ini bersifat hierarki dan
memiliki aturan sedemikian rupa sehingga informasi setiap variabel dapat
dikelola atau ditetapkan dengan mudah.
3. Agen Merupakan perangkat lunak yang dijalankan disetiap elemen jaringan
yang dikelola. Setiap agen mempunyai basis data variabel yang bersifat lokal
yang menerangkan keadaan dan berkas aktivitasnya dan pengaruhnya terhadap
operasi.

8. DNS (Domain Name System)

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan
untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang menggunakan
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan
pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana
DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Dalam
pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki :
1. Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai
tanda titik (.).
2. Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com
untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan
tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk
membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain
digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.
3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan,
misalnya: microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.

Struktur Kerja DNS

Model kerja server DNS dapat digambarkan sebagai berikut :

Aplikasi user Resolver Server DNS

Cache

Bagian resolver adalah bagian dari program aplikasi yang berfungsi menjawab
setiap pertanyaan tentang domain.
Untuk menjawab pertanyaan, resolver dapat mencari jawabannya dengan
memeriksa isi cache dan meneruskan pertanyaan ke server DNS atau bertanya
langsung ke server DNS. Cache adalah bagian yang menyimpan pertanyaan-
pertanyaan tentang domain yang pernah diajukan sebelumnya.
Setiap aplikasi internet yang ingin menghubungi host lain pasti akan berinteraksi
dengan server DNS melalui resolver. Jika server DNS tidak memiliki jawaban dari
pertanyaan domain (name server bukan authoritative name server dari domain yang
ditanyakan), maka server DNS akan meneruskan pertanyaan tersebut ke name server
yang dianggapnya lebih tahu. Proses pengalihan ke name server (NS) lain (proses
name resolution) ni merupakan proses iteratif yang berlangsung hingga diperoleh
alamat lengkap sebuah host. Sebagai contoh jika ada user yang ingin menghubungi
pandu.ee.ugm.ac.id, maka mula-mula NS akan menghubungi root server.
Karena root server tidak memiliki informasi untuk host pandu.ee.ugm.ac.id, maka
root server akan memberikan referensi kepada NS untuk menghubungi authoritative
name server terdekat yaitu name server untuk domain id. Dari name server domain id,
NS kembali memperoleh referensi untuk menghubungi name server domain ac.
Proses ini terus berlangsung hingga NS memperoleh informasi lengkap tentang host
pandu.ee.ugm.ac.id.
Setiap request domain akan disimpan di dalam cache untuk jangka waktu
tertentu. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses name resolution. Sebagai contoh
jika sebelumnya ada user yang me-request informasi untuk pandu.ee.ugm.ac.id, maka
untuk user yang me-request fileserver.lapi.ugm.ac.id akan diarahkan ke name server
yang memiliki korelasi terdekat dengan domain yang pernah di-request yang
tersimpan di dalam cache, yaitu name server ugm.ac.id.

Flowchart dari Prinsip Kerja DNS adalah sebagai berikut :

Contoh singkat penggunaan DNS yaitu misalkan saja kita browsing di warnet, dan
akan menghubungi www.google.com .Rangkaian proses yang akan dijalankannya
adalah sebagai berikut:
1. PC kita mengontak Server DNS lokal (biasanya terletak pada jaringan ISP)
untuk menanyakan IP Address www.google.com .
2. Server DNS lokal akan melihat ke dalam cache-nya .
3. Jika data itu terdapat di dalam cache server DNS server lokal, maka server
tersebut akan memberikan alamat IP tersebut ke Browser. Jika tidak, maka
server tersebut mengontak server DNS di atasnya (biasanya disebut Root DNS
server) untuk mengetahui alamat IP dari DNS server yang mengelola domain
www.google.com.
4. Jika domain www.google.com benar-benar exist, maka Root DNS akan
mendapatkan alamat IP server DNSwww.google.com,kemudian alamat
dikirim ke server DNS lokal kita .
5. Server DNS lokal akan mengontak Server DNS www.google.com untuk
menanyakan alamat IP dari www.google.com , dan Server DNS
www.google.com memberikan data alamat IP www.google.com
6. Server DNS lokal memberitahu alamat IP untuk www.google.com kepada
Browser/Client (PC kita).
7. Kemudian kita menggunakan alamat itu untuk diisikan ke dalam IP Packet
untuk menghubungi www.google.com .

9. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis


arsitektur client/server/user yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat
IP dalam satu jaringan komputer. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan
DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika
DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan
akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP,
banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default
gateway dan DNS server.

Selain itu DHCP juga akan didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang
dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari
protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan


arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni
DHCP Server dan DHCP Client.

 DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat
"menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang
memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT
Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki
layanan seperti ini.
 DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien
DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP
Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT
Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP,Windows Vista,
atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk


didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian
akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh
DHCP server, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP
tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat
IP yang baru atau memperpanjangnya. Oleh karena itu DHCP server harus memiliki
alamat IP yang statis.

Kemudian DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat


IP dari sebuah DHCP server dan untuk mendapatkan itu DHCP server melalui empat
langkah atau proses sebagai berikut:

1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara


broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP
Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP
client.
3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan
alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP
Server yang bersangkutan.
4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien
dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan
menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien,
dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan
memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah
memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk
klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama,
hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address
renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.

Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone,


sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data
alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya.
Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut
berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang
sama.

Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat
menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari
waktu ke waktu.
Daftar Pustaka

1. Sofana, Iwan. 2010. CISCO CCNA & Jaringan Komputer. Informatika.


Bandung
2. http://seven-technology.blogspot.com/2009/02/pengertian-snmp.html
3. http://www.total.or.id/info.php?kk=Simple%20Network%20Management
%20Protocol
4. http://ardhiyansyah.blogspot.com/2009/10/dns-telnet-smtp-tftp.
5. http://www.telnet.org/
6. http://www.scribd.com/doc/14682116/Belajar-Ssh?autodown=pdf
http://72.14.235.132/search?
q=cache:Mla5Wf7wEIUJ:idkf.bogor.net/linuxheboh/September
%25202001/internet-3-telnet-remotelogin. pdf+remote+login+filetype:
pdf&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id
7. http://www.ssh.com/
8. http://www.te.ugm.ac.id/~risanuri/distributed/TELNET.pdf
9. http://www.ssh.com/support/downloads/secureshellwks/non-commercial.html
10. Http://belajarit.um.ac.id