Anda di halaman 1dari 5

Evaluasi AK3 Thn 2003

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI


JAWABAN UJIAN CALON AHLI K3 UMUM
Mata Ujian
Waktu
Penguji

I.

: Pemberdayaan Kelembagaan dan Keahlian K3;


Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja
:
menit
: Team Evaluasi Calon Ahli K3 Umum

Pemberdayaan Kelembagaan dan Keahlian K3


1. Uraikan latar belakang dikeluarkannya Undang-undang No. 1 tahun 1970 ?
Jawab :
VR Stbl No. 406 tahun 1910 dinilai sudah tidak memadai
didalam menghadapi kemajuan dan perkembangan yang ada.
Makin berkembangnya teknologi mesin-mesin, alat-alat,
pesawat-pesawat, bahan-bahan teknis baru yang diolah dan
dipergunakan.
Majunya
industrialisasi,
mekanisasi,
elektrifikasi
dan
modernisasi.
Dengan berkembangnya kondisi seperti tersebut diatas akan
juga mempengaruhi timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat
kerja yang dapat mempengaruhi produksi dan produktivitas.
Bersifat lebih preventif danmemperluas ruang lingkup yang
sebelumnya represif dan polisional.
Tidak hanya menitikberatkan pengamanan terhadap alat
produksi tetapi juga proses,sifat dan cara kerja.
2. Coba jelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pengurus perusahaan
dalam rangka pemenuhan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja sesuai Peraturan Menteri No. Per. 05/Men/1996, serta beri contoh-contohnya :
Jawab :
a. Kebijakan dan komitmen
Pengusaha/pengurus harus menetapkan kebijakan di bidang K3
(jaminan komitmen tiap management)
Tersedianya organisasi K3, anggaran / dana maupun SDM
b. Perencanaan
menentukan tujuan, sasaran dan indikator kinerja yang berkaitan
dengan identifikasi sumber bahaya, penilaian resiko bahaya dan
pengendaliannya yang berkaitan dengan peraturan perundangan
(tenaga kerja, peralatan, pengurus, dll)
menentukan hal-hal yang berkaitan dengan K3 yang belum diatur
dalam peraturan perundangan (pakaian kerja, waktu kerja,
kesejahteraan, dll)
c. Penerapannya

Evaluasi AK3 Thn 2003

Perlu pendukung kebijakan tersebut baik pimpinan maupun tenaga


kerja dalam satu kesatuan / integrasi.
Perlu jaminan SDM dan dana untuk pelaksanaannya
Perlu jaminan tanggung jawab dan tanggung gugat
Perlu dukungan tindakan tehnis dan adminsitratif.
d. Mengukur dan mengevaluasi :
Tingkat keberhasilannya
Mealakukan identifikasi tindakan perbaikan
Jaga tingkat kepercayaan terhadap data dan beberapa perangkatnya
Lakukan inespkesi dan pengujian
Lakukan audit SMK3
Lakukan tindakan perbaikan dan pencegahannya
e. Tinjauan ulang dan peningkatannya
Meninjau secara teratur pelaksanaan SMK3 & berkesinambungan
Menentukan tindakan-tindakan yang perlu diambil (perbaikan akibat
perundangan)
3. Uraikan tugas dan fungsi P2K3 dan jelaskan peraturan yang terkait dengan P2K3
tersebut ?
Jawab :
1) .Memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak
kepada perusahaan / pengurus mengenai masalah K3.
2) . Fungsi P2K3
Menghimpun dan mengolah data tentang K3 di tempat kerja
Membantu menunjukkan dan menjelaskan hal-hal yang
berkaitan dengan K3
Membantu
dalam
mengevaluasi
menenttukan
tindakan/pedoman di bidang K3
Mengembangkan dan melakukan peningkatan kemampuan /
ketrampilan di bidang K3 bagi tenaga kerja
4. Siapa yang melakukan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan
Undang-undang No. 1 Tahun 1970 dan sebutkan peraturan menterinya ?
Jawab :
Pegawai pengawas yang berasal dari Departemen Tenaga Kerja sesuai
Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per. 04/Men/1987, Per
03/Men/1978 dan Per. 03/Men/1984.
Ahli K3 yang berada di perusahaan/tempat kerja sesuai Peraturan
Menteri Tenaga Kerja No. Per. 02/Men/1992

Evaluasi AK3 Thn 2003

II. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja


1. Coba sebutkan lingkup pengawasan kesehatan kerja dan lingkungan kerja dari
ketentuan peraturan perundang-undangan bidang kesehatan kerja dan lingkungan
kerja ?
Jawab :
A. Identifikasi dan evaluasi sumber bahaya kesehatan yang terdapat
di lingkungan kerja, yaitu:
a. Faktor fisik seperti, kebisingan, iklim kerja, penerangan,
tekanan udara, getaran mekanis, radiasi.
b. Faktor kimiawi.
c. Faktor biologi seperti virus, bakteri, parasit, serangga,
cacing, racun tanaman, jamur dan lain-lain.
d. Faktor fisiologi / ergonomi seperti cara kerja, alat-alat kerja
dan lain-lain.
e. Faktor psikologi, seperti hubungan kerja, jenis pekerjaan
yang sesuai kesejahteraan dan lain-lain.
B. Identifikasi asal sumber bahaya :
Sumber bahaya kesehatan tenaga kerja dapat berasal dari :
a. Keadaan mesin-mesin,
pesawat.
alal-alat kerja seperti
peralatan lainnya.
b. Keadaan dan sifat dan bahan-bahan seperti bahan baku,
bahan baku tambahan. hasil antara, hasil produksi, hasil
antara, hasil tambahan.
c. Sifat pekerjaan.
d. Cara, sikap dan waktu kerja.
e. Penyimpanan : gudang, wadah.
f. Pemusnahan.
g. Limbah industri.
C. Lembaga, sarana, tenaga dan upaya kesehatan kerja yang terdapat
di tempat kerja, seperti:
a. Pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan :
1) Permennaker No. Per. 03/Men/1982 tentang Pelayanan
Kesehatan Kerja.
2) Permennaker No. Per 01/Men/1998 tentang Penyelenggaraan
Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja dengan Manfaat Lebih
Baik dari Paket Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dasar
Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
b. Dokter perusahaan,
Permennaker No. Per. Ol/Men/1976 tentang Kewajiban
Latihan Hiperkes bagi Dokter Perusahaan. Setiap dokter
perusahaan wajib mengikuti latihan hiperkes.
Permennaker No. Per.03/Men/1982 tentang Pelayanan
Kesehatan Kerja. Pelayanan kesehatan kerja di pimpin dan

Evaluasi AK3 Thn 2003

dijalankan oleh seorang dokter yang disetujui oleh


Direktur.
c. Paramedis perusahaan,
Permenaker No Per. 01/Men/1979 tentang Wajib
Latihan Hiperkes bagi TenagaParamedis Perusahaan.
d. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja :
Undang-undang No. 01 tahun 1970 pasal 8.
Permennaker No. Per. 02/Men/1980 tentang Pemeriksaan
Kesehatan Tenaga Kerja.
Permennaker No. per. ()4/Men/l995 tentang Perusahaan Jasa
Keselamatan dan kesehatan Kerja.
Standar pemeriksaan kesehatan tenaga kerja.
e. Pemantauan lingkungan kerja. apakah sudah sesuai dengan :
1) Permennaker No. Per. 03/Men/1982 tentang Pelayanan
Kesehatan Kerja.
2) NAB yang berlaku :
a) SE Mennaker No. 01 tahun 1997 tentang NAB Faktor
Kimia di Udara Lingkungan Kerja
b) Kepmenaker No. 51/Men/1999 tentang NAB Faktor
Fisika di Tempat Kerja
f. Penggunaan alat pelindung diri.
g. Perlengkapan P3K; Peraturan khusus AA.
h. Pengadaan kantin dan katering.
i. Kebersihan, penerangan dan fasilitas sanitasi di tempat kerja
apakah sudah memenuhi PMP No. 7 tahun 1964.
2. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang dalam melakukan
pekerjaan. Berikan penjelasan masing-masing ?
Jawab :
Kesehatan tenaga kerja dan sekaligus tingkat produktivitas mereka di
tentukan oleh 3 hal :
1. Beban kerja, yaitu beban yang di tanggung oleh seseorang tenaga
kerja, sebagai akibat langsung dari pekerjaan yang dilaksanakannya.
Beban kerja tersebut dapat berupa beban fisik, mental dan sosial.
2. Lingkungan kerja, adalah kondisi lingkungan di tempat kerja yang
mempengaruhi tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaannya. Beban
tambahan dari lingkungan kerja terdiri dari 5 faktor yaitu :

Faktor fisik, antara lain suhu, penerangan, iklim kerja,


kebisingan, getaran dan radiasi.

Faktor kimia, yaitu uap, debu, gas, fume, asap dan cairan.

Faktor biologi, baik dari golongan tumbuhan atau hewan.

Faktor fisiologi ( ergonomi) seperti sikap dan cara kerja.

Faktor psikologi, yaitu suasana kerja, hubungan diantara


pekerja, pekerjaan yang monoton dan lain-lain.

Evaluasi AK3 Thn 2003

3. Kapasitas kerja, adalah kemampuan seorang tenaga kerja untuk


menyelesaiakn pekerjaannya dalam waktu tertentu. Kapasitas kerja di
pengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut : ketrampilan, kesegaran
jasmani dan rohani, tingkat gizi, jenis kelamin, usia dan antropometri.

3. Apa yang anda ketahui tentang :


a. Pemeriksaan kesehatan awal
b. Pemeriksaan kesehatan berkala / periodik
c. Pemeriksaan kesehatan khusus
Jawab :
a. Pemeriksaan kesehatan awal adalah pemeriksaan kesehatan yang
dilakukan oleh dokter sebelum seorang tenaga kerja diterima untuk
melakukan pekerjaan.
b. Pemeriksaan kesehatan berkala adalah pemeriksaan kesehatan pada
waktu-waktu tertentu terhadap tenaga kerja yang dilakukan oleh dokter.
c. Pemeriksaan kesehatan khusus adalah pemeriksaan kesehatan yang
dilakukan oleh dokter secara khusus terhadap tenaga kerja tertentu.
4. Siapakah yang wajib melaksanakan pengendalian lingkungan kerja di perusahaan ?
Jawab :
Pengendalian lingkungan kerja wajib dilakukan oleh pengusaha/
pengurus suatu perusahaan dan tenaga kerja.