Anda di halaman 1dari 35

ANALISA DAN PERENCANAAN BALOK

TAMPANG T

TUJUAN:
Mahasiswa dapat melakukanperhitungan Analisa dan desain tampang
Balok T
dgn metode Kekuatan (Strength method)
sesuai SNI 03-2847-2002

Analisa Tampang Balok T

UMUM

Balok T (dan L) merupakan bentuk tampang balok yang


paling sering digunakan selain bentuk tampang persegi
Balok T terbentuk karena balok dan pelat dicor secara
monolit; maka sebagian lebar pelat dapat dianggap
menjadi bagian dari balok.
Kekakuan balok tampang persegi menjadi lebih besar karena
adanya kontribusi dari sebagian pelat
Lebar pelat yg dpt dianggap menjadi bagian balok disebut
LEBAR EFEKTIF be dan diatur oleh SNI psl 10.10
Prinsip2 yg digunakan dlm analisa blk persegi tetap berlaku
pd balok tampang T (dan juga L)

Analisa Tampang Balok T

PELAT LANTAI; BALOK T&L

Pelat
lantai
Balok T

be

be

sn1

sn2

Balok L

Analisa Tampang Balok T

LEBAR EFEKTIV be

Lebar efektiv be dari balok T dan L diambil nilai


terkecil dari rumus pada tabel berikut ini (SNI psl
10.10.2) :
Peraturan

Lebar be balok T Lebar be balok


L

SNI-03-2847-2002

beL

bebw+1/12L

bebw+16hf

bebw+6hf

be bw+Sn

bebw+Sn

AASHTO
Analisa Tampang Balok T

MOMEN, DEFORMASI DAN LETAK TUL. TARIK


Sisi atas blk
menerima teg. tarik
Sisi bwh blk
menerima teg. tarik

Mmin
(-)

(-)
(+)
Mmax

(+)
Tul. Baja utk
memikul M(-)

Analisa Tampang Balok T

Tul. Baja utk


memikul
M(+)

LETAK GRS NETRAL y


Momen (+)
Pada daerah momen positiv (sekitar tgh bentang) umumnya
flens mengalami teg. Tekan. Dlm hal ini grs netral y bisa
terletak (1) pada Flens, (2) pada Bidang pertemuan antara
flens dgn bdn balok atau (3) berada pada Badan balok (web)

be

be

Daerah
tekan

be

hf

gn

As

As

bw

bw

Kondisi 1: y<hf

Kondisi 2: y=hf
Analisa Tampang Balok T

Grs
netral

bw
Kondisi 3: y>hf
6

LETAK GRS NETRAL y


Momen (-)
Daerah
tekan

be

fs

hf
y

gn

fs

0,85fc

fs
fs

0,85fc

bw
Pada daerah M(-) maka pelat/flens mengalami teg. Tarik. Dlm
kondisi ini grs netral y terletak berada pada badan balok
(web). Keadaan ini sebenarnya adalah sama dgn balok T
terbalik dgn Flens-nya terletak di bawah
Pd daerah M(-) blk T dpt diperlakukan sbg blk persegi shg
analisax sama dgn teori2 sblm-nya.

Analisa Tampang Balok T

ANALISA PENAMPANG BALOK T


(GRS NETRAL YHF)

be

hf
As

0,85fc
a

ecu=0,003
g.n

Cc
Z

dh

s
Regangan

bw

fs
Tegangan

T
Resultan
Gaya

Bila y hf maka blk T diperlakukan sbg blk persegi dgn b=be.


Kesetimbangan gaya C=T :

0,85 f cabe Asf y (4.1)


Analisa Tampang Balok T

TINGGI GRS NETRAL y


Sama dgn pers (2.17)
dgn b=be

Dari pers (4.1) tadi:

a
bila

Asf y
0,85 f cb e

As

b ed

(4.2)
(2.21)

dan

fy
f c

(2.20)

Maka tinggi blok teg persegi ekivalen a:

d
a
0,85

(4.3)

Maka tinggi grs netral y:

a
d
(2.9/4.4)

1
0,851
Analisa Tampang Balok T

1lihat SNI psl 12.2.7


atau Slide no 12
Analisa penampang
Blk persegi Tul
Tunggal

MOMEN NOMINAL Mn
Periksa reg. baja s:

s cu

d- y
y (2.12)
y

pers (4.1)-(4.3)
asumsi Baja Leleh

adl

dgn

bila s y maka baja tarik mencapai teg. leleh; shg Mn dpt


dihitung dgn pers (2.18)

a
Mn Asf y d
2

(2.18) atau

Mn 0,85 f cabe d (4.4a)


2

Dpt disimpulkan: bila grs


netral y terletak pd Flens
maka blk dpt dianalisa spt
blk persegi dgn lebar b=be

bila reg. baja s < y tul. Baja tdk mencapai teg. Leleh shg:

Mn Asf s d
2

(4.4b)

dgn fs dari pers (2.31)

Analisa Tampang Balok T

10

RASIO TUL. BALANCE b


Untuk balok T dgn yhf maka rasio tulangan b dpt ditentukan
sama spt balok persegi biasa pers. (2.29)

0,85 f c1
600
fy
600 f y

(2.29)

Catatan:
UMUM-nya untuk balok penampang T dan L grs netral
berada di Flens, dan Tul. baja tarik mencapai tegangan
Leleh fy
Bila tinggi blok teg ekiv a<hf maka balok T adalah balok T
tdk murni dan dapat diperlakukan seperti balok persegi
biasa dgn lebar b=be

Analisa Tampang Balok T

11

ANALISA PENAMPANG BALOK T


(GRS NETRAL Y>HF)

be

ecu=0,003 0,85fc
hf

Cc

d h
g.n

As
bw

s
Reg.

fs

T
Teg.

Untuk Blk T dgn y>hf ada 2 kemungkinan tinggi blok teg.


ekiv. a yaitu: a<hf atau bisa juga a>hf
Bila y>hf tapi a<hf maka diperlakukan sbg blk. persegi
Analisa Tampang Balok T

12

A
s

bw
Penampang
balok T

g.n

hf

cu=0,003

s
Diagram Reg.

0,85fc

As
f

As
Tampang
Persegi
ekivalen

C1
fy

Tw

d-a

be

Cf

(+
)

Tf

d-hf

PENAMPANG EKIVALEN UTK y>hf

Res. Gaya

Penampang balok T ini (a>hf) dpt dianalisa dgn cara


spt/seolah-olah analisa penampang blk persegi tulangan
rangkap (Perhatikan Gbr diatas!)
Kontribusi dari sayap/Flens Cf dianggap dpt di GANTI-kan/diWAKIL-kan dgn suatu luasan tul. baja IMAJINER Asf yg
mempunyai besar gaya dan titik tangkap sama dgn ttk tangkap
Cf
Analisa Tampang Balok T

13

KONTRIBUSI DARI GAYA TEKAN Cn

Gaya tekan Cf berasal dari Flens selebar (be-bw). Gaya Cf


disamakan dgn suatu gaya imajiner Tf yg mempunyai
kapasitas gaya yg setara /ekivalen dgn kapasitas gaya dari
overhang Cf

C f 0,85 f c be bw hf
T f Asf f y C f

(4.5)

(4.6)

Bila Cf=Tf, dari pers (4.5) dan (4.6) tersebut


diperoleh:

Asf

0,85 f chf be bw

lengan momen,

fy
Zf d -

Asf adalah Tul


imajiner
pengganti
Cn
shg
balok
T
dapat
diperlakukan
sbg blk persegi
tul rangkap

(4.7)

hf
2

(4.8)

Analisa Tampang Balok T

14

MOMEN Mn dari FLENS


be

As

C1

Ast
Tw

bw

Cf

(+)
Tf

d-hf

Asf

d-a

g.n

0,85fc

Dgn merujuk gbr diatas & meninjau Momen thd pst berat tul
tarik As maka Mnf sbg kontribusi dari Flens adalah:

Mnf C f Z f 0,85 f chf be bw d f (4.9a); atau


2

hf

Mnf Asf f y d
2

(4.9b)

jadi Mn yg diberikan oleh Flens dpt dihitung dgn Pers (4.9)


Analisa Tampang Balok T

15

MOMEN Mn dari WEB (BADAN)


Dari gbr sblm-nya:

Asw Ast Asf

(4.10)

Tw Ast Asf f y

(4.11)

Cw 0,85 f cbw a

(4.12)

Dari pers (3.11) dan (3.12) diperoleh a:

Ast -

Asf f y

0,85 f cbw

(4.13)

Dan; Mnw sbg kontribusi dari web/bdn balok dpt dihitung dgn
pers (4.14)

Mnw

a
a

0,85 f cbw a d Ast Asf f y d


2
2

Analisa Tampang Balok T

(4.14)
16

MOMEN NOMINAL TOTAL Mnt


Dgn demikian Momen nominal Total dari balok T adalah Mnt

Mnt Mnw Mnf

(4.15a)

Mnt 0,85 f cbw a d


0,85 f chf be bw
2

atau:

Mnt = Ast - Asf


atau:

Mnt

a
f y d - + Asf f y
2

a
Ast f y d
Asf f y
2

Dimana:
a dihitung dgn pers (4.13)
Asf dihitung dgn pers (4.7)

d -

hf
2

hf
a

h
d f (4.15b)

(4.15c)

(4.15d)

Ast adl luas tul. Tarik total


Analisa Tampang Balok T

17

SYARAT BLK T MURNI


Suatu balok T dpt dikatakan sbg blk T murni (Real-T Beam)
bila terpenuhi salah satu dari rumus berikut ini:

Ast f y
0,85 f cb e
hf

hf

d
0,85

(4.2) atau

(4.16)

Dimana dihitung dgn pers (2.20)


Bila nilai a dari pers (4.2)hf maka dianalisa sbg blk T tdk
murni / blk persegi dgn b=be

Analisa Tampang Balok T

18

PEMBATASAN TULANGAN
Rasio tulangan balance utk balok T (dgn a>hf) adalah sbb:

bt

bw
b f
be

(4.17)

0,85 f c1
600
b
fy
600 f y
f

0,85 f c1
fy

be

bw

(2.29)

hf
bw d

(4.18)

Untuk menjamin perilaku balok yg daktail maka jumlah tul


dibatasi sebagai berikut:
batas tul. Maks
batas tul. Min

As
0,75b
bed
As
1,4

bw d
fy

Analisa Tampang Balok T

(4.19)
(4.20)
19

CONTOH ANALISA TAMPANG


CONTOH 1
Diketahui balok tampang T dgn data teknis:
fc=28MPa
fy=410MPa
be=1000mm
hf=65mm
bw=250mm
h=500mm
d=437,5mm
Ast =2281mm2 (6BJTD22)

be
hf
dh
As
bw

Diminta: Tentukan tipe keruntuhan dan besar Momen


Rancang Sesuai SNI 2847
Analisa Tampang Balok T

20

PENYELESAIAN
Rasio tul.
Periksa tampang balok terhadap mak dan min
min

1,4
0,003
410

2281
0,021 min 0,003
250 437,5

0,85 28 0,85 600


0,029
410
1010

(2.29)

0,85 28 0,85
65
1000 250
0,001
410
410 250 437,5

(4.18)

bt

250
1000

0,029

oke

0,001 0,0075

(4.20)

(4.17)

mak 0,75 bt 0,75 0,0075 0,0056

2281
0,0052 0,0056
1000 437,5

oke

Analisa Tampang Balok T

21

PERIKSA REG. BAJA


Tentukan tinggi blok teg. Persegi ekivalen a dgn pers (4.2)

2281 410
39,3mm hf 65mm
0,85 28 1000
Karena a<hf maka balok T diperlakukan sbg balok T tdk
murni (balok persegi dgn lebar b=be)

a
39,3
y

46mm
1
0,85

(4.4)

Tentukan reg baja dgn pers (2.12):

a bisa
juga
dihitung
dgn pers
(4.3)

410

0,002
200000

s 0,003

437,5 46
0,0255 y
46
Analisa Tampang Balok T

(Tul. Baja tarik mencapai


reg leleh)
22

MOMEN NOMINAL
Momen nominal dihitung dgn pers (2.18) atau (4.4a)

39,3
Mn 0,85 28 39,3 1000 437,5
10 - 6 (4.4a)
2

390,8kN.m
Jadi balok T masuk kategori
Mn=390,8kN.m; Mr=312,6kN.m

keruntuhan

Analisa Tampang Balok T

tarik,

dan

23

HOME-WORK (kumpulkan minggu dpn)


Suatu balok T mempunyai data teknis sbb:
Kuat tekan fc=20MPa, kuat leleh tul baja fy=400MPa, Tinggi
total=430mm, lebar badan blk=250mm
Tul tekan As=3D16; Tul. Berkas Ast=6D28
Tul. geser : 8
Selimut beton=40mm
700

Tentukan tipe
keruntuhan dan Kuat
momen rancang Mr dari
balok tersebut

430

80

3D16
Bundel,
6D28
250

Analisa Tampang Balok T

24

PENYELESAIAN; tgg efektiv d

As=6D28=x3,14x282x(6)=3694,5mm2
As=3D16=x3,14x162x(3)=603,2mm2
d=40+8+16/2=56mm (jrk pst berat tul tekan ke serat tekan)
d=430-40-8-28=354mm (tinggi efektiv penampang)

700

cu

430

80

3D16
Diagram Reg.

Bundel,
6D28

cu

250
Analisa Tampang Balok T

25

PENYELESAIAN; Grs netral y


Dianggap grs netral y ada di flens; a<hf , dgn pers (4.2)
diperoleh:

3694 - 603 400


0,85 20 700

104mm hf 80 (4.2)

Karena a=104>hf maka balok berperilaku sbg blk T murni;


hiytung ulang nilai a dgn prinsip C=T

a
a
y

As -

As f y 0 ,85 f chf be bw
0,85 f cbw

3694 - 603 400 0 ,85 1600 450


0,85 20 250

147 mm

147
173 mm
0,85
Analisa Tampang Balok T

26

PENYELESAIAN; Periksa Reg Baja

s = cu

y - d 0,003 ( 173 - 56 )
=
= 0,00202 > y
y
173

d - y 0,003 ( 354 - 173 )


s = cu
=
= 0,0031 y = 0 ,002
y
173

400
y =
5 = 0 ,002
2 10
s> y dan s> y, berarti tul baja tarik As & tekan As mencapai
teg. Leleh fy shg masuk kategori keruntuhan
tarik/under reinforced
Analisa Tampang Balok T

27

PENYELESAIAN; Momen Rancang

Mn = C s ( Z s ) +C c1 (Z 1 ) +C c 2 (Z 2 )
hf

Mn As f y d d 0,85 f cbw a d 0,85 f chf be bw d

2
2

Mn = 603 400 ( 298 ) +624750 280 ,5 +1360 450 314


= 439,3kN.m

Mn 0,8 439,3 351,4kN.m


Kesimpulan: (1) Balok T masuk kategori Tipe keruntuhan Tarik;
dan (2) Mr=351,4kN.m
Analisa Tampang Balok T

28

LATIHAN SOAL
Suatu balok T mempunyai data teknis yg sama spt soal
sebelumnya (Soal Home-work, slide 24-28); kecuali fc berubah
dari 20MPa menjadi 30MPa.
Diminta menentukan tipe keruntuhan dan Mr

700

430

80

3D16
Bundel,
6D28
250
Analisa Tampang Balok T

29

PENYELESAIAN; tgg efektiv d

As=3694,5mm2
As=603,2mm2
d=56mm
d=354mm

Telah dihitung pd
slide 25

700

cu

430

80

3D16
Diagram Reg.

Bundel,
6D28

cu

250
Analisa Tampang Balok T

30

PENYELESAIAN; Grs netral y


Blok teg. Persegi ekivalen a:

3694 - 603 400


0,85 30 700

69mm hf 80mm

69
y
81 ,5 mm
0,85
Karena a<hf maka balok berperilaku sbg blk T tdk murni; (spt
balok persegi dgn b=be)
Selanjutnya cek reg. baja.

400
=
5 = 0 ,002
2 10
Analisa Tampang Balok T

31

CEK REG. BAJA s

s = cu

y - d 0,003 81,5 - 56
=
= 0,00094 y
y
81,5

d - y 0,003 354 - 81,5


s cu

= 0,01 y 0 ,002
y
81,5
s< y dan s> y, berarti tul baja tarik As mencapai teg. Leleh fy
tapi tul As tdk, berarti nilai a=69mm adl. Salah.
Blk tetap masuk kategori keruntuhan tarik/under
reinforced. Hitung ulang a dgn Pers (3.16)
Analisa Blk Persegi Tul Rangkap

Analisa Tampang Balok T

32

BLOK TEG. EKIVALEN


Hitung ulang a dgn pers (3.16)
(0,85fcbe)a2 + (600As-Asfy)a-600As 1d=0
(17850)a2-(1115880)a-(17227392)=0
Dgn A=17850, B=-1115880, C=17227392 di-dpt:
a1=75,3mm, a2=-12,8mm dan y=88,6mm.

s =

0,003 88,6 - 56
= 0,001 y 0,002
88,6

f s = 200000 0,001 = 200MPa f y 400 MPa


Analisa Tampang Balok T

33

MOMEN NOMINAL Mn
Momen nominal Mn:
Mn=0,85fcbea(d-a/2)+Asfs (d-d)
=0,85x30x700x75,3(354-75,3/2)+603x200(354-56)
=461kN.m
Mr=0,80x461,2=369kN.m

Analisa Tampang Balok T

34

DEFORMASI BALOK T

Analisa Tampang Balok T

35